9 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Mencoba Hamil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/12/2019
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang mencoba hamil? Sudahkah Anda mengubah kebiasaan hidup Anda? Mengubah kebiasaan hidup menjadi pola hidup sehat sangat penting dilakukan sebelum hamil untuk menjamin Anda dan bayi yang akan lahir nanti sehat. Bayi dalam kandungan membutuhkan lingkungan yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya. Maka sebelum mencoba hamil, sebaiknya Anda lakukan hal-hal berikut ini.

1. Capai berat badan normal

Kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil dapat meningkatkan risiko Anda mengalami komplikasi saat hamil, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional, saat kehamilan. Jika hal ini terjadi, maka Anda juga mengembangkan risiko untuk mengalami keguguran atau mempunyai bayi dengan cacat lahir. Selain itu, kelebihan berat badan juga dapat menurunkan tingkat kesuburan Anda sehingga Anda akan lebih sulit untuk hamil.

Tidak hanya kelebihan berat badan, kekurangan berat badan pun dapat menjadi masalah ketika Anda sedang merencanakan kehamilan. Anda mungkin akan mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur ketika Anda memiliki kekurangan berat badan, sehingga juga akan sulit bagi Anda untuk hamil. Sebaiknya ubah pola hidup Anda sebelum mencoba untuk hamil dengan menerapkan pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi seimbang dan melakukan olahraga teratur guna mencapai berat badan normal.

2. Hindari konsumsi ikan yang mengandung tinggi merkuri

Anda harus menghindari konsumsi ikan yang mengandung tinggi merkuri, seperti ikan swordfish, king mackerel, dan tilefish jauh-jauh hari sebelum Anda merencanakan kehamilan karena kadar merkuri yang masuk ke tubuh dapat menumpuk. Kadar merkuri tinggi dalam tubuh saat kehamilan dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan dan juga dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

3. Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung folat

Anda perlu mengonsumsi folat sebelum hamil sebesar 400 mcg/ hari. Anda harus memenuhi kebutuhan folat ini setidaknya satu bulan sebelum hamil sampai usia kehamilan 12 minggu. Kebutuhan folat yang terpenuhi dapat menurunkan risiko bayi Anda mengalami cacat lahir, seperti neural tube defect di mana sumsum tulang belakang janin tidak terbentuk secara sempurna. Jika Anda tidak bisa memenuhinya dari makanan, Anda mungkin perlu mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung folat. Selain itu, mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin B6, sebelum dan selama minggu pertama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko morning sickness.

4. Berhenti merokok

Jika Anda merokok, sebaiknya berhenti dan jika suami Anda atau orang sekitar Anda merokok, sebaiknya Anda menjauhinya. Merokok atau menghirup asap rokok sebelum hamil dapat menurunkan kemampuan Anda untuk hamil. Selain itu, merokok saat hamil juga berisiko untuk mengalami kehamilan ektopik, keguguran, bayi lahir prematur, dan memiliki bayi dengan berat rendah. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang terpapar rokok ketika dalam kandungan, baik dari ibunya yang merokok atau ibu yang menghirup asap rokok (perokok pasif) lebih berisiko untuk mengalami kolik saat bayi (menangis dalam waktu lama), sangat aktif ketika balita, dan rentan terhadap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)/ hiperaktif dan perilaku agresif saat anak-anak.

Jadi, berhentilah merokok karena banyak sekali risiko yang dapat ditimbulkannya, baik untuk diri Anda maupun orang sekeliling Anda.

5. Berhenti minum minuman beralkohol

Selain rokok, Anda juga harus menjauhi minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami keguguran. Tidak ada yang tahu batasan konsumsi alkohol yang aman saat kehamilan, sehingga jalan satu-satunya yang sebaiknya Anda lakukan adalah berhenti mengonsumsinya. Semakin banyak Anda mengonsumsinya, maka semakin tinggi pula risiko kesehatan yang dapat dialami bayi.

6. Periksa ke dokter

Hal yang juga penting dilakukan sebelum mencoba hamil adalah periksakan kondisi Anda dan pasangan ke dokter. Diskusikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda dan pasangan untuk memastikan tubuh Anda siap untuk hamil, kontrasepsi yang Anda pakai untuk menentukan kapan sebaiknya Anda mencoba hamil, tindakan pencegahan agar Anda tidak mengalami komplikasi selama kehamilan, dan juga untuk mendapatkan beberapa vaksin yang diperlukan oleh Anda.

Sangat penting bagi Anda, terutama yang menderita epilepsi, asma, dan diabetes, untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter sebelum hamil. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, Anda mungkin perlu mengubah pengobatan Anda karena beberapa jenis obat-obatan tidak aman dikonsumsi saat hamil.

7. Mendapatkan vaksin

Beberapa vaksin mungkin perlu disuntikkan kepada Anda sebelum hamil untuk mencegah penyakit infeksi saat kehamilan. Oleh karena itu, Anda perlu mengingat vaksin apa yang sudah Anda peroleh sebelumnya. Dokter mungkin akan memberikan vaksin MMR {Measles (campak), Mumps (gondongan), Rubella} kepada Anda yang belum menerima vaksin MMR  untuk mencegah penyakit infeksi saat kehamilan yang dapat membahayakan bayi Anda. Penting untuk diingat adalah Anda memerlukan jarak waktu sampai 6 bulan antara pemberian vaksin sampai saat Anda akan mencoba hamil untuk menghindari risiko bayi cacat lahir.

8. Periksa ke dokter gigi

Anda juga harus menjaga kesehatan mulut Anda ketika mempersiapkan kehamilan. Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit gusi. Peningkatan hormon progesteron dan estrogen saat kehamilan dapat menyebabkan perbedaan reaksi gusi terhadap bakteri dalam plak, sehingga dapat menimbulkan bengkak, kemerahan, dan nyeri saat menggosok gigi. Wanita yang menjaga kesehatan mulut dapat menurunkan risiko mereka untuk mengalami hal ini.

9. Hentikan penggunaan kontrasepsi

Apapun metode kontrasepsi yang Anda gunakan, Anda harus meninggalkannya sebelum Anda mencoba untuk hamil. Bagi sebagian besar wanita, kesuburan mungkin langsung kembali setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi. Namun, sebenarnya tubuh Anda perlu waktu untuk membersihkan diri dari pengaruh hormon yang terkandung dalam alat kontrasepsi yang mengandung hormon. Sebaiknya Anda sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi lagi beberapa bulan sebelum Anda mulai untuk mencoba hamil. Biarkan periode menstruasi reguler Anda kembali lagi, sehingga Anda akan mengetahui kapan tubuh mengalami ovulasi.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

    Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020