Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Makan Makanan Berbahan Dasar Kedelai Bisa Meredakan Gejala Menopause

    Makan Makanan Berbahan Dasar Kedelai Bisa Meredakan Gejala Menopause

    Berbagai cara biasanya dilakukan wanita untuk meringankan gejala menopause, salah satunya dengan mengonsumsi kedelai. Beberapa kandungan dalam kedelai diyakini mampu memperbaiki kondisi saat menopause. Untuk lebih jelasnya, yuk baca penjelasan ini sampai selesai ya!

    Olahan kedelai untuk meringankan gejala menopause

    perbedaan susu almond dan susu kedelai

    Salah satu fase yang bisa memberikan kecemasan bagi kaum hawa adalah menopause. Fase menopause sendiri menjadi tanda bagi kaum wanita jika mereka sudah mulai menua dan akan mengalami beragam perubahan hormon

    Kondisi ini membuat tubuh sangat tidak nyaman, seperti emosi naik-turun, vagina kering, hot flashes, atau bahkan berkeringat deras di malam hari.

    Namun, jangan kuatir ya, Bu. Beragam penelitian melaporkan bahwa sebenarnya cukup mudah untuk meringankan gejala menopause yang merepotkan ini. Salah satunya bisa dengan mengonsumsi olahan kedelai.

    Ada beberapa olahan kedelai yang bisa Anda coba seperti tempe, tahu, miso, edamame, atau susu kedelai. Apa sih yang istimewa dari kedelai? Yuk simak penjelasan berikut ya.

    Kandungan fitoestrogen dalam kedelai bisa bantu meringankan gejala menopause

    Salah satu jenis makanan atau minuman yang cukup banyak diminati oleh kaum wanita untuk meringankan gejala menopause adalah makanan berbahan dasar kedelai.

    Kedelai diketahui mengandung fitoestrogen, senyawa kimia alami yang memiliki fungsi mirip hormon estrogen wanita.

    Melansir Jurnal Nutrients, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan fitoestrogen dalam kacang kedelai dilaporkan mampu meringankan gejala menopause.

    Beberapa gejala seperti hot flashes (sensasi panas dalam tubuh) dan vagina kering adalah dua gejala menopause yang paling umum dialami wanita menopause.

    Gejala-gejala ini mampu diatasi dengan mengonsumsi kacang kedelai.

    Namun sayangnya, peneliti menemukan bahwa kedelai tidak mampu menurunkan jumlah keringat yang keluar pada malam hari.

    Isoflavon dalam kedelai bantu meringankan gejala menopause

    Terapi hormon pernah digadang-gadang sebagai cara termudah untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin dialami akibat menopause.

    Namun, perawatan medis seperti itu ternyata tidak dapat menurunkan risiko kanker payudara dan penyakit kardiovaskular.

    Hal ini berdasarkan studi klinis yang dilakukan oleh Women’s Health Initiative (WHI) terhadap lebih dari 68.000 wanita post-menopause berusia 50 sampai 79 tahun.

    Sebagai alternatifnya, pemberian suplemen soy isoflavon dinilai lebih efektif dan tidak mengakibatkan efek samping yang berbahaya.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Clinical and Diagnostic Research melibatkan 50 wanita menopause. Para wanita tersebut diminta untuk mengonsumsi 100 mg isoflavon kedelai selama 12 minggu.

    Hasilnya menunjukkan bahwa isoflavon pada kedelai mampu menurunkan keluhan-keluhan menopause secara efektif, terutama dalam meringankan hot flashes atau rasa gerah di malam hari.

    Manfaat kedelai selain meringankan gejala menopause

    seks setelah menopause

    Kedelai merupakan sumber protein yang baik. Selain itu, kandungan antioksidannya efektif untuk membantu mencegah berbagai penyakit yang berisiko dialami oleh wanita lansia, seperti:

    • penyakit jantung,
    • kanker payudara,
    • obesitas,
    • osteoporosis,
    • demensia (kepikunan), dan
    • penyakit tiroid.

    Jadi, selain meringankan gejala menopause, kedelai juga bisa bantu menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.

    Cara lainnya untuk meringankan gejala menopause

    Selain mengonsumsi kedelai, berpola hidup sehat juga akan membantu Anda untuk mengurangi gejala menopause.

    Melansir dari NYU Langone Health, cara-cara berikut dinilai sangat baik untuk dilakukan oleh wanita yang mengalami menopause.

    olahraga untuk wanita menopause

    1. Berhenti merokok

    Para ahli kesehatan di NYU Langone Health menyatakan bahwa kebiasaan merokok dapat mempercepat proses penuaan. Hal ini menyebabkan wanita akan lebih cepat mengalami menopause.

    2. Mengurangi kebiasaan minum alkohol

    Konsumsi alkohol yang berlebihan berisiko menyebabkan kanker payudara. Jenis kanker ini banyak dialami oleh wanita di usia menopause.

    Untuk itu tak hanya mengonsumsi kedelai untuk bantu meringankan gejala menopause, kebiasaan minum alkohol juga perlu dikurangi.

    3. Menjaga berat badan

    Menopause mungkin akan menaikkan berat badan Anda. Jagalah berat badan ideal untuk meringankan gejala menopause. Caranya dengan cara berolahraga dan mengonsumsi makanan rendah lemak, rendah gula, rendah garam, dan kaya serat.

    4. Menggunakan minyak vitamin E

    Selain kedelai, minyak vitamin E dapat dioleskan ke area kewanitaan untuk mengatasi vagina kering untuk meringankan gejala menopause. Di samping itu, minyak tersebut juga dapat dioleskan ke tubuh untuk meringankan rasa gerah di malam hari.

    5. Melakukan olahraga ringan dan meditasi

    Untuk meringankan gejala menopause, Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, senam khusus lansia dan aerobik. Anda juga bisa melakukan meditasi dan latihan pernapasan agar tubuh menjadi lebih rileks.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ahsan, M. (2017). The Effect of Soy Isoflavones on the Menopause Rating Scale Scoring in Perimenopausal and Postmenopausal Women: A Pilot Study. JOURNAL OF CLINICAL AND DIAGNOSTIC RESEARCH. doi: 10.7860/jcdr/2017/26034.10654

    Chen, L., Ko, N., & Chen, K. (2019). Isoflavone Supplements for Menopausal Women: A Systematic Review. Nutrients11(11), 2649. doi: 10.3390/nu11112649

    Messina, M. (2014). Soy foods, isoflavones, and the health of postmenopausal women. The American Journal Of Clinical Nutrition100(suppl_1), 423S-430S. doi: 10.3945/ajcn.113.071464

    Women’s Health Initiative (WHI) | NHLBI, NIH. (1991). Retrieved 29 March 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/science/womens-health-initiative-whi#:~:text=The%20Women%27s%20Health%20Initiative%20

    Lifestyle Changes for Menopause. Retrieved 29 March 2021, from https://nyulangone.org/conditions/menopause/treatments/lifestyle-changes-for-menopause

     

     

     

     

    Foto Penulis
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Apr 27, 2021
    Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus