home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Manfaat Mengonsumsi Serai bagi Tubuh

8 Manfaat Mengonsumsi Serai bagi Tubuh

Pada masakan khas Indonesia, serai termasuk rempah yang sering digunakan. Selain menambah cita rasa pada masakan, serai juga dapat dihidangkan menjadi minuman hangat. Apa saja manfaat dari rempah serai (sereh) untuk kesehatan tubuh?

Apa saja kandungan gizi dan manfaat serai untuk tubuh?

Rempah-rempah Penjaga Imunitas yang Tersedia di Dapur

Serai mengandung beragam zat gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B9 (folat), mineral magnesium, zat besi, kalium, fosfor, dan kalsium.

Tidak hanya vitamin dan mineral, serai juga memiliki sifat antibakterial yang menguntungkan antara lain analgesik, anti-inflamasi, antidepresan, antipiretik, antiseptik, antibakteri, antijamur, zat karminatif, diuretik, dan insektisida.

Daun, batang, dan umbi serai bisa digunakan menjadi khasiat kesehatan tubuh seperti di bawah ini.

1. Menangkal penyakit

Aktivitas senyawa antioksidan pada ramuan serai dapat memberikan manfaat berupa perlindungan dari radikal bebas, membantu dalam menjaga kadar kolesterol tetap seimbang, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Berkat antioksidannya pula, mengonsumi teh atau minuman mengandung serai akan bantu menjauhkan Anda dari risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kanker, dan obesitas.

2. Sebagai aromaterapi pengusir nyamuk

Serai juga juga diketahui dan dimanfaatkan sebagai aromaterapi oleh bangsa India dan Timur Tengah.

Di Indonesia sendiri, batang serai ditumbuk dan didiamkan beberapa saat setelah tidur, untuk membantu mengusir nyamuk yang menyebabkan gatal dan demam berdarah.

3. Mencegah naiknya kolesterol

Daun dan akar serai memiliki sifat anti-hiperlipidemia dan sifat anti-hiperkolesterolemia yang membantu menghasilkan kadar kolesterol yang sehat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi rutin teh serai, telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam mempertahankan tingkat trigliserida dan mengurangi kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

4. Detoksifikasi

Manfaat sereh lainnya yaitu dapat membantu membersihkan zat-zat beracun berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Detoksifikasi dengan tanaman serai membantu membantu melancarkan fungsi berbagai organ tubuh, termasuk fungsi hati dan ginjal. Mengonsumsi teh serai juga dapat berkhasiat melancarkan buang air kecil.

5. Mengobati insomnia

Manfaat selanjutnya, sereh didapuk berkhasiat membantu untuk menenangkan otot-otot dan saraf yang membantu Anda lebih nyenyak saat tidur dan bantu mengobati insomnia.

Penelitian telah menunjukkan bahwa teh serai memiliki obat penenang dan zat hipnotis yang bisa membantu dalam meningkatkan waktu dan kualitas tidur.

6. Mengobati ISK dan penyakit kulit

Sereh dapat bekerja sebagai antiseptik dan efektif dalam mengobati penyakit kulit karena infeksi seperti kurap, luka, kudis, dan juga infeksi saluran kencing (ISK) karena mengandung sifat anti-mikrobanya yang mampu membasmi jamur pada tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak serai menimbulkan efek baik pada infeksi kulit. Jamur patogen pada kulit akan lenyap jika Anda rajin mengoleskan ekstrak serai pada kulit yang bermasalah.

7. Bantu memberikan efek menenangkan

Minum teh hangat biasanya menjadi salah satu solusi untuk membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Nah, ternyata tak hanya dari teh chamomile, teh sereh juga bisa memberikan manfaat yang sama, lho!

Melansir Memorial Sloan Kettering Cancer Center, mencium aroma sereh dapat membantu meringankan gejala yang terkait dengan kecemasan. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan efektivitasnya.

8. Bantu mengatasi sindrom prahaid

Konsumsi sereh dapat menimbulkan efek diuretik, artinya rempah satu ini dapat merangsang organ ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak urine dari biasanya.

Khasiatnya bahkan pernah dibuktikan dalam sebuah studi skala kecil yang terbit pada Journal of Renal Nutrition. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa minum air sereh dapat meningkatkan produksi urine lebih banyak dari minuman lain.

Efek ini tentunya sangat bermanfaat, terutama bagi Anda yang sedang mengalami sindrom prahaid. Hal itu mengingat pada saat-saat tersebut tubuh biasanya mengalami retensi (penyimpanan) air.

Konsumsilah sereh secukupnya

Meski sereh dapat memberikan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh, Anda tetap harus memerhatikan jumlah asupannya. Sebab, bukan tidak mungkin sereh akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Mengonsumsi serai dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan pusing, rasa mengantuk, mulut kering, sering buang air kecil, dan peningkatan nafsu makan.

Selain itu, ibu hamil dan orang yang menjalani kemoterapi harus menghindari rempah yang satu ini. Sebab, konsumsi serai berlebihan dapat menimbulkan risiko cacat lahir pada bayi. Sementara pada pasien kemoterapi, efek sereh bisa mengganggu kerja obat.

Oleh karena itu, bila Anda memiliki kondisi yang disebutkan, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai konsumsi sereh guna memastikan keamanannya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nakamura, Y., Miyamoto, M., Murakami, A., Ohigashi, H., Osawa, T., & Uchida, K. (2003). A phase II detoxification enzyme inducer from lemongrass: identification of citral and involvement of electrophilic reaction in the enzyme induction. Biochemical and biophysical research communications, 302(3), 593–600. https://doi.org/10.1016/s0006-291x(03)00219-5. Retrieved 3 June 2021.

Lemongrass. (n.d.). Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Retrieved 3 June 2021, from https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/lemongrass

Shah, G., Shri, R., Panchal, V., Sharma, N., Singh, B. and Mann, A., 2011. Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass). Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research, 2(1), p.3. Retrieved 3 June 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x