home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perkembangan Bayi 3 Minggu

Perkembangan Bayi Usia 3 Minggu|Kesehatan Bayi Usia 3 Minggu|Yang Harus Diperhatikan
Perkembangan Bayi 3 Minggu

Perkembangan Bayi Usia 3 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi di usia 3 minggu?

Perkembangan bayi akan terlihat dari respon yang diberikan terhadap orangtua atau orang terdekatnya. Bisa dikatakan bahwa bayi di usia 3 minggu akan terlihat lebih aktif dan waspada dengan apa yang ada disekitarnya.

Tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi di usia 3 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Mampu melakukan gerakan tangan dan kaki secara bersamaan dan berulang kali.
  • Mampu mengangkat kepalanya sendiri beberapa detik walau belum sempurna
  • Bersuara dengan menangis.
  • Mampu memandang wajah orang yang berada di dekatnya.
  • Sudah mulai bisa menyesuaikan posisi dan mencoba untuk meringkuk.
  • Berat serta panjang badan bertambah.

Kemampuan motorik kasar

Bayi Anda sekarang sudah berumur 3 minggu. Di masa perkembangan bayi 3 minggu ini, umumnya bayi Anda bisa melihat benda dalam jarak 20-35 cm.

Ini merupakan perkiraan kemampuan penglihatan jarak antara mata bayi dan mata ibu saat menyusui.

Faktanya ada yang perlu diketahui mengenai perkembangan motorik bayi. Di perkembangan usia sekitar 3 minggu ini, bayi lebih senang memerhatikan wajah daripada benda.

Anda bisa mendorong perkembangan si kecil di uasia 3 minggu untuk berlatih fokus dengan cara melihat bayi secara lurus saat menyusui. Perhatikan pula bagaimana cara menyusui bayi yang benar.

Pada saat yang bersamaan, gerakkan kepala Anda perlahan dari satu sisi ke sisi lain dan lihat apakah matanya melihat mengikuti gerak kepala Anda.

Ini membantu melatih perkembangan otot mata diusia 3 minggu untuk melacak dan mengikuti benda.

Sering-seringlah melakukan kontak mata sambil berkomunikasi dengan si kecil juga melatih kesejajaran matanya sekaligus mempererat ikatan batin.

Di masa perkembangan si kecil di usia 3 minggu ini, umumnya ia sudah dapat menggerakkan tangan dan kakinya dengan cukup leluasa ketimbang perkembangan bayi 1 minggu dan perkembangan bayi 2 minggu.

Selain itu, perkembangan si kecil di usia 3 minggu juga terlihat karena ia mulai bisa mengangkat kepalanya selama beberapa detik. Bahkan mungkin, si kecil juga dapat memalingkan atau memiringkan kepalanya.

Khususnya saat melihat Anda atau pengasuhnya bergerak menjauh yang menandakan perkembangan si kecil di usia 3 minggu berjalan dengan baik.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Masih sama usia seperti sebelumnya, perkembangan komunikasi dan bahasa bayi di usia 3 minggu belum terlalu signifikan.

Sebab, menangis adalah satu-satunya cara yang bisa bayi lakukan agar Anda dan orang di sekitarnya mengerti apa yang ia inginkan.

Tidak ada salahnya untuk berbicara dan membacakan sesuatu yang ringan kepada bayi sebagai salah satu cara memperkenalkan bahasa ibu.

Kemampuan motorik halus

Perkembangan bayi 3 minggu untuk kemampuan motorik halusnya yaitu sudah dapat menggerakkan kedua lengan tangannya kapanpun. Entah saat bayi Anda sedang diajak berbicara, berbaring atau saat bayi mandi, menyusui, dan lain sebagainya.

Dikutip dari Kids Health, cobalah untuk membuat ekpresi yang berbeda pada bayi sebagai suatu tanda pengenalan. Misalnya seperti tersenyum, menjulurkan lidah, dan bercanda agar bayi di usia 3 minggu belajar dan bisa melakukan hal yang sama nantinya.

Kemampuan sosial dan emosional

Sementara itu, untuk perkembangan sosial dan emosionalnya, ia telah mampu memandang wajah Anda dan orang-orang di sekitarnya.

Bukan hanya itu saja, kecerdasan emosional bayi lainnya adalah dapat mempelajari ekspresi wajah Anda dengan cermat atau mendengarkan obrolan orang-orang disekitarnya.

Meskipun bayi baru lahir belum dapat memahami kata, berbicara dengan suara keras kepada bayi merupakan cara yang bisa dicoba dan bagus untuk perkembangan bahasa, bahkan pada usia 3 minggu ini.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan di usia 3 minggu?

Satu-satunya cara bayi berkomunikasi adalah dengan menangis, tapi Anda bisa berkomunikasi dengannya melalui suara dan sentuhan.

Perkembangan si kecil di usia 3 minggu seharusnya sudah bisa mengenali suara dan memilih suara Anda di antara suara orang lain.

Bayi Anda mungkin suka dipegang, dibelai, dicium, dielus, dipijat, dan digendong. Ia bahkan mungkin membuat suara “ah” ketika dia mendengar suara Anda atau melihat wajah Anda. Itu juga merupakan tanda saat ia merasa senang.

Kesehatan Bayi Usia 3 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter di minggu 3?

Di masa perkembangan bayi 3 minggu ini, umumnya Anda tidak perlu membawanya ke dokter bila si kecil tidak mengalami masalah atau gejala tertentu.

Namun, Anda tetap waspada dan memerhatikan hal berikut ini pada bayi di usia 3 minggu:

  • Mengawasi keluarnya air kencing dan feses atau pup bayi agar bisa mendeteksi masalah kesehatan apapun pada bayi.
  • Jika ada masalah penyumbatan darah, dokter mungkin menyarankan suntikan vitamin K untuk menghilangkan sumbatan.

Jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter, termasuk apabila ada masalah pada pertumbuhan bayi di usia 3 minggu yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 3 minggu?

Sebagai seorang ibu, penting untuk mengetahui tanda-tanda sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome/SIDS) dan bagaimana cara mencegahnya.

SIDS adalah kondisi terjadi ketika bayi tiba-tiba meninggal dalam tidur.

Bayi di bawah 1 tahun, termasuk di masa perkembangan si kecil di usia 3 minggu, punya risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serius ini.

Hal ini karena di usia ini pun bayi sudah mulai bisa tidur lebih nyenyak dan sebagian bayi sudah mulai bisa tidur dengan sendirinya.

Walaupun SIDS adalah penyebab utama kematian bayi berusia antara 1 bulan sampai 1 tahun, kondisi ini masih termasuk langka.

Tidak diketahui penyebab SIDS yang sebenarnya tapi ada beberapa faktor yang diduga sebagai pemicunya berikut ini:

  • Orangtua atau pengasuh yang merokok.
  • Bayi berbaring menelungkup di atas matras.
  • Bayi lahir prematur.
  • Berat badan bayi di bawah rata-rata.
  • Tidur di atas kasur atau permukaan yang terlalu lunak.
  • Merasa kepanasan saat tidur.

Untuk mencegah risiko perkembangan SIDS pada bayi, khususnya di usia 3 minggu, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Selalu tidurkan bayi dengan posisi tubuh telentang

Kemungkinan terjadinya SIDS bisa berkurang sebanyak 50 persen jika bayi dibaringkan dalam posisi telentang. Sebaliknya, tidak disarankan untuk menidurkan bayi dengan posisi menyamping pada perkembangan di usia 3 minggu ini.

Kosongkan tempat tidur atau kasur bayi dari bantal dan mainan empuk yang bisa secara tidak terduga menutup mulut bayi dan menghalangi pernapasannya.

Jaga kepala bayi agar tidak tertutup apapun pada perkembangan usia 3 minggu. Selain itu, jaga juga suhu ruangan tetap sejuk sekitar 24 derajat Celcius.

Hindari menidurkan bayi di kasur yang terlalu empuk

Para ahli melarang tidur dengan si kecil di atas ranjang Anda selama beberapa bulan pertama karena berisiko tinggi, termasuk pada perkembangan di usia 3 minggu.

Namun, ahli lainnya percaya bahwa berbagi ranjang membuat orangtua merespons lebih cepat terhadap perubahan pada pernapasan atau pergerakan bayi.

Jika Anda tidur bersama bayi, pastikan kasur yang digunakan tidak terlalu empuk. Coba untuk jaga si kecil agar tetap tidur terlentang meskipun ia tidur di ranjang Anda guna mendukung perkembangan di usia 3 minggu ini.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 3 minggu?

Di masa perkembangan bayi 3 minggu ini, orangtua mungkin akan merasa bingung atau terganggu karena bayi selalu menangis. Namun sebenarnya, menangis adalah metode komunikasi utama bayi dengan Anda.

Jangan putus asa atau cemas, cobalah cari tahu mengapa bayi Anda menangis dan temukan solusinya.

Bila dalam masa perkembangan si kecil di usia 3 minggu, anak menangis lebih dari 3 jam sehari dan berlangsung selama 3 minggu berturut-turut, ia mungkin mengalami kolik.

Kolik adalah saat bayi menangis keras dan tak bisa dikendalikan, padahal kondisi bayi sebenarnya sehat dan dalam kondisi bayi kenyang. Akan tetapi berita baiknya adalah kolik tidak berlangsung terlalu lama.

Sebanyak 60 persen bayi bisa sembuh dengan sendirinya dalam 3 bulan, dan 90 persen akan membaik setelah bayi berusia 4 bulan.

Kolik biasanya dimulai pada waktu yang sama setiap harinya dan lebih rewel di malam hari. Padahal, di usia ini bayi mempunyai jam tidur sekitar 16 hingga 18 jam.

Kolik biasanya dimulai pada waktu yang sama setiap harinya dan lebih rewel di malam hari. Gejalanya pun dimulai secara tiba-tiba seperti tangan yang mengepal dan kaki melengkung ke atas.

Tangisan akan pelan-pelan berhenti ketika bayi sudah merasa lelah atau sudah mengeluarkan kentut. Walaupun terlihat seperti sakit perut, bayi akan tetap makan degan baik sekaligus berat badan yang juga bertambah.

Beri tahu dokter bila Anda merasa ada gejala abnormal atau ingin bertanya tentang sesuatu mengenai perkembangan si kecil di usia 3 minggu. Dokter akan memberikan jalan keluar dan perawatan terbaik untuk perkembangannya usia 3 minggu.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 4 minggu?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Academy Of Pediatrics. American Academy of Pediatrics Caring for Your Baby and Young Child, Birth to Age 5 6th Edition. New York: Bantam, 2014. Print version. page  157-200.

Murkoff, Heidi. What to Expect, The First Year. New York: Workman Publishing Company, 2009. Print version. page 99-133.

Denver II Developmental Milestones. http://www.somaticpractice.net/trainings/touch_skills/resources/charts/Denver_II_Developmental_Screening_Test.pdf Accessed on November 11st, 2019.

Cluster Feeding and Growth Spurts | WIC Breastfeeding. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://wicbreastfeeding.fns.usda.gov/cluster-feeding-and-growth-spurts

How Often and How Much Should Your Baby Eat?. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/How-Often-and-How-Much-Should-Your-Baby-Eat.aspx

Your Child’s Development: Newborn (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/development-newborn.html

self-care, C. (2020). Colic and crying – self-care: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 27 May 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000753.htm

Moon, R. (2016). SIDS and Other Sleep-Related Infant Deaths: Evidence Base for 2016 Updated Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment. Pediatrics, 138(5), e20162940. doi: 10.1542/peds.2016-2940

JCDR – Breastfeeding, Breast milk, National Family Health Survey. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://jcdr.net/article_fulltext.asp?issn=0973-709x&year=2015&volume=9&issue=11&page=SC06&issn=0973-709x&id=6738

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 01/01/1970
x