Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Ciri dan Tanda Bayi Diare yang Harus Orangtua Waspadai

8 Ciri dan Tanda Bayi Diare yang Harus Orangtua Waspadai

Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Meski begitu, diare pada bayi harus cepat dikenali dan ditangani dengan sigap. Masalah buang air dapat menjadi bahaya karena bayi sangat rentan mengalami dehidrasi dan berakibat fatal baginya. Maka, orangtua perlu tahu berbagai tanda dan ciri bayi yang sedang diare agar cepat mendapatkan pengobatan.

Ciri bayi saat diare yang umum ditunjukkan

Setiap bayi mungkin menunjukkan ciri-ciri yang beragam ketika terkena diare atau mencret.

Dikutip dari Kids Health, ciri-ciri awal yang biasanya terjadi adalah bayi mengalami nyeri hingga kram pada perut hingga encernya buang air besar.

Hal ini terjadi karena peyebab diare pada bayi adalah virus, bakteri, parasit, atau keracunan makanan.

Mengetahui tanda-tandanya akan membantu Anda mengatasi gangguan pencernaan ini dengan lebih tepat.

Berikut ini adalah tanda dan ciri-ciri bayi saat diare yang mungkin terjadi:

1. Buang air lebih banyak dari biasanya

ciri-ciri bayi diare atau mencret

Salah satu tanda paling khas dari diare pada bayi adalah BAB yang lebih sering dari biasanya.

Menurut Seattle’s Children Hospital, frekuensi BAB normal untuk bayi yang mengonsumsi ASI adalah sebanyak 6 kali dalam sehari.

Sementara itu, bayi yang diberi susu formula akan buang air besar hingga 8 kali sehari pada minggu pertama.

Bayi baru lahir memang cenderung sering buang air. Namun jika frekuensinya melewati batas normal yang disebutkan di atas, ini menunjukkan ciri atau tanda bayi saat diare.

Bagaimana dengan pola BAB bayi yang usianya sudah lebih besar? Memasuki usia 2 bulan, frekuensi buang air besar umumnya bayi akan berkurang.

Bayi di usia 2 bulan ke atas yang menyusu ASI normalnya akan buang air sebanyak 3 kali sehari. Bayi yang diberi susu formula normalnya akan buang air 1-2 kali sehari.

Lagi-lagi, bila Anda mengamati kebiasaan BAB bayi jadi lebih sering daripada normalnya, kemungkinan besar ia sedang diare.

2. Feses berair dan berbau busuk

mengganti popok bayi

Selain BAB jadi lebih sering, ciri bayi saat diare lainnya yang perlu orangtua perhatikan adalah bagaimana tampilan feses (pup) bayi.

Feses dari bayi yang sehat dan menyusu ASI tampak lunak dan berwarna kekuningan. Sementara bentuk feses bayi yang minum susu formula lebih padat dan berwarna kecokelatan.

Apabila Anda memerhatikan baik bentuk dan warna feses bayi berubah drastis, ini bisa menjadi tanda bahwa ia kena diare.

Feses bayi yang diare umumnya akan lebih cair dengan bau busuk yang lebih menyengat. Kadang, diare juga bisa membuat bayi mengeluarkan feses berlendir.

3. Demam

persiapan terbang bersama bayi

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa penyebab diare pada bayi biasanya adalah karena infeksi bakteri, virus, dan parasit.

Infeksi ini terjadi karena bayi cenderung memiliki kebiasaan untuk memasukkan tangan atau mainan yang kotor ke mulut.

Setelah tangan masuk ke mulut, kuman bisa menginfeksi saluran pencernaan.

Nah, demam adalah salah satu tanda yang ditunjukkan bayi bahwa sistem imun tubuhnya sedang melawan infeksi penyebab diare.

Tidak semua demam pada anak harus diturunkan. Namun, peningkatan suhu tubuh yang lebih tinggi daripada 38,9–40℃ dapat meningkatkan risiko anak mengalami dehidrasi.

4. Perut bayi berbunyi nyaring

bayi menangis tidak keluar air mata

Salah satu ciri bayi saat mengalami diare yang bisa Anda cepat kenali adalah bunyi perutnya. Pada kondisi normal, bayi yang sehat memang kadang mengeluarkan suara gemuruh dari perutnya.

Bunyi perut bayi adalah reaksi normal yang berasal dari kontraksi usus saat mencerna makanan.

Namun, suara perut yang terdengar tidak teratur dan lebih kencang atau nyaring dari biasanya dapat menjadi tanda bayi sedang diare. Kondisi ini terjadi akibat usus bayi yang terinfeksi.

Masalah pencernaan lain yang dapat dialami oleh bayi adalah perutnya keras karena kembung, hingga mual muntah.

Anda juga mungkin mendapati si kecil jadi tidak nafsu makan saat mengalami diare.

5. Rewel

ciri atau tanda bayi saat diare adalah rewel

Bayi belum bisa berkomunikasi secara jelas dengan Anda. Ia hanya bisa menangis ketika merasa tidak nyaman. Begitu pun saat si kecil terkena diare.

Namun, dengarkan dengan seksama seperti apa pola tangisannya. Suara bayi yang menangis karena lapar atau mengantuk akan sangat berbeda dengan tangisan bayi karena kesakitan.

Bayi mungkin merasa kesakitan jika ia tiba-tiba menangis dengan kuat. Di sisi lain, bayi yang sedang sakit mungkin juga menangis lirih dengan suara lemah karena tidak bertenaga.

Secara umum jika ia terlihat lemah dan sangat atau lebih rewel dari biasanya, ini bisa menjadi ciri atau tanda bayi sedang mengalami diare.

Nah, itulah lima ciri umum yang ditunjukkan bayi saat terkena diare. Namun, tidak semua bayi yang kena diare akan menunjukkan tanda yang sama.

Kemungkinan ada juga tanda lainnya yang tidak disebutkan di atas sesuai dengan kondisi kesehatan.

Apalagi, ada pula ciri-ciri atau tanda dari diare yang mungkin terlihat seperti masalah kesehatan lainnya. Jika Anda merasa tidak yakin, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Ciri bayi mengalami dehidrasi saat diare

ciri bayi dehidrasi saat diare

Terlepas dari beberapa tanda bayi diare yang ditunjukkan, orangtua harus cepat memberikan pertolongan pertama saat anak diare agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Diare yang terus dibiarkan tanpa perawatan dapat mengakibatkan ia mengalami dehidrasi.

Jangan sepelekan dehidrasi pada anak dan bayi karena kondisi ini dapat berakibat fatal baginya.

Waspadai beberapa ciri dehidrasi pada bayi yang sedang diare berikut ini:

1. Urine berkurang dan berubah

Ketika bayi yang diare sudah sampai mengalami dehidrasi, tanda bahaya pertama yang bisa Anda lihat adalah penampakan urine.

Dehidrasi akan membuat urine yang keluar hanya sedikit dan berwarna kuning pekat atau lebih gelap.

Perubahan warna urine ini terjadi karena bolak-balik BAB dan demam akibat diare membuat bayi cenderung kehilangan banyak cairan tubuh.

2. Bibir kering dan mata cekung

Dehidrasi membuat cairan tubuh berkurang sehingga ciri kulit bayi saat diare kemungkinan akan terlihat lebih kering.

Anda dapat memastikan kondisi kulitnya dengan cara mencubit pelan lebar kulit perut anak dan tahan 30 detik.

Kulit bayi yang sehat seharusnya terasa kenyal dan dapat membal kembali setelah dicubit dalam waktu kurang dari 1 detik.

Bila kulit baru kembali ke kondisi normal dalam 5-10 detik atau bahkan lebih 10 detik, artinya bayi mengalami dehidrasi cukup berat.

Anda juga bisa mengeceknya dengan menyentuh ubun-ubun kepala bayi. Jika setelah disentuh permukaan kulit mencekung ke bawah dan kembalinya lama, ini tanda kulit bayi buruk akibat dehidrasi.

Selain membuat kulit bayi kering, dehidrasi juga membuat bibirnya tampak kering dan pecah-pecah.

Dehidrasi taraf sedang hingga berat juga membuat mata bayi tampak kuyu dan cekung (celong).

3. Bayi terlihat lemah

Ciri atau tanda bayi saat diare belum sampai tahap dehidrasi jika ia masih terlihat aktif dan ceria meski terus bolak-balik BAB.

Si kecil juga tidak mengalami dehidrasi apabila ia masih minta minum putih seperti biasa, dan matanya tidak cekung (celong).

Namun ketika bayi menjadi lebih pasif dan terus menangis, ini mungkin menunjukkan ia sedang kena diare.

Ciri dan tanda diare pada bayi yang harus segera diperiksakan ke dokter

Diare pada bayi harus segera ditangani dengan tepat agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Apalagi, sistem imun tubuh bayi belum sematang orang dewasa sehingga lebih rentan jatuh sakit dengan gejala yang lebih parah.

Selain memberikan pertolongan pertama serta obat diare pada bayi, segera bawa ke dokter jika menunjukkan ciri bayi diare seperti berikut:

  • Diare terjadi lebih dari tiga hari atau berulang kali buang air besar
  • Muntah berulang kali namun tidak mau atau tidak bisa minum cairan selain ASI
  • Feses yang keluar bercampur dengan darah

Meskipun memperlihatkan ciri-ciri bayi saat mencret, orangtua diharapkan tidak menghentikan pemberian ASI atau susu formula karena ini adalah makanan yang bisa ia cerna.

Sementara pada bayi yang lebih dewasa atau di atas 6 bulan, ada hal lainnya yang bisa Anda lakukan.

Diare bisa diringankan dengan memberikan lebih banyak air putih yang diselingi dengan larutan oralit guna mencegah dehidrasi dan komplikasi diare lainnya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diarrhea. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea/

Diarrhea (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/diarrhea.html

Diarrhea in Children. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children

Information, H., Diseases, D., Children, C., Causes, S., Children, S., Center, T., & Health, N. (2020). Symptoms & Causes of Chronic Diarrhea in Children | NIDDK. Retrieved 9 November 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/chronic-diarrhea-children/symptoms-causes

Lamberti, L., Fischer Walker, C., Noiman, A., Victora, C., & Black, R. (2011). Breastfeeding and the risk for diarrhea morbidity and mortality. BMC Public Health, 11(Suppl 3), S15. doi: 10.1186/1471-2458-11-s3-s15

How to Treat Diarrhea in Infants and Young Children. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-treat-diarrhea-infants-and-young-children

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita