home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengulik Manfaat Vitamin B9 dan Ragam Sumbernya

Definisi vitamin B9|Manfaat|Sumber|Risiko
Mengulik Manfaat Vitamin B9 dan Ragam Sumbernya

Definisi vitamin B9

Vitamin B9 adalah salah satu vitamin B kompleks yang larut dalam air dan mudah dijumpai di berbagai makanan yang juga disebut folat.

Vitamin ini kerap ditambahkan dalam makanan dan dijual sebagai suplemen dalam bentuk asam folat. Folat membantu membentuk DNA dan RNA, serta berperan penting dalam proses metabolisme protein.

Jenis vitamin B kompleks ini juga membantu memecah homosistein, yaitu asam amino yang dapat memberikan efek berbahaya bila berlebihan.

Setiap manusia membutuhkan vitamin B9 untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat karena penting untuk proses pertumbuhan, seperti kehamilan dan perkembangan janin.

Berapa kebutuhan harian folat atau vitamin B9?

Menurut Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat membutuhkan setidaknya 400 mikrogram (mcg) folat per hari.

Angka tersebut berlaku untuk orang dewasa di atas 19 tahun, baik pada pria maupun wanita. Anda bisa memenuhi kebutuhan harian vitamin B9 melalui suplemen atau makanan.

Manfaat

Sebagai vitamin B kompleks yang berperan penting dalam pembentukan energi, vitamin B9 pun menawarkan segudang khasiat bagi tubuh.

Di bawah ini sejumlah manfaat yang bisa Anda peroleh dengan memenuhi kebutuhan asam folat atau vitamin B9.

1. Mengurangi risiko cacat lahir

Vitamin B9 merupakan salah satu zat gizi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil. Pasalnya, konsumsi asam folat yang cukup selama kehamilan membantu melindungi janin dari keguguran dan cacat lahir.

Bahkan, kadar folat ayah dari bayi tersebut sebelum pembuahan ikut berkontribusi terhadap kesehatan janin. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Nature Communications.

Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa kekurangan folat pada tikus jantan meningkatkan risiko kelainan bawaan sebanyak 30 persen. Hal ini dibandingkan dengan bayi tikus tanpa defisiensi folat dari ayahnya.

2. Membantu mencegah depresi

Tak hanya kesehatan fisik, vitamin B9 ternyata menawarkan manfaat bagi kesehatan mental Anda dengan mencegah risiko depresi.

Begini, kadar asam folat yang rendah dalam tubuh telah dihubungkan dengan peningkatan risiko depresi. Hal ini juga memberikan efek buruk terhadap pengobatan antidepresan.

Terlebih depresi juga sering dijumpai pada pasien epilepsi yang mengalami kekurangan folat. Namun, masalah tersebut bisa diringankan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk asam folat.

Meski tidak disarankan sebagai pengobatan utama, memenuhi kebutuhan folat dapat membantu meningkatkan respons obat antidepresan dan meringankan gejala depresi.

3. Menjaga kesehatan jantung

Tahukah Anda bahwa mendapat asupan asam folat yang cukup dapat menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan?

Faktanya, suplemen asam folat terbukti dapat menurunkan kadar homosistein. Peningkatan homosistein sering dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Itu sebabnya, beberapa ahli menganjurkan untuk mendapatkan asam folat dan vitamin B12 yang cukup guna mencegah penyakit kardiovaskular.

4. Memelihara kesehatan otak

Selain menjaga kesehatan jantung, penurunan kadar homosistein yang dihasilkan dari asam folat pun bermanfaat dalam memelihara kesehatan otak.

Para ilmuwan berpendapat bahwa peningkatan kadar homosistein mungkin berpengaruh negatif terhadap otak melalui berbagai cara.

Sebagai contoh, homosistein dapat memicu iskemia serebrovaskular yang bisa menyebabkan kematian sel saraf. Beberapa studi juga menemukan hubungan antara kadar serum folat yang rendah dan fungsi kognitif yang buruk.

Sayangnya, peneliti masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk melihat apakah suplemen asam folat bisa mencegah terjadinya penurunan kesehatan otak.

5. Mengurangi risiko gangguan spektrum autisme (ASD)

Umumnya, gangguan gangguan autisme memengaruhi cara komunikasi dan perilaku anak yang dimulai pada usia 2 tahun. Penyandang ASD juga memiliki minat terbatas, perilaku berulang, dan sulit berinteraksi dengan orang lain.

Untungnya, konsumsi asam folat dalam jumlah yang disarankan sebelum dan selama awal kehamilan dapat membantu mengurangi risiko autisme pada anak. Namun, beberapa studi memiliki hasil yang kurang meyakinkan.

Walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk bertanya kepada dokter, berapa banyak kebutuhan harian asam folat yang perlu dipenuhi selama kehamilan.

Sumber

Vitamin B9 tidak hanya didapatkan melalui suplemen, atau biasa disebut sebagai suplemen asam folat. Anda juga bisa memenuhi kebutuhan harian folat secara alami melalui berbagai makanan, seperti:

  • protein hewani, terutama hati ayam, hati sapi, dan daging unggas,
  • sayuran hijau, seperti bayam, asparagus, seledri, brokoli, dan lobak hijau,
  • buah-buahan, yaitu alpukat, jeruk nipis, lemon, buah bit, pisang, dan tomat,
  • biji-bijian, yakni biji bunga matahari, gandum, dan jagung,
  • kacang-kacangan, termasuk lentil, kacang kedelai, dan kacang merah,
  • sereal yang diperkaya folat atau asam folat, dan
  • kuning telur.

Risiko

Folat yang ada pada makanan dan minuman secara alami tidak berbahaya. Namun, Anda tidak disarankan mengonsumsi suplemen asam folat atau sumber asupannyasecara berlebihan, kecuali disarankan dokter.

Konsumsi suplemen folat dalam jumlah banyak dapat menyembunyikan defisiensi vitamin B12. Pasalnya, suplemen vitamin B9 dapat mengatasi anemia akibat kekurangan vitamin B12.

Sayangnya, asam folat tidak dapat memperbaiki kerusakan saraf yang juga disebabkan oleh defisiensi vitamin B12. Bila dibiarkan, defisiensi vitamin B12 dapat memicu kerusakan permanen pada beberapa organ, seperti:

Bisakah seseorang mengalami kekurangan vitamin ini?

Kekurangan vitamin B9 atau asam folat merupakan kondisi yang cukup jarang terjadi. Defisiensi vitamin B yang satu ini biasanya muncul akibat kekurangan vitamin lain yang berhubungan dengan pola makan, alkohol, dan gangguan malabsorpsi.

Meski begitu, kekurangan folat masih bisa terjadi dan memicu sejumlah gejala yang cukup mengganggu, seperti:

  • merasa lemah,
  • kelelahan,
  • sulit berkonsentrasi,
  • sakit kepala,
  • mudah marah,
  • detak jantung tidak karuan,
  • sesak napas,
  • perubahan warna pada kulit, rambut, atau kuku, hingga
  • masalah pencernaan.

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala yang telah disebutkan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Memenuhi kebutuhan vitamin B9 sama pentingnya dengan nutrisi dan jenis vitamin lainnya. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu mendapatkan asupan gizi yang seimbang guna memenuhi kebutuhannya..

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Folate. (2021). National Institute of Health. Retrieved 15 April 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Folate-HealthProfessional/ 

Lambrot, R., Xu, C., Saint-Phar, S., Chountalos, G., Cohen, T., & Paquet, M. et al. (2013). Low paternal dietary folate alters the mouse sperm epigenome and is associated with negative pregnancy outcomes. Nature Communications, 4(1). https://doi.org/10.1038/ncomms3889. Retrieved 15 April 2021. 

Ramanujam, B., Bajaj, B. K., Kaur, K., Anand, K. S., & Buxi, G. (2017). Is Depression Related to Low Folate Levels in People with Epilepsy? An Observational Study and Meta-analysis. Journal of neurosciences in rural practice, 8(3), 381–388. https://doi.org/10.4103/jnrp.jnrp_468_16. Retrieved 15 April 2021. 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [PDF File]. Retrieved 15 April 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf 

Folic Acid. (2018). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 15 April 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/folicacid/about.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 24/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro