9 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Mencoba Hamil

Oleh

Apakah Anda sedang mencoba hamil? Sudahkah Anda mengubah kebiasaan hidup Anda? Mengubah kebiasaan hidup menjadi pola hidup sehat sangat penting dilakukan sebelum hamil untuk menjamin Anda dan bayi yang akan lahir nanti sehat. Bayi dalam kandungan membutuhkan lingkungan yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya. Maka sebelum mencoba hamil, sebaiknya Anda lakukan hal-hal berikut ini.

1. Capai berat badan normal

Kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil dapat meningkatkan risiko Anda mengalami komplikasi saat hamil, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional, saat kehamilan. Jika hal ini terjadi, maka Anda juga mengembangkan risiko untuk mengalami keguguran atau mempunyai bayi dengan cacat lahir. Selain itu, kelebihan berat badan juga dapat menurunkan tingkat kesuburan Anda sehingga Anda akan lebih sulit untuk hamil.

Tidak hanya kelebihan berat badan, kekurangan berat badan pun dapat menjadi masalah ketika Anda sedang merencanakan kehamilan. Anda mungkin akan mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur ketika Anda memiliki kekurangan berat badan, sehingga juga akan sulit bagi Anda untuk hamil. Sebaiknya ubah pola hidup Anda sebelum mencoba untuk hamil dengan menerapkan pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi seimbang dan melakukan olahraga teratur guna mencapai berat badan normal.

2. Hindari konsumsi ikan yang mengandung tinggi merkuri

Anda harus menghindari konsumsi ikan yang mengandung tinggi merkuri, seperti ikan swordfish, king mackerel, dan tilefish jauh-jauh hari sebelum Anda merencanakan kehamilan karena kadar merkuri yang masuk ke tubuh dapat menumpuk. Kadar merkuri tinggi dalam tubuh saat kehamilan dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan dan juga dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

3. Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung folat

Anda perlu mengonsumsi folat sebelum hamil sebesar 400 mcg/ hari. Anda harus memenuhi kebutuhan folat ini setidaknya satu bulan sebelum hamil sampai usia kehamilan 12 minggu. Kebutuhan folat yang terpenuhi dapat menurunkan risiko bayi Anda mengalami cacat lahir, seperti neural tube defect di mana sumsum tulang belakang janin tidak terbentuk secara sempurna. Jika Anda tidak bisa memenuhinya dari makanan, Anda mungkin perlu mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung folat. Selain itu, mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin B6, sebelum dan selama minggu pertama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko morning sickness.

4. Berhenti merokok

Jika Anda merokok, sebaiknya berhenti dan jika suami Anda atau orang sekitar Anda merokok, sebaiknya Anda menjauhinya. Merokok atau menghirup asap rokok sebelum hamil dapat menurunkan kemampuan Anda untuk hamil. Selain itu, merokok saat hamil juga berisiko untuk mengalami kehamilan ektopik, keguguran, bayi lahir prematur, dan memiliki bayi dengan berat rendah. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang terpapar rokok ketika dalam kandungan, baik dari ibunya yang merokok atau ibu yang menghirup asap rokok (perokok pasif) lebih berisiko untuk mengalami kolik saat bayi (menangis dalam waktu lama), sangat aktif ketika balita, dan rentan terhadap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)/ hiperaktif dan perilaku agresif saat anak-anak.

Jadi, berhentilah merokok karena banyak sekali risiko yang dapat ditimbulkannya, baik untuk diri Anda maupun orang sekeliling Anda.

5. Berhenti minum minuman beralkohol

Selain rokok, Anda juga harus menjauhi minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami keguguran. Tidak ada yang tahu batasan konsumsi alkohol yang aman saat kehamilan, sehingga jalan satu-satunya yang sebaiknya Anda lakukan adalah berhenti mengonsumsinya. Semakin banyak Anda mengonsumsinya, maka semakin tinggi pula risiko kesehatan yang dapat dialami bayi.

6. Periksa ke dokter

Hal yang juga penting dilakukan sebelum mencoba hamil adalah periksakan kondisi Anda dan pasangan ke dokter. Diskusikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda dan pasangan untuk memastikan tubuh Anda siap untuk hamil, kontrasepsi yang Anda pakai untuk menentukan kapan sebaiknya Anda mencoba hamil, tindakan pencegahan agar Anda tidak mengalami komplikasi selama kehamilan, dan juga untuk mendapatkan beberapa vaksin yang diperlukan oleh Anda.

Sangat penting bagi Anda, terutama yang menderita epilepsi, asma, dan diabetes, untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter sebelum hamil. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, Anda mungkin perlu mengubah pengobatan Anda karena beberapa jenis obat-obatan tidak aman dikonsumsi saat hamil.

7. Mendapatkan vaksin

Beberapa vaksin mungkin perlu disuntikkan kepada Anda sebelum hamil untuk mencegah penyakit infeksi saat kehamilan. Oleh karena itu, Anda perlu mengingat vaksin apa yang sudah Anda peroleh sebelumnya. Dokter mungkin akan memberikan vaksin MMR {Measles (campak), Mumps (gondongan), Rubella} kepada Anda yang belum menerima vaksin MMR  untuk mencegah penyakit infeksi saat kehamilan yang dapat membahayakan bayi Anda. Penting untuk diingat adalah Anda memerlukan jarak waktu sampai 6 bulan antara pemberian vaksin sampai saat Anda akan mencoba hamil untuk menghindari risiko bayi cacat lahir.

8. Periksa ke dokter gigi

Anda juga harus menjaga kesehatan mulut Anda ketika mempersiapkan kehamilan. Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit gusi. Peningkatan hormon progesteron dan estrogen saat kehamilan dapat menyebabkan perbedaan reaksi gusi terhadap bakteri dalam plak, sehingga dapat menimbulkan bengkak, kemerahan, dan nyeri saat menggosok gigi. Wanita yang menjaga kesehatan mulut dapat menurunkan risiko mereka untuk mengalami hal ini.

9. Hentikan penggunaan kontrasepsi

Apapun metode kontrasepsi yang Anda gunakan, Anda harus meninggalkannya sebelum Anda mencoba untuk hamil. Bagi sebagian besar wanita, kesuburan mungkin langsung kembali setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi. Namun, sebenarnya tubuh Anda perlu waktu untuk membersihkan diri dari pengaruh hormon yang terkandung dalam alat kontrasepsi yang mengandung hormon. Sebaiknya Anda sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi lagi beberapa bulan sebelum Anda mulai untuk mencoba hamil. Biarkan periode menstruasi reguler Anda kembali lagi, sehingga Anda akan mengetahui kapan tubuh mengalami ovulasi.

BACA JUGA:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca