Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Fakta Sel Telur Wanita yang Sudah Ada Sejak Dalam Kandungan

7 Fakta Sel Telur Wanita yang Sudah Ada Sejak Dalam Kandungan

Bersamaan dengan waktu mempersiapkan kehamilan, sudahkah Anda mengetahui mengenai ovum atau sel telur wanita? Apalagi, ovum menjadi salah satu hal yang diperlukan agar pembuahan bisa terjadi. Berikut adalah beberapa penjelasan dari fakta menarik lainnya mengenai sel telur wanita yang perlu Anda ketahui.

Apa saja fakta sel telur wanita?

Mengutip dari Kids Health, sistem reproduksi wanita memungkinkan ia untuk menghasilkan sel telur (ovum), melakukan hubungan seksual, melindungi ovum yang berkembang, hingga melahirkan.

Tak hanya berperan dalam proses pembuahan sehingga terjadi kehamilan, berikut adalah fakta lainnya mengenai sel telur wanita, yaitu:

1. Sudah diproduksi sejak janin

Sembilan minggu setelah proses pembuahan terjadi, ternyata janin sudah mulai memproduksi ovum. Lalu, pada saat usia kehamilan 6 bulan, janin perempuan telah membuat lebih dari 7 juta oosit atau sel telur dalam tubuhnya.

Setelah bayi lahir, sebagian besar ovum yang belum matang tersebut sudah mati dan ini merupakan hal yang normal terjadi.

2. Tersimpan dalam ovarium

Bagian sudut atas rahim terhadap saluran tuba yang menghubungkan rahim ke ovarium. Ovarium adalah dua organ reproduksi wanita sebesar biji kenari.

Letak ovarium berada pada bagian kanan atas dan kiri rahim. Perlu Anda ketahui pula bahwa ovarium berfungsi untuk memproduksi, menyimpan, dan melepaskan sel telur wanita ke dalam tuba falopi (ovulasi).

3. Jumlahnya terbatas

Sejak masih berada dalam janin, ada sekitar 6 – 7 juta ovum yang terproduksi. Lalu, mengutip dari Cleveland Clinic, ovum atau sel telur wanita ini pun berkurang jumlahnya saat bayi lahir.

Bayi baru lahir mempunyai sekitar 1 juta ovum yang terus berkurang hingga masa puber, yaitu sekitar 300 ribu. Dari jumlah tersebut, kemungkinan hanya sekitar 300 – 400 ovum yang akan mengalami ovulasi pada masa reproduksi wanita.

Seiring bertambahnya usia, maka kesuburan wanita pun menurun karena semakin terbatasnya jumlah ovum dalam tubuh.

4. Mulai aktif sejak pubertas

Walaupun produksi sel telur wanita telah dimulai sejak masa perkembangan janin, bukan berarti telah aktif dan bisa langsung melakukan pembuahan.

Ovum akan mulai aktif pada masa perkembangan remaja. Pada masa puber, kelenjar pituitari (bagian tengah otak) mulai membuat hormon yang merangsang ovarium untuk membuat hormon seks wanita.

Sekresi hormon ini yang menjadi penyebab remaja perempuan akan berkembang menjadi wanita yang matang secara seksual.

5. Siklus hidupnya panjang

Tidak seperti sel lainnya di dalam tubuh, sel telur butuh waktu bertahun-tahun untuk ‘tumbuh’. Artinya, ovum banyak menghabiskan masa hidupnya dalam keadaan belum matang.

Butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai tahap kematangan. Begitu matang, salah satu dari mereka dilepaskan selama proses ovulasi.

Setiap satu siklus produksi, hanya akan ada satu ovum yang lepas, bergantian dari ovarium kiri dan kanan.

6. Ukuran sel telur sangat besar

Apakah Anda tahu bahwa sel telur memiliki bentuk yang sangat besar? Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa ovum adalah salah satu sel terbesar di dalam tubuh wanita.

Ovum memiliki diameter sekitar 120 mikron (sepersejuta meter), atau kira-kira setebal satu helai rambut dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

Perbandingannya adalah ukuran ovum empat kali lebih besar dari sel kulit, 26 kali lebih besar dari sel darah merah, dan 16 kali lebih besar dari sperma.

7. Satu sperma yang bisa masuk

Pada proses pembuahan, peran sel telur wanita adalah sebagai ‘pemain’ pasif yang hanya menunggu sperma pertama datang dan masuk ke dalamnya.

Akan tetapi, ovum sebenarnya akan memilih sperma mana yang boleh memasukinya. Saat sperma masuk, lapisan luar ovum akan mengeras untuk mencegah sperma lainnya masuk.

Gangguan pada sel telur wanita

gangguan pada sel telur wanita

Ada kondisi yang mengakibatkan wanita susah hamil karena mengalami ketidaksuburan atau infertilitas. Salah satu penyebabnya adalah gangguan ovulasi atau masalah pada produksi sel telur.

Berikut adalah beberapa gangguan produksi ovum yang bisa mengakibatkan wanita susah hamil, seperti:

1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Kondisi PCOS pada wanita dapat menjadi penyebab ketidakseimbangan hormon sehingga memengaruhi sel telur dan ovulasi.

Hal ini terjadi karena meningkatnya hormon androgen pada wanita maka penderita pun mempunyai kista kecil pada indung telur.

2. Insufisiensi ovarium primer

Kondisi kegagalan ovarium prematur ini penyebabnya adalah respons autoimun atau karena kehilangan ovum dari ovarium.

Ovarium tidak lagi menghasilkan sel telur dan menurunkan produksi estrogen pada wanita di bawah usia 40 tahun.

3. Tuba falopi tersumbat

Saluran tuba yang rusak atau tersumbat mengakibatkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur wanita sehingga pembuahan sulit terjadi.

Tuba falopi bisa tersumbat sepenuhnya, hanya satu tabung yang tersumbat, hingga ada jaringan yang mengakibatkan saluran menjadi sempit.

4. Anovulasi

Gangguan ovulasi ini adalah penyebab paling umum infertilitas pada wanita. Ini merupakan kondisi tidak terjadinya proses pelepasan sel telur. Maka dari itu, siklus menstruasi Anda pun juga menjadi tidak teratur saat mengalami anvoulasi.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Female Reproductive System (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 19 May 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/female-reproductive-system.html

Female Reproductive System: Structure & Function. (2021). Retrieved 19 May 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9118-female-reproductive-system

Female infertility – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 19 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/symptoms-causes/syc-20354308

Topics, H. (2021). Ovarian Disorders | Ovarian Cancer | MedlinePlus. Retrieved 19 May 2021, from https://medlineplus.gov/ovariandisorders.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita