Luka Bakar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu luka bakar?

Luka bakar adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan tubuh manusia. Kerusakan diakibatkan oleh panas, zat kimia, listrik, sinar matahari, atau radiasi. Kondisi ini merupakan masalah medis yang tergolong ringan hingga mengancam nyawa.

Kondisi ini memiliki ciri khas kerusakan parah pada kulit, yang menyebabkan sel-sel pada kulit yang terdampak mati. Penyebab yang paling umum adalah cairan panas, kebakaran, dan zat atau cairan yang mudah terbakar.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan pembengkakan, kulit melepuh, terbentuk luka, dan pada beberapa kasus yang parah bisa mengakibatkan syok dan kematian. Infeksi pun juga berisiko terjadi karena lapisan pelindung kulit mengalami kerusakan.

Pengobatan pada luka bakar tergantung pada penyebabnya, seberapa parah, dan berapa banyak bagian tubuh yang terdampak. Krim antibiotik biasanya digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi.

Pada kondisi yang lebih serius, kulit yang terluka dapat diganti dengan prosedur operasi.

Seberapa umumkah luka bakar?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan dapat menimpa siapa saja dari berbagai golongan usia.

Menurut World Health Organization, sekitar 265.000 kasus kematian setiap tahunnya disebabkan oleh luka bakar. Sebanyak 96% luka akibat kebakaran yang fatal terjadi di negara-negara berpendapatan sedang dan rendah.

Tidak hanya memakan korban jiwa, jutaan orang juga mengalami cacat seumur hidup, yang disertai pula dengan diskriminasi dan stigma dari orang-orang sekitar.

Selain itu, wanita lebih rentan mengalami luka karena mereka sering melakukan kegiatan rumah tangga, terutama memasak. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi anak-anak karena anak-anak cenderung ceroboh dan memiliki rasa ingin tahu pada objek yang mudah terbakar.

Derajat

Bagaimana derajat luka bakar diklasifikasikan?

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar terbagi menjadi beberapa klasifikasi yang berbeda. Berikut adalah derajat-derajatnya:

1. Derajat pertama

Disebut juga sebagai luka bakar superfisial, luka pada derajat pertama hanya memengaruhi bagian terluar lapisan kulit atau epidermis. Luka ini biasanya akan sembuh lebih cepat dan tidak akan meninggalkan kerusakan jangka panjang.

Luka derajat pertama ditandai dengan kulit yang kemerahan dan sedikit rasa nyeri. Contoh yang paling umum ditemukan adalah sunburn atau terbakar matahari.

2. Derajat kedua

Pada derajat ini, luka dibedakan menjadi superfisial dan dalam.

Pada luka bakar derajat dua superfisial, kulit akan menunjukkan warna merah terang, melepuh, bengkak, dan mengkilap atau basah. Luka akan terasa sakit ketika disentuh. Derajat ini mengenai lapisan epidermis dan lapisan dermis atas, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis.

Sedangkan luka bakar derajat dua dalam bercirikan kulit kering, pucat dan memutih saat ditekan. Pada derajat ini, luka mengenai keseluruhan epidermis dan sebagian dermis.

Dalam beberapa kasus yang lebih parah, luka akan meninggalkan bekas dan perubahan warna kulit yang bersifat permanen.

3. Derajat ketiga

Luka derajat ketiga merusak lapisan epidermis dan dermis sepenuhnya. Luka juga dapat mengenai jaringan subkutan, lapisan kulit yang paling dalam. Tampilan luka tidak lagi berwarna merah, namun akan tampak coklat, putih, kuning, atau terlihat hangus.

Luka pada derajat ini tidak terasa sakit saat disentuh karena telah merusak saraf bagian kulit yang terdampak.

4. Derajat keempat

Ini adalah derajat yang paling parah dan dalam. Luka derajat keempat berpotensi membahayakan nyawa. Pada tingkatan ini, seluruh lapisan kulit telah rusak dan mencapai tulang serta otot Anda.

Derajat luka terkadang dapat berubah apabila luka menyebar hingga ke bagian terdalam kulit. Luka yang serius dapat mengakibatkan komplikasi, seperti infeksi tulang dan masalah pada sendi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala luka bakar?

Anda mungkin pernah melihat atau mengalami luka bakar sebelumnya, misalnya akibat kegiatan memasak atau memperbaiki mobil. Tergantung pada tingkatan luka, gejala yang muncul mungkin berbeda.

Umumnya, tanda-tanda dan gejala meliputi:

  • Kulit kemerahan
  • Rasa sakit di area luka
  • Lecet
  • Kulit membengkak
  • Kulit mengelupas
  • Kulit melepuh
  • Perubahan warna kulit menjadi putih, coklat, kuning, atau hitam

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika luka Anda lebih parah dan menyebabkan rasa sakit yang tidak wajar, silakan pergi ke dokter untuk segera diobati.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Untuk luka bakar derajat pertama, biasanya Anda dapat menanganinya sendiri dengan pengobatan rumahan. Namun, apabila Anda telah mengalami gejala-gejala yang serius seperti di bawah ini, Anda harus segera pergi ke dokter.

  • Luka di tangan, kaki, wajah, pangkal paha, pantat, dan hampir di seluruh tubuh
  • Luka yang dalam atau derajat tinggi
  • Luka menyebabkan kulit terlihat mengelupas
  • Luka terlihat seperti noda hitam, coklat, atau putih
  • Luka akibat zat kimia atau setrum listrik
  • Kesulitan berpanas
  • Sakit tidak kunjung hilang
  • Pelepuhan tidak sembuh dalam 2 minggu

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan derajat luka Anda, selalu konsultasikan dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab luka bakar?

Kondisi rusaknya jaringan lapisan kulit dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti panas, paparan radiasi, zat kimia, atau kontak dengan aliran listrik. Penyebab yang paling umum adalah kontak langsung dengan api, yang biasanya terjadi pada peristiwa kebakaran.

Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab-penyebab luka bakar:

1. Gesekan

Apabila benda yang kasar, panas, dan keras menggesek kulit Anda, Anda akan mengalami luka bakar friction atau gesekan. Biasanya, luka ini dialami orang yang mengalami kecelakaan seperti terjatuh dari motor atau sepeda.

2. Frostbite

Frostbite terjadi ketika kulit terkena kontak langsung dengan benda atau berada pada tempat yang bersuhu sangat dingin dalam jangka waktu yang lama.

3. Menyentuh langsung objek yang panas

Kulit yang terkena objek panas seperti cairan, api, atau metal dapat menimbulkan luka. Udara atau asap yang terlalu panas juga dapat menyebabkan luka pada kulit muncul.

4. Paparan radiasi

Luka ini terjadi akibat paparan radiasi atau sinar ultraviolet matahari yang terlalu lama. Penyebab utamanya adalah sinar matahari dan sinar X-ray.

5. Zat kimia

Seringnya, zat-zat kimiawi yang dapatmenyebabkan luka bakar adalah cairan dengan asam atau basa yang kuat seperti asam hydrochloric atau natrium hidroksida. Paparan dengan zat ini bisa terjadi di rumah, sekolah, atau tempat bekerja.

Bahan kimia lain yang juga dapat menimbulkan luka bakar di antaranya adalah asam baterai mobil, zat pemutih dan pembersih, serta amonia.

6. Sengatan arus listrik

Apabila Anda menyentuh aliran listrik atau tersetrum, lapisan kulit Anda akan mengalami kerusakan dan terluka.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami luka bakar?

Luka bakar adalah kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengalami luka ini. Dalam beberapa kasus, orang-orang yang menderita kondisi ini tidak memiliki faktor risiko apapun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kondisi ini:

  • Usia: anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dengan benda-benda di sekitarnya, termasuk yang mudah terbakar. Karena alasan ini, mereka membutuhkan perhatian khusus agar tidak terjadi kecelakaan.
  • Tinggal di rumah tanpa detektor asap: kebakaran lebih sulit dicegah pada tempat-tempat yang tidak memiliki detektor asap.
  • Merokok: bila tidak berhati-hati, luka ini bisa timbul akibat tersundut putung rokok atau saat menyalakan korek. Hal ini juga sangat berbahaya bila dilakukan di tempat yang mudah terbakar.
  • Menggunakan microwave: penggunaan microwave yang tidak mengikuti anjuran atau aturan masak pada label makanan berpotensi menyebabkan kebakaran.
  • Bekerja dengan benda sumber panas atau kabel listrik: berkutat dengan besi, metal, dan kabel listrik meningkatkan risiko Anda mengalami luka.
  • Penyimpanan benda mudah terbakar yang tidak tepat: benda seperti korek gas, hairspray, atau deodoran harus disimpan di tempat yang jauh dari jangkauan api. Bila tidak, hal ini akan memicu timbulnya percikan api.
  • Menggunakan kompor: sering melakukan kegiatan di dapur seperti memasak dengan kompor atau memasang gas meningkatkan peluang Anda terluka.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh luka bakar?

Dibandingkan dengan luka derajat pertama dan kedua, derajat ketiga lebih berpotensi menimbulkan terjadinya komplikasi. Dalam kasus yang parah, komplikasi pun dapat berujung pada kematian.

Berikut adalah berbagai komplikasi yang dapat terjadi apabila luka tidak ditangani sesegera mungkin:

  • Infeksi bakteri
  • Kehilangan banyak cairan atau hipovolemia
  • Syok
  • Tetanus
  • Sepsis
  • Hipotermia pada luka akibat udara terlalu dingin
  • Masalah pernapasan akibat asap atau udara yang terlalu panas
  • Masalah tulang dan sendi
  • Edema atau penumpukan cairan pada bagian tertentu tubuh

Pemeriksaan dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana pemeriksaan untuk luka bakar?

Pada saat pemeriksaan, dokter akan melihat seperti apa luka bakar yang timbul pada kulit Anda. Kemudian, dokter menentukan seberapa parah situasi Anda dengan mengetahui persentase total permukaan tubuh Anda yang terluka.

Secara umum, area kulit yang ada di sekitar telapak tangan Anda adalah 1 persen dari total luas permukaan tubuh Anda. Jika area kulit tubuh yang terluka mencapai 25% dari total daerah tubuh, luka yang Anda derita tergolong parah.

Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan tes lainnya untuk menentukan apakah luka telah memengaruhi bagian lain dari tubuh Anda atau tidak.

Bagaimana luka bakar diobati?

Luka yang tergolong ringan dapat diobati di rumah. Kondisi tersebut akan segera sembuh dalam beberapa minggu. Meski demikian, Anda tetap harus melakukan pertolongan pertama dengan:

  • Bilas kulit yang terluka di bawah air dingin yang mengalir sedikitnya selama lima menit, bisa juga dengan kompres menggunakan handuk dingin. Jangan menggunakan air es.
  • Setelah kulit mendingin, oleskan dengan losion atau pelembab berbahan aloe vera. Salep antibiotik seperti bacitracin atau sulfadiazine juga dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi.
  • Tutupi luka dengan perban kering bersih. Hindari menutup luka terlalu kencan agar tidak menekan area yang luka.

Berbeda halnya jika luka bakar lebih serius, luka tentu harus segera ditangani oleh dokter. Jenis pengobatan yang akan diberikan berbeda-beda, bisa berupa obat-obatan, operasi, atau perawatan medis lainnya.

Beberapa penanganan lanjutan meliputi:

  • Perawatan dengan bahan dasar air

Tim medis yang menangani luka Anda akan memberikan terapi berbahan dasar air, seperti ultrasound mist therapy. Tujuannya adalah untuk membersihkan luka pada kulit.

  • Infus

Anda mungkin juga memerlukan cairan infus untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan gagal fungsi organ tubuh lainnya.

  • Obat painkiller dan penenang

Luka bakar mungkin akan terasa sangat menyakitkan. Dokter akan memberikan obat-obatan painkiller dan penenang, seperti morgin.

  • Antibiotik

Apabila ternyata Anda menunjukkan tanda-tanda mengalami infeksi pada luka, Anda memerlukan obat atau infus antibiotik.

  • Suntik tetanus

Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk suntik tetanus setelah mengalami luka.

  • Alat bantu pernapasan

Alat ini diberikan apabila luka bakar yang Anda derita terletak di leher atau wajah. Jika hal ini terjadi, kemungkinan tenggorokan Anda membengkak dan udara sulit masuk.

  • Selang untuk makanan

Kerusakan jaringan kulit yang sangat parah mungkin akan menyebabkan penderitanya kesulitan makan. Dokter akan memasukkan selang yang dapat memasukkan makanan melalui hidung Anda.

  • Operasi cangkok kulit

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil bagian kulit Anda yang sehat untuk menggantikan bagian kulit yang telah rusak. Solusi lain adalah dengan menggunakan donor kulit dari jenazah atau kulit babi.

  • Operasi plastik

Operasi plastik atau rekonstruksi dapat memperbaiki tampilan luka. Selain itu, kelenturan sendi yang terkena luka juga akan jauh lebih membaik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi luka bakar?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Hindari mengoleskan mentega atau minyak pada luka.
  • Tidak boleh memberikan es atau air dingin langsung di bagian yang luka
  • Jika kulit mulai melepuh, jangan menyentuh atau menekannya. Hal-hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada kulit Anda.
  • Mereka yang terkena luka akibat listrik harus pergi ke rumah sakit segera sehingga tidak akan mempengaruhi bagian atau organ-organ tubuh lain.
  • Luka akibat zat kimia dapat diatasi dengan menyiram menggunakan air dingin. Lepaskan setiap pakaian atau perhiasan yang memiliki bahan kimia di dalamnya.
  • Balut luka dengan kain kasa steril atau kain bersih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Bisul

    Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras

    Selain pada kasus di mana seseorang disiram air keras oleh seorang oknum, Anda juga bisa terpapar air keras lewat produk sehari-hari. Harus bagaimana?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Pertanda Kulit Sensitif dan Cara Jitu Mengatasinya

    Ciri-ciri kulit sensitif antara lain ruam merah dan gatal-gatal setelah pakai produk skin care atau wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

    Pemicu kambuhnya penyakit psoriasis bisa dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor risiko. Namun, apa sebenarnya penyebab psoriasis?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi kulit siku kering

    Siku Kering? Ini 6 Cara Efektif untuk Mengatasinya

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    kulit gatal

    Terganggu Kulit Gatal di Malam Hari? Simak Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    kemampuang pertolongan pertama

    6 Jenis Pertolongan Pertama Paling Mendasar yang Wajib Anda Kuasai

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    penyakit kulit kutil

    Kutil

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit