Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

2

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

10 Cara Mengatasi Sembelit, Mulai Dari Perawatan Rumahan Hingga Obat-obatan

    10 Cara Mengatasi Sembelit, Mulai Dari Perawatan Rumahan Hingga Obat-obatan

    Salah satu tanda dari sembelit adalah feses yang keras, jarang buang air besar (BAB), hingga tidak melakukannya sama sekali. Gangguan pencernaan ini tentu mengganggu keseharian, bukan? Nah, ada bisa mengatasi sembelit dan melancarkan BAB yang keras dengan beragam cara mudah berikut ini.

    Cara melancarkan BAB untuk mengatasi sembelit

    sembelit setelah diare
    Sumber: Yahoo News

    Sembelit adalah masalah pencernaan yang menyebabkan Anda susah buang air besar. Kondisi ini terjadi akibat gerakan usus yang melambat atau fungsi usus bermasalah.

    Selain susah BAB, feses Anda mungkin akan menjadi keras dan perut terasa kaku karena feses terlalu lama menumpuk di usus.

    Banyak hal yang bisa menjadi penyebab sembelit dan salah satunya adalah kurangnya konsumsi makanan berserat atau kurang minum.

    Meski terdengar sepele, konstipasi tentu dapat mengganggu keseharian. Bila tidak segera ditangani, gangguan pencernaan dapat mengganggu produktivitas sehari-hari hingga komplikasi gawat lain seperti BAB berdarah (wasir) hingga usus tersumbat.

    Berikut ini ada berbagai cara melancarkan BAB untuk mengatasi sembelit.

    1. Perbanyak konsumsi makanan berserat

    Salah satu penyebab sembelit adalah kurangnya asupan serat dalam tubuh. Itu sebabnya, solusi melancarkan pencernaan bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat.

    Serat pada makanan dapat membantu menyerap air ekstra, sehingga feses menjadi lebih lunak. Manfaat serat ini yang bisa diandalkan sebagai cara melancarkan BAB sekaligus mengatasi sembelit.

    Selain itu, serat juga memudahkan kontraksi usus untuk memindahkan feses ke rektum. Namun, tidak semua jenis serat baik untuk sistem pencernaan.

    Usahakan untuk memilih jenis serat yang larut karena dapat menyerap air dan membentuk gel dalam usus untuk melunakkan feses. Anda bisa menjumpai serat yang larut air pada makanan seperti:

    • gandum,
    • kacang-kacangan,
    • apel,
    • jeruk,
    • jelai (barley),
    • alpukat, dan
    • brokoli

    Konsumsi serat yang tidak larut justru dapat memperparah sembelit. Makanan seperti kembang kol, kacang buncis, dan kentang hanya efektif sebagai cara mencegah sembelit, bukan menyembuhkannya.

    2. Perhatikan pola makan

    Kurangnya asupan vitamin B12 ternyata juga bisa menyebabkan sembelit. Jadi, cara ampuh melancarkan BAB yang keras secara alami adalah memerhatikan asupan vitamin B12 pada menu makanan.

    Anda bisa menambahkan makanan seperti kiwi, jeruk, oatmeal, lidah buaya, hingga nasi sebagai menu sarapan, makan siang, dan malam, hingga camilan.

    Selain kurangnya vitamin B12, sembelit juga bisa menjadi pertanda dari irritable bowel syndrome (IBS) alias sindrom iritasi usus besar.

    Cara mengatasi sembelit akibat IBS ini cukup mudah, yakni mengikuti diet rendah FODMAP (Fermentable Oligo, Disakarida, Monosakarida, dan Poliol).

    Nama diet yang berasal dari singkatan karbohidrat yang perlu dihindari ini merupakan jenis karbohidrat yang menjadi penyebab konstipasi.

    Selain itu, ada beberapa jenis makanan yang dapat melancarkan buang air besar, seperti:

    • buah beri,
    • popcorn yang tak mengandung garam tinggi,
    • kacang-kacangan, seperti almond, dan
    • yogurt atau kefir

    3. Penuhi kebutuhan cairan harian

    Sembelit seringkali terjadi karena utbuh kekurangan cairan, sehingga dehidrasi. Nah, cara alami melancarkan BAB yang bisa dilakukan di rumah adala memperbanyak minum air putih.

    Cairan diperlukan oleh usus besar untuk mengolah sisa makanan menjadi feses.

    Bila tubuh kekurangan air, usus besar akan menyerap air dari sisa makanan yang dimakan. Akibatnya, feses menjadi kering dan keras hingga sulit untuk dikeluarkan.

    Cara mengatasi sembelit yang satu ini dapat dilakukan dengna minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Anda juga bisa mendapatkan asupan cairan dari jus buah atau makanan berkuah.

    Anda juga bisa minum soda tawar tanpa gula sebagai cara mengatasi BAB keras. Air soda berpotensi menghidrasi tubuh sekaligus meredakan gejala sembelit.

    4. Rutin berolahraga

    Selain menyehatkan tubuh, rutin berolahraga ternyata bisa membantu melancarkan buang air besar. Olahraga dapat membantu tubuh menyerap makanan lebih baik dan membuat usus tetap aktif bergerak.


    Semakin aktif usus bergerak, pergerakan makanan di dalam usus besar juga akan cepat. Jika makanan lebih cepat melewati usus besar, akan lebih sedikit air yang diserap tubuh dari feses.

    Singkatnya, tekstur feses akan lebih pada dan lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari jurnal Diabetes, Metabolic Syndrome, and Obesity: Targets and Therapy.

    Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa aktif berolahraga dapat mengurangi masalah konstipasi pada wanita yang mengalami obesitas.

    Meski begitu, pilihlah jenis olahraga yang tidak begitu berat, seperti berjalan kaki selama 20 sampai 30 menit beberapa kali dalam seminggu.

    5. Kelola stres dengan baik

    Banyak yang tidak sadar bahwa stres dapat menjadi penyebab sembelit. Pasalnya, tubuh yang dilanda stres dapat memicu pergerakan usus yang melambat dan menyebabkan sembelit.

    Itu sebabnya, cara terbaik melancarkan BAB sekaligus mengatasi konstipasi ini adalah mencoba berbagai hal yang bisa mengurangi stres, meliputi:

    • membaca buku,
    • menonton film,
    • makan makanan sehat, dan
    • melakukan hobi lainnya.

    6. Hindari kebiasaan menahan BAB

    Kebiasaan menahan BAB juga dapat menyebabkan sembelit. Pasalnya, feses yang harusnya dikeluarkan malah tertahan di usus. Semakin lama tertahan, usus akan menyerap cairan pada feses lebih banyak dan membuatnya menjadi lebih kering.

    Nah, cara jitu melancarkan BAB untuk mengatasi sembelit tentu perlu menghilagkan kebiasaan tersebut. Bila sudah meuncul desakan untuk buang air besar, segera pergi ke toilet.

    Menerapkan cara ini tidak hanya membuat sistem pencernaan menjadi lancar, tetapi juga mencegah terjadinya sembelit.

    7. Minum obat pencahar

    mengatasi sembelit cara mengobati konstipasi

    Bila cara alami melancarkan BAB tidak mampu mengatasi sembelit, Anda bisa mengonsumsi obat pencahar yang dijual bebas di apotek.

    Minum obat pencahar adalah cara paling cepat untuk mengatasi konstipasi. Selain itu, Anda bisa juga mengonsumsi suplemen herbal yang membantu melunakkan tinja sehingga masalah susah BAB Anda terselesaikan.

    Meski begitu, setiap jenis obat memiliki fungsi yang berbeda-beda, antara lain:

    • suplemen serat untuk melunakkan feses,
    • pencahar lubrikan untuk melumasi feses,
    • pencahar osmotik untuk menjaga kadar air dalam usus,
    • obat pencahar stimulan untuk memicu otot usus agar feses keluar, dan
    • obat pelunak tinja yang biasa digunakan setelah operasi atau melahirkan.

    8. Konsumsi vitamin

    Selain makanan dan obat pencahar, jenis vitamin tertenu bisa digunakan sebagai cara mengatasi sembelit. Berikut ini beberapa vitamin yang dapat membantu melancarkan proses pencernaan.

    Vitamin C

    Vitamin C adalah salah satu vitamin yang dapat membantu mengobati konstipasi. Ketika tubuh sudah cukup mendapat asupan vitamin C, sisa dari vitamin yang tidak terserap akan memberikan efek osmotik pada saluran pencernaan.

    Artinya, vitamin C membawa air ke dalam usus, sehingga dapat membantu melembutkan feses. Oleh karena itu, suplemen atau asupan vitamin C tambahan dari makanan dapat membantu meredakan sembelit.

    Vitamin B9 (asam folat)

    Vitamin B9 atau asam folat bekerja dengan cara menstimulasi pembentukan asam pada saluran pencernaan, sehingga dapat membantu melancarkan BAB.

    Bila tingkat asam pada saluran cerna rendah dalam jangka waktu tertentu, Anda perlu menambah asupan asam folat agar gejala sembelit berkurang.

    9. Makan makanan prebiotik dan probiotik

    makanan sumber prebiotik adalah

    Cara mengatasi sembelit akibat BAB yang keras juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik.

    Makanan probiotik adalah makanan yang ditambahkan bakteri yang mirip dengan bakteri baik di usus. Sementara itu, prebiotik adalah zat baik untuk bakteri dalam usus.

    Umumnya, bakteri probiotik dapat mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk berjalan sejak mulai masuk ke mulut, saluran pencernaan, hingga keluar menjadi feses.

    Waktu proses pencernaan makanan pun menjadi lebih pendek berkat probiotik, yakni 12,4 jam lebih cepat. Proses cepat ini membuat feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan.

    Di lain sisi, prebiotik mengandung jenis serat galacto-oligsaccharides yang dapat meningkatkan frekuensi buang air besar. Zat ini juga membuat feses menjadi lebih lembut.

    10. Menjalani operasi

    Operasi adalah jalan terakhir ketika perawatan rumahan maupun obat-obatan dari dokter tidak dapat meringankan sembelit yang dialami.

    Bahkan, ada syarat khusus untuk menjalani operasi sebagai cara mengatasi sembelit, yakni menderita masalah struktural pada usus besar, seperti:

    • penyumbatan pada usus besar,
    • penyempitan pada bagian usus,
    • robekan pada anus (fisura ani), dan
    • rektum ‘jatuh’ ke dalam vagina (prolaps rektal).

    Anda juga mungkin memerlukan operasi ketika kanker ditemukan pada usus besar, rektum, atau anus.

    Agar beragam cara melancarkan BAB untuk mengatasi sembelit lancar, silakan konsultasikan dengan dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Eirini Dimidi, Stephanos Christodoulides, Konstantinos C Fragkos, S Mark Scott, Kevin Whelan, The effect of probiotics on functional constipation in adults: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials, The American Journal of Clinical Nutrition, Volume 100, Issue 4, October 2014, Pages 1075–1084.

    Corliss, J. (2014). Probiotics may ease constipation – Harvard Health Blog. Retrieved 4 December 2020, from https://www.health.harvard.edu/blog/probiotics-may-ease-constipation-201408217377 

    Yang, J., Wang, H. P., Zhou, L., & Xu, C. F. (2012). Effect of dietary fiber on constipation: a meta analysis. World journal of gastroenterology, 18(48), 7378–7383. https://doi.org/10.3748/wjg.v18.i48.7378. Retrieved 4 December 2020

    Tantawy, S. A., Kamel, D. M., Abdelbasset, W. K., & Elgohary, H. M. (2017). Effects of a proposed physical activity and diet control to manage constipation in middle-aged obese women. Diabetes, metabolic syndrome and obesity : targets and therapy, 10, 513–519. https://doi.org/10.2147/DMSO.S140250. Retrieved 4 December 2020. 

    Treatment for Constipation. (2018). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Retrieved 4 December 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation/treatment 

    Constipation Management and Treatment. (2020). Cleveland Clinic.Retrieved 4 December 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4059-constipation/management-and-treatment 

    Portalatin, M., & Winstead, N. (2012). Medical management of constipation. Clinics in colon and rectal surgery, 25(1), 12–19. https://doi.org/10.1055/s-0032-1301754. Retrieved 4 December 2020. 

    How is stress linked with constipation? (2019). The American Institute of Stress. Retrieved 4 December 2020, from https://www.stress.org/how-is-stress-linked-with-constipation 

    Chang, Y. M., El-Zaatari, M., & Kao, J. Y. (2014). Does stress induce bowel dysfunction?. Expert review of gastroenterology & hepatology, 8(6), 583–585. https://doi.org/10.1586/17474124.2014.911659. Retrieved 4 December 2020.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui May 13
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: