Penyakit Jantung Bawaan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit jantung bawaan (PJB)?

Penyakit jantung bawaan atau disingkat PJB adalah kondisi kelainan jantung yang sudah muncul sejak lahir.

Kelainan jantung ini bisa mengubah struktur, susunan arteri, pembuluh darah, dinding jantung, katup jantung, dan hal-hal lainnya terkait fungsi jantung.

Penyakit jantung bawaan dapat membuat aliran darah yang mengalir masuk dan keluar dari jantung jadi tidak teratur.

Penyakit tersebut bisa berkembang tanpa gejala, tapi juga dapat mengakibatkan komplikasi serius yang mengancam nyawa.

Seberapa umumkah PJB?

Penyakit jantung bawaan adalah kondisi yang berisiko terjadi karena riwayat keturunan keluarga.

Ini karena PJB kerap datang bersamaan dengan sindrom Down pada anak-anak. Melansir dari Mayo Clinic, ibu yang memiliki diabetes sebelum hamil, campak jerman, minum alkohol, dan merokok selama hamil juga berisiko melahirkan bayi dengan PJB.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit jantung bawaan?

Dalam kebanyakan kasus, gejala penyakit jantung bawaan tidak selalu langsung dapat terdeteksi. Ada yang sudah bisa terdeteksi sejak dini lewat USG kehamilan, tapi beberapa bayi mungkin sama sekali tidak menampakkan kelainan selama dalam kandungan.

Tanda dan gejalanya barulah muncul ketika sudah lahir. Gejala penyakit jantung bawaan yang dimiliki satu bayi dan lainnya pun tidak selalu sama.

Pada umumnya bayi dengan penyakit jantung bawaan bisa mengalami beberapa gejala, meliputi:

  • Bibir, kulit, jari tangan, dan jari kaki bayi tampak berwarna kebiruan
  • Bayi mengalami sesak napas atau kesulitan dalam bernapas
  • Bayi mengalami kesulitan saat makan
  • Bayi mengalami pembengkakan di kaki, perut, atau area sekitar mata
  • Berat bayi lahir rendah (BBLR)
  • Bayi mengalami sakit dada
  • Persediaan oksigen dalam tubuh sedikit, sehingga menyebabkan napas berlebihan (hiperventilasi)
  • Berkeringat berlebih dan sesak napas, terutama saat sedang menyusui
  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi terhambat

Terkadang, penyakit jantung bawaan tidak langsung dapat didiagnosis karena gejala pertama muncul dalam beberapa tahun setelah kelahiran.

Dokter biasanya akan menyarankan anak Anda untuk melakukan ekokardiogram, rontgen dada, maupun pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging).

Ketika anak sudah mulai beranjak dewasa, penyakit jantung bawaan bisa berkembang dengan memunculkan gejala berupa:

  • Detak jantung tidak normal
  • Mudah sesak napas saat sedang berolahraga atau beraktivitas
  • Pingsan saat berolahraga atau beraktivitas
  • Pembengkakan di beberapa bagian tubuh
  • Kelelahan parah

Kapan harus periksa ke dokter?

Kondisi penyakit jantung bawaan dalam tingkat yang serius biasanya didiagnosis sebelum atau setelah bayi lahir.

Segera bawa dan periksakan bayi ke dokter apabila Anda melihat tanda dan gejala seperti yang disebutkan di atas.

Dokter akan memberi tahu Anda jika gejala yang dialami si kecil disebabkan oleh kelainan jantung atau kondisi medis lainnya.

Namun jangan khawatir, Anda dapat mengurangi risiko terserang penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu informasi lebih lanjut.

Penyebab

Apa penyebab penyakit jantung bawaan?

Jantung manusia terbagi menjadi empat ruang, dua berada di sebelah kanan dan dua lagi ada di sebelah kiri.

Normalnya, jantung akan memompa darah ke seluruh tubuh dengan melibatkan kerja masing-masing ruang untuk saling berbagi tugas.

Ada bagian jantung yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh, dan ada bagian lainnya yang bertugas untuk memompa darah ke paru.

Saat masih di dalam kandungan, tepatnya selama 6 minggu awal pertama kehamilan, organ jantung seharusnya sudah mulai terbentuk dan berdetak sebagaimana mestinya.

Pembuluh darah utama yang mengalir ke arah dan dari jantung juga telah mulai terbentuk di masa ini.

Namun, berbeda dengan bayi yang memiliki penyakit jantung bawaan. Alih-alih berkembang dengan sempurna, jantung yang dimilikinya justru tidak berkembang sempunr seperti seharusnya.

Menurut Stanford Children’s Health, para pakar kesehatan masih belum dapat memastikan sepenuhnya apa yang jadi penyebab perkembangan organ jantung setiap bayi berbeda.

PJB bukanlah hanya satu penyakit. Ada beragam jenis penyakit jantung bawaan tergantung dari lokasi kelainan yang terjadi pada jantung.

Jika cacat bawaan pada jantung menyebabkan penurunan jumlah oksigen di dalam tubuh, kondisi ini dinamakan sianotik.

Jika cacat bawaan pada jantung tidak memengaruhi aliran dan persediaan oksigen di dalam tubuh, kondisi ini disebut asianotik.

Cacat jantung bawaan sianotik

Cacat jantung bawaan sianotik adalah kondisi yang memungkinkan darah kaya oksigen dan darah kurang oksigen bercampur menjadi satu.

Pada cacat jantung ini, ada lebih sedikit darah yang kaya oksigen beredar ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan munculnya warna kebiruan (sianosis) pada kulit, bibir, serta lapisan kuku bayi.

Berikut jenis cacat jantung bawaan sianotik:

  • Tetralogy of fallot
  • Transposition of the great vessels
  • Pulmonary atresia
  • Total anomalous pulmonary venous return
  • Truncus arteriosus
  • Hypoplastic left heart syndrome atau sindrom jantung kiri hipoplastik
  • Tricuspid valve abnormalitie atau kebocoran katup trikuspid

Cacat jantung bawaan asianotik

Cacat jantung bawaan pada bayi jenis asianotik biasanya tidak mengganggu jumlah oksigen atau darah yang beredar ke seluruh tubuh. Meski mungkin saja terjadi, bayi dengan penyakit jantung bawaan jenis ini umumnya tidak mengalami warna kulit yang kebiruan.

Jika muncul warna kebiruan pada tubuh bayi, biasanya terjadi saat bayi membutuhkan persediaan oksigen yang banyak, contohnya ketika sedang menyusu dan menangis.

Berikut jenis cacat jantung bawaan asianotik:

  • Ventricular septal defect (VSD) atau cacat septum ventrikel
  • Atrial septal defect (ASD) atau cacat septum atrium
  • Atrioventricular septal defect atau cacat septum atrioventrikular
  • Patent ductus arteriosus (PDA) atau patent ductus arteriosus
  • Pulmonary valve stenosis atau stenosis katup paru
  • Aortic valve stenosis atau stenosis katup aorta
  • Coarctation of the aorta atau koarktasio aorta

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung bawaan?

Meski penyebab PJB belum dapat dipastikan, beberapa hal berikut ini diduga sebagai faktor risikonya:

  • Memiliki anggota keluarga yang juga mengalami PJB (keturunan)
  • Ibu mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan yang memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan
  • Ibu mengonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, atau merokok selama kehamilan, sehingga memengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan
  • Ibu mengalami infeksi virus tertentu selama trimester pertama kehamilan
  • Ibu mengalami peningkatan kadar gula darah selama hamil yang memengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan

Secara garis besar, faktor dari lingkungan, keluarga, bahkan kondisi Anda sendiri selama kehamilan turut memiliki andil kuat dalam menentukan kondisi buah hati Anda saat lahir nantinya.

Obat dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis PJB?

Ada dua bentuk pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit jantung bawaan pada bayi, yakni:

Pemeriksaan sebelum lahir

Berikut beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan sebelum bayi lahir:

1. USG

USG atau ultrasonografi dapat dilakukan secara rutin selama masa kehamilan. Selain memberikan informasi mengenai kondisi tubuh bayi, USG juga membantu menunjukkan gambaran mengenai struktur jantung bayi.

2. Fetal ekokardiografi

Fetal ekokardiografi atau ekokardiografi janin dapat memeriksa kemungkinan adanya penyakit jantung bawaan pada bayi di dalam kandungan.

Tes fetal ekokardiografi ini mirip seperti USG, tetapi menunjukkan informasi yang lebih rinci mengenai kondisi organ jantung bayi.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan di minggu ke-18 hingga minggu ke-24 kehamilan.

Pemeriksaan setelah lahir

Berikut beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan setelah bayi lahir:

1. Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah pemeriksaan untuk mengetahui aktivitas jantung termasuk ritme dan kondisinya.

Gelombang suara dalam ekokardiografi akan menampilkan gambar jantung meliputi ukuran, bentuk, dan seberapa baik fungsi jantung bayi.

Pemeriksaan ini juga dapat menunjukkan jika ada aliran darah yang kurang baik, otot jantung yang tidak bekerja secara efektif, serta otot jantung yang rusak.

2. Rontgen atau sinar-X

Sinar-X dada: Sinar-X dapat menunjukkan apakah jantung terlalu besar, dan apakah ada terlalu banyak darah di paru-paru.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit jantung bawaan?

Perawatan untuk mengobati PJB ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan penyakit tersebut.

Beberapa bayi mengalami PJB yang tergolong ringan sehingga dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, sebagian bayi lainnya bisa saja memiliki kondisi yang lebih parah ehingga membutuhkan perawatan serius.

Dalam kasus tersebut, beberapa pilihan pengobatan penyakit jantung bawaan yakni:

1. Konsumsi obat-obatan

Dokter dapat memberikan beberapa jenis obat-obatan yang akan membantu kerja jantung. Entah untuk mencegah pembentukan gumpalan darah, atau untuk membantu mengontrol detak jantung yang tidak teratur.

2. Memasang implan jantung

Beberapa komplikasi kesehatan yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan bisa diatasi dengan memasang implan jantung.

Ambil contohnya alat pacu jantung dan implantable cardioverter defibrillator (ICD). Kedua alat tersebut dapat membantu memperbaiki detak jantung yang tidak normal.

3. Memasang kateter jantung

Kateter jantung dapat memperbaiki PJB tanpa harus melalui prosedur operasi. Selama prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung tipis ke dalam pembuluh darah vena di kaki yang kemudian mengarah ke jantung.

Selanjutnya, dokter menggunakan alat kecil yang dimasukkan ke dalam kateter untuk memperbaiki kelainan jantung.

4. Operasi jantung

Jika pemasangan kateter jantung dirasa tidak mampu untuk mengatasi penyakit jantung bawaan, prosedur operasi atau pembedahan jantung bisa menjadi pilihan lain.

Dokter akan melakukan operasi dengan memperbaiki kelainan yang terjadi pada jantung. Baik itu menutup lubang, memperbaiki katup, atau melebarkan pembuluh darah.

5. Transplantasi jantung

Transplantasi jantung hanya dipakai ketika penyakit jantung bawaan sudah tergolong parah dan sulit untuk diperbaiki.

Prosedur ini membutuhkan donor organ jantung yang sehat, untuk mengganti organ jantung bayi yang mengalami kelainan.

Memperdalam informasi seputar penyakit jantung bawaan akan membantu Anda untuk lebih memahami kondisi yang sebenarnya sedang dialami si kecil sekaligus penanganannya yang tepat.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit jantung bawaan pada bayi?

Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan ibu sebelum hamil dan sedang hamil sebagai bentuk pencegahan untuk penyakit jantung bawaan, yakni:

  • Jika Anda berencana untuk hamil, tanyakan pada dokter mengenai obat resep atau obat bebas yang sedang digunakan.
  • Jika Anda mengalami diabetes, pastikan kadar gula darah telah terkendali sebelum hamil.
  • Selalu konsultasikan dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda selama hamil.
  • Jika Anda tidak mendapatkan vaksinasi campak dan campak jerman, konsultasikan dengan dokter mengenai cara pencegahannya.
  • Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung bawaan, tanyakan pada dokter mengenai kemungkinan terjadinya kondisi ini secara genetik.
  • Hindari minum minuman beralkohol, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang selama masa kehamilan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Maret 25, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca