Perkembangan Bayi 5 Minggu atau 1 Bulan 1 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 5 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu?

Berawal dari perkembangan bayi 1 minggu, kini si kecil sudah melewati fase lainnya. Apalagi, sekarang sudah masuk minggu ke-5 sehingga kemungkinan Anda akan melihat bayi menjadi lebih interaktif.

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Mampu melakukan gerakan tangan dan kaki secara bersamaan dan berulang kali.
  • Bisa mengangkat kepalanya sendiri.
  • Bersuara dengan merengek dan menangis.
  • Bisa memandang wajah orang yang berada di dekatnya.
  • Bisa tersenyum dengan sendirinya saat diajak bicara.
  • Mulai memahami waktu bermain dan tidur.
  • Mulai konsisten dalam waktu menyusui.

Kemampuan motorik kasar

Tidak jauh berbeda dengan minggu sebelumnya yaitu perkembangan bayi 4 minggu, di usia 5 minggu ini si kecil masih terus melakukan gerakan-gerakan tangan dan kakinya secara bersamaan.

Selain itu, bayi di usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu juga mempunyai perkembangan dalam kemampuan motorik kasar seperti dapat mengangkat sebentar kepalanya.

Ia juga akan memiringkan kepalanya alias menengok mengikuti pergerakan sesuatu yang menarik perhatiannya. Misalnya, saat melihat Anda berjalan mengitari setiap sudut ruangan.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Setiap kali berusaha menunjukkan keinginannya, buah hati Anda masih mengandalkan cara utamanya yakni dengan menangis.

Tidak hanya menangis, tahapan bahasa bayi lainnya di usia  5 minggu ini adalah ketika ia sudah mulai berusaha mengeluarkan suara-suara khas dari mulutnya.

Kemampuan motorik halus

Tangan-tangan kecilnya masih akan bergerak ke sana kemari bersamaan dengan pergerakan kakinya seperti saat bayi baru lahir.

Menariknya, jari-jari tangan bayi pada perkembangan bayi usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu juga tampak mulai mampu menggenggam sesuatu yang diletakkan di telapak tangannya.

Itu sebabnya, ketika telapak tangan bayi sedang terbuka dan Anda menyentuhnya dengan satu jari, si kecil refleks akan menutup tangannya. Dengan kata lain, ia menggenggam jari tangan Anda.

Kemampuan sosial dan emosional

Perkembangan bayi 5 minggu untuk kemampuan sosial dan emosional termasuk peningkatan kemampuan mengamati wajah orang-orang yang ada di sekitarnya.

Terlebih lagi, ia juga mampu merasakan dan merespons dengan gerakan tubuh ketika Anda berjalan mendekatinya.

Contohnya ketika sedang menangis dan merasa Anda berjalan mendatanginya, perlahan-lahan suara tangisan si kecil akan mereda. Sampai akhirnya Anda benar-benar datang dan menggendongnya, barulah tangisannya kemudian berhenti.

Ini juga merupakan salah satu cara bayi usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu untuk belajar serta melatih perkembangan kecerdasan emosional dan sosial.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu?

Ajaklah si kecil berinteraksi secara rutin untuk mendukung perkembangan bayi yang sudah berada di fase usia 5 minggu. Si kecil akan menyukai perhatian Anda pada tahap ini.

Berkomunikasilah untuk mengajarkannya tentang struktur dan fungsi bahasa guna mendukung perkembangan bayi 5 minggu.

Berkomunikasi dengan si kecil juga merupakan cara meningkatkan perkembangan di usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu, sekaligus meningkatkan keakraban, dan kasih sayang antara Anda dan bayi.

Kesehatan Bayi Usia 5 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter di minggu ke 5?

Dokter akan melakukan pemeriksaan tergantung kondisi bayi. Namun, apabila Anda membawa bayi ke dokter untuk memeriksa perkembangan di usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu, konsultasikanlah tentang hal di bawah ini:

Selama perkembangan si kecil di usia 5 minggu, perhatikan setiap perkembangan yang dialami si kecil. Baik perkembangan yang terjadi, termasuk normal maupun tidak.

Namun, Anda juga perlu tahu bahwa perkembangan setiap bayi itu tidak selalu sama, termasuk di usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu ini. Misalnya, perhatikan saat si kecil terlihat tidak mampu mengikuti gerakan lurus.

Kemungkinan, ada masalah pada penglihatan bayi di usia 5 minggu. Apabila terjadi kondisi di usia bayi 5 minggu seperti ini yang perlu Anda periksakan ke dokter.

Jangan ragu untuk memeriksakan dengan dokter, apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu?

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui guna mendukung perkembangan si kecil di usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu, yaitu:

1. Gumoh

Pada beberapa bulan pertama, tidak jarang bayi muntah alias gumoh, termasuk di perkembangan usia 5 minggu. Bahkan, gumoh bisa terjadi setiap setelah bayi Anda menyusu. Terkadang bayi gumoh karena terlalu banyak minum ASI.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan gumoh bayi, termasuk di masa 5 minggu ini. Namun Anda bisa mencoba mengurangi jumlah udara yang masuk saat bayi menyusu.

Walaupun gumoh adalah hal yang biasa dan tidak berbahaya, beberapa jenis gumoh bisa menjadi masalah untuk bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu.

Hubungi dokter bila bayi muntah diiringi dengan, tersedak, batuk berkepanjangan, atau muntahan berwarna cokelat atau hijau.

2. Alergi susu

Alergi susu adalah alergi makanan paling umum terjadi pada bayi, tak terkecuali di masa perkembangan bayi 5 minggu. Bayi yang mengalami gejala alergi susu yang parah biasanya akan terus muntah dan buang air besar berair, yang mungkin juga bercampur darah.

Beberapa bayi yang alergi susu mungkin juga mengalami eksim, gatal-gatal, napas berbunyi, dan hidung mengeluarkan ingus atau tersumbat di usia 5 minggu.

Tidak ada cara mengetes alergi susu, kecuali dengan cara coba-coba. Bila Anda mencurigai adanya alergi susu pada bayi di usia 5 minggu, diskusikan kemungkinan alergi dengan dokter sebelum mengambil langkah apapun.

3. Buang air besar

Bayi yang diberi ASI biasanya mengeluarkan feses yang lembut atau terkadang berair. Namun, Anda harus waspada jika feses atau pup bayi terlalu cair, berbau, dan mungkin mengandung lendir.

Pasalnya, hal tersebut bisa jadi tanda kalau bayi mengalami diare. Terutama jika si kecil mengalami demam atau kehilangan berat badan secara drastis di masa perkembangan 5 minggu ini.

Biasanya, diare jarang terjadi pada bayi yang hanya minum ASI eksklusif. Sekalipun hal tersebut terjadi, bayi yang diberi ASI cenderung lebih cepat sembuh dari diare dibandingkan bayi yang diberi susu formula.

Akan tetapi, bila kotoran bayi tidak memiliki bentuk tertentu atau berbentuk butiran keras, anus bayi akan menjadi sakit dan berdarah karena adanya retakan atau luka. Ini mungkin menandakan bayi sembelit.

Bila Anda mencurigai bayi mengalami sembelit di usia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu, konsultasikan kepada dokter.

4. Waktu tidur

Setelah melewati fase perkembangan bayi 3 minggu dan  4 minggu, perubahan waktu tidur bayi mulai terasa. Namun, hal ini juga harus dibarengi dari kedisiplinan yang diajarkan orangtua.

Di usia 5 minggu bayi ada kemungkinan akan memiliki lebih banyak waktu terjaga di siang hari. Lalu, ia pun akan tidur lebih lama di malam hari.

Apabila dijumlahkan, rata-rata waktu tidur bayi adalah selama 16 jam dalam satu hari.

Dikutip dari Healthy Children, seiring bertambahnya usia bayi, nantinya mereka akan membutuhkan lebih sedikit waktu tidur. Namun, perhatikan kembali bayi juga mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda-beda.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu?

Di beberapa bulan pertama kelahirannya, ada sejumlah hal yang harus Anda perhatikan guna mendukung perkembangan bayi 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu. Beberapa di antaranya seperti:

  • Segera ganti popok bayi yang basah untuk menghindari ruam popok.
  • Pastikan Anda menyusui bayi secara teratur setiap 2-3 sekali.
  • Pastikan urine bayi jernih, ini artinya asupan cairannya terpenuhi dengan baik.
  • Berikan tempat tidur bayi yang nyaman.
  • Ciptakan rasa tenang untuk bayi.
  • Pastikan bayi cukup tidur di siang hari.
  • Kamar tidur bayi harus mendapatkan cahaya yang cukup di siang hari.

Apabila bayi cenderung terlihat rewel di malam hari, tetapi tidak terdeteksi mengalami kolik, ini mungkin memang merupakan bagian dari perkembangan si kecil di usia 5 minggu. Kondisi ini bisa dikarenakan sistem saraf pusat bayi masih terus berkembang.

Alhasil, bayi usia 5 minggu masih belajar cara memproses rangsangan di lingkungan sekitarnya dengan tepat.

Sebagai solusinya, Anda bisa menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang guna mendukung perkembangan si kecil berusia 5 minggu atau 1 bulan 1 minggu ini.

Misalnya dengan mengurangi suara bising dan pencahayaan yang terlalu terang. Membedong bayi juga bisa membantu membuat dirinya jauh lebih tenang. Namun tetap diperhatikan cara membedong yang benar.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi minggu 6?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Eits, kata siapa semua bayi pasti pernah kena ruam popok? Dengan cara-cara berikut, Anda bisa mencegah ruam popok pada si buah hati, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Bayi rentan mengalami masalah kulit karena kulitnya masih sangat sensitif. Lantas, apa saja penyakit kulit pada bayi yang paling umum?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab alasan bayi menangis

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit