backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

7 Fakta Sel Telur Wanita yang Penting Diketahui

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 06/02/2023

7 Fakta Sel Telur Wanita yang Penting Diketahui

Sel telur alias ovum merupakan komponen penting yang diperlukan agar pembuahan bisa terjadi. Nah, berikut adalah penjelasan dan fakta menarik seputar sel telur wanita yang perlu Anda ketahui.

Fakta seputar sel telur wanita

Sel telur atau ovum adalah sel pada sistem reproduksi wanita yang dihasilkan oleh ovarium (indung telur) dengan fungsi untuk menghasilkan keturunan.

Agar bisa berkembang menjadi janin, sel ini perlu dibuahi oleh sperma terlebih dulu. Ovum yang telah dibuahi akan membelah diri membentuk embrio, lalu berkembang menjadi janin.

Tak hanya berperan dalam proses pembuahan sehingga terjadi kehamilan, berikut merupakan fakta lainnya mengenai sel telur wanita.

1. Sudah diproduksi sejak janin

janin makan, janin dalam rahim ibu memperoleh makanan dari

Sembilan minggu setelah proses pembuahan terjadi, ternyata janin sudah mulai membentuk ovum.

Lalu, pada saat usia kehamilan 6 bulan, janin perempuan telah membuat lebih dari 7 juta oosit, yaitu sel telur yang belum matang.

Setelah bayi lahir, sebagian besar oosit yang belum matang tersebut sudah mati dan ini merupakan hal yang normal terjadi.

2. Tersimpan dalam ovarium

Ovarium merupakan sepasang organ yang berfungsi memproduksi, menyimpan, dan melepaskan ovum. Proses pelepasan ovum tersebut dikenal sebagai ovulasi.

Ovarium sendiri terletak pada bagian kanan atas dan kiri rahim. Organ ini terhubung ke rahim melalui saluran yang disebut tuba falopi atau oviduk.

3. Jumlahnya terbatas

Sejak janin masih berada dalam kandungan, tubuhnya sudah memproduksi sekitar 6–7 juta sel telur. Mengutip laman Cleveland Clinic, jumlah ovum akan berkurang saat bayi lahir.

Bayi baru lahir mempunyai sekitar satu juta ovum. Angka ini akan terus berkurang hingga sekitar 300.000-an pada masa puber.

Dari jumlah tersebut, kemungkinan hanya sekitar 300–400 ovum yang akan mengalami ovulasi selama masa produktif seorang wanita.

Seiring bertambahnya usia, kesuburan wanita pun menurun karena semakin terbatasnya jumlah ovum dalam tubuh.

4. Mulai aktif sejak pubertas

Walaupun produksi sel telur wanita telah dimulai sejak masa perkembangan janin, sel tersebut belum aktif dan tidak bisa mengalami pembuahan.

Ovum akan mulai aktif pada masa perkembangan remaja. Pada masa puber, kelenjar pituitari akan mulai memproduksi hormon yang merangsang ovarium untuk membuat hormon seks wanita.

Hormon-hormon tersebutlah yang akan memunculkan sifat kelamin sekunder pada wanita, seperti pinggul dan payudara yang membesar, rambut halus yang tumbuh pada beberapa bagian tubuh, dan menstruasi.

5. Siklus hidupnya panjang

Tidak seperti sel lainnya di dalam tubuh, ovum butuh waktu bertahun-tahun untuk “tumbuh”. Artinya, ovum banyak menghabiskan masa hidupnya dalam keadaan belum matang.

Butuh waktu yang cukup lama bagi ovum untuk mencapai tahap kematangan. Begitu matang, ovarium akan melepaskan sel telur dalam proses ovulasi.

Setiap satu siklus produksi, hanya akan ada satu ovum yang lepas, bergantian dari ovarium kiri dan kanan.

6. Ukuran sel telur sangat besar

spermatogenesis

Tahukah Anda bahwa sel telur memiliki ukuran yang besar? Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa ovum adalah salah satu sel terbesar di dalam tubuh wanita.

Ovum memiliki diameter sekitar 120 mikron (sepersejuta meter), atau kira-kira setebal satu helai rambut dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

Jika dibandingkan dengan sel lain, ovum kira-kira empat kali lebih besar dari sel kulit, 26 kali lebih besar dari sel darah merah, dan 16 kali lebih besar dari sperma.

7. Hanya satu sperma yang bisa masuk

Pada proses pembuahan, peran ovum wanita adalah sebagai “pemain” pasif yang menunggu sperma pertama datang dan masuk ke dalamnya.

Uniknya, ovum sebenarnya bisa memilih sperma mana yang boleh memasukinya. Saat sperma masuk, lapisan luar ovum akan mengeras untuk mencegah sperma lainnya masuk.

Gangguan pada sel telur wanita

Susah hamil pada wanita pada umumnya berkaitan dengan masalah kesuburan atau inferitilitas. Masalah kesuburan sendiri bisa disebabkan oleh gangguan ovulasi atau gangguan pada produksi sel telur.

Berikut merupakan beberapa gangguan produksi ovum yang bisa mengakibatkan wanita susah hamil.

1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) disebabkan oleh meningkatnya hormon androgen pada wanita. Kondisi ini mengakibatkan pembentukan banyak kista kecil pada ovarium.

Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon di dalam tubuh wanita. Akibatnya, produksi ovum dan ovulasi juga terganggu.

2. Insufisiensi ovarium primer

Insufisiensi ovarium primer merupakan kondisi ketika ovarium berhenti berfungsi pada wanita di bawah usia 40 tahun.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan autoimun atau hilangnya sel telur dari ovarium.

3. Penyumbatan pada tuba falopi

Tuba falopi yang rusak atau tersumbat tidak memungkinkan bertemunya sperma dengan sel telur. Akibatnya, pembuahan pun sulit terjadi.

Penyebab penyumbatan tuba falopi sangat beragam, dari infeksi menular seksual, pembentukan jaringan parut pada tuba falopi, hingga endometriosis.

4. Anovulasi

Anovulasi terjadi ketika ovarium tidak melepaskan ovum dalam siklus menstruasi. Dampaknya, siklus menstruasi pun menjadi tidak teratur.

Gangguan ovulasi yang satu ini merupakan penyebab masalah kesuburan yang paling umum pada wanita.

Segala tentang sel telur wanita

  • Sel yang sistem reproduksi wanita yang dihasilkan oleh ovarium.
  • Ovum yang telah dibuahi sperma akan berkembang menjadi embrio, janin, lalu bayi.
  • Janin sebetulnya sudah menghasilkan sel telur, tapi belum cukup matang untuk bisa berkembang.
  • Gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi produksi atau pelepasan ovum yaitu PCOS, insufisiensi ovarium primer, penyumbatan tuba falopi, dan anovulasi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 06/02/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan