Hamil Anggur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 16 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hamil anggur?

Menurut Mayo Clinic, hamil anggur (molar pregnancy) adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan perkembangan tumor jinak (nonkanker) atau kista di dalam rahim. 

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan mola hidatidosa. ‘Hidatidosa’ berarti kantung atau kista berisi cairan, sedangkan ‘mola’ artinya massa sel. Terkadang kondisi ini juga disebut sebagai penyakit trofoblas. 

Perempuan yang mengalami molar pregnancy menunjukkan hasil positif hamil pada test pack dan tetap mengalami gejala hamil pada umumnya.

Namun, yang berkembang dalam rahim adalah pertumbuhan jaringan abnormal khas tumor atau kista, bukan bukan janin. Itu kenapa kondisi ini juga akrab disebut sebagai “kehamilan palsu”.

Mola hidatidosa termasuk dalam komplikasi kehamilan yang dapat mengancam nyawa. Maka, Anda perlu perawatan dan pengobatan medis yang tepat agar bisa hamil lagi.

Seberapa umum hamil anggur?

Kondisi ini cukup umum terjadi, tapi risiko dan jumlah kasusnya akan berbeda-beda tergantung pada area geografis dan kelompok etnis.

Di Asia Tenggara dan Indonesia sendiri, kondisi kehamilan ini agak sering terjadi. Statistik secara umum memperkirakan 1 dari 500 kehamilan adalah mola hidatidosa.

Risiko akan meningkat pada awal dan akhir usia subur wanita. Risiko paling tinggi jika hamil di usia remaja (di bawah 16 tahun) dan hamil di usia menjelang menopause (lebih dari 4o tahun).

Hamil anggur tidak bisa diselamatkan karena sel telur yang dibuahi tidak berhasil menjadi embrio. Dokter akan melakukan penanganan khusu untuk mengambil jaringan abnormal tersebut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hamil anggur?

Pada awalnya, molar pregnancy menunjukkan gejala kehamilan umum. Namun, ada beberapa ciri-ciri khas lain yang menandakan kondisi ini, antara lain:

  • Nyeri panggul
  • Mual dan muntah yang lebih parah dari hamil biasa
  • Perdarahan yang disertai kumpulan benjolan seperti buah anggur yang keluar dari vagina.
  • Preeklampsia dini di minggu-minggu awal kehamilan.
  • Peningkatan kadar hCG
  • Tidak ada tanda kehidupan pada janin
  • Ukuran rahim tidak normal dan tidak sesuai dengan usia kehamilan.
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroksin secara berlebihan)
  • Munculnya kista ovarium
  • Timbulnya gejala-gejala penyakit hipertiroid seperti kelelahan, gugup, detak jantung tidak teratur, dan keluarnya keringat berlebihan
  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Anemia pada ibu hamil

Setelah terdeteksi positif hamil anggur, jaringan-jaringan tersebut akan diangkat dengan tindakan medis operasi hingga tak ada yang tertinggal pada rahim. Hal ini dilakukan guna mencegah komplikasi berkelanjutan.

Kalaupun gejala-gejala yang dialami tidak terdeteksi sebagai hamil palsu, tapi Anda mengalami keguguran pada 20 minggu pertama dengan penyebab yang tidak diketahui, hal ini sering kali akan diindikasikan sebagai molar hidatilosa.

Keguguran dalam kurun waktu 20 minggu ini biasa terjadi sebagai respon dari tubuh untuk mengakhiri kehamilan yang bermasalah.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus langsung cek ke dokter saat mengalami gejala hamil normal pada umumnya. Dokter akan memeriksa dan memastikan kehamilan.

Saat mengalami tanda hamil apa pun, Anda harus menghubungi dokter. Terlebih apabila mengalami gejala hamil anggur lebih lanjut seperti:

  • Pertumbuhan rahim yang cepat, bisa dilihat dari perut ibu yang membesar dalam jangka waktu pendek.
  • Tekanan darah tinggi tidak normal
  • Munculnya protein di urin setelah 20 minggu kehamilan
  • Mengalami anemia
  • Mengalami hipertiroidisme, termasuk rasa cemas/gugup, keringat berlebih, atau metabolisme tubuh terlalu cepat.

Kondisi hamil yang satu ini bisa dibilang fatal dan memerlukan penanganan segera.

Penyebab

Apa penyebab hamil anggur?

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan mola hidatilosa, yaitu:

Sperma tidak membuahi sel telur dengan benar

Kondisi ini pada awalnya sama-sama melewati proses pembuahan antara sel telur wanita dan sel sperma pria. Namun, sel telur abnormal yang dibuahi malah berkembang menjadi tumor, bukan janin.

Hamil anggur juga bisa disebabkan ketika sperma tidak membuahi sel telur dengan benar. Akhirnya, sekumpulan sel yang seharus bisa membentuk plasenta berubah membentuk jaringan abnormal.

Pada kondisi ini, jaringan berisi cairan akan tumbuh memenuhi ruang di dalam rahim, bukannya janin. Sel-sel berisi cairan ini disebut trofoblas.

Pertumbuhan tumor jinak trofoblas tetap bisa memicu gejala-gejala kehamilan. Itu kenapa banyak wanita yang mengira mereka sedang hamil, padahal sebenarnya tidak.

Kelainan kromosom

Beberapa kemungkinan penyebab lainnya adalah kelainan kromosom. Kondisi ini dapat terjadi apabila jumlah materi genetik dalam sel telur yang dibuahi tidak tepat.

Sel manusia normalnya mengandung 23 pasang kromosom, satu set dari ibu dan yang lainnya dari ayah.

Struktur genetik kromosom ini membawa informasi yang fungsi memberitahu sel-sel tubuh apa yang harus dilakukan.

Dalam hamil anggur, ada satu set kromosom tambahan yang berasal dari ayah. Ketika ini terjadi, sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya mati beberapa minggu setelah kehamilan.

Dua jenis hamil anggur yang dibedakan menurut penyebabnya

Kondisi ini memiliki jenis yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu.

Penyebab hamil anggur lengkap (complete molar pregnancy)

Untuk menjadi janin, normalnya dibutuhkan 46 kromosom lengkap. Yaitu, 23 pasang kromosom berasal dari sperma dan 23 pasang kromosom berasal dari sel telur.

Sementara hamil anggur lengkap terjadi ketika telur tanpa kandungan genetik dibuahi oleh sperma. Kondisi ini mengakibatkan janin tidak berkembang di dalam kandungan.

Namun pada wanita dengan kondisi ini, ada kesalahan yang terjadi pada proses pembuahan dari kromosom.

Kromosom dari sel telur dan sperma gagal bersatu. Akibatnya, hanya ada 23 pasang kromosom dari sel telur sehingga sel telur tidak dapat bertahan dan mati.

Walaupun sel telur mati, trofoblas (bagian dari plasenta) akan terus berkembang dan membentuk kista berisi cairan. Jadi, yang terbentuk adalah kista (tumor) bukan janin yang disebut hamil anggur.

Penyebab hamil anggur parsial (partial molar pregnancy)

Hamil palsu parsial terjadi ketika dua sperma yang tidak mengandung kromosom sama sekali membuahi sel telur.

Ini dapat menyebabkan janin bertumbuh kembang secara abnormal sehingga janin tidak dapat bertahan hidup.

Bukan hanya kromosom yang gagal bersatu, kelebihan jumlah sperma saat pembuahan juga bisa jadi jadi penyebab hamil palsu. Jumlah kromosom yang seharusnya 46 pasang, jadi lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan.

Walaupun janin dapat terbentuk, perkembangan trofoblas yang tidak normal bisa menjadi penghambat bagi janin untuk tumbuh berkembang. Akibatnya, bayi bisa mengalami cacat lahir.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risikonya?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko perempuan mengalami mola hidatidosa, yaitu:

  • Usia saat hamil, wanita yang hamil di atas 35 tahun atau di bawah 20 tahun berisiko lebih tinggi.
  • Pernah hamil anggur sebelumnya.
  • Pernah keguguran.
  • Wanita etnis Asia lebih sering mengalami kondisi ini.
  • Kekurangan asupan karoten, bentuk lain dari vitamin A.

Wanita yang tidak mendapatkan cukup vitamin A berisiko lebih tinggi mengalami hamil anggur komplet.

Apa dampaknya pada rahim?

Ketika mengalaminya, Anda akan disarankan untuk tidak segera hamil dalam beberapa bulan hingga satu tahun sampai menyelesaikan program monitoring hormon.

Setelah operasi pengangkatan jaringan abnormal, pada beberapa kasus, masih terdapat jaringan yang tertinggal pada tubuh.

Jaringan ini sering kali tetap berkembang menjadi penyakit trofoblastik gestasional (kehamilan abnormal karena adanya tumor ganas). Kejadian ini bisa terjadi pada 1 dari 5 perempuan.

Penyakit trofoblastik gestasional masih dapat ditangani dengan tindakan kemoterapi.

Anda masih mungkin akan hamil kira-kira setahun setelah menyelesaikan kemoterapi maupun dengan pengangkatan rahim bagi yang tidak lagi berencana hamil.

Sifatnya yang ganas menjadikan penyakit trofoblastik gestasional ini berpotensi memicu terjadinya kanker.

Hal ini sangat mungkin terjadi, tetapi sangat jarang dan pada beberapa kasus masih bisa ditangani dengan kombinasi beberapa pengobatan kanker.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa  muncul?

Hamil anggur yang didiagnosis sejak awal umumnya tidak akan menimbulkan efek kesehatan apapun.

Namun apabila diagnosis terlambat dan tidak ditangani segera, masalah kehamilan ini bisa menimbulkan komplikasi berikut:

1. Perdarahan

Hamil anggur dapat menyebabkan perdarahan yang keluar dari vagina. Perdarahan yang keluar bisa berupa gumpalan darah atau cairan vagina berwarna coklat encer.

Cairan yang keluar tidak sepenuhnya darah, tapi juga termasuk potongan jaringan tumor yang dapat terlihat seperti anggur kecil.

Perdarahan vagina yang disebabkan oleh molar pregnancy (hamil anggur) biasanya dimulai antara minggu ke-6 sampai 12 kehamilan.

2. Preeklampsia

Tubuh wanita yang mengalami hamil anggur akan memproses zat-zat tertentu dalam darah.

Zat-zat ini dapat meningkatkan tekanan darah, kemudian memengaruhi kerja ginjal dan bahkan kadang juga fungsi hati. Kondisi tekanan darah tinggi saat hamil adalah tanda preeklampsia.

3. Persistent GTD (gestational trophoblastic disease)

Kadang setelah jaringan hamil molar (hamil anggur) dikeluarkan lewat proses kuret, tetap mungkin masih ada sisa yang tertinggal dalam rongga rahim. 

Sel-sel yang tertinggal biasanya hilang sendiri dalam beberapa bulan, tapi jika tidak ini mengakibatkan kondisi yang dinamakan persistent GTD (gestational trophoblastic disease).

Persistent GTD ditandai dengan peningkatan jumlah hormon hCG bahkan sampai setelah kuret. Kira-kira 1 dari 7 wanita yang hamil anggur komplit dan 1 dari 200 wanita hamil anggur parsial mengalami komplikasi ini.

Jika persistent GTD menyebar ke organ lain, kondisi ini bisa didiagnosis sebagai kanker sehingga perlu kemoterapi selama beberapa bulan.

Sebagian besar wanita dengan kondisi ini akan diobati dengan kombinasi suntikan obat metotreksat dan asam folinat.

Akan tetapi jika tidak juga hilang setelah itu, butuh perawatan lebih lanjut sesuai rencana dokter.

4. Koriokarsinoma (Choriocarsinoma)

Koriokarsinoma adalah jenis kanker yang dapat terjadi pada lapisan rahim. Koriokarsinoma dapat terjadi setelah kehamilan yang normal dan sehat sekalipun. 

Sebagian besar kariokarsinoma terjadi dan berkaitan dengan hamil anggur sebelumnya. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana hamil anggur didiagnosis?

Diagnosis hamil anggur bisa diketahui sedini mungkin. Namun, biasanya ketahuan di usia kehamilan minggu ke-8 atau ke-9 lewat USG.

Di usia kandungan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan usg sebagai berikut:

  • Ada atau tidaknya embrio atau janin sesungguhnya
  • Tidak ada cairan amnion (ketuban) atau cairan ketuban sangat rendah
  • Plasenta kistik yang memenuhi rahim
  • Keberadaan kista ovarium
  • Ada janin tetapi tumbuhnya terbatas (pada hamil anggur parsial)
  • Pemeriksaan rahim lain menggunakan X-ray, computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) jika diduga kanker mungkin telah menyebar ke area lain dari tubuh.

Untuk mencurigai hamil anggur, dokter harus menemukan gejala yang jelas. Namun, diagnosis mungkin akan lebih sulit jika mengalami kondisi berikut:

  • Pernah hamil dalam keadaan sehat dan normal tanpa masalah
  • Pernah keguguran tapi tidak tahu penyebabnya hamil anggur atau bukan

Untuk memastikannya, sampel jaringan di rahim harus diuji di laboratorium.

Bagaimana cara menangani hamil anggur?

Mola hidatidosa atau hamil anggur dapat diobati melalui beberapa prosedur ini:

1. Menggunakan obat-obatan

Jika sel-sel abnormal di dalam rahim tumbuh besar dan tidak dapat dikeluarkan dengan alat, maka dokter akan meresepkan obat-obatan.

Obat akan diberikan untuk membuat rahim kontraksi, sehingga dapat mengeluarkan isinya melalui vagina.

2. Dilasi dan kuretase (D&C)

Dilasi adalah proses untuk melebarkan serviks karena leher rahim ibu tidak bisa membuka dengan sendirinya.

Setelah dibuka, baru dilakukan kuretase atau pengeluaran jaringan di dalam rahim untuk membersihkan sisa hamil anggur.

Setelahnya, kadar hormon hamil hCG dalam darah akan diukur untuk menentukan apakah mola hidatidosa (hamil anggur) telah terangkat sepenuhnya.

3. Histerektomi

Prosedur ini dilakukan dengan cara membedah dan mengangkat rahim untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.

Penyebab utama wanita harus menjalani histerektomi adalah karena mereka punya masalah kesehatan yang mengharuskan rahimnya diangkat.

Mana pun solusi yang dokter anjurkan, mungkin Anda akan tetap diperlukan menjalani pemeriksaan lanjutan selama 6 bulan hingga 1 tahun. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum berencana hamil lagi.

3. Pemantauan HCG

Setelah jaringan molar diangkat, dokter biasanya akan terus melakukan pengukuran tingkat hCG hingga kembali normal. Tes ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan urine dan darah.

hCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan. Namun, hormon ini juga bisa diproduksi saat ada jaringan abnormal yang tumbuh di rahim seperti pada kasus hamil anggur.

Jika kadar hCG dalam darah masih terdeteksi, tandanya masih ada jaringan molar yang tersisa di dalam rahim.

Pada kasus tertentu, sel abnormal hamil anggur tidak dapat hilang, meski sudah dilakukan berbagai perawatan setelah hamil anggur.

Kondisi ini disebut dengan penyakit trofoblas persisten (PTD), seringnya dialami oleh 15 persen kehamilan anggur sempurna dan 0,5 persen kehamilan anggur parsial.

Jika tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya menyerupai kanker.

Dokter biasanya akan memberikan obat oral asam folinic atau suntik metotreksat untuk membantu membunuh sel-sel abnormal tersebut selama beberapa bulan.

Dokter biasanya akan memantau kadar HCG selama 6 bulan hingga 1 tahun sejak pengobatan dilakukan.

Kondisi setiap wanita berbeda, maka metode pengobatan hamil anggur bisa berbeda-beda pula pada tiap kasus.

Apakah hamil anggur bisa dicegah?

Mengutip dari Cleveland Clinic, tidak ada cara yang bisa mencegah hamil anggur. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, seperti:

1. Beri jeda selama setahun sebelum mencoba hamil lagi

Sisa-sisa jaringan hamil anggur akan menaikkan kadar HCG alias hormon kehamilan. Bila hamil sebelum jeda setahun, dokter akan sulit mendeteksi apakah kenaikan kadar HCG ini disebabkan oleh kehamilan normal atau justru sisa-sisa jaringan abnormal dari hamil anggur sebelumnya.

Jika Anda ingin sukses hamil normal, sebaiknya tunggu dulu selama setahun sebelum mencoba hamil lagi.

Dokter akan memantau kadar HCG Anda sebulan sekali selama satu tahun. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa jaringan yang tidak tumbuh akibat kehamilan yang gagal berkembang.

2. Hindari hamil di usia tua

Selain penuh risiko kehamilan, hamil di usia tua (di atas 40 tahun) meningkatkan risiko terjadinya hamil anggur berulang. Sebelum memutuskan untuk hamil atau punya anak lagi di usia yang tak lagi muda, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kandungan .

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hamil anggur?

Berdamai dengan kondisi hamil anggur yang baru Anda alami

Hamil anggur atau kehamilan tanpa janin pastinya akan mengecewakan hati setiap wanita maupun pasangan.

Bagaimana tidak mengecewakan, dengan gejala kehamilan dan tes hamil yang sudah positif, pastinya Anda sudah membayangkan kehamilan dan menjadi seorang ibu nantinya.

Tak jarang, banyak pasangan yang berduka dengan kondisi hamil anggur ini. Butuh proses untuk bisa bangkit lagi dari depresi kehilangan anak dan berusaha untuk mencoba hamil kembali.

Selama dalam proses waktu pembersihan sel, pengobatan, terapi, dan jangka waktu menunggu untuk hamil lagi wanita dan pasangannya bisa terkena stres.

Penting bagi Anda untuk tidak merasakan kekecewaan, kesedihan, dan kecemasan ini sendirian. Perlu ditanamkan juga, bahwa sebagian besar pasien dengan hamil anggur yang berhasil diobati, di kemudian hari dapat melahirkan bayi yang sehat tanpa masalah.

Ingatlah bahwa kehamilan mola (hamil anggur) tidak berdampak pada kesuburan masa depan Anda dan sebagian besar wanita melanjutkan untuk memiliki kehamilan yang sehat setelahnya.

Untuk bisa menangani kesedihan akibat kondisi ini, Anda bisa mencari kelompok pendukung yang punya masalah kehamilan sama dengan Anda.

Nantinya Anda dan kelompok atau komunitas pendukung akan berbagi cerita masalah dan mencoba untuk pulih kembali bersama-sama.

Apabila rasa kecewa tidak bisa tertahan, disarankan menghubungi psikolog atau psikiater yang bisa memulihkan kondisi emosional Anda setelah hamil anggur.

Kapan bisa mencoba hamil kembali?

Setelah mengalami hamil anggur, pastinya Anda bertanya-tanya untuk kapan bisa hamil lagi. Anda tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehamilan normal dan sehat di masa depan.

Kondisi ini seharusnya tidak menyebabkan masalah bagi kesehatan fisik jangka panjang. Risiko terulangnya kehamilan anggur pun hanya sekitar 1-2 persen saja.

Untuk mendapatkan kehamilan normal dan sehat, baiknya Anda ikuti perawatan dan pengobatan dari dokter secara rutin.

Namun, untuk mencoba kembali hamil, Anda harus menunggu dulu sampai hormon tubuh Anda kembali normal.

Anda disarankan untuk tidak mencoba hamil dulu selama enam bulan sejak operasi kuret karena hamil anggur, berhasil.

Percobaan untuk hamil kembali tidak disarankan dulu apabila Anda memiliki terapi medis tambahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit