Kandungan Gula Dalam Buah, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gula dikenal dengan reputasi buruk. Padahal gula sendiri diperlukan tubuh sebagai energi utama untuk melakukan aktivitas. Namun, kebanyakan asupan gula juga membuat gula darah naik dan memicu perkembangan diabetes. Artinya, asupan gula harus dibatasi agar tubuh mendapatkan manfaat dari gula. Lalu bagaimana dengan kandungan gula dalam buah, apakah baik atau harus diwaspadai juga?

Apakah gula dalam buah juga tidak baik untuk kesehatan?

Dalam buah-buahan memang terkandung gula alami dalam bentuk fruktosa. Fruktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat. Berbeda dengan jenis karbohidrat lainnya seperti sukrosa dan glukosa, fruktosa mempunyai rasa yang lebih manis. Tak heran, fruktosa dalam bentuk sirup jagung tinggi fruktosa banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman.

Namun, fruktosa dalam buah tentu berbeda dengan pemanis sirup jagung tinggi fruktosa. Dilansir dari Mayo Clinic, buah rata-rata mengandung fruktosa sekitar 15 gram, sehingga hanya menyumbang sedikit kalori pada tubuh Anda. Selain itu, buah juga diperkaya dengan serat dan nutrisi.

Sedangkan, minuman atau makanan yang mengandung pemanis sirup jagung tinggi fruktosa mengandung kalori yang sangat tinggi. Sebotol minuman soda bisa mengandung sekitar 225 kalori dan tidak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh.

Selain itu, menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa fruktosa tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak. Ini lantaran tubuh mencernanya lebih lambat dibandingkan sukrosa (biasa ditemukan pada gula meja). Karena itu, mengonsumsi gula dalam buah tidak akan seburuk jika Anda banyak mengonsumsi gula yang terdapat pada kue, roti, biskuit, sirup, minuman kemasan, dan makanan manis lainnya.

Untuk penderita diabetes, bolehkah makan buah manis?

Banyak orang mengira diabetesi (orang dengan diabetes) tidak boleh makan yang manis-manis, termasuk buah manis. Hal ini tentu jadi membatasi asupan buah para diabetesi. Faktanya, kebanyakan buah mempunyai indeks glikemik (bagaimana makanan dapat memengaruhi kadar gula darah) yang rendah sampai sedang. Artinya, buah tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba.

Hal ini karena selain buah mengandung gula, buah juga mengandung banyak serat (jika dimakan dalam bentuk utuh, bukan di jus). Serat membantu pelepasan gula lebih lambat, sehingga gula darah tidak langsung meningkat setelah makan buah. Dibandingkan dengan gula dalam makanan lainnya, tampaknya gula dalam buah bisa menjadi sumber gula yang sehat.

Namun, bagi Anda yang punya diabetes, Anda harus tetap memerhatikan berapa banyak buah yang bisa Anda makan. Semua buah bisa Anda konsumsi, tapi tetap perhatikan porsinya. Dikhawatirkan, mengonsumsi terlalu banyak buah yang mengandung gula tinggi dapat memicu gula darah naik.

Beberapa buah yang mengandung gula cukup tinggi (lebih dari 10 gram per porsi) adalah apel, pisang, ceri, anggur, nanas, mangga, kiwi, dan pir. Sementara, buah yang mengandung gula cukup rendah (kurang dari 7 gram per porsi) adalah stroberi, pepaya, jambu, dan jeruk bali.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan yang tidak boleh dimakan saat perut kosong

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit