home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Terong, Buah yang Sering Dikira sebagai Sayuran

5 Manfaat Terong, Buah yang Sering Dikira sebagai Sayuran

Jika Anda adalah penggemar masakan asli Indonesia, mungkin Anda sudah sangat akrab dengan yang namanya terong. Terong adalah bahan masakan yang dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari disayur, digoreng, hingga dijadikan sambal. Namun, tahukah Anda bahwa terong ternyata menawarkan berbagai macam khasiat yang baik untuk kesehatan? Untuk mencari tahu lebih jauh soal kandungan gizi serta manfaat terong bagi tubuh, langsung saja simak informasinya di bawah ini.

Kandungan gizi di dalam terong

makan terong saat hamil ibu hamil makan terong

Terong banyak tumbuh di negara-negara beriklim tropis dan subtropis seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Selatan.

Meskipun terong lebih sering diolah sebagai sayur atau lauk, terong sebenarnya merupakan kelompok buah-buahan.

Sama halnya seperti timun, tomat, paprika, atau cabai yang merupakan kelompok buah tetapi lebih sering disajikan sebagai sayuran, terong juga “bernasib” demikian.

Berikut adalah kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang terdapat di dalam 100 gram (g) terong:

  • Air: 92,3 g
  • Energi: 25 kalori (Kal)
  • Protein: 0,98 g
  • Lemak: 0,18 g
  • Karbohidrat: 5,88 g
  • Serat: 3 g
  • Kalsium: 9 miligram (mg)
  • Zat besi: 0,23 mg
  • Magnesium: 14 mg
  • Fosfor: 24 mg
  • Kalium: 2 mg
  • Seng: 0,16 mg
  • Vitamin C: 2,2 mg
  • Folat: 22 mcg
  • Beta karoten: 14 mikrogram (mcg)
  • Lutein + zeaxanthin: 36 mcg

Manfaat terong untuk kesehatan

Selain punya rasa yang enak, khasiat terong begitu beragam, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga membuat kulit bersinar alami.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai manfaat terong yang mungkin tidak Anda sadari:

1. Manfaat terong untuk kesehatan jantung

Kandungan serat, kalium, vitamin C, vitamin B6, dan fitonutrien membuat manfaat terong begitu besar bagi kesehatan jantung Anda.

Selain itu, flavonoid atau pigmen larut air pada terong bisa mencegah berbagai jenis penyakit jantung.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, salah satu jenis flavonoid yang ampuh untuk melindungi jantung adalah antosianin.

Zat pigmen ini juga bisa menurunkan tekanan darah darah Anda.

Jadi, jika Anda punya risiko penyakit jantung atau hipertensi, sebaiknya mulai rajin makan terong yang kaya kandungan antosianin.

2. Mengendalikan kadar kolesterol

Sebuah studi yang terdapat di jurnal Phytotherapy Research menunjukkan bahwa rutin makan terong bisa membantu Anda mengendalikan kadar kolesterol.

Pasalnya, terong kaya kandungan senyawa asam klorogenat. Senyawa ini terbukti mampu menurunkan berat badan serta kadar kolesterol jahat atau LDL (lipoprotein densitas rendah) dalam tubuh.

Terong sendiri tidak mengandung kolesterol sama sekali sehingga aman dimakan orang yang perlu menjaga keseimbangan kadar kolesterolnya.

Selain menurunkan kadar kolesterol jahat, asam klorogenat berfungsi sebagai antivirus, antimikroba, dan antikarsinogen.

Anda pun akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya lainnya jika rutin makan terong.

3. Manfaat terong untuk fungsi otak

Manfaat terong juga bisa didapat dari kulitnya. Kulit terong kaya kandungan nasunin, yaitu zat antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan otak.

Nasunin mampu melindungi membran sel otak dari serangan radikal bebas serta melancarkan proses distribusi zat gizi di dalam sel-sel tubuh.

Nutrisi lain dalam terong yang baik untuk otak Anda adalah antosianin. Zat pigmen tersebut bertanggung jawab untuk memicu peredaran darah menuju otak serta mencegah peradangan saraf otak.

Hal ini bisa mencegah berbagai penyakit dan gangguan fungsi kognitif otak yang disebabkan oleh proses penuaan.

Bukan hanya itu, daya ingat Anda akan jadi semakin kuat bila membiasakan diri makan terong.

makan terong

4. Mengurangi risiko kanker

Belum banyak yang menyoroti salah satu manfaat terong yaitu menurunkan risiko munculnya kanker. Padahal, terong banyak mengandung polifenol, antosianin, dan asam klorogenat.

Zat-zat tersebut baik untuk mencegah pertumbuhan tumor serta menghentikan penyebaran sel kanker di dalam tubuh Anda.

Selain itu, ketiga zat ini dapat memicu produksi enzim khusus dalam sel yang bertugas untuk membuang berbagai racun dan membunuh sel kanker.

Asam klorogenat juga bersifat antimutagen. Artinya, senyawa ini bisa melawan kerusakan gen di dalam tubuh yang berisiko menyebabkan kanker.

5. Membuat kulit lebih lembut dan bercahaya

Tak disangka-sangka, terong bisa jadi jawaban bagi permasalahan kulit yang kusam dan kering.

Ini karena buah terong kaya kandungan antioksidan dan terdiri dari kira-kira 92% air. Itu sebabnya, makan terong bisa membantu melembapkan dan menutrisi kulit dari dalam.

Antioksidan juga bertugas menangkal radikal bebas yang bisa membunuh sel-sel kulit Anda. Radikal bebas inilah yang mengakibatkan kulit tidak kenyal dan tampak lebih gelap.

Itulah tadi lima manfaat terong untuk kesehatan Anda. Mulai hari ini jangan ragu untuk mengolah dan menyantap buah yang satu ini, ya!

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eggplant, raw – FoodData Central. (2020). Retrieved March 4, 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1103353/nutrients 

Gürbüz, N., Uluişik, S., Frary, A., Frary, A., & Doğanlar, S. (2018). Health benefits and bioactive compounds of eggplant. Food chemistry, 268, 602–610. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.06.093

Naeem, MY., Ozgen, SU. (2020). Nutritional Content and Health Benefits of Eggplant. Turkish Journal of Agriculture, 7(3). https://doi.org/10.24925/turjaf.v7isp3.31-36.3146

Gallo, M., Naviglio, D., Ferrara, L. (2014). Nasunin, an Antioxidant Anthocyanin from Eggplant Peels, as Natural Dye to Avoid Food Allergies and Intolerances. European Scientific Journal, 10(9).

Wan, C., Wong, C., Pin, W., Wong, M., Kwok, C., & Chan, R. et al. (2012). Chlorogenic Acid Exhibits Cholesterol Lowering and Fatty Liver Attenuating Properties by Up-regulating the Gene Expression of PPAR-α in Hypercholesterolemic Rats Induced with a High-Cholesterol Diet. Phytotherapy Research, 27(4), 545-551. https://doi.org/10.1002/ptr.4751

Jennings, A., Welch, A., Fairweather-Tait, S., Kay, C., Minihane, A., & Chowienczyk, P. et al. (2012). Higher anthocyanin intake is associated with lower arterial stiffness and central blood pressure in women. The American Journal Of Clinical Nutrition, 96(4), 781-788. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.042036

Dias, JS. (2012). Major Classes of Phytonutriceuticals in Vegetables and Health Benefits: A Review. Journal of Nutritional Therapeutics, 31-62

Šilarová, P., Boulekbache-Makhlouf, L., Pellati, F., & Česlová, L. (2019). Monitoring of Chlorogenic Acid and Antioxidant Capacity of Solanum melongena L. (Eggplant) under Different Heat and Storage Treatments. Antioxidants, 8(7), 234. https://doi.org/10.3390/antiox8070234

Cassidy, A., Bertoia, M., Chiuve, S., Flint, A., Forman, J., & Rimm, E. (2016). Habitual intake of anthocyanins and flavanones and risk of cardiovascular disease in men. The American Journal Of Clinical Nutrition, 104(3), 587-594. https://doi.org/10.3945/ajcn.116.133132

Huang, S., Wang, L., Xue, N., Li, C., Guo, H., & Ren, T. et al. (2019). Chlorogenic acid effectively treats cancers through induction of cancer cell differentiation. Theranostics, 9(23), 6745-6763. https://dx.doi.org/10.7150%2Fthno.34674

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 19/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.