7 Manfaat Buah Tin, Buah Nabi yang Melegenda

    7 Manfaat Buah Tin, Buah Nabi yang Melegenda

    Buah tin atau buah ara telah ada sejak 1400 tahun Masehi lalu. Awalnya, buah tin ditemukan di Asia Barat, tetapi kini sudah dibudidayakan di banyak daerah di Indonesia. Buah dengan nama latin Ficus carica ini ternyata memiliki khasiat yang melimpah, mulai dari mengobati sembelit hingga mengatasi asma bronkitis. Mari kenali lebih dalam kandungan gizi dan manfaat kesehatan dari buah tin dalam ulasan ini.

    Kandungan nutrisi dalam buah tin

    Buah tin memiliki rasa manis dan menyegarkan yang berasal dari kandungan gula alaminya. Buah ini bisa dimakan secara langsung, dikeringkan, atau diambil ekstraknya.

    Secara umum, buah tin memiliki kalori rendah dan nutrisinya tersusun atas vitamin dan mineral.

    Meski begitu, jumlah kalori buah tin bisa bertambah saat dikeringkan seiring dengan meningkatnya konsentrasi gula yang terdapat di dalamnya.

    Dalam informasi gizi pada laman U.S. Department of Agriculture, diketahui 100 gram (g) buah tin segar mengandung komposisi gizi seperti berikut ini:

    Selain kandungan karbohidrat, protein, hingga serat di atas, buah tin juga memiliki beragam mikronutrien yang melengkapi nutrisinya seperti vitamin C, tiamin, riboflavin, dan niasin.

    Namun, buah tin paling kaya akan kandungan vitamin B-6 dan tembaga.

    Manfaat buah tin bagi kesehatan dan penyakit

    Menimbang kandungan nutrisinya, tak heran jika buah tin memiliki beragam khasiat untuk kesehatan.

    Di bawah ini adalah daftar manfaat atau khasiat yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi buah tin:

    1. Menyehatkan pencernaan

    bahagia mencegah masalah pencernaan

    Manfaat buiah tin terakit pencernaan ini karena ada kandungan serat dan zat pektin sehingga membantu memperlancar metabolisme tubuh.

    Zat pektin ini hanya didapatkan pada buah-buhan tertentu, salah satunya di dalam buah tin.

    Secara lebih spesifiknya, buah tin dapat mencegah risiko berbagai gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, dan gangguan pencernaan kronis seperti IBS (irritable bowel syndrome).

    Hal ini dikarenakan zat pektin dapat meningkatkan kerja usus sekaligus mengurangi nyeri perut.

    Dari khasiat ini, tak salah jika Anda menjadikan buah tin sebagai buah untuk diet.

    2. Mencegah kanker

    stadium kanker ovarium 4 bisa sembuh

    Selain punya manfaat terkait pencernaan, buah tin juga berpotensi mencegah pertumbuhan sel kanker, terutama jenis kanker usus.

    Satu buah tin segar mengandung zat antioksidan seperti flavonoid yang dapat mencegah kerusakan sel karena serangan zat radikal bebas.

    Kerusakan sel akibat radikal bebas ini bisa memicu kanker.

    Tak hanya dari daging buahnya, manfaat buah tin dalam mencegah kanker juga bisa diperoleh dari ekstrak daunnya.

    Akan tetapi, potensi daun buah tin sebagai agen antikanker masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

    3. Menjaga kesehatan jantung

    kesehatan jantung

    Khasiat lainnya bila mengonsumsi buah tin yakni membantu melancarkan aliran darah serta mengurangi berbagai risiko penyakit yang menyerang jantung dan stroke.

    Dalam 100 g buah tin kering terdapat 232 mg kalium, 0,07 mg tembaga, dan 2,03 mg zat besi. Ketiga mineral ini memiliki fungsi vital dalam sistem kardiovaskuler

    Kalium merupakan komponen penting yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah.

    Sementara tembaga dan zat besi diperlukan dalam produksi sel darah merah tubuh.

    Selain itu, buah tin memiliki potensi dalam meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah.

    Namun, manfaat buah tin ini baru ditemukan pada penelitian yang melibatkan hewan.

    4. Membantu mengontrol gula darah

    penyebab gula darah tinggi

    Selain penyakit jantung, buah pir juga memiliki potensi untuk mencegah penyakit kronis lain yaitu diabetes.

    Manfaat buah pir ini diketahui terdapat pada ekstrak daunnya.

    Studi tahun 2019 dari jurnal Nutrients menunjukKan minuman dengan ekstrak buah tin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah sehingga dapat menjaga kadar gula darah penderita diabetes.

    Akan tetapi, buah tin yang dikeringkan justru mengandung gula dalam buah yang lebih tinggi sehingga bisa meningkatkan kadar gula darah.

    5. Meningkatkan kepadatan tulang

    Buah tin kaya kandungan kalsium dan kalium. Kedua mineral ini dapat berkerjasama dalam meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang seperti osteoporosis.

    Kalium dapat menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko kerusakan tulang. Sementara kalsium merupakan komponen penting untuk menyusun struktur tulang.

    Menyantap makanan kaya kalium dan kalsium dapat mengoptimalkan perkembangan struktur tulang pada anak-anak dan remaja.

    6. Mengatasi disfungsi ereksi

    Selama berabad-abad yang lalu, khususnya di masyarakat Arab, buah tin kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk memperbaiki masalah seksualitas.

    Buah tin dipercaya menjadi obat yang berkhasiat mengatasi disfungsi ereksi.

    Tak jarang, banyak yang menjadikan buah tin sebagai makanan afrodisiak untuk meningkatkan stamina saat berhubungan seks.

    Akan tetapi, manfaat buah tin untuk mengatasi masalah fungsi seksual ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

    Penelitian yang ada saat ini masih terbatas dilakukan pada hewan di laboratorium.

    7. Menjaga kesehatan kulit dan rambut

    cara melembutkan rambut

    Manfaat lain yang bisa didapat dari buah tin adalah untuk kesehatan kulit.

    Antioksidan pada buah tin bisa merangsang produksi kolagen yang bisa mengencangkan dan melembabkan kulit.

    Buat tin juga diketahui bisa membantu meringankan gejala kulit gatal dan perih akibat dermatitis atau alergi pada anak-anak.

    Selain itu, buah tin juga memiliki kandungan besi yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan rambut.

    Selain dikonsumsi secara langsung, khasiat untuk kulit dan rambut bisa Anda peroleh dengan optimal ketika mengonsumsi suplemen yang mengandung ekstrak buah tin.

    Jika makan buah tin dalam porsi dan cara yang tepat, Anda bisa memperoleh beragam manfaat buah tin seperti di atas.

    Tak perlu bingung bagaimana harus mengolahnya, ada beragam cara yang bisa Anda coba untuk menyajikan buah tin.

    Anda bisa menyajikannya sebagai jus, smoothies, salad buah, atau memasukan daunnya pada tumisan dan sayur.

    Apabila ingin mengonsumsi buah tin sebagai buah untuk diet, Anda bisa berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi untuk menakar porsi yang tepat dalam menu makanan harian.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Novita Joseph · Tanggal diperbarui 28/10/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan