Ketoasidosis Diabetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/08/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes yang serius. Kondisi ini terjadi apabila tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak asam darah yang disebut keton. 

Ketoasidosis diabetik muncul jika Anda tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk menyerap glukosa (sumber energi utama) ke dalam sel-sel tubuh. Tanpa insulin yang cukup, tubuh Anda mulai memecah lemak sebagai bahan bakar. Proses ini menyebabkan penumpukan asam darah yang disebut keton. 

Jika tidak ditangani, ketoasidosis bisa menyebabkan koma hingga kematian. Jika Anda menggunakan insulin, pastikan Anda mendiskusikan risikonya dengan dokter dan membuat rencana pengobatan diabetes.

 Jika Anda punya diabetes tipe 1, Anda perlu menyediakan tes urin keton rumahan. Anda bisa membeli alat tersebut di apotek atau secara online. 

Seberapa umum ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik lebih umum menyerang pengidap diabetes tipe 1. Terutama ketika menjalani pengobatan diabetes tipe 1 dengan insulin dengan baik.

Namun, penderita diabetes tipe 2 juga berpeluang mengalami komplikasi ini ketika jatuh sakit dan tidak mendapat asupan karbohidrat yang cukup.

Kondisi ini juga kadang terjadi pada orang yang tidak menyadari bahwa ia memiliki diabetes. Pada halaman U.S. National Libary of Medicine dijelaskan  ketoasidosis sering dialami penderita diabetes tipe 1 yang belum mengetahui kondisi diabetesnya. 

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ketoasidosis diabetik?

Tanda dan gejala ketoasidosis biasanya berkembang dengan cepat, terkadang hanya dalam 24 jam. Tanda dan gejala ini bisa jadi merupakan indikasi gejala awal diabetes tipe 1. Anda akan merasakan beberapa hal di bawah ini:

  • Jumlah urin banyak atau sering buang air kecil
  • Merasa sangat kehausan atau sering minum
  • Kunang-kunang
  • Penurunan kesadaran (pingsan)
  • Merasa mual dan lelah
  • Sakit perut
  • Sesak napas
  • Peningkatan kadar gula darah dan/atau keton, ada beberapa tes yang dapat Anda lakukan sendiri.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Cek kadar gula darah dan keton Anda

Segera cek kadar gula darah Anda jika merasakan gejala komplikasi diabetes ini. Menurut American Diabetes Association,  Anda perlu segera melakukan tes urin untuk memeriksa kadar keton ketika hasil tes gula darah Anda menunjukan nilai 240 mg/dL.

Tes keton dalam urin dapat dilakukan dengan menggunakan alat tes urin yang bisa diperoleh di apotek. Hasil di atas 2+ menunjukkan Anda punya kemungkinan mengidap ketoasidosis diabetik. 

Selain itu, kondisi ketoasis juga bisa diwaspadai melalui melalui tes darah dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Kondisi normal jika hasilnya lebih rendah dari 0,6 mmol/L.
  • Jika hasilnya 0,6 mmol/L hingga 1,5 mmol/L, Anda punya risiko rendah ketoasidosis diabetik. Lakukan pemeriksaan kembali beberapa jam setelahnya.
  • Jika hasilnya 1,6 mmol/L hingga 2,9 mmol/L, Anda berada di risiko yang lebih tinggi untuk ketoasidosis diabetik. Dalam kondisi ini, Anda harus segera menghubungi dokter. 
  • Jika hasilnya lebih dari 3 mmol/L, Anda punya risiko sangat tinggi ketoasidosis diabetik dan perlu penanganan segera. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda merasa sakit, stress atau pernah mengalami penyakit atau cedera baru-baru ini, Anda dapat memeriksa kadar gula darah Anda dengan alat tes keton urin yang dijual bebas.
  • Muntah dan tidak dapat mentolerir makanan atau cairan (sulit makan dan minum).
  • Kadar gula darah lebih tinggi dari batasan target, dan pengobatan rumahan tidak bekerja.
  • Kadar keton pada urin berada di tahap menengah atau tinggi.

Segera hubungi Unit Gawat Darurat (UGD) jika:

  • Kadar gula darah Anda secara terus menerus di atas 300 mg/dL atau 16.7 mmol/L.
  • Terdapat keton pada urin dan tidak dapat mencapai kadar yang disarankan.
  • Anda memiliki lebih dari 1 gejala ketoasidosis diabetik, seperti kebingungan, kehausan, sering buang air kecil, mual dan muntah, sakit perut, sesak napas, dan bau mulut.

Penyebab

Apa penyebab ketoasidosis diabetik?

Kurangnya hormon insulin dapat menghentikan penyerapan gula darah ke dalam sel-sel untuk menghasilkan tenaga. Lemak yang terbakar membentuk asam yang dinamakan keton. 

Jika proses tersebut berlangsung, keton bisa bertambah di darah Anda. Kelebihan itu akan mengubah keseimbangan zat kimia di darah dan menggaggu metabolisme tubuh secara keseluruhan. Buruknya, kelebihan asam darah juga dapat meracuni tubuh.

Secara umum, penyebab ketoasidosis diabetik adalah:

  • Penyakit atau infeksi dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon lainnya, seperti adrenalin atau kortisol, mempengaruhi kerja insulin dan menyebabkan ketoasidosis diabetik
  • Efek dari terapi insulin dapat menurunkan kadar insulin pada tubuh, menyebabkan ketoasidosis diabetik
  • Gangguan fisik atau mental
  • Serangan jantung
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
  • Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan beberapa diuretik.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ketoasidosis diabetik?

Faktor yang meningkatkan risiko terkena ketoasidosis diabetik adalah: 

  • Anda memiliki diabetes tipe 1

Orang dengan diabetes tipe satu punya resiko untuk terkena ketoasidosis karena tubuh mereka tidak menghasilkan banyak insulin. Kadar keton juga bisa meningkat ketika Anda melewati makan, sakit atau stres, atau ketika Anda mengalami efek samping terapi insulin

  • Orang tua

Ketoasidosis juga bisa terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2, meskipun jarang terjadi. Faktor risiko yang memperbesar peluang penderita diabetes tipe 2 untuk mengalami komplikasi ini adalah:

  • Berusia kurang dari 19 tahun
  • Mengalami berbagai bentuk trauma, baik emosional maupun fisik
  • Stres
  • Mengalami demam tinggi
  • Pernah serangan jantung atau stroke
  • Merokok
  • Ketergantungan alkohol atau obat-obatan terlarang

Apa saja komplikasi yang disebabkan oleh penyakit ini?

Komplikasi yang mungkin menyerang pasien ketoasidosis diabetik adalah:

  • Kekurangan gula darah (hipoglikemia)

Insulin memungkinkan gula untuk masuk ke sel Anda hingga menyebabkan kadar gula Anda turun. Jika kadar gula darah Anda turun terlalu cepat, Anda bisa kekurangan gula darah. 

  • Kekurangan kalium (hipokalemia)

Cairan dan insulin digunakan untuk meredakan ketoasidosis diabetik, tapi bisa juga menyebabkan penurunan kalium. Jika kadar kalium menurun, aktivitas jantung, otot, dan saraf Anda akan terganggu. 

  • Pembengkakan di dalam otak 

Mengatur kadar gula darah Anda terlalu cepat bisa menyebabkan bengkak di dalam otak Anda. Komplikasi biasanya muncul pada anak-anak, khususnya mereka yang baru didiagnosis dengan diabetes. 

Jika tidak ditangani dengan cepat, ketoasidosis dapat menyebabkan koma diabetes atau bahkan kematian.

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis untuk kondisi ketoasidosis diabetik?

Jika dokter menduga Anda terkena ketoasidosis diabetik, ia akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes darah. Dalam kasus tertentu, tes tambahan juga akan dilakukan untuk menentukan pemicu kondisi tersebut. 

Tes darah

Tes darah yang dilakukan untuk melakukan diagnosis ketoasidosis diabetik akan memperlihatkan hal di bawah ini:

  • Kadar gula darah

Jika tak cukup insulin, tubuh Anda akan mengizinkan gula masuk ke sel hingga membuat kadar gula darah meningkat. Saat tubuh Anda memecah lemak dan protein untuk energi, kadar gula darah Anda akan terus meningkat. 

  • Kadar keton

Ketika tubuh Anda memecah lemak dan protein untuk energi, keton memasuki pembuluh darah.

  • Keasaman darah

Jika mengandung keton berlebih, darah Anda akan bersifat asam (asidosis). Kondisi ini akan mengubah fungsi organ-organ dalam tubuh Anda. 

Tes tambahan

Dokter Anda akan melakukan beberapa tes tambahan untuk melihat kemungkinan adanya masalah kesehatan lain yang mempengaruhi kondisi ketoasidosis diabetik dan mengecek komplikasi. Pemeriksaan itu mungkin termasuk: 

  • Tes elektrolit darah
  •  Urinalisis
  • X-ray dada
  • Rekaman aktivitas elektrik di jantung (elektrokardiogram)

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi ketoasidosis diabetik?

Pengobatan untuk ketoasidosis diabetik biasanya melibatkan pendekatan kombinasi untuk menormalkan kadar gula darah sekaligus terapi insulin.

Jika Anda mengalami ketoasidosis, tapi belum pernah didiagnosis diabetes, dokter Anda akan membuat rencana pengobatan agar kondisi ini tidak berulang.

Infeksi juga bisa meningkatkan risiko ketoasidosis diabetik. Jika pemeriksaan Anda menyebutkan adanya infeksi akibat bakteri, dokter biasanya juga akan memberikan antibiotik. 

Terlepas dari itu, pengobatan ketoasidosis diabetik dilakukan dengan:

Penggantian cairan

Anda akan mendapatkan cairan, baik dari mulut maupun melalui pembuluh vena, hingga dehidrasi Anda hilang. Cairan tersebut akan menggantikan cairan yang hilang melalui buang air kecil yang berlebihan dan membantu mengeluarkan keton dari darah Anda. 

Penggantian elektrolit

Elektrolit adalah mineral di dalam darah Anda yang membawa muatan elektrik, seperti natrium, kalium, dan klorida. Ketiadaan insulin bisa menurunkan kadar beberapa elektrolit dalam darah Anda. Anda akan menerima elektrolit melalui pembuluh vena agar jantung, otot, dan saraf Anda berfungsi normal. 

Terapi insulin

Selain cairan dan elektrolit, Anda akan menerima terapi insulin, biasanya melalui pembuluh vena. Ketika kadar gula darah Anda jatuh ke 200 mg/dL (11,1 mmol/L) dan darah Anda tak lagi asam, Anda mungkin bisa menghentikan terapi insulin intravena dan melanjutkan terapi insulin subkutan normal. 

Pencegahan

Apa saja yang bisa saya lakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik?

Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik dan komplikasi diabetes lainnya, yaitu: 

  • Mengikuti diet seimbang untuk diabetes dengan mengonsumsi makanan rendah gula dan memiliki indeks glikemik rendah.
  • Memantau kadar gula darah dengan melakukan cek gula darah setidaknya tiga sampai empat kali sehari. Lakukan lebih sering saat Anda sakit atau stres. 
  • Menjalani pengobatan baik terapi insulin ataupun konsumsi obat-obatan diabetes untuk menurunkan gula darah sesuai dengan anjuran dari dokter.
  • Jika Anda sakit atau stres, periksa urin Anda dari kelebihan keton. Jika kadar keton Anda sedang hingga tinggi, hubungi dokter Anda untuk perawatan darurat.
  • Saat mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala keton, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri dokter atau pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) ketika gejala yang dialami cukup parah.

Komplikasi diabetes ini memang kondisi yang serius dan berbahaya, tapi bisa dicegah. Beri tahu dokter jika perawatan diabetes yang dilakukan tidak bekerja baik atau Anda menemukan masalah. Dokter akan menyesuaikan pengobatan sehingga dapat mengontrol gula darah tanpa meningkatkan risiko komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit