home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

15 Manfaat Susu Kedelai Bagi Tubuh Anda Plus Kandungan Gizinya

15 Manfaat Susu Kedelai Bagi Tubuh Anda Plus Kandungan Gizinya

Susu kedelai belakangan ini banyak diperbincangkan, terutama di kalangan vegetarian. Selain rasanya yang enak, susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh kita.

Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi. Ia dapat menjadi sumber protein, karbohidrat. gula, serat, dan lemak yang baik. Susu kedelai juga kaya akan mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan gizi pada susu kedelai

Sebelum menjelaskan tentang apa saja manfaat susu kedelai, yuk simak apa saja kandungan susu kedelai berikut ini.

Berdasarkan data dari situs Panganku, 100 gram susu kedelai mengandung berbagai zat gizi berikut.

  • Air: 87,0 g
  • Energi: 41 Kal
  • Protein: 3,5 g
  • Lemak: 2,5 g
  • Karbohidrat: 5,0 g
  • Serat pangan: 0,2 g
  • Kalsium: 50 mg
  • Fosfor: 45 mg
  • Zat besi: 0,7 mg
  • Natrium: 128 mg
  • Kalium: 287,9 mg
  • Tembaga: 0,12 mg
  • Zink: 1,0 mg
  • Karoten Total: 200 mcg
  • Vitamin B1: 0,08 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,05 mg
  • Niasin: 0,7 mg
  • Vitamin C: 2 mg

kedelai meringankan gejala menopause

Apa saja manfaat susu kedelai?

Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat susu kedelai yang perlu Anda ketahui.

1. Membantu proses pertumbuhan

Manfaat susu kedelai yang pertama adalah mendukung proses tumbuh kembang pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini karena kandungan susu kedelai yang kaya akan protein.

Protein memegang peranan penting untuk memberikan nutrisi pada tubuh. Selain itu, kedelai adalah salah satu sumber protein nabati terbaik. Selain karena memiliki kandungan yang tinggi, ia juga mudah dicerna oleh tubuh.

2. Membantu menurunkan kolesterol

Protein terbuat dari asam amino yang memiliki keuntungan mencegah berbagai penyakit. Asam amino dan isoflavon yang terkandung dalam susu kedelai memiliki fungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Dengan mengonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tubuh akan terhindar dari berbagai penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung, stroke, dan sebagainya.

3. Membantu menurunkan tekanan darah

Beberapa penelitian membandingkan susu kedelai dengan susu sapi dalam menurunkan tekanan darah. Didapatkan bahwa susu kedelai mampu menurunkan tekanan darah lebih baik dibandingkan dengan susu sapi pada pasien dengan hipertensi ringan sampai sedang.

Oleh karena itu, penderita hipertensi sangat dianjurkan untuk mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk menjaga tekanan darah, seperti susu kedelai.

4. Membantu mengontrol gula darah

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Archives Internal Medicine, menyebutkan bahwa konsumsi makanan yang diolah dari biji-bijian dapat membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes.

Di antara pasien dengan diabetes tipe 2, konsumsi susu kedelai memiliki efek yang baik untuk tekanan darah dan gula darah. Hal ini karena susu kedelai mengandung indeks glikemik yang rendah.

5. Membantu menurunkan berat badan

Manfaat susu kedelai selanjutnya adalah sebagai menu diet yang baik untuk menurunkan berat badan dan mencegah obesitas. Hal ini karena kandungan protein yang tinggi pada kedelai.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Suplai energi yang berasal dari protein sangat dianjurkan jika Anda ingin menurunkan berat badan. Tujuannya agar tidak merasa lemas meskipun sedang menjalani diet.

cara menurunkan berat badan

6. Mengurangi gejala post-menopause

Susu kedelai dapat mengurangi masalah kesehatan pada wanita setelah menopause. Beberapa penelitian menemukan bahwa isoflavon pada kedelai dapat menjaga kadar estrogen pada wanita post-menopause.

Sistem imun dapat tertekan setelah menopause karena efek penuaan dan berkurangnya estrogen. Isoflavone adalah komponen yang mengandung bahan estrogenik dan antioksidan, sehingga bisa membantu menguatkan daya tahan tubuh pada wanita pada periode ini.

7. Memberi nutrisi bagi ibu hamil

Kedelai yang terdapat pada susu kedelai mengandung folat atau Vitamin B9. Kedua zat ini berperan penting sebagai nutrisi untuk ibu hamil.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Journal, ibu yang mengonsumsi kedelai selama proses kehamilan memiliki plasenta yang lebih sehat dan berat janin yang baik.

8. Mencegah osteoporosis

Manfaat susu kedelai lainnya adalah mengurangi kemungkinan terjadinya osteoporosis. Osteoporosis merupakan risiko yang dialami wanita pada usia menopause atau pada usia lanjut.

Kandungan kalsium yang terdapat pada susu kedelai berperan untuk mencegah pengeroposan pada tulang yang seringkali terjadi akibat proses penuaan.

9. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Bukan hanya untuk mencegah osteoporosis, secara umum tubuh membutuhkan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kalsium dibutuhkan oleh segala usia, terutama anak-anak.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Shea M. Kyla dari Tufts University, Amerika Serikat, susu kedelai mengandung phylloquinone atau vitamin K yang dapat meningkatkan kepadatan tulang serta mencegah risiko fraktur dan patah tulang.

10. Membantu proses pembekuan darah

Selain untuk membantu proses penyerapan kalsium, vitamin K juga membantu proses pembekuan darah. Pembekuan darah dibutukan oleh tubuh dalam menyembuhan luka dan cedera.

Vitamin K yang terdapat pada susu kedelai berperan menghasilkan protrombin, yaitu protein khusus yang berfungsi untuk pembekuan darah dan metabolisme tulang.

11. Menurunkan risiko kanker usus

Manfaat susu kedelai selanjutnya menurunkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar. Hal ini karena kandungan butyrate yang terdapat pada kedelai.

Butyrate adalah jenis bakteri baik yang berfungsi sebagai anti inflamasi. Penelitian yang dilakukan oleh Georgia Health Sciences University menunjukkan bahwa butyrate berperan penting dalam proses pengobatan berbagai penyakit kronis pada usus.

bahagia mencegah masalah pencernaan

12. Mengurangi kanker prostat

Selain mencegah kanker usus, manfaat susu kedelai lainnya adalah mencegah kanker prostat. Hal ini karena kandungan isoflavon pada kedelai yang bertindak sebagai anti karsinogenik atau zat yang berfungsi untuk mencegah kanker.

Studi yang dilakukan oleh Sapporo Medical University menunjukkan bahwa mengonsumsi kedelai secara rutin dapat menurunkan risiko kanker prostat pada sejumlah pria di Jepang.

13. Mencegah kanker payudara

Sebuah studi menunjukkan bahwa angka kejadian kanker payudara lebih rendah di negara-negara yang banyak mengonsumsi kedelai, seperti di Jepang dan Singapura.

Penelitian yang dilakukan oleh Paterson Institute for Cancer Research menjelaskan bahwa kandungan phytoestrogens pada produk olahan kedelai dapat mencegah perkembangan sel kanker payudara pada tubuh manusia.

Selain itu, kanker payudara yang turut berhubungan dengan kadar estrogen juga dapat bantu dicegah dengan konsumsi susu kedelai.

14. Membantu menjaga kesehatan hati

Susu kedelai mengandung isoflavon yang dapat memberi efek antioksidan pada tubuh. Antioksidan ini berperan untuk membantu menurunkan stres oksidatif dan mencegah kerusakan pada hati.

Isoflavon dapat membantu kinerja hati dalam menawarkan zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Manusia dapat terkena zat beracun yang berasal dari makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya dan polusi.

15. Melancarkan pencernaan

Manfaat susu kedelai berikutnya adalah dapat membantu melancarkan pencernaan. Hal ini karena kandungan serat pangan yang tinggi pada susu kedelai.

Dengan mengonsumsi susu kedelai secara rutin dapat memenuhi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh.

Serat dapat membantu Anda agar terhindar dari berbagai masalah pencernaan seperti susah buang air besar, wasir, dan sembelit.

Alergi susu kedelai

alergi susu formula

Meskipun memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, sebaiknya Anda tetap berhati-hati terhadap reaksi alergi yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi susu kedelai. Terutama pada bayi dan anak-anak.

Menurut studi yang dilakukan oleh Universidad Nacional de La Plata, Argentina, diperkirakan bahwa 50 persen bayi yang mengalami reaksi alergi pada susu sapi, juga mengalami alergi pada susu kedelai.

Gejala-gejala alergi susu kedelai yang biasanya terjadi antara lain sebagai berikut.

  • sakit perut,
  • diare,
  • mual,
  • muntah,
  • pilek,
  • sesak atau kesulitan bernapas,
  • mulut gatal,
  • reaksi kulit seperti; gatal-gatal, ruam, dan bengkak

Meskipun sangat jarang, syok anafilaksis atau reaksi alergi yang membahayakan nyawa juga mungkin terjadi.

Segeralah berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas setelah konsumsi susu kedelai ataupun produk olahan kedelai lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Singh P, Kumar R, Sabapathy SN, Bawa AS. Functional and Edible Uses of Soy Protein Products. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety. 2008;7:14-28.  http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1541-4337.2007.00025.x/abstract Spence LA, Lipscomb ER, Cadogan J, Martin B, Wastney ME, Peacock M, Weaver CM. The effect of soy protein and soy isoflavones on calcium metabolism in postmenopausal women: a randomized crossover study. Am J Clin Nutr. 2005;81:916–22.Decroos K, Vanhemments S, Cattoir S, Boon N, Verstraete W. Isolation and characterisation of an equol-producing mixed microbial culture from a human faecal sample and its activity under gastrointestinal conditions. Arch Microbiol. 2005;183:45–55.Miadoková E. Isoflavonoids – an overview of their biological activities and potential health benefits. Interdisciplinary toxicology. 2009;2:211-218.Beranda. (n.d.). Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. https://panganku.org/id-ID/viewDavid, J. A. Jenkins (2012, November 26). Effect of legumes as part of a low glycemic index diet on glycemic control and cardiovascular risk factors in type 2 diabetes mellitus: a randomized controlled trial. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23089999/Jayalath, V. H. (2012, November 26). Effect of dietary pulses on blood pressure: A systematic review and meta-analysis of controlled feeding trials. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24014659/Longland, T. M. (2016, March). Higher compared with lower dietary protein during an energy deficit combined with intense exercise promotes greater lean mass gain and fat mass loss: a randomized trial. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26817506/Fekete, K. (2012, September 19). Effect of folate intake on health outcomes in pregnancy: A systematic review and meta-analysis on birth weight, placental weight and length of gestation. PubMed.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22992251/

    Shea, M. K. (2008, October). Update on the role of vitamin K in skeletal health. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18826451/

    Zimmerman, M. A. (2012, June 15). Butyrate suppresses colonic inflammation through HDAC1-dependent Fas upregulation and Fas-mediated apoptosis of T cells. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22517765/

    Nagata, Y. (2007, August). Dietary isoflavones may protect against prostate cancer in Japanese men. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17634273/

    Mc-Michael-Phillips, D. F. (1998, December). Effects of soy-protein supplementation on epithelial proliferation in the histologically normal human breast. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9848512/

    Candreva, A. M. (2015, January). Cross-reactivity between the soybean protein P34 and bovine Caseins. PubMed Central (PMC). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4274471/

    Soy lecithin. (2018, August 7). Food Allergy Research and Resource Program | Nebraska. https://farrp.unl.edu/soy-lecithin

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 28/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x