5 Manfaat Makan Alpukat untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Memang benar bahwa semua kalori dari makanan Anda akan bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Tapi banyak ahli kesehatan mengatakan, kunci pola makan sehat selama kehamilan adalah meningkatkan nutrisi, bukannya melipatgandakan porsi makan. Kehamilan adalah waktu yang penting bagi ibu untuk makan lebih banyak zat besi, kalsium, protein, vitamin A, B dan C, folat, magnesium, selenium (diperlukan untuk kelenjar tiroid), dan zinc.

Anda dapat memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi harian Anda dengan makan alpukat. Kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, alpukat merupakan sumber yang sangat baik dari gizi seimbang di semua tahap kehidupan, apalagi selama kehamilan. Tidak ada senyawa dalam alpukat yang diketahui menyebabkan kerugian untuk kandungan. Juga tak ada pantangan khusus untuk menghindari makan alpukat selama kehamilan — kecuali Anda memiliki alergi alpukat.

Berikut adalah 5 alasan mengapa ibu hamil harus mulai makan alpukat.

Manfaat makan alpukat saat hamil

1. Alpukat kaya asam folat

Alpukat adalah buah yang unik di antara buah dan sayuran lainnya. Pasalnya, jika dibandingkan per berat buah, alpukat mengandung jumlah asam folat yang lebih tinggi daripada pisang, misalnya. Setengah buah alpukat mengandung sekitar 90 mikrogram (mcg) asam folat, sementara dua buah pisang mengandung 60 mcg asam folat.

BACA JUGA: Diet Vegetarian Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Asam folat adalah nutrisi utama semasa kehamilan yang memproduksi dan memelihara sel-sel baru. Memenuhi kecukupan folat selama trimester pertama kehamilan sangat penting karena sistem saraf pusat bayi Anda (termasuk otak dan sumsum tulang belakang) sedang terbentuk di masa ini.

Asupan asam folat mencegah cacat saraf pada bayi. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan cacat tulang pada bayi yang belum lahir. Asam folat juga dilaporkan mampu mencegah komplikasi ibu hamil seperti depresi, lesu, anemia, insomnia, perubahan suasana hati, dan preeklampsia.

2. Alpukat sumber lemak baik

Anda perlu menambah berat badan selama kehamilan. Namun, Anda perlu melakukannya dengan cara yang sehat. Junk food hanya akan mengisi tubuh Anda dengan lemak jenuh yang hanya mengendap lama di dalam tubuh; meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Alpukat diperkaya dengan kalori dan lemak tak jenuh tunggal. Lemak tak jenuh tunggal adalah lemak “baik” yang membantu Anda mencukupi kebutuhan kalori yang dibutuhkan. Makan alpukat 3,5 ons saja sudah mencukupi sekitar 177 kalori.

Lemak baik ini juga membantu dalam mengembangkan struktur sel seperti membran bayi Anda. Ketika bayi Anda mulai tumbuh, jutaan sel-sel baru diciptakan yang terdiri dari membran yang terbuat dari lemak.

3. Alpukat kaya akan serat yang baik untuk kesehatan

Sembelit merupakan keluhan yang paling umum dijumpai oleh ibu hamil. Rajin makan alpukat selama kehamilan dapat mengatasi masalah ini. Alpukat mengandung tinggi serat yang mudah larut, bahan pangan utama untuk bakteri baik dalam usus guna meningkatkan kelancaran pencernaan dan memelihara kesehatan metabolisme tubuh keseluruhan.

BACA JUGA: Apakah Kita Perlu Buang Air Besar Setiap Hari?

Selain itu, serat dalam alpukat dapat benar-benar membantu mengurangi kemungkinan kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan yang menjadi faktor risiko diabetes gestasional (dan risiko jangka panjang diabetes pada umumnya).

4. Alpukat membantu mempercepat proses penyerapan nutrisi

Alpukat dapat menyediakan Anda dengan rekomendasi asupan harian dari protein, vitamin K, folat, vitamin C, vitamin B5, vitamin B6, dan vitamin E. Buah hijau kekuningan nan gurih ini juga mengandung magnesium, mangan, tembaga, besi, zinc, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin B3. Alpukat juga mengandung jumlah yang lebih tinggi dari beberapa senyawa non-esensial, seperti serat, lemak tak jenuh tunggal, asam lemak omega 3, dan antioksidan yang larut dalam lemak — semuanya telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan ibu, hasil kelahiran dan/atau kualitas ASI.

Menariknya, semua kombinasi nutrisi berkualitas ini sebenarnya juga membantu tubuh Anda untuk dapat lebih baik menyerap nutrisi dari sumber lainnya. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa makan alpukat dapat membantu meningkatkan penyerapan karotenoid oleh tubuh, yang ditemukan dalam wortel, ubi jalar, dan sayuran hijau.

5. Alpukat meringankan kram kaki

Ibu hamil sering mengeluhkan kram kaki. Kram kaki disebabkan oleh kekurangan kalium. Makan alpukat dapat meredakan nyeri yang diakibatkan oleh kram karena kandungan kaliumnya. Selama kehamilan volume darah Anda meningkat hingga 50% yang berarti Anda akan membutuhkan sedikit lebih banyak kalium daripada biasanya. Rekomendasi asupan kalium untuk wanita hamil adalah 4.700 miligram (mg) potasium per hari. Per 100 gram buah alpukat mengandung 458 mg kalium.

BACA JUGA: Daftar Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Yang harus diperhatikan sebelum makan alpukat saat hamil

Ingat, sebelum mengolah alpukat ke dalam menu makan Anda, pastikan bahwa bahan pendukung lainnya tidak mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan. The American Pregnancy Association juga mendesak perempuan untuk mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi untuk meminimalkan resiko kontaminasi dari pestisida atau bakteri.

Selalu konsultasi dan patuhi anjuran dokter kandungan, bidan, atau ahli gizi prenatal untuk menentukan makanan sehat yang paling aman untuk kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

    5 Bahan Pengganti Mentega untuk Membuat Kue yang Lebih Sehat

    Ingin membuat kreasi kue yang lebih sehat tapi tetap lezat? Coba ganti mentega dengan bahan lain. Apa saja bahan yang bisa menjadi pengganti mentega?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    makanan dan buah untuk jantung lemah

    Makanan yang Disarankan untuk Penderita Jantung Lemah (Kardiomiopati)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 7 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit