Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Fungsi Plasenta yang Menakjubkan bagi Hidup Janin

Mengenal Fungsi Plasenta yang Menakjubkan bagi Hidup Janin

Banyak orang menyebut plasenta sebagai ‘saudara’ si jabang bayi selama di dalam kandungan. Sebab, plasenta yang menemani, menjaga, dan melindungi bayi selama berada di dalam rahim ibu. Namun sebenarnya, fungsi plasenta tidak hanya itu. Organ ini memiliki banyak fungsi untuk mendukung kelangsungan hidup dan perkembangan janin selama masa kehamilan.

Apa fungsi plasenta?

reaksi janin saat ibu berhubungan badan

Plasenta atau ari-ari bayi adalah organ yang berkembang di dalam rahim selama masa kehamilan.

Organ ini menempel pada dinding rahim di bagian atas atau samping serta terhubung dengan tali pusar bayi.

Nantinya, plasenta perlu dikeluarkan setelah proses melahirkan. Bila Anda melahirkan secara persalinan normal, plasenta perlu Anda keluarkan melalui vagina.

Namun, bila secara operasi caesar, dokter akan mengeluarkan plasenta dari rahim saat prosedur berlangsung. Lalu, apa saja fungsi plasenta selama dalam kandungan?

Berikut adalah beberapa fungsi plasenta untuk kelangsungan hidup janin dan ibu hamil selama masa kehamilan.

1. Memberikan nutrisi untuk janin

Saat hamil, apa yang ibu makan dan minum adalah sumber nutrisi utama bagi bayi.

Nutrisi yang ibu dapat dari makanan ini akan disaring oleh darah dan mengalir menuju pembuluh darah janin melalui plasenta dan tali pusar.

Hal inilah yang kemudian menjadi makanan untuk janin guna mendukung pertumbuhan dan perkembanganya.

Itu sebabnya, sangat penting bagi ibu untuk memperhatikan asupan gizi dan nutrisi selama kehamilan.

2. Membantu bayi bernapas

Selain menghantarkan nutrisi, fungsi plasenta lainnya adalah membantu bayi bernapas selama di dalam kandungan.

Ini dilakukan dengan menyalurkan oksigen dan karbon dioksida antara bayi dan ibu.

Sama seperti nutrisi, oksigen disalurkan dari ibu ke bayi melalui darah ke plasenta dan tali pusar.

Karbon dioksida yang bayi hasilkan pun ditransfer ke tubuh ibu melalui organ yang sama, tetapi tanpa pencampuran keduanya.

3. Menghasilkan hormon

Plasenta juga berfungsi sebagai kelenjar untuk menghasilkan semua hormon penting yang berhubungan dengan kehamilan.

Beberapa hormon tersebut, yaitu human chorionic gonadotropin (hCG), progesteron, estrogen, dan human placental lactogen (HPL).

Hormon-hormon ini membantu menjaga kesehatan kehamilan, merangsang pertumbuhan rahim, hingga mengoptimalkan ketersediaan nutrisi untuk perkembangan janin.

Tak hanya itu, hormon yang penting selama kehamilan tersebut dapat mencegah kontraksi rahim dan persalinan dini serta merangsang jaringan payudara untuk persiapan produksi ASI.

4. Melindungi bayi dari infeksi

Sebelum lahir, bayi mendapat antibodi melalui plasenta. Antibodi ini membantu memberikan perlindungan kepada bayi dari berbagai penyakit, saat setelah lahir hingga beberapa bulan awal kehidupannya.

Pada beberapa situasi, plasenta dapat membantu melindungi janin dari infeksi saat berada di dalam rahim.

Jika ibu hamil mengalami infeksi bakteri, plasenta membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri tersebut.

Namun, dalam beberapa kasus infeksi virus yang serius, plasenta mungkin tidak bisa memberikan perlindungan yang efektif.

5. Menyaring zat berbahaya

Fungsi plasenta lainnya adalah menyaring zat berbahaya serta membuang limbah atau zat buangan yang sudah tidak diperlukan.

Melalui plasenta, zat-zat ini diteruskan ke aliran darah ibu untuk kemudian dikeluarkan oleh ibu bersama dengan zat sisa metabolisme lainnya.

Gangguan fungsi plasenta yang umum terjadi

pengapuran plasenta

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Fungsi plasenta bisa terganggu jika terdapat kelainan pada organ ini. Bila fungsi plasenta terganggu, kehamilan dan janin di dalam kandungan Anda bisa terancam.

Apa saja kelainan yang bisa mengganggu fungsi plasenta? Berikut informasinya untuk Anda.

1. Plasenta previa

Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks, yaitu jalan keluar untuk bayi saat lahir.

Kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan vagina selama kehamilan atau saat proses persalinan.

2. Plasenta Abruptio

Plasenta abruptio atau solusio plasenta adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum melahirkan.

Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi plasenta dalam menyalurkan nutrisi dan oksigen ke bayi, serta bisa menimbulkan perdarahan hebat atau hingga persalinan prematur.

3. Plasenta akreta

Pada penderita plasenta akreta, plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim sehingga sebagian atau seluruh plasenta sulit lepas saat melahirkan.

Adapun kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan banyak darah selama atau setelah melahirkan hingga bisa mengancam jiwa.

4. Plasenta insufisiensi

Kondisi ini terjadi jika plasenta tidak berfungsi dengan baik selama kehamilan dan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

Ini bisa membuat bayi kekurangan oksigen dan nutrisi selama berada dalam kandungan.

5. Retensio plasenta

Retensi atau retensio plasenta adalah kondisi ketika plasenta tidak keluar hingga 30 menit setelah melahirkan, karena terhalang oleh serviks atau masih menempel pada rahim.

Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi parah atau kehilangan darah yang dapat mengancam jiwa.

Cara menjaga kesehatan dan fungsi plasenta

ciri ciri janin sehat

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan plasenta sehingga bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Ini termasuk usia, tekanan darah, kondisi kantung dan air ketuban, jumlah bayi yang dikandung, penggunaan zat terlarang, serta riwayat medis masing-masing ibu hamil.

Nah, untuk menjaga kesehatan plasenta, faktor-fakor ini perlu ibu hamil perhatikan. Meski demikian, perlu ibu pahami, tak semua faktor tersebut bisa ibu ubah.

Mayo Clinic pun menyebutkan bahwa tak semua masalah pada plasenta bisa ibu cegah.

Namun, ada beberapa cara yang bisa ibu terapkan untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi plasenta, seperti berikut ini.

  • Jangan merokok, menggunakan narkoba, atau minum alkohol selama kehamilan.
  • Rutin kontrol ke dokter kandungan.
  • Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat, suplemen, atau menjalani terapi tertentu selama hamil.
  • Mengontrol tekanan darah, terutama bila ibu hamil memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
  • Bicara dengan dokter sebelum memutuskan untuk memilih operasi caesar.
  • Beritahu dokter jika memiliki riwayat medis tertentu atau pernah mengalami masalah plasenta atau komplikasi kehamilan lainnya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.

Tanyakan pada dokter bagaimana mengurangi risiko komplikasi yang sama pada kehamilan selanjutnya.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Changes in the newborn at birth: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Medlineplus.gov. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002395.htm

Eating During Pregnancy (for Parents) – Nemours Kidshealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/eating-pregnancy.html.

Know the role the placenta plays in pregnancy. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/placenta/art-20044425.

The Fetal Life-Support System. American Pregnancy Association. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/fetal-life-support-system/.

What is the placenta?. Pregnancybirthbaby.org.au. (2021). Retrieved 16 September 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/what-is-the-placenta.

Griffiths, S. K., & Campbell, J. P. (2014). Placental structure, function and drug transfer. Continuing Education in Anaesthesia Critical Care & Pain. 15(2): 84–89. https://doi.org/10.1093/bjaceaccp/mku013.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita