Ini Penyebab Seseorang Meninggal Saat Berolahraga

Oleh

Olahraga atau aktivitas fisik adalah kegiatan yang membantu kesehatan aliran darah karena menyebabkan jantung memompa darah lebih cepat. Tubuh yang aktif bergerak juga membuat proses metabolisme membaik, sehingga dapat mengurangi penumpukan lemak di bawah kulit dan pada arteri jantung. Namun, meskipun jarang, terdapat beberapa kasus orang yang meninggal saat berolahraga, akibat gangguan pada fungsi jantung..

Jantung merupakan salah satu organ paling penting yang menopang kehidupan. Kematian terjadi saat jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh dengan tubuh dengan optimal, sehingga terjadi kegagalan fungsi dan membuat jantung berhenti berdetak. Hal ini dapat terjadi saat berolahraga.

Kenapa bisa terjadi henti jantung saat olahraga?

Fenomena henti jantung atau yang biasa dikenal dengan cardiac arrest, adalah suatu kondisi di mana jantung secara mendadak berhenti memompa darah. Hal ini juga merupakan suatu gejala dari penyakit kardiovaskuler lainnya yang mungkin dapat muncul saat seseorang sedang berolahraga. Meskipun jarang terjadi, henti jantung merupakan penyebab kematian mendadak saat berolahraga.  

Henti jantung terjadi saat otot jantung yang berhenti bekerja secara tiba-tiba, hal ini berbeda dengan serangan jantung yang diakibatkan oleh penyumbatan aliran darah. Meskipun demikian, serangan jantung juga dapat memicu terjadinya henti jantung.

Proses terjadinya henti jantung memiliki mekanisme yang kompleks. Kerja gaya listrik otot jantung dipengaruhi oleh kadar air dan keseimbangan mineral tubuh. Terjadinya henti jantung pada seseorang saat sedang berolahraga sering didahului oleh kondisi dehidrasi, ketidakseimbangan potassium dan magnesium, serta kadar mineral lainnya dalam darah.

Siapa saja yang berisiko mengalami henti jantung saat berolahraga?

Henti jantung saat berolahraga dapat dialami oleh siapa saja, namun, laki-laki dengan usia dewasa dan lansia lebih berisiko. Hal ini berkaitan dengan adanya penyakit kardiovaskuler yang tidak tertangani. Faktor lain yang meningkatkan risiko Anda mengalami henti jantung saat berolahraga di antaranya:

  • Kurang beraktivitas fisik
  • Memilkiwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Kadar kolesterol tidak terkontrol
  • Riwayat kelainan jantung kongenital

Pada umumnya, frekuensi olahraga seseorang cenderung mengalami penurunan seiring pertambahan usia, padahal aktivitas fisik tetap diperlukan. Hal ini dikarenakan seiring berjalannya usia, faktor risiko penyakit kardiovaskuler mulai bertambah dan jantung memerlukan kerja yang lebih efisien.

American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa aktivitas fisik diperlukan untuk mengatur tekanan dan kadar kolesterol, serta menghambat perkembangan penyakit kardiovaskuler. Rutin beraktivitas dapat menurunkan risiko kematian mendadak saat berolahraga, baik akibat serangan maupun henti jantung, karena tubuh sudah terbiasa untuk beradaptasi dengan peningkatan aktivitas tubuh. Pengendalian faktor risiko tersebut diperlukan untuk menurunkan faktor risiko terjadinya henti jantung saat berolahraga.

Amati tanda bahaya kesehatan jantung ini saat Anda berolahraga

Jika Anda telah memiliki faktor risiko penyakit jantung dan tidak aktif beraktivitas fisik sebelumnya, perhatikan beberapa tanda bahaya berikut yang mungkin terjadi sebelum ataupun sesaat berolahraga:

Nyeri pada bagian dada – merupakan keluhan yang sering terjadi saat seseorang mengalami gangguan fungsi jantung. Rasa tidak nyaman ataupun nyeri dapat muncul dengan intensitas yang ringan namun bertambah kuat saat sedang berolahraga, dan dapat hilang dan muncul kembali.

Sulit bernapas – napas terlalu pendek dan disertai kesulitan mengambil napas merupakan pemicu terjadinya serangan jantung.

Aritmia – gangguan irama jantung ditandai dengan sensasi detak jantung yang menurun, meningkat ataupun berhenti sesaat.

Keringat abnormal – berupa keringat dingin yang juga dapat disertai dengan rasa mual yang merupakan tanda dari serangan jantung.

Nyeri pada bagian tubuh lain – gangguan jantung saat berolahraga juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot bagian tubuh lain seperti lengan atas, punggung, leher, rahang bawah atau perut. Rasa nyeri tersebut juga dapat berpindah dari suatu bagian tubuh ke yang lainnya.

Gejala tersebut merupakan suatu peringatan apabila jantung sedang mengalami gangguan sehingga perlu untuk segera berhenti beraktivitas dan beristirahat. Penanganan darurat juga diperlukan saat seseorang pingsan atau menjadi lemas secara mendadak dan juga saat tanda bahaya semakin parah dan tidak hilang setelah beristirahat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca