Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Biji Buah Pepaya Ternyata Bisa Dimakan, Ini 8 Manfaatnya

Biji Buah Pepaya Ternyata Bisa Dimakan, Ini 8 Manfaatnya

Banyak orang menyukai buah pepaya berkat rasanya yang manis dan segar. Sayangnya, tidak sedikit orang yang hanya memakan daging buahnya saja dan melewatkan manfaat biji pepaya. Namun, apakah biji dengan bentuk bulat kecil dan berwarna hitam pekat ini bisa dimakan? Simak penjelasannya berikut ini.

Apakah aman makan biji pepaya?

Sama seperti daging buahnya, biji buah pepaya juga aman untuk dikonsumsi. Bahkan, biji dari buah yang bermanfaat untuk pencernaan ini mengandung berbagai zat gizi yang baik bagi kesehatan

Tidak hanya itu, biji buah pepaya juga dikemas dalam sejumlah besar asam lemak tak jenuh tunggal yang tentunya sehat dan aman untuk dimakan.

Kandungan seratnya bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol tubuh. Secara tidak langsung, manfaat ini bisa menurunkan risiko terserang penyakit jantung, stroke, diabetes, dan obesitas.

Apa manfaat biji buah pepaya bagi kesehatan?

Bukan hanya beragam zat gizi yang memperkaya kandungan biji buah pepaya.

Ada berbagai manfaat baik yang bisa Anda dapatkan dari biji buah dengan warna jingga yang menarik berikut ini.

1. Melindungi fungsi ginjal

Cara puasa untuk penderita batu ginjal

Ginjal adalah organ tubuh yang bertugas untuk menyaring cairan yang masih dan yang tidak diperlukan lagi dari dalam tubuh.

Uniknya, ternyata biji buah pepaya berpotensi melindungi dan menjaga kesehatan serta fungsi ginjal Anda.

Hal ini diperlihatkan dalam sebuah penelitian yang diujicobakan pada tikus.

Menurut penelitian yang dimuat dalam African Health Sciences (2015) ini, bahwa tikus yang diberikan ekstrak biji pepaya memiliki ginjal yang sehat dan terhindar dari kerusakan.

Hasil penelitian ini turut didukung oleh penelitian lain dalam Journal Molecules (2017), yang menyebutkan bahwa kandungan tinggi antioksidan dalam biji buah pepaya bisa menghambat kerusakan sel-sel ginjal sehingga menjaga kesehatannya.

2. Menjaga kesehatan pencernaan

Tidak berbeda jauh dengan daging buahnya, biji buah pepaya juga merupakan sumber serat yang baik.

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, asupan serat berperan penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Di sisi lain, Anda akan lebih mudah buang air besar dan terhindar dari sembelit (konstipasi).

Makanan kaya serat juga diyakini dapat mencegah penyakit radang usus, mencegah luka usus, hingga menyembuhkan gejala wasir.

3. Mencegah serangan kanker

Manfaat makan biji pepaya lainnya adalah bisa mencegah tubuh dari serangan sel-sel kanker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition and Cancer (2014) menunjukkan manfaat biji pepaya tersebut.

Penelitian itu menemukan bahwa ekstrak biji pepaya membantu mengurangi peradangan dan melindungi dari perkembangan kanker.

Penelitian lain juga menemukan bahwa biji pepaya hitam berpotensi menurunkan pertumbuhan sel kanker prostat.

4. Mengatasi keracunan makanan

Manfaat biji pepaya yang yang lain adalah dapat membantu mengobati keracunan makanan.

Menurut ulasan yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry (2017), ekstrak yang terbuat dari biji pepaya bisa membantu membunuh sejumlah bakteri penyebab keracunan makanan.

Bakteri tersebut antara lain E.coli, Salmonella, Staphylococus, dan sejumlah infeksi bakteri lainnya.

5. Membunuh parasit usus

parasit di tubuh

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine (2018) memperlihatkan khasiat biji pepaya dalam menangkal parasit.

Penelitian ini mengamati konsumsi bubur yang diperkaya dengan biji pepaya pada anak-anak di Kenya.

Hasilnya, penelitian menemukan penurunan risiko infeksi parasit Ascaris lumbricoides (cacing gelang besar) pada anak-anak. Dari penelitian ini diketahui bahwa biji pepaya memiliki sifat antiparasit.

6. Mencegah infeksi jamur

Selain diperkaya dengan vitamin dan mineral, satu ulasan dari Indian journal of pharmaceutical sciences menemukan bahwa biji pepaya dapat mencegah infeksi jamur.

Penelitian itu menemukan bahwa ekstrak biji pepaya efektif melawan tiga jenis jamur, yaitu A. flavus, C. albicans, and P. citrinium.

Namun, studi skala besar lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana makan biji pepaya dapat mempengaruhi infeksi jamur dan parasit pada manusia.

7. Menurunkan kolesterol

pemeriksaan kolesterol hdl

Manfaat biji pepaya berikutnya adalah menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Biji pepaya mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang sehat, termasuk asam oleat.

Hal tersebut tercatat dalam sebuah riset lama dari Journal of Food Lipids (2005) yang mengamati kandungan minyak biji pepaya.

Menurut penelitian tersebut, diet tinggi asam lemak tak jenuh tunggal dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol very low-density lipoprotein (VLDL), masing-masing sebesar 19% dan 22%, pada pasien diabetes.

8. Kaya antioksidan

Penelitian dalam jurnal Molecules (2017) menemukan bahwa biji pepaya punya mikronutrien esensial yang dilengkapi dengan polifenol dan flavonoid.

Keduanya merupakan senyawa fitokimia alami dalam tanaman yang berperan sebagai antioksidan.

Antioksidan sendiri berperan untuk melawan serta menangkal radikal bebas penyebab penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya.

Manfaat Biji Pepaya

  • Membantu melawan infeksi
  • Meningkatkan kesehatan ginjal
  • Melindungi dari kanker
  • Meningkatkan kesehatan pencernaan.
  • Melawan infeksi jamur.
  • Mengobati keracunan makanan.
  • Menurunkan kolesterol.
  • Melawan radikal bebas.

Efek samping biji pepaya

Apa pun yang berlebihan itu tidak baik, termasuk makan biji pepaya terlalu banyak.

Meski dinilai mengandung berbagai zat giti dan kaya manfaat, berlebihan makan biji pepaya malah bisa menimbulkan efek samping berbahaya.

Penelitian pada hewan memperlihatkan konsumsi biji buah ini bisa merusak struktur DNA, mengganggu kerja sel sehat dalam tubuh, hingga menurunkan kualitas sperma.

Sebenarnya masih diperlukan penelitian lanjutan guna mengetahui dampak buruknya bagi kesehatan manusia.

Meski begitu, tidak ada salahnya mencoba mengonsumsi biji pepaya untuk melihat manfaatnya sendiri. Pastikan tetap membatasi jumlah konsumsinya, ya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Alonso-Coello, P., Mills, E., Heels-Ansdell, D., López-Yarto, M., Zhou, Q., Johanson, J. F., & Guyatt, G. (2006). Fiber for the treatment of hemorrhoids complications: a systematic review and meta-analysis. The American journal of gastroenterology, 101(1), 181–188. https://doi.org/10.1111/j.1572-0241.2005.00359.x 

Alotaibi KS, Li H, Rafi R, Siddiqui RA. (2017). Papaya black seeds have beneficial anticancer effects on PC-3 prostate cancer cells. Journal of Cancer Metastasis Treat, 3:161-8. http://dx.doi.org/10.20517/2394-4722.2017.33 

Kermanshai, R., McCarry, B. E., Rosenfeld, J., Summers, P. S., Weretilnyk, E. A., & Sorger, G. J. (2001). Benzyl isothiocyanate is the chief or sole anthelmintic in papaya seed extracts. Phytochemistry, 57(3), 427–435. https://doi.org/10.1016/s0031-9422(01)00077-2 

Naggayi, M., Mukiibi, N., & Iliya, E. (2015). The protective effects of aqueous extract of Carica papaya seeds in paracetamol induced nephrotoxicity in male wistar rats. African health sciences, 15(2), 598–605. https://doi.org/10.4314/ahs.v15i2.37 

Kugo, M., Keter, L., Maiyo, A., Kinyua, J., Ndemwa, P., Maina, G., Otieno, P., & Songok, E. M. (2018). Fortification of Carica papaya fruit seeds to school meal snacks may aid Africa mass deworming programs: a preliminary survey. BMC complementary and alternative medicine, 18(1), 327. https://doi.org/10.1186/s12906-018-2379-2 

Pituch-Zdanowska, A., Banaszkiewicz, A., & Albrecht, P. (2015). The role of dietary fibre in inflammatory bowel disease. Przeglad gastroenterologiczny, 10(3), 135–141. https://doi.org/10.5114/pg.2015.52753 

PUANGSRI, T., ABDULKARIM, S. and GHAZALI, H. (2005), PROPERTIES OF CARICA PAPAYA L. (PAPAYA) SEED OIL FOLLOWING EXTRACTIONS USING SOLVENT AND AQUEOUS ENZYMATIC METHODS. Journal of Food Lipids, 12: 62-76. https://doi.org/10.1111/j.1745-4522.2005.00006.x 

Satoh H. (2010). Role of dietary fiber in formation and prevention of small intestinal ulcers induced by nonsteroidal anti-inflammatory drug. Current pharmaceutical design, 16(10), 1209–1213. https://doi.org/10.2174/138161210790945922 

Singh, O., & Ali, M. (2011). Phytochemical and antifungal profiles of the seeds of carica papaya L. Indian journal of pharmaceutical sciences, 73(4), 447–451. https://doi.org/10.4103/0250-474X.95648 

Yogiraj, V., et al. (2014). Carica papaya Linn: An Overview. International Journal of Herbal Medicine, 2 (5): 01-08.  

Kumar, N. S., Devi, S. (2017).The surprising health benefits of papaya seeds: A review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 6(1): 424-429.

Zhou, K., Wang, H., Mei, W., Li, X., Luo, Y., & Dai, H. (2011). Antioxidant activity of papaya seed extracts. Molecules (Basel, Switzerland), 16(8), 6179–6192. https://doi.org/10.3390/molecules16086179 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Jun 16
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Next article: