Ketoconazole

Oleh

Fungsi

Untuk apa Ketoconazole?

Ketokonazole adalah obat untuk mengobati infeksi jamur tertentu pada tubuh. Ketokonazole termasuk golongan antijamur azole yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Ketokonazole tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi pada otak atau kuku. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut.

Dosis ketokonazole dan efek samping ketokonazole akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Ketoconazole?

Minum ketoconazole tablet sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari. Obat ini dapat digunakan dengan atau tanpa makanan, namun bersama makanan akan membantu mengurangi sakit perut.

Jika Anda sedang minum obat antasida, gunakan Ketoconazole minimal 2 jam sebelum atau 1 jam setelah menggunakan antasida, jika tidak Ketoconazole mungkin tidak diserap oleh tubuh. Lihat juga section Interaksi obat untuk informasi lebih lanjut.

Dosis dan lama terapi berdasarkan kondisi kesehatan dan respon terapi Anda. Pada anak, dosis juga berdasarkan berat badan. Terapi ini membutuhkan waktu beberapa hari hingga bulan.

Obat ini bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh Anda tetap dalam kadar yang konstan. Jadi, gunakan obat ini dengan interval yang kurang lebih sama.

Untuk membantu Anda, gunakan pada waktu yang sama setiap hari.

Lanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis, walapun gejala menghilang setelah beberapa hari.

Menghentikan obat terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kembali.

Beritahukan dokter jika kondisi Anda menetap atau memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Ketoconazole?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Ketoconazole untuk orang dewasa?

  • Dosis ketoconazole untuk Blastomycosis: Dosis awal: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Chromomycosis: Dosis awal: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Coccidioidomycosis: Dosis awal: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Histoplasmosis: Dosis awal: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Paracoccidioidomycosis: Dosis awal: 200 mg secara oral sekali sehari

Bagaimana dosis Ketoconazole untuk anak-anak?

Secara umum, ketoconazole tidak direkomendasikan untuk anak-anak yang lebih muda dari usia 2 tahun.

Berikut adalah dosis yang dianjurkan untuk diberikan kepada anak Anda:

  • Dosis untuk anak penderita Blastomycosis: ≥2 tahun: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk anak penderita Chromomycosis: ≥2 tahun: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis untuk anak penderita Coccidioidomycosis: ≥2 tahun: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk anak penderita Histoplasmosis: ≥2 tahun: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk anak penderita Paracoccidioidomycosis: ≥2 tahun: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari

Dalam dosis apakah Ketoconazole tersedia?

Ketoconazole tersedia dalam 2 bentuk, yaitu oral dan topikal. Untuk oral, umumnya obat ini dibentuk dalam tablet 200 mg.

Dosis yang tercantum di atas bukanlah acuan yang pasti. Dalam kebanyakan kasus, dosis ketoconazole yang diberikan oleh dokter tergantung pada kondisi pasien.

Apabila Anda memiliki dosis berbeda dengan yang tertulis di atas, jangan ubah dosis tanpa anjuran dan resep dari dokter.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Ketoconazole?

Efek samping ketoconazole tablet yang umum terjadi adalah:

  • Mual ringan, muntah, atau nyeri perut
  • Gatal atau ruam ringan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Pembengakakan payudara; atau
  • Impotensi atau tidak ada napsu birahi

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti:

  • Pusing, pingsan, denyut jantung cepat atau berdebar
  • Mudah memar atau berdarah, lemah tidak biasa
  • Rasa baal atau kesemutan
  • Depresi berat, bingung, atau ide melukai diri; atau
  • Mual, nyeri perut, demam ringan, tidak napsu makan, lemas, urin gelap, BAB dempul, sakit kuning (kulit atau mata menguning)

Anda juga perlu waspada karena ketoconazole berpotensi memicu terjadinya masalah hati yang serius (hepatotoksisitas). Waspadai gejala-gejala berikut ketika Anda mengonsumsi ketoconazole:

  • akit perut bagian atas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna urine menggelap
  • Feses berwarna keabuan

Selain itu, obat ini juga berpotensi menyebabkan reaksi alergi yang serius, termasuk anafilaksis. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Hubungi ambulans apabila terjadi gejala berikut:

  • Ruam pada kulit
  • Gatal-gatal
  • Masalah pernapasan
  • Masalah menelan
  • Pembengkakan di tangan, wajah, atau mulut

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Ketoconazole?

Sebelum menggunakan Ketoconazole, lakukan tips-tips di bawah berikut:

Menginformasikan dokter Anda mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi

Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi ketoconazole atau obat lain atau bahan pada tablet ketoconazole. Tanyakan apoteker atau cek Petunjuk Obat untuk daftar bahan obat yang mungkin memicu interaksi pada ketoconazole.

Selain itu, beri tahu dokter jika Anda menggunakan alprazolam (Niravam, Xanax); eplerenone (Inspra); ergot alkaloids seperti ergotamine (Ergomar, in Cafergot, in Migergot), dihydroergotamine (D.H.E 45, Migranal), dan methylergonovine (Methergine); felodipine (Plendil); irinotecan (Camptosar); lovastatin (Mevacor); lurasidone (Latuda); midazolam (Versed); nisoldipine (Sular); simvastatin (Zocor); tolvaptan (Samsca); dan triazolam (Halcion).

Dokter mungkin akan menganjurkan untuk tidak menggunakan ketoconazole jika Anda menggunakan obat tersebut atau obat yang ada di daftar “peringatan penting”.

Yang tidak kalah penting, informasikan dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan. Banyak obat yang juga berinteraksi dengan ketoconazole, jadi pastikan memberitahukan dokter semua obat yang Anda gunakan, walaupun tidak ada di daftar ini

Memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan atau jika Anda sedang hamil

Beri tahu dokter jika Anda sakit atau pernah menderita kondisi kesehatan apapun.

Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang konsumsi Ketoconazole, hubungi dokter segera

Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan Ketoconazole.

Tips minum ketoconazole dengan obat gangguan pencernaan (antasida)

Jika Anda menggunakan antasida yang mengandung aluminum, calcium, atau magnesium (Maalox, Mylanta, Tums, dan lain-lain), gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah menggunakan ketoconazole.

Hati-hati dengan konsumsi alkohol

Anda harus tahu bahwa konsumsi alkohol (termasuk anggur, bir, dan obat yang mengandung alkohol seperti obat batuk) saat menggunakan ketoconazole meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

Selain itu, gejala yang tidak diinginkan seperti wajah panas dan memerah, ruam, mual, sakit kepala, dan bengkak pada tangan, kaki, atau kaki bagian bawah dapat terjadi jika Anda konsumsi alkohol saat menggunakan ketoconazole.

Apakah Ketoconazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan ketoconazole pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Ini berarti terdapat dua kemungkinan, yaitu:

  • Penelitian efek ketoconazole terhadap binatang menunjukkan adanya efek samping pada janin.
  • Namun, tidak ada hasil studi yang cukup kuat untuk membuktikan apakah obat ini memengaruhi kesehatan janin.

Sementara itu, ketoconazole dapat masuk ke dalam air susu ibu, sehingga kemungkinan dapat menyebabkan efek samping pada bayi yang menyusui. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat ini ketika sedang menyusui, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A=Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ketoconazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja ketoconazole atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah beberapa jenis obat-obatan yang mungkin dapat memicu terjadinya interaksi dengan ketoconazole:

  • Ritonavir dan atorvastatin: mengonsumsi ketoconazole dengan ritonavir dan atorvastatin meningkatkan risiko semakin kuatnya efek samping dari ketoconazole.
  • Obat penghilang rasa sakit (buprenorphine, fentanyl, atau oxycodone): jika obat-obatan tersebut dikonsumsi bersamaan dengan ketoconazole berpotensi memperlambat pernapasan.
  • Antikoagulan (rivaroxaban, dabigatran, atau warfarin): obat-obatan pengencer darah yang dikombinasikan dengan ketoconazole meningkatkan risiko pendarahan.
  • Obat penyakit jantung (felodipine atau nisoldipine): ketoconazole yang digabung dengan obat jantung memicu terjadinya pembengkakan di lengan, kaki, dan risiko gagal jantung.
  • Tamsulosin: meminum tamsulosin dengan ketoconazole menimbulkan efek samping seperti pusing, sakit kepala, dan tekanan darah rendah.
  • Digoxin: obat digoxin yang dikonsumsi dengan ketoconazole menyebabkan sakit kepala, pusing, dan sakit perut.
  • Obat antipsikotik (aripiprazole, buspirone, haloperidol, quetiapine, dan risperidone): gejala seperti pusing, sakit kepala, dan mengantuk atau lemas dapat terjadi jika ketoconazole berinteraksi dengan obat antipsikotik.
  • Obat tekanan darah (sildenafl, tadanafil, dan vardenafil): efek yang mungkin terjadi apabila ketoconazole digabung dengan obat tekanan darah adalah denyut jantung menurun, tekanan darah rendah, dan pusing.
  • Obat disfungsi ereksi (sildenafil, tadalafil, vardenafil): mengonsumsi ketoconazole dengan obat disfungsi ereksi mungkin dapat menimbulkan sakit kepala, sakit perut, dan nyeri otot.
  • Obat antivirus (indinavir, maraviroc, dan saquinavir): jika Anda menjalani pengobatan antivirus dan mengonsumsi ketoconazole secara bersamaan, kemungkinan dapat timbul sakit perut, mual, dan sakit kepala.

Sementara itu, obat-obatan di bawah sebaiknya Anda hindari karena akan menurunkan kinerja obat ketoconazole:

  • Ranitidine
  • Famotidine
  • Cimetidine
  • Pantoprazole
  • Omeprazole
  • Rabeprazole
  • Aluminum hydroxide
  • Antibiotik (isoniazid dan rifabutin)
  • Antikonvulsan (carbamazepine dan phenytoin)
  • Antivirus (efavirenz dan nevirapine)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Ketoconazole?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Ketoconazole?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Riwayat masalah hati
  • Masalah kelenjar adrenal
  • Riwayat atau riwayat keluarga dengan penyakit long QT syndrome

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis ketoconazole yang perlu diwaspadai apabila terjadi pada Anda atau orang di sekitar Anda:

  • Mengecilnya ukuran pupil (lingkaran hitam di tengah mata)
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk parah
  • Tidak sadarkan diri
  • Koma (kehilangan kesadaran selama periode waktu)
  • Detak jantung melambat
  • Lemah otot
  • Kulit dingin dan lembap

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Januari 17, 2020

Yang juga perlu Anda baca