Pingsan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu syncope?

Pingsan atau syncope adalah kehilangan kesadaran selama beberapa saat. Ini berlangsung hanya selama beberapa menit dan bisa langsung pulih total. 

Dalam sebagian besar kasus, syncope muncul karena tekanan darah rendah yang menyebabkan berkurangnya aliran darah menuju otak, atau jantung tidak cukup menyuplai darah kaya oksigen ke otak.

Menurut American Heart Association, syncope adalah gejala yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari kondisi ringan sampai yang mengancam jiwa. Banyak faktor yang tidak mengancam jiwa, seperti kepanasan, dehidrasi, terlalu banyak berkeringat, atau kelelahan yang menyebabkan pingsan. 

Namun, beberapa masalah jantung, seperti bradikardia, takikardia atau obstruksi aliran darah, juga dapat menyebabkan kondisi ini. 

Seberapa umum syncope?

Syncope bisa terjadi tergantung pada kondisi kesehatan. Orang yang sakit-sakitan atau jantungnya bermasalah lebih sering pingsan. Ini adalah kondisi umum, hanya 3% kasus darurat dan 6% dirawat di rumah sakit.

Kondisi ini lebih umum terjadi ketika Anda bertambah tua dan menyerang hingga 6% dari orang berusia lebih dari 75 tahun. Namun, kondisi tersebut bisa muncul pada usia berapapun dan pada semua orang, bahkan yang tidak memiliki masalah kesehatan apapun. 

Gejala

Apa saja tanda dan gejala syncope?

Gejala yang paling umum kondisi syncope adalah:

  • Pandangan terasa gelap
  • Merasa pusing
  • Jatuh tanpa alasan
  • Merasa pusing
  • Merasa mengantuk atau grogi
  • Pingsan, terutama setelah makan atau berolahraga
  • Merasa tidak stabil atau lemah saat berdiri
  • Perubahan dalam penglihatan, seperti melihat bintik-bintik
  • Sakit kepala.

Gejala syncope mungkin muncul dalam hitungan detik sebelum pingsan, termasuk detak jantung yang terlalu cepat atau lambat atau tidak teratur. Gejala lain meliputi mengantuk atau napas pendek, mual, mendadak terlalu banyak berkeringat atau pusing, dan telinga berdenging.

Pingsan bisa jadi gejala masalah serius. Jadi, penting untuk meminta perawatan segera setelah Anda mengalami kondisi ini. Kebanyakan orang bisa mencegah masalah akibat syncope ketika mereka mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat. 

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum. Jika ada pertanyaan tentang tanda-tanda penyakit, konsultasi dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda mungkin pingsan karena panik, merasa sakit, terlalu capek, lapar, atau terlalu banyak minum. Ini bisa hilang setelah tubuh pulih. Namun, Anda harus dirawat di rumah sakit bila Anda mengalami gejala sesak di dada, nafas pendek, atau ada riwayat penyakit jantung.

Kebanyakan kasus pingsan tidak menyebabkan kekhawatiran dan tidak membutuhkan perawatan khusus, tapi ada beberapa pingsan yang merupakan keadaan darurat medis. 

Hubungi dokter jika Anda mengalami hal-hal di bawah ini:

  • Tidak punya pengalaman syncope sebelumnya
  • Mengalami syncope berkali-kali
  • Melukai Anda sendiri ketika syncope
  • Menderita diabetes
  • Hamil
  • Mempunyai riwayat penyakit jantung
  • Mengalami kondisi sakit pada dada dan detak jantung tidak teratur sebelum Anda kehilangan kesadaran
  • Perlu waktu lebih dari beberapa menit untuk dapat sadar kembali. 

Penyebab

Apa penyebab syncope?

Biasanya terkait dengan tidak cukupnya aliran darah ke dalam otak.  Penyebab tersering adalah saraf yang mengatur denyut jantung dan pembuluh darah terganggu sesaat karena dipicu beberapa hal. 

Menurut Harvard Medical School, pingsan mungkin disebabkan oleh sesuatu yang serius, seperti masalah jantung atau kejang. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh sesuatu yang sepele, seperti tertawa terlalu keras. 

Sementara itu American Heart Association membagi penyebab pingsan ke dalam tiga bagian utama, yaitu berhubungan dengan jantung, tidak berhubungan dengan jantung, dan tidak diketahui. Berikut ulasan lengkapnya:

Penyebab yang berhubungan dengan jantung (cardiac)

Beberapa penyebab pingsan yang berhubungan dengan jantung adalah:

  • Kelainan jantung

Kelainan jantung dapat menyebabkan syncope karena pengurangan aliran darah ke otak sementara. Kondisi ini muncul jika sistem listrik di jantung tidak berfungsi. Syncope juga bisa terjadi jika ada sumbatan aliran darah keluar dari jantung yang disebabkan oleh katup jantung yang sempit atau otot jantung yang tebal. 

  • Denyut jantung terlalu lambat

Denyut jantung yang terlalu lambat (kurang dari 40 denyut per menit) dapat berkembang dari disfungsi alat pacu jantung atau kerusakan alami pada jaringan listrik di jantung. Kondisi ini berkembang akibat penuaan atau efek samping obat-obatan. 

  • Katup jantung menyempit

Katup jantung yang sempit, khususnya katup aorta, dapat menyebabkan syncope. Ini paling sering terjadi ketika Anda berolahraga atau minum obat yang dapat menyebabkan tekanan darah menurun. Hal ini disebabkan oleh penuaan dan dapat diwariskan. 

  • Penebalan ekstrem otot jantung

Penebalan otot jantung yang ekstrem (hypertrophic cardiomyopathy) juga dapat menghambat aliran darah dan menyebabkan syncope atau pingsan. 

Penyebab yang tidak berhubungan dengan jantung (noncardiac)

Untungnya, sebagian besar pingsan atau syncope tidak berhubungan dengan jantung. Vasomotor syncope adalah penyebab umum dari syncope.

Hal ini terjadi ketika sebagian besar darah berkumpul di kaki. Ini menyebabkan penurunan tekanan darah, kurangnya aliran darah ke otak, dan akhirnya pingsan. 

Dua mekanisme utama vasomotor syncope adalah:

  1. Hipotensi ortostatik

Kondisi ini merupakan penurunan tekanan darah saat berdiri. Hipotensi ortostatik biasanya terjadi sebagai akibat dari dehidrasi, penggunaan obat resep, dan diabetes. 

  1. Vasovagal

Lebih dari 80% kejadian pingsan adalah vasovagal. Kondisi ini terjadi ketika Anda terpapar beberapa jenis stimulus (seperti berdiri dalam waktu yang lama), sebuah refleks yang dikendalikan pusat vasomotor di batang otak di mulai. 

Pusat vasomotor ini yang mempertahankan tingkat normal kontraksi pembuluh darah dan memberi sinyal pembuluh darah di kaki untuk melebar. Hal ini menyebabkan pengumpulan darah di kaki dan akhirnya pingsan atau syncope. 

Kondisi ini juga menyebabkan penurunan detak jantung. Setelah Anda jatuh, gravitasi tidak lagi menarik darah dari otak, dan kesadaran akan segera kembali. 

Refleks vasovagal dapat diaktifkan dengan berbagai stimulasi, yaitu:

  • Merasakan sakit yang ekstrem
  • Berdiri di daerah panas dan penuh sesak
  • Melihat darah
  • Mandi air hangat
  • Buang air kecil atau buang air besar. 

Penyebab neurologis yang paling umum dari pingsan adalah kejang. 

Stroke juga dapat menyebabkan syncope. Subtipe tertentu dari stroke yang mempengaruhi bagian belakang otak dapat mengakibatkan stabilitas dan jatuh secara tiba-tiba. Namun, biasanya Anda akan sadar lagi dengan segera.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk syncope?

Pingsan adalah kondisi yang umum, tapi orang dewasa berusia di atas 80 tahun punya risiko yang paling tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan meninggal karena kondisi ini. 

Orang yang lebih muda tanpa penyakit jantung, tapi pernah mengalami pingsan atau syncope ketika berdiri atau pernah mengalami stres atau pemicu situasional tertentu tidak punya risiko yang sama untuk mengalami cardiac syncope.

Faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko cardiac syncope adalah:

  • Orang berusia di atas 60 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Punya penyakit jantung
  • Jantung berdebar singkat dan tiba-tiba kehilangan kesadaran
  • Pingsan saat beraktivitas
  • Pingsan saat terlentang
  • Pemeriksaan jantung abnormal
  • Punya riwayat keluarga yang bisa mewarisi kondisi. 

Tidak mempunyai faktor risiko bukan berarti tidak terkena kondisi ini.  Faktor ini hanya sebagai referensi. Konsultasi dengan dokter untuk lebih banyak detail. 

Diagnosis

Apa saja langkah yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis syncope?

Ketika Anda tiba di rumah sakit, tim medis akan melakukan pemeriksaan pada tekanan darah Anda dan bertanya apakah Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu. Selain itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan di bawah ini:

  • Electrocardiogram (ECG)

Jika dokter menduga pingsan terjadi karena masalah jantung, Anda akan diminta melakukan pemeriksaan ECG. 

  • Tes sinus karotis

Jika dokter menduga Anda pingsan karena sindrom sinus karotis, mereka mungkin akan memijat sinus karotid Anda untuk membuktikan dugaan tersebut. 

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk melihat kondisi lain, seperti diabetes atau anemia. Dokter akan memeriksa tekanan darah Anda ketika berbaring dan berdiri. Anda mungkin mengalami hipotensi ortostatik jika tekanan darah Anda turun setelah berdiri. 

Berbagai pemeriksaan tersebut akan membantu dokter menentukan penyebab Anda pingsan atau syncope. Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan lain, seperti studi elektrofisiologi, pemeriksaan sistem saraf otonom, evaluasi neurologis, dan pemindaian computed tomography (CT).  

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk syncope?

Biasanya, Anda akan sembuh sendiri setelah pingsan. Jika jantung tidak cukup memompa darah, kondisi jantung harus diperiksa. Dokter mungkin menyarankan menemui spesialis jantung (kardiologis) untuk tes tambahan.

Bagi orang dengan tekanan darah rendah (hipotensi) atau penyakit jantung, obat-obatan yang mungkin membuat pingsan akan berhenti diminum.

Pilihan perawatan yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mengatasi syncope adalah:

  • Konsumsi obat atau buatlah perubahan pada obat-obatan yang telah Anda konsumsi. 
  • Kenakan pakaian pendukung atau stoking kompresi untuk meningkatkan sirkulasi darah. 
  • Buatlah perubahan pada pola makan Anda. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda mengonsumsi makanan dengan porsi kecil, tapi sering; perbanyak garam; perbanyak minum; hindari kafein. 

Pengobatan untuk cardiac syncope 

Bergantung pada diagnosis, cardiac syncope atau syncope yang berhubungan dengan jantung dapat dihentikan atau dikendalikan dengan satu atau lebih terapi berikut ini:

  • Penyisipan alat pacu jantung

Cara ini adalah pengobatan standar untuk pingsan atau syncope yang disebabkan oleh detak jantung yang lambat (bradikardia). Alat pacu jantung terus menerus memonitor detak jantung alami.

Ini memberikan impuls listrik untuk merangsang atau mempercepat kontraksi otot jantung jika detak jantung turun di bawah sejumlah detak per menit. 

  • Perawatan untuk detak jantung yang cepat

Perawatan ini tergantung pada apakah itu terjadi di bilik atas (atria) atau bilik bawah (ventrikel). Perawatan ini termasuk pengobatan untuk mengontrol detak jantung dan penyakit penyebab, ablasi kateter, pengaturan kardioversi, dan penggunaan alat implantable cardioverter defibrillator (ICD).

Pertolongan pertama

Apa yang harus saya lakukan jika saya pingsan atau syncope?

Beberapa langkah jika Anda mengalami syncope adalah:

  • Jika Anda merasa akan kehilangan kesadaran, berbaring

Posisikan diri Anda sehingga kepala Anda rendah dan kaki Anda terangkat. Cara ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak Anda. Berbaring juga menurunkan risiko cedera jika Anda pingsan. 

  • Jika Anda tidak bisa berbaring, duduk

Anda mungkin tidak dapat berbaring karena tidak memungkinkan. Pada kasus ini, duduk dan letakkan kepala Anda di antara lutut untuk meningkatkan aliran darah ke otak.

  • Tetaplah berbaring atau duduk hingga keinginan untuk pingsan pergi

Jangan berdiri terlalu cepat karena akan membuat Anda merasa ingin pingsan lagi.

Tidak semua pingsan atau syncope berbahasa. Namun, lebih baik Anda mendapatkan perhatian medis dan memastikan orang lain menyetir untuk Anda. 

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu orang lain yang syncope?

Jika Anda melihat orang lain pingsan di dekat Anda, lakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Lakukan pemeriksaan fisik

Lakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan tidak ada cedera pada orang yang Anda tolong. Anda juga harus memastikan dia masih bernapas. 

Jika tidak ada cedera dan orang itu masih bernapas, angkat kaki orang itu hingga di atas jantung, sekitar 30 cm, jika memungkinkan. Longgarkan ikat pinggang atau kerah.

Untuk menghindari kemungkinan pingsan lagi, jangan membangunkan orang tersebut terlalu cepat. Jika orang itu tidak juga sadar sampai satu menit, segera hubungi tim medis. 

  • Periksa pernapasan

Jika orang tersebut tidak bernapas, lakukan pertolongan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dan langsung menghubungi tenaga medis. Lakukan pertolongan itu hingga tim medis datang membantu. 

Pencegahan

Apa langkah yang bisa saya lakukan untuk menghindari pingsan atau syncope?

Langkah yang bisa dilakukan untuk terhindar dari syncope adalah:

  • Jangan melewatkan makan

Anda mungkin bisa mengurangi porsi, tapi makan dengan lebih sering. 

  • Minum yang banyak

Cara ini bisa mencegah pingsan karena dehidrasi. 

  • Pahamilah bahwa ada faktor eksternal atau pemicu yang dapat menyebabkan Anda pingsan

Ini bisa termasuk penglihatan darah, suntikan, atau rasa sakit yang hebat. Jika memungkinkan, cobalah menghindari berbagai situasi yang dapat memicu pingsan. 

  • Jangan terburu-buru bangkit dari duduk atau berbaring

Berdiri terlalu cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan mencegah aliran darah yang cukup ke otak. 

  • Hindari pakaian dengan kerah yang ketat

Cara ini bisa mencegah syncope akibat sinus karotis.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber