home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Agar tidak kerepotan dalam mengurus bayi, para ibu memakaikan popok untuk anaknya. Namun, terkadang ibu tidak segera mengganti popok si kecil. Mungkin karena tidak sempat atau lupa. Lantas, apakah berbahaya bila si kecil memakai popok terlalu lama? Simak jawabannya di sini.

Beberapa masalah yang dapat terjadi jika bayi memakai popok terlalu lama

memakai popok terlalu lama

Memakai popok sekali pakai memang sangat memudahkan ibu. Sayangnya, Anda mungkin tidak mengetahui berapa lama popok bayi harus diganti. Akibatnya Anda lalai mengganti popok karena tidak sempat, lupa, atau mungkin ingin berhemat.

Padahal, melansir Kids Health, jika memakai popok terlalu lama, si kecil akan berisiko mengalami masalah-masalah kesehatan berikut.

1. Ruam popok

Melansir Mayo Clinic, ruam popok adalah iritasi berupa bintik-bintik berwarna kemerahan yang muncul di area kulit bayi yang tertutup popok. Kondisi ini juga sering disebut sebagai dermatitis popok atau diaper rash.

Tidak hanya di area pantat, bintik-bintik tersebut bahkan bisa menyebar ke daerah paha dan perut bayi.

Ini biasanya terjadi jika ibu tidak menyadari sudah berapa lama bayi pakai popok yang sama. Padahal sudah harus diganti.

Pemakaian popok yang terlalu lama menghambat sirkulasi udara. Akibatnya, daerah pantat bayi menjadi lembap sehingga memicu perkembangbiakan jamur.

Jika mengalami ruam popok, bayi akan menjadi rewel karena merasa gatal dan perih pada area pantat dan kelaminnya.

2. Iritasi pada kulit bayi

Selain ruam popok, memakai popok terlalu lama juga berisiko kulit bayi mengalami iritasi. Ini karena gesekan antara kulit dan popok yang terlalu lama.

Kondisi ini dapat terjadi baik pada popok yang sudah kotor atau basah, maupun pada popok yang masih bersih.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan menunggu sampai popok sudah penuh untuk menggantinya dengan yang baru.

Jika dirasa pemakaian popok sudah sangat lama walaupun tidak kotor sama sekali, sebaiknya Anda tetap menggantinya.

3. Infeksi saluran kencing

Memakai popok terlalu lama juga berisiko infeksi. Infeksi ini terjadi ketika popok sudah penuh dengan air kencing bayi tetapi tidak kunjung diganti.

Urine bayi mengubah kadar pH kulit sehingga memungkinkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Ini akan berisiko menyebabkan infeksi pada saluran kencing terutama pada anak perempuan.

Kapan sebaiknya popok bayi diganti?

memakai popok terlalu lama

Untuk mencegah masalah-masalah yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda tidak membiasakan si kecil memakai popok terlalu lama.

Berapa lama popok bayi harus diganti dapat disesuaikan dengan kondisi si kecil atau jadwal yang telah dianjurkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk menggantinya setiap 2 atau 3 jam sekali.

Namun, jika cuaca sedang dingin, mungkin lebih cepat dari itu karena bayi akan mengeluarkan urine lebih banyak dan lebih sering.

Selain itu, perhatikan waktu-waktu untuk mengganti popok bayi berikut ini:

  • tepat setelah buang air besar,
  • sebelum tidur, baik tidur malam maupun tidur siang,
  • saat terbangun untuk menyusu pada malam hari,
  • setelah bangun tidur di pagi hari,
  • setelah memandikan bayi,
  • setelah menjemur bayi,
  • jika bayi berkeringat,
  • jika popok basah karena tumpahan air,
  • jika popok kotor karena debu atau kotoran dari luar,
  • sebelum bepergian, dan
  • setelah pulang dari bepergian.

Cara alami mengatasi ruam akibat memakai popok terlalu lama

Selain mematuhi anjuran tentang berapa lama popok bayi harus diganti, berikut ini beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi ruam popok pada bayi.

  • Mengganti popok kotor sesegera mungkin
  • Membersihkan pantat bayi dengan benar, dianjurkan menggunakan air hangat untuk meredakan gatal.
  • Pastikan pantat bayi kering sebelum memakai popok agar tidak lembap.
  • Beri celah untuk udara di antara popok dan kulit si kecil.
  • Bebaskan bayi sejenak dari popok agar tidak seharian memakainya.
  • Oleskan krim atau salep yang mengandung zinc oxide dan lanolin setiap mengganti popok.
  • Mencuci popok kain dengan deterjen yang aman.
  • Memilih popok sekali pakai yang berdaya serap tinggi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lanolin topical. (2020). Retrieved 22 June 2021, from https://www.lancastergeneralhealth.org/healthwise-library/healthwise-article?documentId=d03761a1

Diaper rash – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 22 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/diagnosis-treatment/drc-20371641

Hirsch, Larissa. 2013. Diapering Your Baby. Retrieved 22 June 2021 from http://kidshealth.org/en/parents/diapering.html#

Urinary Tract Infections (UTIs) (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2016). Retrieved 22 June 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/urinary.html

Is Laundry Detergent Causing Your Child’s Skin Rash?. (2021). Retrieved 22 June 2021, from https://health.clevelandclinic.org/is-laundry-detergent-causing-your-childs-skin-rash/

IDAI | Popok Bayi: Apa yang Anda Perlu Ketahui. (2014). Retrieved 22 June 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/popok-bayi-apa-yang-anda-perlu-ketahui

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x