home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Digoxin

Digoxin

Digoxin adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan untuk mengatasi gagal jantung kongestif dan gangguan detak jantung. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan cairan (elixir). Seluruh informasi mengenai dosis, efek samping, serta interaksi obat akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Golongan obat: Agen inotropik glikosida jantung

Merek dagang: Cardoxin, Fargoxin, Lanoxin

Apa itu obat digoxin?

Digoxin adalah obat golongan glikosida jantung yang digunakan untuk mengobati gagal jantung serta denyut jantung tidak teratur (fibrilasi atrium kronik).

Mengobati denyut jantung yang tidak teratur dapat menurunkan risiko darah menggumpal, efek yang dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

Obat ini bekerja pada mineral tertentu (natrium dan kalium) di dalam sel jantung. Manfaat digoxin adalah menurunkan ketegangan jantung dan membantu agar denyut jantung tetap normal, teratur, dan kuat.

Digoxin adalah obat keras yang masuk ke dalam golongan K. Ini artinya, obat dengan simbol K di kemasannya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Dosis digoxin

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berikut adalah dosis digoxin yang direkomendasikan berdasarkan jenis penyakit:

Gagal jantung kongestif

  • Tablet. Dosis awal berkisar dari 500 sampai 750 mcg biasanya menunjukkan efek dalam kurun waktu0.5-2 jam dengan efek maksimal dalam 2-6 jam. Dosis tambahan 125-375 mcg dapat diberikan dalam interval waktu sekitar 6-8 jam.
  • Kapsul. Dosis awal berkisar 400-600 mcg biasanya menunjukkan efek dalam 0.5-2 jam dengan efek maksimal dalam 2-6 jam. Dosis tambahan 100-300 mcg dapat diberikan dengan hati-hati dengan interval waktu sekitar 6-8 jam.
  • Suntik. Dosis awal: 400-600 mcg biasanya menunjukkan efek dalam 5-30 menit dengan efek maksimal dalam 1-4 jam. Dosis tambahan 100-300 mcg dapat diberikan dengan hati-hati dengan interval 6-8 jam.

Fibrilasi atrium

  • Suntik. 8-12 mcg/kg
  • Tablet. 10-15 mcg/kg
  • Cairan minum. 10-15 mcg/kg

Untuk pasien bayi dan anak-anak di bawah 10 tahun, dokter akan memberikan dosis berdasarkan usia dan berat badan pasien.

Aturan pakai digoxin

Minum obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau sesuai anjuran dokter.

Jika Anda meminum obat ini dalam bentuk cair, gunakan alat pengukur obat untuk mengukur dosis yang tepat sesuai yang diresepkan. Jangan gunakan sendok rumah karena dosisnya dapat tidak sesuai.

Tubuh Anda dapat tidak menyerap obat ini sebaik jika Anda juga memakan makanan tinggi serat atau jika Anda menggunakan obat lain.

Jadi, gunakan obat ini minimal 2 jam sebelum atau setelah makan produk makanan tinggi serat (seperti dedak).

Jika Anda juga menggunakan cholestyramine, colestipol, or psyllium, tunggu minimal 2 jam setelah menggunakan digoxin.

Jika Anda menggunakan antasida, kaolin-pectin, susu magnesium, metoclopramide, sulfasalazine, atau aminosalicylic acid, gunakan dalam waktu yang jauh berbeda dengan penggunaan digoxin.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda, gunakan setiap hari dalam waktu yang sama.

Jangan berhenti minum obat secara mendadak tanpa sepengetahuan dokter. Beberapa kondisi dapat memburuk saat obat dihentikan mendadak.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping digoxin

Efek samping digoxin adalah:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Lemas atau pusing
  • Sakit kepala, cemas, depresi
  • Ruam kulit ringan

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat digoxin

Digoxin adalah salah satu obat yang baiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.

Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Beberapa hal yang harus diketahui sebelum minum obat digoxin adalah:

  • Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi digoxin, digitoxin, atau obat lain
  • Beri tahu dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep yang Anda konsumsi, khususnya antasida, antibiotik, kalsium, kortikosteroids, diuretik (‘pil air’), obat lain untuk penyakit jantung, tiroid, dan vitamin
  • Beri tahukan dokter jika Anda menderita atau pernah menderita masalah tiroid, aritmia jantung, kanker, atau penyakit ginjal
  • Beri tahukan dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang konsumsi digoxin, hubungi dokter Anda
  • Bicarakan dengan dokter Anda mengenai risiko dan keuntungan menggunakan digoxin jika Anda ≥ 65 tahun. Lansia seharusnya menggunakan digoxin dosis rendah karena dosis lebih tinggi dapat menyebabkan efek samping yang serius
  • Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan digoxin
  • Anda harus tahu bahwa obat ini dapat membuat Anda mengantuk. Jangan menyetir mobil atau menjalankan kendaraan bermesin hingga efek obat sudah habis

Apakah obat digoxin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Studi pada perempuan menunjukkan bahwa obat ini berisiko minimal pada bayi jika digunakan saat menyusui.

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) Amarika serikat, atau setara dengan badan POM di Indonesia.

Interaksi obat digoxin dengan obat lain

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan kinerja obat digoxin atau meningkatkan risiko efek samping obat.

Menurut laman NHS, berikut adalah daftar obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan digoxin:

  • obat-obatan untuk aritmia, penyakit jantung, atau penurun tekanan darah tinggi seperti amiodarone, verapamil, atau diltiazem,
  • obat diuretik seperti furosemide,
  • obat antibiotik atau antijamur seperti tetracycline, clarithromycin, erythromycin, rifampicin, trimethoprim, atau itraconazole,
  • obat untuk rheumatoid arthritis seperti ibuprofen, diclofenac, indomethacin, hydroxychloroquine, atau klorokuin, dan
  • obat HIV seperti atazanavir, darunavir, ritonavir, dan saquinavir.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Digoxin – NHS. (2020). Retrieved August 12, 2021, from https://www.nhs.uk/medicines/digoxin/ 

Digoxin – British Heart Foundation. (n.d.). Retrieved August 12, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/digoxin 

Digoksin – PIO Nas BPOM. (n.d.). Retrieved August 12, 2021, from http://pionas.pom.go.id/monografi/digoksin 

Digoxin – MIMS. (2019). Retrieved August 12, 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/digoxin?mtype=generic 

DIGOXIN tablet – U.S. National Library of Medicine. (2020). Retrieved August 12, 2021, from https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=8ec4abe0-7974-4921-b542-c9673dc5f77f 

DIGOXIN solution – U.S. National Library of Medicine. (2018). Retrieved August 12, 2021, from https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=1b7e5c6e-e052-41b0-a4ce-05dfe62faaaf 

Digoxin – MedlinePlus. (2021). Retrieved August 12, 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682301.html 

Heart failure – Mayo Clinic. (2021). Retrieved August 12, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142 

Arrhythmia – Cleveland Clinic. (2018). Retrieved August 12, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16749-arrhythmia

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 24/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.