Pada masakan khas Indonesia, serai termasuk rempah yang sering digunakan. Selain menambah cita rasa pada masakan, serai dapat dihidangkan menjadi minuman hangat. Apa saja manfaat serai (sereh) untuk kesehatan?
Pada masakan khas Indonesia, serai termasuk rempah yang sering digunakan. Selain menambah cita rasa pada masakan, serai dapat dihidangkan menjadi minuman hangat. Apa saja manfaat serai (sereh) untuk kesehatan?

Serai mengandung beragam zat gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B9 (folat), magnesium, zat besi, kalium, fosfor, dan kalsium.
Selain itu, serai mengandung senyawa khas tanaman atau fitonutrien yang tak kalah penting. Berikut manfaat serai untuk kesehatan.
Serai mengandung berbagai senyawa yang bersifat antioksidan, seperti quercetin dan rutin.
Antioksidan berperan untuk menangkal radikal bebas penyebab penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker.

Manfaat batang serai ditumbuk dan didiamkan beberapa saat setelah tidur berguna untuk membantu mengusir nyamuk.
Minyak esensial pada serai mengandung geranial, geraniol, neral, dan citronellol yang memberikan aroma khas yang mengganggu penciuman nyamuk. Akhirnya, nyamuk pun menjauh dan tidak menggigit manusia.
Khasiat akar serai membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Peneliti menduga manfaat ini berasal dari senyawa saponin, sterol, dan fenolik yang bisa menurunkan kadar lemak di dalam darah berlebih.
Manfaat serai lainnya, yaitu dapat membantu membersihkan zat-zat beracun berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
Detoksifikasi dengan tanaman serai membantu membantu melancarkan fungsi berbagai organ tubuh, termasuk fungsi hati dan ginjal.
Manfaat teh serai juga dapat melancarkan buang air kecil. Khasiat ini berasal dari kandungan fitonutrien bernama citral.
Manfaat daun serai bisa mengurangi risiko infeksi karena bersifat antimikroba.
Daun ini mengandung minyak esensial yang bisa melawan bakteri dan jamur, seperti Bacillus cereus, Escherichia coli, P. aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Candida albicans, and Staphylococcus aureus.
Manfaat ini berasal dari senyawa fenol, aldehida, dan citral. Menghambat bakteri dan jamur di atas menurunkan risiko infeksi kulit menular, pencernaan, hingga infeksi saluran kencing (ISK).

Khasiat sereh membantu untuk menenangkan otot-otot dan saraf yang membantu Anda lebih nyenyak saat tidur dan bantu mengobati insomnia.
Menghirup minyak esensial pada serai mengandung senyawa geraniol dan linalool yang bisa mengaktifkan gelombang alfa.
Gelombang ini membuat Anda rileks, memejamkan mata lebih cepat, dan terasa kantuk. Hal ini dipaparkan dalam studi terbitan Bali Medical Journal (2022).
Tak hanya teh chamomile, khasiat teh sereh juga bisa menenangkan pikiran. Mencium aroma serai akan bisa melemaskan otot dan saraf pusat. Efeknya, Anda pun lebih tenang.
Aroma ini berasal dari kandungan fitonutrien lonalol, geraniol, a-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, psimen, limonen, cisosimen, terpinol, sitronelal, borneol, dan farsenol.
Aroma serai akan mengaktifkan gelombang alfa di otak yang membuat Anda lebih rileks.
Manfaat serai dapat menimbulkan efek diuretik, yaitu merangsang organ ginjal untuk meningkatkan produksi urine dari biasanya. Efek ini bermanfaat saat perut begah akibat sindrom prahaid.
Buang air kecil ternyata bisa membuang kadar natrium berlebih yang memicu hipertensi. Jadi, tekanan darah pun dapat terkendali.
Selain itu, pijat dengan minyak aromaterapi sereh juga menenangkan tubuh dan berpotensi berefek pada penurunan tekanan darah.
Manfaat serai juga berpotensi mencegah kenaikan gula darah berlebih.
Studi terbitan Evidence-based Complementary and Alternative Medicine (2021) mengamati tikus yang diberi minum minyak esensial rempah ini bisa menurunkan kadar gula darah dan lemak dalam darah. Manfaat ini berasal dari kandungan citronellal.
Lebih lanjut, penelitian menemukan bahwa citronellal bersifat antioksidan yang bisa mengurangi kerusakan sel akibat paparan radikal bebas dari gula darah.
Nyeri adalah salah satu tanda adanya peradangan di dalam tubuh. Sebagai makanan anti-inflamasi, serai mengandung senyawa citral membantu mengurangi peradangan.
Selain itu, beberapa studi juga mencatat bahwa teh serai bersifat karminatif, yaitu mengurangi perut kembung. Kandungan citronellal pada serai juga memberikan efek meredakan rasa sakit.
Meski ada berbagai manfaat, serai juga bisa memicu efek samping, apa saja?

Cara mengonsumsi serai yang tepat membantu mendapatkan manfaat dengan maksimal. Anda bisa mencampurkannya ke dalam masakan atau merebusnya menjadi teh herbal serai.
Berikut cara pembuatannya.
Ada berbagai manfaat serai untuk kesehatan. Meski begitu, ini bukanlah satu-satunya obat yang bisa menggantikan obat-obatan dari dokter.
Bila memiliki kondisi yang disebutkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
FoodData Central. (2023). Usda.gov. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/168573/nutrients
Somparn,N.,Saenthaweeuk,S.,Naowaboot,J.,Thaeomor,A. & Kukongviriyapan,V.(2018).Effect of lemongrass water extract supplementation on atherogenic index and antioxidant status in rats. Acta Pharmaceutica,68(2) 185-197. https://doi.org/10.2478/acph-2018-0015
Baldacchino, F., Tramut, C., Salem, A., Liénard, E., Delétré, E., Franc, M., Martin, T., Duvallet, G., & Jay-Robert, P. (2013). The repellency of lemongrass oil against stable flies, tested using video tracking. Parasite, 20. https://doi.org/10.1051/parasite/2013021
Abbas, N., Rasheed, A., Ahmed, E. S., Irfan, U. M., & Al- Sueaadi, M. H. (2019, May 31). Study Of Anti-Lipidemic Effect Of Lemongrass (Cymbopogon Citratus) Aqueous Roots And Flower Extracts On Albino Mice. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. https://doi.org/10.13040/IJPSR.0975-8232.10(6).2785-89
Anggraini, F. D., Abidah, S. N., Rahayu, E. P., & Nisa, F. (2022). Effect of aromatherapy blend essential oils (lemongrass and lemon) on sleep quality in pregnant women’s third trimester. Bali Medical Journal, 11(3), 1099–1102. https://doi.org/10.15562/bmj.v11i3.3453
Mukarram, M., Choudhary, S., Khan, M. A., Poltronieri, P., A. Khan, M. M., Ali, J., Kurjak, D., & Shahid, M. (2022). Lemongrass Essential Oil Components with Antimicrobial and Anticancer Activities. Antioxidants, 11(1). https://doi.org/10.3390/antiox11010020
Silva, H., & Bárbara, R. (2022). Exploring the Anti-Hypertensive Potential of Lemongrass—A Comprehensive Review. Biology, 11(10). https://doi.org/10.3390/biology11101382
Lu, X., Qiu, Y., Guo, J., Song, P., Xu, J., Wan, R., Wang, X., Yin, L., & Li, P. (2021). Potential Therapeutic Effect of Citronellal on Diabetic Cardiomyopathy in Experimental Rats. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine : ECAM, 2021. https://doi.org/10.1155/2021/9987531
Gbenou JD, Ahounou JF, Akakpo HB, Laleye A, Yayi E, Gbaguidi F, Baba-Moussa L, Darboux R, Dansou P, Moudachirou M, Kotchoni SO. Phytochemical composition of Cymbopogon citratus and Eucalyptus citriodora essential oils and their anti-inflammatory and analgesic properties on Wistar rats. Mol Biol Rep. 2013 Feb;40(2):1127-34. https://doi.org/10.1007/s11033-012-2155-1. Epub 2012 Oct 14. PMID: 23065287.
Nida Tabassum, K. (2020). Therapeutic benefits of lemongrass and tea tree. Annals of Civil and Environmental Engineering, 4(1), 027-29. https://doi.org/10.29328/journal.acee.1001022
Versi Terbaru
16/03/2023
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Ilham Fariq Maulana