backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Meski Kecil, Buah Ceri Berikan 9 Manfaat Kesehatan Ini

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Meski Kecil, Buah Ceri Berikan 9 Manfaat Kesehatan Ini

Buah ceri merupakan buah kecil berwarna merah yang sering dijadikan hiasan di atas kue. Bukan hanya karena warna dan tampilannya yang cantik, buah ceri mengandung berbagai zat gizi yang baik untuk kesehatan. Apa saja kandungan dan manfaat buah ceri bagi kesehatan tubuh?

Kandungan gizi buah ceri

Buah kecil dengan warna merah yang cantik ini memiliki nama latin Prunus cerasus L. dan Prunus avium L.

Biasanya, orang-orang menyajikan buah ini sebagai manisan buah atau topping sebagai hiasan di atas kue. Anda juga bisa menikmati buah ini dalam sajian jus ceri.

Buah berwarna merah mirip buah kersen ini ternyata menyimpan banyak kandungan gizi yang berkhasiat. Dalam 100 gram buah ceri, terdapat berbagai zat gizi seperti berikut ini.

  • Protein: 1,1 gram (g).
  • Lemak: 0,2 g.
  • Karbohidrat: 16 g.
  • Gula: 13 g.
  • Kalsium: 13 miligram (mg).
  • Zat besi: 0,23 mg.
  • Kalium: 222 mg.
  • Thiamin (vitamin B1): 0,027 mg.
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,033 mg.
  • Niasin (vitamin B3): 0,154 mg.
  • Vitamin A: 3 mikrogram (mcg).
  • Kolin: 6,1 mg.
  • Vitamin C: 7 mg.
  • Folat: 4 mcg.
  • Vitamin  K: 2,1 mcg.
  • Vitamin E:  0,07 mg.

Manfaat buah ceri bagi kesehatan

Berikut ini ada berbagai khasiat buah ceri berdasarkan berbagai penelitian.

1. Mengatasi peradangan dan kerusakan otot

Peradangan adalah respons tubuh ketika melawan infeksi. Dalam jangka panjang, peradangan bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Studi tahun 2018 pada jurnal Nutrients menyebutkan bahwa makan ceri memberi manfaat dalam mengatasi peradangan.

Di samping itu, konsumsi makanan antiradang ini juga mempercepat pemulihan otot dari kerusakan akibat aktivitas olahraga.

Khasiat ini ada pada senyawa antosianin dan fenolik pada buah ceri.

2. Menjaga kadar kolesterol tetap stabil

Orang dengan berat badan berlebihan kerap kali memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Agar kadar kolesterol tetap stabil, pilihan makanan harus diperhatikan.

Anda yang obesitas bisa menambahkan buah ceri sebagai bagian dari diet sehat untuk mengendalikan berat badan.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi buah ceri selama 4 minggu pada orang yang obesitas dapat menurunkan kadar trigliserida (lemak darah).

Manfaat buah ceri ini berasal dari senyawa antosianin yang menurunkan trigliserida di hati. Menurunnya kadar lemak darah ini dapat melindungi orang yang obesitas dari penyakit jantung.

3. Mengurangi stres oksidatif

Stres oksidatif adalah pertanda bahwa tingkat radikal bebas lebih tinggi daripada pertahanan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh.

Biasanya stres oksidatif terjadi akibat tubuh terpapar radikal bebas, yakni molekul yang ada pada polusi, asap rokok tembakau, asap rokok eletrik atau vape.

Untungnya, stres oksidatif bisa Anda atasi dengan mengonsumsi makanan kaya antioksidan, seperti ceri.

Manfaat antioksidan pada ceri manis maupun ceri asam dapat mengurangi kerusakan sel akibat stres oksidatif.

4. Membantu menurunkan tekanan darah

Jika Anda ingin tekanan darah tetap normal, konsumsi ceri secara rutin bisa jadi salah satu cara mudahnya.

Buah ceri memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah karena merangsang penurunan endotelin-1 (ET-1) .

Endotelin adalah hasil sekresi endotelium yang menyebabkan pengecilan penampang pembuluh darah sehingga bisa meningkatkan tekanan darah.

Jika kadar endotelium menurun, artinya kadar tekanan darah juga akan menurun.

Buah ceri bagi ibu hamil juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Menjaga tekanan darah selama kehamilan sangat penting untuk mencegah terjadinya pre-eklamsia.

5. Memiliki potensi menurunkan risiko diabetes

Orang kurus cek diabetes

Khasiat buah ceri ternyata juga berpengaruh pada kadar gula darah yang berpotensi dalam pencegahan diabetes.

Hal ini berkat kandungan antosianin pada buah ceri dapat menurunkan gula darah dengan memperlambat produksi glukosa dari karbohidrat kompleks dan glukagon oleh sel alfa pankreas.

Efeknya ini dapat meningkatkan pengambilan glukosa hati dan merangsang produksi insulin oleh pankreas. Insulin sendiri merupakan hormon yang bertugas untuk mengatur kadar gula darah.

Itu artinya, jika produksi insulin meningkat, tubuh akan lebih mudah menurunkan kadar gula darah.

6. Menjaga kesehatan mental

Kandungan antosianin dan antioksidan, seperti polifenol, pada ceri ternyata memberikan manfaat pada kesehatan mental.

Pertama, senyawa tersebut bisa melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan fungsi otak dalam perihal memori.

Kedua, konsumsi buah ceri secara rutin dapat memperbaiki kualitas tidur, yang mana juga berkaitan erat dengan kesehatan mental.

Seseorang yang kurang tidur, biasanya memiliki suasana hati yang buruk keesokan harinya.

Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa menyebabkan seseorang mudah stres dan berisiko terkena gangguan mental.

7. Membantu mencegah kambuhnya radang sendi dan asam urat

Radang sendi atau artritis dan penyakit asam urat adalah kondisi yang umum terjadi dan membuat seseorang terhambat melakukan aktivitas harian karena gejala yang mengganggu.

Nah, buah ceri ternyata punya manfaat untuk orang dengan asam urat dan radang sendi. Konsumsi buah ceri segar secara rutin bisa mencegah kambuhnya gejala radang sendi.

Di samping itu, buah ceri dapat mengembalikan konsentrasi asam urat plasma ke tingkat normal.

8. Membantu tidur lebih nyenyak 

bahaya tidur setelah sahur

Manfaat ceri selanjutnya yaitu dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur. Hal ini tertulis dalam salah satu penelitian pada jurnal American Journal of Therapeutics.

Penelitian tersebut dilakukan pada orang berusia 50 tahun ke atas yang menderita insomnia. Peserta kemudian secara acak diberikan 8 ons jus ceri dan plasebo selama 2 minggu. 

Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi jus ceri mengalami peningkatan waktu tidur dan tidur lebih nyenyak. Manfaat ceri ini berkat kandungan melatonin yang di dalamnya. 

Melatonin membantu menyesuaikan jam biologis tubuh untuk tidur dan bangun pada waktu yang sesuai. Ini memengaruhi kualitas tidur karena tubuh lebih siap untuk tidur saat melatonin mencapai puncaknya.

9. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat cherry selanjutnya yaitu menjaga kesehatan jantung. Pasalnya dalam secangkir ceri segar atau 100 gram terdalam kalium dan sterol dalam jumlah tinggi. 

Kalium membantu mengatur tekanan darah dengan cara menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. 

Dengan memperoleh cukup kalium dari makanan seperti ceri, Anda dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda dan mengurangi risiko penyakit jantung

Selain itu, sterol dalam buah ceri membantu menstabilkan kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang stabil merupakan kunci penting agar jantung tetap sehat dan terbebas dari penyakit.

Apa saja manfaat buah ceri?

Berikut ini berbagai manfaat buah ceri untuk kesehatan.
  • Mengatasi peradangan dan kerusakan otot.
  • Menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
  • Mengurangi stres oksidatif.
  • Membantu menurunkan tekanan darah.
  • Memiliki potensi menurunkan risiko diabetes.
  • Menjaga kesehatan mental.
  • Membantu mencegah kambuhnya radang sendi dan asam urat.
  • Membantu tidur lebih nyenyak.
  • Menjaga kesehatan jantung.

Tips aman menikmati buah ceri

Manfaat buah ceri sangat sayang bila Anda lewatkan, bukan? Tenang, Anda bisa mendapatkan manfaat dari buah ini dengan menambahkannya ke dalam camilan Anda.

Di pasaran, tersedia buah ceri segar dan dalam sajian manisan buah. Namun, Anda lebih baik memilih buah ceri segar karena kandungan nutrisinya masih lengkap dan tentunya tidak mengandung gula tambahan.

Selain menikmatinya buahnya secara langsung, Anda bisa menyajikannya sebagai salad buah, jus, smoothies, atau puding buah.

Jangan lupa, untuk mencuci buah lebih dahulu sebelum Anda konsumsi. Pastikan juga Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi buah ini.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan