Maag (Dispepsia)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu maag?

Maag adalah istilah yang mencakup berbagai gejala tidak nyaman atau keluhan-keluhan sakit karena gangguan pada sistem pencernaan (indigestion).

Sebagian besar orang menggambarkan sakit maag dengan keluhan sakit perut atau perih, perut kembung, mual dan ingin muntah, rasa panas di dada dan ulu hati (heartburn), rasa asam di tenggorokan dan mulut, hingga sendawa berlebih.

Dengan kata lain, maag bukan sebuah penyakit khusus yang berdiri sendiri melainkan kelompok gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu. Dalam kamus medis yang resmi, kumpulan gejala akibat masalah pencernaan disebut dengan dispepsia.

Meski bukan suatu penyakit khusus, tapi hadirnya sekumpulan gejala gangguan pencernaan ini tidak boleh Anda sepelekan. Tidak menutup kemungkinan kondisi ini bisa menjadi tanda sekaligus risiko munculnya masalah kesehatan yang lebih parah.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Maag adalah kumpulan gejala gangguan pencernaan yang cukup umum.

Siapa saja bisa mengalami sakit maag. Namun, hanya orang yang memiliki penyakit tertentu seperti refluks asam lambung (GERD) dan tukak lambung yang berisiko lebih tinggi dan akan menunjukkan gejala maag.

Gejala-gejala yang muncul pada setiap orang pun tidak selalu sama. Selain itu, frekuensi munculnya maag yang dialami oleh setiap orang pun bisa berbeda-beda. Ada yang cukup sering mengalaminya, tapi ada juga yang sangat jarang.

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Maag adalah penyakit yang dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko yang Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala sakit maag?

Setiap orang mengalami gejala maag yang berbeda-beda. Namun, gejala maag yang paling umum terjadi adalah:

  • Sakit perut
  • Perut kembung karena penumpukan jumlah gas
  • Mual dan muntah
  • Perut terasa panas
  • Muncul rasa tidak nyaman di perut bagian atas
  • Mengalami sensasi seperti terbakar di bagian ulu hati yang bisa mengalir sampai ke dada (heartburn)
  • Mudah bersendawa
  • Mudah merasa kenyang padahal baru makan beberapa suap, atau setelah makan makanan dalam porsi normal
  • Merasa sangat kekenyangan setelah makan, yang biasanya bisa berlangsung cukup lama.
  • Timbul rasa asam di mulut

Bahkan terkadang, maag atau masalah pencernaan yang menandakan adanya suatu penyakit tertentu bisa membuat Anda mengalami heartburn.

Heartburn adalah timbulnya rasa atau sensasi seperti panas seperti terbakar di bagian tengah dada yang dapat menyebar sampai ke leher dan punggung. Kondisi yang tentu membuat tubuh tidak nyaman tersebut, biasanya mulai terasa saat sedang makan, maupun setelah selesai makan.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Maag bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang mendasarinya. Maka, jangan tunda untuk memeriksakan kondisi ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Muntah sering dan parah, atau ada darah dalam muntahan Anda
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Kesulitan saat menelan makanan maupun minuman
  • Sakit dada
  • Mata dan kulit berwarna kuning
  • Sulit bernafas
  • Dada terasa panas
  • Tubuh terasa lemas

Bukan hanya itu. Kondisi sakit maag kadang bisa memburuk sewaktu-waktu, tergantung keparahannya. Maka itu, penting untuk segera mendapatkan pertolongan medis ketika tanda dari sakit maag semakin parah, seperti:

  • Napas tersengal, susah bernapas, keringat mengucur deras, hingga nyeri dada yang menjalar sampai ke rahang, leher, atau lengan.
  • Dada terasa nyeri saat sedang beraktivitas maupun ketika mengalami stres.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda.

Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab sakit maag?

Sakit maag tidak dianggap sebagai penyakit sesungguhnya, alias hanya sebatas kumpulan dari berbagai gejala atas suatu penyakit lainnya. Itu sebabnya, kondisi gangguan pencernaan ini memiliki banyak kemungkinan penyebab di baliknya.

Pertama-tama, coba telaah kembali gaya hidup yang selama ini Anda lakukan. Pasalnya, mungkin saja kemunculan gangguan pencernaan ini memang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan tidak teratur.

Berikut adalah berbagai penyebab dan pemicu sakit maag akibat gaya hidup, seperti:

  • Porsi makan yang terlalu banyak
  • Makan terlalu cepat
  • Terlalu sering makan makanan pedas dan asin
  • Terlalu sering minum minuman beralkohol
  • Banyak minum minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cokelat
  • Gemar minum minuman bersoda atau berkarbonasi lainnya
  • Merokok
  • Kecemasan dan stres
  • Kebiasaan makan mendekati waktu tidur

Di sisi lain, sakit maag juga bisa disebabkan oleh beragam penyakit yang dipicu oleh penyakit pada sistem pencernaan. 

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kondisi tersebut yakni:

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung. Sebuah kondisi saat asam lambung mengalir naik ke kerongkongan Anda, sehingga berisiko mengiritasi dan bahkan merusak kerongkongan
  • Peradangan lambung (gastritis), yakni adanya peradangan atau pembengkakan pada lapisan kulit dalam lambung
  • Irritable bowel syndrome (IBS), yakni iritasi usus disertai dengan kontraksi tidak teratur pada bagian usus besar
  • Infeksi perut, yang biasanya disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.
  • Tukak lambung, yakni luka tipis atau lubang yang muncul di dinding perut Anda
  • Kanker perut
  • Penyakit Celiac
  • Batu empedu
  • Sembelit atau konstipasi
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Obesitas, yang berisiko meningkatkan kemungkinan Anda untuk mengalami gangguan pencernaan

Selain itu, ternyata beberapa jenis obat-obat tertentu juga bisa menyebabkan sakit maag, seperti:

  • Aspirin dan golongan obat penghilang rasa sakit atau NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi)
  • Obat yang memiliki kandungan nitrat di dalamnya, biasanya untuk mengobati hipertensi
  • Estrogen dan pil KB
  • Obat steroid
  • Beberapa jenis antibiotik
  • Obat untuk penyakit tiroid

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami sakit maag?

Sakit maag adalah kondisi yang sangat umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tidak peduli berapa usia dan apa jenis kelaminnya.

Maag pada umumnya dipicu oleh gangguan pada produksi cairan asam lambung. Asam lambung sendiri adalah enzim yang diproduksi tubuh secara alami. Gunanya adalah mencerna makanan.

Ketika asam lambung diproduksi terlalu banyak atau bila asam lambung naik ke kerongkongan, ini akan menyebabkan gejala-gejala yang dikenal dengan sebutan sakit maag.

Semua orang memang punya asam lambung seperti halnya semua orang punya kadar gula dalam darahnya. Akan tetapi, asam lambung tidak akan menjadi penyakit maag kalau tidak dipicu oleh faktor-faktor risikonya.

Selain beberapa penyakit dan penyebab potensial yang disebutkan di atas, faktor risiko yang paling umum memicu sakit maag adalah kebiasaan sehari-hari seperti:

  • Merokok
  • Minum alkohol
  • Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
  • Stres dan kelelahan
  • Masalah lainnya pada sistem pencernaan

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin timbul dari sakit maag?

Pada dasarnya, gangguan pencernaan yang satu ini tidak selalu menimbulkan efek komplikasi yang parah. Hanya saja, sakit dan keluhan yang ditimbulkan dari maag ini bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, karena membuat Anda merasa tidak nyaman hingga malas makan.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga kalau kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi. Biasanya, hal ini terjadi karena sakit maag tersebut disebabkan oleh penyakit lain. Ambil contohnya, GERD, radang lambung, dan lain sebagainya.

Beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit lain yang menyebabkan maag adalah sebagai berikut:

1. Penyempitan kerongkongan (esophageal stricture)

Penyempitan kerongkongan ditandai dengan munculnya luka atau peradangan pada bagian bawah kerongkongan, karena kenaikan asam lambung. Selain kerongkongan, lapisan sensitif pada lambung alias mukosa juga mengalami iritasi.

Iritasi tersebut bisa mempengaruhi kondisi kerongkongan, dengan membentuk jaringan parut. Kehadiran jaringan parut tersebut yang pada akhirnya membuat jalur masuk makanan menjadi menyempit.

2. Susah menelan makanan

Orang yang mengalami penyempitan kerongkongan biasanya disertai dengan keluhan susah saat menelan makanan. Alhasil, makanan justru tersangkut di tenggorokan, sehingga tak jarang menyebabkan munculnya nyeri dada.

3. Luka terbuka di kerongkongan

Luka terbuka yang muncul di kerongkongan ini disebabkan oleh naiknya asam lambung yang sudah tergolong parah. Akibatnya, kerongkongan bisa berdarah, sakit, dan membuat susah atau tidak nyaman saat menelan.

Bahkan, keparahan asam lambung yang naik ke kerongkongan, bisa mengakibatkan perubahan pada jaringan yang melapisi kerongkongan. Perubahan tersebut bisa berujung pada peningkatan risiko kanker esofagus (kerongkongan).

4. Stenosis pilorus

Stenosis pilorus terjadi ketika kenaikan asam lambung mengakibatkan timbulnya iritasi jangka panjang pada lapisan pencernaan. Pilorus adalah sebuah jalur yang ada di antara lambung dan usus kecil.

Stenosis pilorus akan membuat bagian pilorus pada sistem pencernaan tersebut menyempit. Akhirnya, makanan tidak dapat dicerna dengan baik.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis maag?

Mula-mula, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala, pola makan, dan riwayat medis terlebih dahulu. Demi memastikan kondisi apa yang sebenarnya sedang Anda alami, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik.

Jika perlu, mungkin dibutuhkan beberapa tes untuk lebih memastikan kondisi Anda, serta mengetahui penyakit lain yang menyebabkan sakit maag. Berikut pilihan pemeriksaan untuk memastikan sakit maag:

Tes pencitraan

Tes pencitraan, seperti x-ray atau rontgen, USG perut, atau CT-scan. Tujuannya untuk memeriksa kemungkinan adanya penyumbatan maupun masalah pencernaan lainnya.

Tes pemeriksaan bakteri

Tes ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).  Tes akan dilakukan tergantung pada tingkat keparahan gejala yang Anda alami dan faktor lainnya.

Namun, tes yang satu ini lebih banyak ditujukan bagi pengidap tukak lambung. Tes pemeriksaan termasuk tes antigen tinja, tes napas, atau juga tes darah.

Endoskopi

Tes ini dilakukan untuk memeriksa adanya masalah pada saluran pencernaan bagian atas, terutama pada pasien yang tidak menanggapi pengobatan biasanya. Caranya dengan memasukkan tabung tipis panjang dengan kamera ke dalam perut untuk mengetahui secara rinci.

Tes fungsi hati

Organ hati memproduksi empedu (cairan pencernaan yang digunakan untuk memecah lemak). Adanya masalah pada organ hati dapat mengurangi produksi empedu, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.

Apa saja pilihan pengobatan untuk meredakan sakit maag?

Pengobatan yang diberikan dokter bertujuan untuk mengurangi gejala maag, sekaligus membantu memperbaiki kondisi kesehatan Anda. Dengan demikian, pemberian obat resep dokter biasanya tergantung pada masalah pencernaan yang mendasarinya.

Berikut berbagai pilihan obat untuk membantu memulihkan sakit maag adalah:

1. Antasida

Antasida bekerja dengan cara melawan efek buruk dari kenaikan asam lambung. Contoh obat ini meliputi Alka-Seltzer, Maalox, Rolaids, Riopan, dan Mylanta.

Antasida biasanya direkomendasikan sebagai salah satu perawatan yang paling awal untuk mengobati sakit maag atau gangguan pada pencernaan.

2. Proton pump inhibitor (PPI)

Esomeprazole (Nexium), lansoprazole (Prevacid), omeprazole (Prilosec, Zegerid), pantoprazole (Protonix), rabeprazole (Aciphex), dan dexlansoprazole (Dexilant) adalah jenis obat PPI.

Obat penghambat pompa inhibitor ini bisa dibeli bebas maupun diperoleh melalui resep dokter, sesuai dengan keluhan yang Anda alami.

Obat PPI dapat membantu menurunkan kadar asam lambung, serta ditujukan bagi Anda yang sering mengalami heartbun akibat GERD.

3. H-2 receptor antagonists (H2RAs)

Obat H-2 receptor antagonists bertugas untuk menurunkan kadar asam lambung, dan dapat bertahan lebih lama ketimbang obat antasida. Namun jika dibandingkan dengan antasida, kerja obat H2RAs ini cenderung lebih lambat.

Contoh kelompok obat ini meliputi Zantac, Tagamet, Pepcid, dan Axid, yang bisa dibeli bebas (OTC) maupun dengan dosis yang lebih tinggi melalui resep dokter.

4. Prokinetik

Prokinetik adalah jenis obat yang berguna untuk mempercepat pengosongan perut dan membantu memperkuat otot bagian bawah kerongkongan. Obat ini biasanya bisa didapatkan atas anjuran dari dokter.

5. Antibiotik

Obat-obatan antibiotik hanya akan diberikan jika sakit maag dipicu oleh penyakit yang berasal dari bakteri H. pylori. Antibiotik akan membantu melawan bakteri penyebab gangguan pencernaan tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi maag?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi berbagai gejala maag adalah:

  • Makan makanan hanya dalam porsi yang sesuai.
  • Usahakan untuk selalu makan tepat waktu.
  • Perhatikan menu makanan yang dimakan, jangan terlalu pedas, asin, dan berlemak.
  • Cobalah untuk makan secara perlahan.
  • Cobalah untuk menghentikan atau mengurangi merokok.
  • Jaga berat badan agar tetap sehat.
  • Kurangi jumlah asupan kopi, minuman ringan, dan asupan alkohol.
  • Diskusikan dengan dokter Anda untuk mengganti obat-obatan yang mengiritasi lapisan lambung, seperti NSAID dan aspirin.
  • Kelola stres dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pencegahan

Apa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini?

Jika tidak ingin mengalami sakit maag, sebaiknya patuhi beberapa aturan pencegahan sebagai berikut:

  • Hindari makan larut malam atau tidak tepat waktu.
  • Makan dalam porsi secukupnya dan tidak terlalu berlebihan.
  • Makan makanan pedas dan berlemak dalam porsi yang cukup.
  • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol.
  • Perhatikan jumlah minuman berkafein yang Anda konsumsi, jangan terlalu banyak.
  • Jangan memaksa langsung berolahraga dalam keadaan perut penuh setelah makan.
  • Jangan langsung berbaring atau tidur setelah makan, sebaiknya beri jeda sekitar 2-3 jam.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

    Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

    Salah satu efek yang paling sering dikeluhkan setelah minum kopi adalah rasa mual. Ini berbagai penyebab dan tips mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

    Tak jarang orang memilih obat alami untuk bantu atasi maag. Apakah sajakah obat herbal yang bisa membantu atasi sakit maag? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Gastritis, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

    Gangguan lambung biasa tentu memiliki gejala yang berbeda dengan maag. Keduanya memiliki gejala yang menganggu dan perlu segera diatasi.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    gangguan lambung
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makan tidak teratur

    6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    tanda cacingan

    Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    bahan kimia alat masak celiac

    Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit