home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ruam Kulit

Definisi ruam kulit|Gejala ruam kulit|Penyebab ruam kulit|Diagnosis dan pengobatan ruam kulit|Pengobatan di rumah
Ruam Kulit

Definisi ruam kulit

Ruam kulit adalah sebuah kondisi di mana kulit mengalami iritasi yang menimbulkan rona merah disertai rasa gatal dan nyeri akibat radang kulit (dermatitis).

Pada beberapa kondisi, ruam juga dapat menyebabkan lecet. Kondisi ini kerap muncul sebagai gejala dari berbagai masalah kulit.

Ruam merupakan istilah medis yang sangat luas. Kondisi yang muncul dapat sangat bervariasi bentuk dan tampilannya bergantung pada penyebabnya. Penyebabnya yang berbeda, membuat pengobatan yang dilakukan juga berbeda tergantung penyebab tersebut.

Jenis-jenis ruam kulit termasuk:

Ruam kulit bisa bersifat lokal dan terdapat hanya pada satu bagian kecil tubuh, atau dapat menutupi area yang luas. Ruam kulit juga muncul dalam berbagai bentuk, baik kering, lembap, bergelombang, maupun halus.

Seberapa umumkah ruam kulit?

Kondisi ini tergolong umum dan telah dialami jutaan orang di dunia. Ruam pada kulit dapat terjadi pada usia berapapun. Namun, wanita lebih rentan terhadap kondisi kulit ini.

Pada kebanyakan kasus, ruam mungkin tak butuh pengobatan dan dapat hilang sendiri. Walaupun masalah ini kerap dapat diatasi di rumah, ada ruam lain yang merupakan tanda masalah kesehatan serius sehingga harus segera ditangani dokter.

Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala ruam kulit

Gejala ruam kulit biasanya dapat langsung terlihat ketika dilihat dengan mata telanjang. Umumnya, pada orang dewasa, kondisi ini biasanya muncul di tangan dan siku.

Pada anak-anak, gejala penyakit ini biasanya terlihat pada siku bagian dalam, belakang lutut, wajah, belakang leher, dan kulit kepala.

Gejala umum kondisi ini adalah:

  • gatal,
  • kulit memerah,
  • kulit tebal dan kasar karena menggaruk area kulit yang kering, bersisik, atau mengeras,
  • luka melepuh bernanah, serta
  • infeksi area kulit yang rusak.

Kapan harus pergi ke dokter karena ruam kulit?

Segera hubungi dokter jika ruam pada kulit menimbulkan tanda berikut ini.

  • Muncul di seluruh tubuh, kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi atau reaksi alergi.
  • Ruam disertai dengan demam di atas 38° C.
  • Muncul secara tiba-tiba dan menyebar dengan cepat.
  • Ruam mulai melepuh atau berubah menjadi luka terbuka.
  • Terasa menyakitkan dan mengganggu aktivitas Anda.
  • Ruam berubah jadi berkerak, mengeluarkan cairan berwarna kuning atau hijau, atau bengkak. Bisa jadi kondisi ini menandakan infeksi.
  • Mengganggu jam tidur Anda.
  • Merasakan nyeri sendi.

Gejala yang muncul pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Bila khawatir akan gejala tertentu yang Anda alami, atau bila Anda juga merasakan gejala yang tidak dicantumkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Penyebab ruam kulit

Ada beberapa kemungkinan penyebab ruam kulit, termasuk reaksi alergi, penyakit, dan pengobatan. Kondisi ini juga mungkin disebabkan oleh bakteri, jamur, atau infeksi parasit. Berikut merupakan beberapa penyebab ruam kulit.

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah penyebab ruam kulit yang paling umum. Kondisi ini muncul ketika kulit menunjukkan reaksi alergi atau iritasi setelah melakukan kontak dengan alergen. Akibatnya, kulit jadi memerah dan meradang.

Beberapa penyebabnya bisa termasuk:

  • zat pada pewarna pakaian,
  • produk kecantikan,
  • tanaman beracun,
  • bahan kimia, seperti lateks atau karet, serta
  • klorin dari kolam renang.

Keringat

Keringat ternyata juga berpotensi dapat menimbulkan bercak iritasi pada kulit. Hal ini juga dinamakan sebagai cholinergic urticaria. Biasanya reaksi ini muncul setelah berolahraga, saat Anda berdiam di tempat yang panas, atau saat Anda mengalami kecemasan.

Mekanisme terjadinya diduga oleh pelepasan senyawa histamin ketika suhu tubuh meningkat. Histamin inilah yang membuat Anda merasakan gejala ruam kulit.

Obat-obatan

Pengobatan tertentu dapat membuat seseorang terkena kondisi ini. Kondisi ini muncul mungkin karena efek samping atau reaksi alergi.

Beberapa pengobatan, termasuk antibiotik, menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap sinar matahari. Reaksi ini terlihat mirip dengan terbakar sinar matahari.

Infeksi

Infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur juga bisa menyebabkan penyakit kulit yang satu ini. Kondisi ini bervariasi, tergantung jenis infeksi.

Salah satu contohnya adalah kandidiasis, infeksi jamur umum, menyebabkan kulit yang terkena mengalami kelainan warna dan tekstur terasa gatal yang umumnya muncul di lipatan kulit.

Segera hubungi dokter jika Anda terindikasi terkena infeksi.

Kondisi autoimun

Kondisi autoimun muncul ketika sistem imun seseorang mulai menyerang kesehatan. Ada beberapa penyakit autoimun yang sebagiannya bisa menyebabkan ruam kulit, salah satunya lupus.

Lupus adalah suatu kondisi yang memengaruhi sejumlah sistem tubuh, termasuk kulit. Ini menghasilkan bercak merah berbentuk kupu-kupu di wajah.

Gigitan serangga

Kondisi ini bisa terjadi karena gigitan serangga, seperti gigitan kutu. Gigitan kutu menjadi perhatian khusus karena dapat menularkan penyakit.

Eksim (dermatitis atopik)

Kondisi ini biasanya muncul pada orang dengan asma atau alergi. Kulit biasanya tampak kemerah-merahan dan terasa gatal dengan tekstur bersisik.

Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi kulit yang dapat menyebabkan kulit bersisik, gatal, dan tanda merah terbentuk di sepanjang kulit kepala, siku, dan sendi.

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan jenis penyakit kulit yang menyerang kulit kepala dan menyebabkan kemerah-merahan, tambalan bersisik, dan ketombe. Eksim seboroik juga bisa terjadi pada telinga, mulut, atau hidung.

Rosacea

Rosacea merupakan kondisi kulit kronis yang tidak diketahui penyebabnya. Ada beberapa jenis rosacea, tapi seluruhnya ditandai dengan kemerah-merahan dan ruam pada wajah.

Kurap

Kurap merupakan infeksi jamur yang berbentuk cincin yang khas. Jamur yang sama menyebabkan kurap tubuh dan kulit kepala menjadi gatal, juga kutu air.

Ruam popok

Ini merupakan iritasi kulit yang umum pada bayi dan balita. Kondisi ini biasanya disebabkan karena duduk terlalu lama di popok yang kotor sehingga menimbulkan iritasi kulit dan kemerahan.

Kudis

Kudis merupakan serangan kutu kecil yang hidup dan bersembunyi di kulit. Ini menyebabkan ruam yang bergelombang dan gatal.

Selulitis

Ini merupakan infeksi bakteri pada kulit. Selulitis biasanya muncul dengan kemerahan dan area bengkak yang sakit ketika disentuh. Jika tidak diobati, infeksi yang menyebabkan selulitis dapat menyebar dan menjadi mengancam jiwa.

Penyebab ruam kulit pada anak-anak

Anak-anak sangat rentan terhadap kondisi kelainan warna dan tekstur kulit. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat penyakit tertentu, seperti:

  • Cacar air, yaitu virus yang ditandai dengan kulit melepuh berwarna merah dan terasa gatal di seluruh tubuh.
  • Campak, yaitu infeksi pernapasan yang menyebabkan kondisi kulit yang gatal dan berbentuk benjolan merah.
  • Demam scarlet, yaitu infeksi karena bakteri Streptococcus grup A yang menghasilkan racun yang menyebabkan bercak atau bintik merah pada kulit.
  • Penyakit tangan, kaki, dan mulut, yaitu infeksi virus yang bisa menyebabkan lesi merah di mulut dan ruam di tangan dan kaki.
  • Penyakit kelima (fifth disease), yaitu infeksi virus yang menyebabkan bercak merah di pipi, lengan atas, dan kaki.
  • Penyakit Kawasaki, yaitu penyakit yang langka namun serius yang dipicu dari ruam dan demam pada tahap awal. Penyakit ini bisa menyebabkan aneurisma arteri koroner sebagai komplikasi.
  • Impetigo adalah infeksi bakteri menular yang menyebabkan tangan, leher, dan wajah yang gatal dan berkerak.

Apa yang meningkatkan risiko ruam kulit?

Riwayat alergi atau asma dalam keluarga meningkatkan risiko ruam kulit. Sering melakukan aktivitas tertentu seperti berkebun atau menghabiskan waktu di luar rumah pun dapat meningkatkan peluang.

Begitu juga dengan kelainan warna dan tekstur kulit dari tanaman atau serangga beracun.

Diagnosis dan pengobatan ruam kulit

Bagaimana cara mendiagnosis ruam kulit?

Ruam kulit mudah diidentifikasi dengan mendiagnosis lapisan kulit luar. Pertama, dokter akan melihat bentuk dan seberapa luas rona kemerahan yang ada pada kulit. Sembari itu, dokter menanyakan gejala apa saja yang Anda rasakan.

Kemudian, dokter menentukan jenis ruam kulit berdasarkan kepadatan, warna, ukuran, kelunakan, dan tekstur kulit. Penyebaran kondisi ini juga menjadi indikator penting dalam melakukan diagnosis.

Untuk memastikan hasilnya, terkadang Anda juga harus menjalani prosedur lain. Prosedur dapat meliputi pengambilan sampel kulit yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.

Tes kulit alergi dengan patch pun menjadi salah satu pilihan. Caranya yaitu dengan mengoleskan zat alergen pada kulit untuk melihat adanya kemungkinan alergi.

Bagaimana cara mengobati ruam kulit?

Kebanyakan ruam kulit bukanlah penyakit serius dan dapat menghilang dengan sendirinya. Perawatan yang dilakukan pun hanya bertujuan untuk meringankan intensitas gejala, misalnya mengurangi gatal-gatal atau perih.

Untuk itu, Anda bisa membeli obat atau losion calamine. Tersedia pula krim hidrokortison yang bisa didapatkan tanpa resep dokter guna membantu mengurangi ruam. Anda cukup mengoleskan obat ini pada kulit sesuai dengan aturan pemakaian yang tertera pada kemasan.

Sebelum membeli obat-obatan tersebut, ada baiknya untuk mendiskusikan hal ini pada dokter. Membandingkan merek satu dengan yang lain diperlukan untuk menentukan solusi terbaik.

Namun kembali lagi, kondisi ini bisa jadi muncul sebagai gejala penyakit lain yang lebih serius. Pengobatan tentu harus disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Bila ruam juga disertai dengan gejala lain, pastikan dahulu penyakitnya dengan melakukan pemeriksaan pada dokter.

Begitupun jika bercak kemerahan muncul dan menyebar dengan cepat pada area kulit yang luas, pengobatan profesional akan sangat dibutuhkan.

Apa yang harus dilakukan ketika terkena ruam kulit karena alergi?

Jika Anda terkena ruam kulit karena alergi, Anda bisa melakukan beberapa perawatan di bawah ini.

  • Hindari sentuhan langsung dengan penyebab alergi. Anda tidak boleh menyentuh hal-hal yang memicu alergi.
  • Dinginkan area kulit yang terkena alergi dengan kompres atau mandi untuk menenangkan ruam. Basuh kulit dengan lembut dan gunakan pelembap.
  • Rendam kulit yang terkena dengan oatmeal koloid, yaitu oatmeal yang telah ditumbuk menjadi bubur dan tercampur dengan air. Ini dapat menenangkan kulit yang meradang bagi sebagian orang.
  • Gunakan krim anti-gatal.
  • Gunakan pakaian yang longgar. Jangan mengenakan pakaian ketat yang meningkatkan risiko Anda terkena masalah ini.

Jika Anda punya masalah kulit yang tak kunjung sembuh dengan sendirinya, periksakanlah ke dokter meski kondisinya terlihat membaik setelah diobati dengan cara rumahan.

Pengobatan di rumah

Kondisi kulit yang satu ini muncul dalam berbagai bentuk. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam. Namun, ada beberapa cara sederhana untuk mengatasi kondisi ini yang bisa Anda lakukan di rumah.

Simak daftarnya berikut ini.

  • Gunakan sabun mandi lembut, yang tidak mengandung parfum. Pilih sabun yang dibuat untuk kulit sensitif atau kulit bayi. Jangan menggunakan sabun secara berlebihan.
  • Hindari mandi dengan air panas.
  • Biarkan kulit bernapas, jangan melapisinya dengan plester.
  • Jangan menggosok dan menggaruk ruam, kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Jika kulit yang mengalami kelainan warna dan tekstur itu terasa kering, gunakan pelembap tanpa pewangi.
  • Jangan gunakan kosmetik atau losion yang berpotensi memunculkan kondisi ini.
  • Cuci rambut dan kulit kepala Anda secara rutin dengan sampo antiketombe, jika Anda menemukan ketombe diiringi ruam kulit. Anda bisa membelinya secara bebas atau minta resep dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dermatitis. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380

Rashes. (n.d.). Medline Plus. Retrieved 15 October 2020, from https://medlineplus.gov/rashes.html

Rash Decisions. (2020). News in Health. Retrieved 15 October 2020, from https://newsinhealth.nih.gov/2020/01/rash-decisions

Rash 101 in Adults: When to Seek Medical Treatment. (n.d.). American Association of Dermatology. Retrieved 15 October 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/rash/rash-101

Rashes Information. (n.d.). Mount Sinai. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mountsinai.org/health-library/symptoms/rashes

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro