Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anafilaksis adalah reaksi sistem imun parah yang terjadi secara tiba-tiba setelah tubuh terkena alergen atau pemicu alergi. Dikenal pula sebagai syok anafilaksis, reaksi yang tergolong sebagai kondisi medis darurat ini dapat terjadi di mana saja dalam hitungan detik hingga menit setelah Anda terkena alergen.

Gejala alergi amat bervariasi, tergantung pemicu dan tingkat keparahannya. Beberapa orang mungkin merasakan gatal-gatal atau hidung berair ketika terkena alergen, tapi reaksi anafilaksis pada penderita alergi parah bisa menyebabkan syok hingga kematian bila tidak segera ditangani.

Mengenal anafilaksis dan penyebabnya

syok anafilaksis

Tubuh Anda akan selalu terpapar zat asing yang berasal dari lingkungan sekitar. Zat asing tersebut bisa jadi merupakan bibit penyakit berupa virus dan bakteri, senyawa kimia, kandungan tertentu dalam bahan makanan, atau masih banyak lagi.

Ketika terpapar zat-zat asing, sistem imun membentuk antibodi untuk melindungi tubuh dari penyakit atau kerusakan. Respons ini sebetulnya bermanfaat bila zat asing yang memasuki tubuh memang berbahaya, sebut saja seperti virus atau parasit.

Namun, terkadang sistem imun justru bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang tidak berbahaya seperti kacang atau serbuk sari. Sistem imun lalu merespons dengan zat kimia yang memicu gatal, hidung berair, dan kondisi lainnya yang menjadi gejala alergi.

Beberapa penderita alergi juga dapat mengalami respons yang lebih parah lagi. Reaksi inilah yang disebut sebagai anafilaksis. Ketika terjadi anafilaksis, sistem imun melepaskan zat-zat kimia yang dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh.

Melansir Mayo Clinic, pemicu anafilaksis yang paling umum pada anak-anak adalah kacang, makanan laut, dan susu. Sementara itu, pemicu terbanyak pada orang dewasa adalah semua alergen pada anak tersebut ditambah dengan:

  • sengatan lebah, tawon, dan semut api,
  • antibiotik dan pereda nyeri, serta
  • lateks.

Dalam kasus tertentu, reaksi anafilaksis mungkin bersifat ringan dan hanya memicu gatal-gatal pada kulit. Akan tetapi, komplikasi alergi ini ternyata bisa mematikan. Tekanan darah Anda dapat menurun tiba-tiba sehingga menyebabkan syok dan hilangnya kesadaran.

Tidak hanya itu, reaksi anafilaksis juga bisa menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan. Pembengkakan pada sistem yang vital ini akhirnya dapat membuat Anda kesulitan saat bernapas, berbicara, dan menelan.

Apa saja gejala anafilaksis?

sesak napas dispnea

Reaksi syok anafilaksis dapat memengaruhi banyak sistem tubuh secara bersamaan. Berikut adalah gejala yang paling umum:

  • kulit gatal atau terdapat bercak,
  • tekanan darah turun,
  • tenggorokan, lidah, atau bibir membengkak,
  • sesak napas, mengi, atau napas tersumbat,
  • nyeri dada atau sesak di dada,
  • mual, muntah, atau diare,
  • jantung berdebar, tapi denyutnya lemah,
  • pilek, batuk, atau bersin-bersin, serta
  • pusing, linglung, atau pingsan.

Gejala anafilaksis dapat muncul tiba-tiba dan bertambah parah dengan sangat cepat. Pasien harus segera ditangani dalam waktu 30 sampai 60 menit karena reaksi yang terjadi bisa berakibat fatal.

Reaksi ini cenderung berpola. Pasien mungkin mengalami satu atau lebih dari kondisi berikut.

  • Gejala muncul beberapa menit setelah Anda menyentuh atau mengonsumsi sesuatu yang menyebabkan alergi.
  • Sejumlah gejala muncul secara bersamaan. Sebagai contoh, ruam kulit terjadi bersama pembengkakan dan muntah.
  • Gelombang gejala pertama gejala hilang, tapi kemudian datang kembali dalam kurun waktu 8-72 jam kemudian.
  • Gejala muncul satu demi satu dalam beberapa jam.

Pertolongan pertama saat terjadi reaksi alergi parah

obat alergi

Jika Anda memiliki riwayat reaksi alergi parah, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat alergi darurat. Obat darurat harus dibawa ke mana pun Anda pergi, sebab Anda bisa saja makan atau terkena pemicu alergi tanpa menyadarinya.

Salah satu obat yang harus dibawa oleh penderita alergi parah adalah suntikan epinefrin atau adrenalin. Suntikan ini bekerja dengan membalikkan gejala anafilaksis, terutama meningkatkan tekanan darah dan melebarkan saluran pernapasan.

Apabila Anda atau orang terdekat Anda mengalami tanda-tanda anafilaksis, segera cari pertolongan medis darurat. Selama menunggu bantuan medis, Anda dapat membantu dengan mengangkat kaki pasien agar darah dapat mengalir dengan normal.

Pasien alergi yang masih sadarkan diri dan mampu menelan dapat mengonsumsi obat antihistamin. Namun, pasien dengan reaksi alergi parah mungkin harus menggunakan suntikan epinefrin.

Alat tersebut disuntikkan melalui auto-injector, yakni jarum yang dapat memberikan satu dosis adrenalin dalam sekali suntik. Area tubuh yang disuntik biasanya adalah otot paha luar. Jika gejala tidak juga membaik, pasien mungkin harus mendapatkan satu dosis lagi.

Siapa yang paling berisiko?

Berikut sejumlah kondisi yang meningkatkan risiko Anda mengalami syok anafilaksis.

  • Pernah mengalami anafilaksis. Jika Anda pernah mengalami kondisi ini, ada kemungkinan Anda akan mengalaminya lagi dengan taraf yang lebih parah.
  • Memiliki asma atau alergi. Penderita asma atau alergi berisiko lebih tinggi mengalami syok anafilaksis di masa yang akan datang.
  • Menderita penyakit tertentu. Penyakit yang diduga berkaitan yakni penyakit jantung dan mastositosis, atau penumpukan sel-sel darah putih yang abnormal.

Cara mencegah anafilaksis

tes uji tusuk kulit skin prick test

Cara terbaik untuk mencegah anafilaksis adalah dengan menghindari semua hal yang memicu alergi. Anda dapat mengetahuinya dengan tes alergi sederhana berupa tes tusuk kulit (skin prick test), tes tempel kulit (patch test), ataupun tes darah.

Begitu Anda mengetahui apa saja yang menyebabkan reaksi alergi pada tubuh Anda, cobalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter konsultan alergi dapat memberikan saran untuk menghindari berbagai pemicu di sekitar Anda.

Anda juga perlu memberitahu orang-orang terdekat bahwa Anda berisiko mengalami reaksi alergi parah. Berikan panduan tentang apa yang harus mereka lakukan bila Anda menderita syok anafilaksis.

Dengan cara ini, orang-orang di sekitar Anda akan lebih waspada dan turut serta membantu Anda menghindari berbagai pemicu alergi yang tidak terduga. Hal ini sangat berguna, terutama ketika Anda sedang bepergian atau makan di luar rumah.

Syok anafilaksis merupakan reaksi alergi parah yang bisa membahayakan jiwa. Kondisi ini dapat terjadi di mana saja sehingga penderitanya harus waspada. Kendati demikian, Anda tetap bisa menikmati kegiatan sehari-hari dengan persiapan yang matang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Nefropati adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh komplikasi diabetes. Perawatan berikut dapat dilakukan untuk memperlambat kerusakan ginjal.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
pertolongan pertama disiram air keras

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tabung gas bocor

Yang Harus Anda Lakukan Ketika Tabung Gas Kompor Rumah Bocor

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit