Ini Persiapan dan Perencanaan Kehamilan yang Harus Diperhatikan!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang merencanakan kehamilan? Bukan menjadi hal yang mudah dilakukan, ada beberapa persiapan kehamilan sebelum menjalani promil atau program hamil. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan Anda serta bayi secara optimal. Berikut penjelasan lengkap mengenai persiapan program hamil yang perlu diperhatikan!

Mengapa perlu melakukan persiapan kehamilan?

persiapan dan perencanaan kehamilan

Sebagian besar pasangan yang sudah menikah pasti mendambakan adanya buah hati dan mempertanyakan bagaimana cara membuat anak yang tepat.

Apalagi, memang tidak semua orang bisa mengalami datangnya kehamilan dengan cepat.

Maka dari itu, Anda dan pasangan bisa mencoba program hamil atau merencanakan kehamilan terlebih dahulu.

Dikutip dari Pregnancy Birth & Baby, persiapan kehamilan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Apabila direncanakan dengan baik, Anda dan bayi akan mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih maksimal sekaligus menghindari terjadinya risiko.

Kehamilan yang tidak direncanakan peluang untuk mengalami risiko lebih tinggi.

Biasanya, orang tua tidak mengetahui adanya penyakit keturunan yang terjadi pada bayi sehingga memengaruhi perkembangannya.

Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi mengenai perencanaan kehamilan dengan orang yang tepat seperti dokter kandungan.

Bagaimana dengan bidan? Kedua tenaga kesehatan ini memiliki kompetensi dan keahlian yang cukup berbeda.

Wewenang dan kompetensi bidan yang tidak sama dengan dokter kandungan untuk merencanakan kehamilan.

Biasanya, bidan hanya mampu melakukan sebatas konsultasi maupun pemeriksaan dasar di awal saja.

Ada saatnya Anda membutuhkan pemeriksaan kesehatan yang lebih mendalam oleh dokter sepsialis kandungan.

Hal ini seperti pemberian obat, pemeriksaan USG, maupun tindakan lanjutan lainnya.

Hal lain yang dipertimbangkan dalam persiapan kehamilan

Sebelum melakukan promil serta mengetahui lebih banyak mengenai cara cepat hamil, Anda dan pasangan harus siap dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Memiliki anak tentu tidak hanya memikirkan nutrisi atau perawatannya saja. Jangan lupa bahwa Anda juga bertanggung jawab untuk mendidiknya.

Berikut hal yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan kehamilan:

1. Apakah Anda benar-benar menginginkan anak?

Tanyakan hal ini kepada Anda dan pasangan dari hati nurani yang paling dalam. Bukan karena tuntutan orang tua atau tren di lingkungan pertemanan Anda.

Ini bukan hanya keputusan sesaat yang bisa Anda batalkan keesokan hari. Namun, keputusan seumur hidup tentang sebuah jiwa yang akan bergantung kepada Anda.

2. Ingin menjadi orang tua seperti apa?

Apakah Anda akan menjadi orangtua yang keras untuk menggapai keberhasilan? Atau Anda ingin menjadi orangtua yang santai?

Ini hal yang harus dipertimbangkan sebelum persiapan dan perencanaan kehamilan.

Bicarakan peran apa yang ingin Anda pilih saat menjadi orangtua dan buat beberapa perjanjian dengan pasangan.

3. Apakah siap secara finansial?

Ini hal lainnya yang harus dipertimbangkan sebelum mempersiapkan kehamilan.

Kesiapan mental setiap orang untuk memiliki anak berbeda, tetapi Anda harus yakin saat berbicara mengenai finansial.

Perlu diketahui bahwa membesarkan anak membutuhkan keuangan lebih dari yang diperkirakan.

Mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perencanaan liburan keluarga yang akan Anda butuhkan untuk bersenang-senang.

Kapan sebaiknya merencanakan kehamilan?

Dibutuhkan periode prakonsepsi (sebelum proses kehamilan) atau tiga bulan untuk melakukan beberapa penyesuaian.

Hal ini diperlukan untuk membantu meningkatkan kesuburan, mengurangi masalah selama kehamilan, sekaligus membantu pemulihan apabila bayi lahir.

Pada beberapa wanita, mempersiapkan tubuh untuk promil atau membuat anak membutuhkan waktu tertentu.

Bahkan ada yang butuh waktu melakukan perencanaan kehamilan lebih dari tiga bulan.

Jadi, idealnya rencana kehamilan dibuat 6 bulan sebelum Anda hamil. Baik itu kelahiran bayi pertama, kedua, ketiga, atau lebih.

Jangan lupa bahwa tubuh adalah prioritas agar Anda memiliki kehamilan yang sehat.

Berbeda lagi ketika Anda sudah melakukan berbagai macam cara alami membuat anak, tetapi belum membuahkan hasil.

Waktu yang tepat untuk program hamil dan pergi ke dokter adalah setelah 12 bulan Anda mencoba untuk hamil.

Persiapan program hamil yang bisa dilakukan

persiapan kehamilan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam persiapan kehamilan, sebaiknya temui tenaga ahli seperti dokter atau bidan terlebih dahulu.

Nantinya, hasil diskusi tersebut akan menjadi panduan promil atau cara membuat anak yang tepat karena kondisi setiap orang berbeda-beda.

Diskusikan pula mengenai berbagai kondisi yang pernah atau sedang Anda alami dalam merencakan kehamilan dengan bantuan dokter.

Berikut beberapa perencanaan kehamilan yang mungkin akan direkomendasikan tenaga ahli sebagai cara agar cepat hamil, seperti:

1. Hentikan penggunaan kontrasepsi

Apapun metode kontrasepsi yang digunakan, Anda harus menghentikannya sebagai salah satu persiapan kehamilan atau perencanaan kehamilan.

Bagi sebagian besar wanita, kesuburan mungkin langsung kembali setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Namun, ada pula yang membutuhkan  waktu untuk membersihkan diri dari pengaruh hormon dalam alat kontrasepsi yang mengandung hormon.

Sebaiknya Anda sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi lagi beberapa bulan sebelum program hamil sehingga siklus menstruasi kembali normal.

2. Mengetahui masa subur

Masa subur merupakan proses ketika sel telur sudah siap untuk dibuahi setiap bulannya.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui cara menghitung masa subur yang tepat untuk memperbesar kesempatan terjadinya pembuahan.

Namun, apabila dalam jangka waktu tertentu belum ada pembuahan, Anda dan pasangan sebaiknya melakukan tes kesuburan.

Apabila Anda mempunyai masalah dengan kesuburan, dibutuhkan perawatan khusus agar mempersiapkan kehamilan berhasil.

3. Melakukan tes medis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perawatan pra-kehamilan dapat meningkatkan peluang program hamil dan menurunkan peluang keguguran atau gangguan kelahiran.

Dokter akan menjalankan beberapa tes yang bertujuan untuk memastikan apakah Anda dan pasangan tidak memiliki penyakit tersembunyi yang belum diketahui.

Berikut beberapa tes yang mungkin akan disarankan dokter, seperti:

4. Mengonsumi vitamin kesuburan

Mengonsumsi vitamin untuk promil juga bisa membantu Anda dalam persiapan kehamilan. Hal ini dibutuhkan saat Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan zat gizi tertentu.

Asupan vitamin B atau asam folat sebelum hamil penting diperhatikan dalam merencanakan kehamilan.

Tidak hanya obat penyubur kandungan yang diresepkan oleh dokter, ada pula obat tradisional atau obat herbal untuk kesuburan.

Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan asupan suplemen atau vitamin yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

5. Berhubungan intim di waktu yang tepat

Salah satu cara program hamil yang satu ini juga dapat memperbesar peluang kehamilan.

Hal yang perlu dilakukan oleh Anda dan pasangan adalah berhubungan intim secara teratur.

Apabila cara membuat anak yang satu ini tidak memungkinkan dilakukan setiap hari, cobalah dua hingga tiga kali per minggu setelah menstruasi berakhir.

6. Menjaga berat badan ideal

Memiliki berat badan normal dalam masa program hamil dapat menambah peluang keberhasilan hamil.

Kelebihan berat badan dapat menurunkan tingkat kesuburan sehingga akan lebih sulit untuk hamil.

Selain itu, hal ini juga menurunkan risiko komplikasi saat hamil seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional.

Jika berat badan Anda kurang saat masih dalam masa persiapan kehamilan, yang harus dilakukan adalah menaikkan berat badan.

7. Memerhatikan nutrisi saat program hamil

Dalam persiapan kehamilan, salah satu hal yang harus menjadi perhatian Anda adalah nutrisi sebelum hamil.

Sebaiknya, perbaiki pola makan Anda saat sedang merencanakan kehamilan.

Cobalah dimulai dengan mengonsumsi makanan untuk penyubur kandungan yang sehat dan seimbang.

Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan gizi selama program hamil.

8. Berolahraga atau aktivitas fisik

Tidak hanya mampu menjaga berat badan tetap ideal, berolahraga atau melakukan aktivitas fisik juga dapat menambah kekuatan Anda.

Hal ini membuat Anda lebih siap menjalani promil, kehamilan, sampai proses persalinan nanti.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk rutin berolahraga selama program hamil.

Biasakan dengan olahraga ringan seperti berjalan, berenang, yoga untuk program hamil, dan lain-lain.

9. Melengkapi vaksin

Saat merencanakan kehamilan, tidak ada salahnya untuk segera melengkapi vaksin yang diperlukan sebelum hamil.

Hal ini dianjurkan untuk melindungi Anda dan calon bayi dari berbagai penyakit.

Berbagai penyakit menular bisa saja mengenai Anda selama kehamilan, sehingga Anda perlu meningkatkan kekebalan tubuh.

Hal yang dihindari saat persiapan kehamilan

Belum ada jangka waktu yang pasti kapan Anda akan mengalami kehamilan setelah mempersiapkan kehamilan.

Tidak hanya masalah kesuburan, ada beberapa faktor lainnya yang bisa membuat keberhasilan promil jadi tertunda.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika Anda melakukan persiapan kehamilan atau cara membuat anak, yaitu:

1. Menghindari asap rokok

Apabila Anda atau pasangan merokok, sebaiknya berhenti dan jauhi orang terdekat yang merokok.

Merokok atau menghirup asap rokok sebelum hamil dapat mengganggu proses persiapan kehamilan.

Hal ini karena kandungan di dalam rokok dapat memengaruhi kesehatan rahim sehingga.

Selain itu, asap rokok yang menempel pada tubuh juga bisa memengaruhi produksi sperma di dalam tubuh.

Setidaknya, Anda memerlukan waktu hingga 3 bulan untuk mendetoksifikasi racun akibat rokok di dalam tubuh.

Merokok saat hamil juga berisiko untuk mengalami kehamilan ektopikkeguguran, bayi lahir prematur, dan memiliki bayi dengan berat rendah.

2. Minum alkohol

Selain rokok, Anda juga harus menjauhi minuman yang mengandung alkohol.

Minum alkohol saat persiapan dan perencanaan kehamilan juga dapat membuat Anda lebih sulit untuk hamil.

Tidak ada yang tahu batasan konsumsi alkohol yang aman saat kehamilan. Namun, minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami keguguran.

Semakin banyak dikonsumsi, maka semakin tinggi pula risiko kesehatan organ tubuh tertentu yang berhubungan dengan promil juga pada bayi nantinya.

3. Hindari stres

Selama mempersiapkan kehamilan, Anda harus memastikan bahwa tidak ada hal yang mengganggu pikiran.

Bahkan, hal ini juga harus Anda terapkan saat hamil maupun setelahnya.

Pasalnya, jika selama persiapan kehamilan Anda membiarkan berbagai hal menghantui pikiran, hal ini dapat berujung pada stres.

Stres saat sedang persiapan membuat anak dapat menjadi salah satu penyebab Anda sulit hamil.

Tak hanya itu, stres yang dirasakan selama kehamilan juga dapat mengganggu kesehatan.

Maka dari itu, saat merencanakan kehamilan, lakukan hal-hal yang dapat membuat Anda senang dan tenang.

Sebaiknya hindari stres yang bisa Anda dapatkan dari lingkungan keluarga, pertemanan, atau tempat kerja.

4. Berat badan kurang atau terlalu kurus

Ternyata, jumlah lemak tubuh memengaruhi kesuburan Anda. Lemak dibutuhkan dalam produksi hormon estrogen sehingga terjadinya menstruasi.

Jika terlalu sedikit hormon estrogen dalam tubuh, maka siklus menstruasi dan ovulasi dapat berkurang sehingga lebih suluit hamil.

Saat akan melakukan persiapan kehamilan, Anda memerlukan lemak tubuh minimal sebesar 22%.

Hal ini dapat membantu berovulasi dan memiliki siklus menstruasi yang normal.

Jika berat badan kurang dan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sebaiknya periksakan ke dokter agar masalah dapat segera diatasi.

Namun, apabila hanya butuh menambah berat badan beberapa kilogram, sebaiknya lakukan secara bertahap dengan cara makan makanan yang bergizi seimbang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit