10 Keluhan yang Paling Sering Dialami Oleh Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/08/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Hamil seharusnya menjadi momen paling indah bagi wanita. Namun, pasti ada saja masalah yang akan ditemui ibu hamil sepanjang 9 bulan mengandung. Nah, 1o masalah di bawah ini terutama paling sering dialami oleh ibu saat hamil muda. Penasaran?

Berbagai masalah ibu hamil muda dan penyebabnya

Di bawah ini merupakan sejumlah masalah yang paling umum dialami oleh ibu hamil muda beserta penyebabnya.

Perlu dipahami bahwa setiap perempuan belum tentu mengalami masalah yang sama. Bahkan, ada beberapa yang mungkin tidak mengalami keluhan sama sekali.

1. Morning sickness

perkembangan kehamilan 3 minggu

Morning sickness adalah salah satu masalah ibu hamil yang paling umum. Terutama di tiga bulan pertama kehamilan. Walaupun dinamakan morning sickness, tetapi kondisi ini tidak selamanya terjadi di pagi hari.

Morning sickness disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan. Kondisi ini membuat ibu hamil sering merasa ingin muntah dan mual sehingga  malas makan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan morning sickness pada ibu hamil adalah:

  • Meningkatnya kadar hormon estrogen di awal kehamilan.
  • Meningkatnya kadar hormon human chorionic gonadotrophin (HCG), yaitu hormon yang mulai diproduksi setelah pembuahan.
  • Kekurangan zat gizi, seperti kekurangan vitamin B6
  • Masalah pencernaan. Progesteron adalah hormon yang membantu menyiapkan dan melindungi uterus selama kehamilan. Karena produksi hormon progesteron meningkat, pergerakan usus kecil, esofagus, dan perut menurun dan menyebabkan mual. Menurunnya pergerakan ini terjadi karena dinding otot rileksasi.

Sedangkan faktor risiko yang dapat memicu terjadinya morning sickness pada ibu hamil adalah:

  • Mual dan muntah sebelum kehamilan
  • Mempunyai riwayat keluarga mual dan muntah atau morning sickness selama hamil muda atau kehamilan
  • Mempunyai riwayat mabuk darat saat bepergian atau berkendara
  • Mempunyai riwayat mual saat menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen
  • Obesitas
  • Stres
  • Kehamilan kembar
  • Kehamilan pertama

2. Sembelit

sembelit kronis

Anda biasanya akan mengalami sembelit alias susah BAB di trimester pertama kehamilan. Masalah ini bisa disebabkan oleh perubahan hormon tubuh ibu hamil. Meski umumnya bisa juga disebabkan oleh pola makan Anda yang kurang makanan berserat.

Jika sembelit tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan berkembangnya wasir alias ambeien, yaitu bengkaknya pembuluh darah di sekitar anus. Ambeien adalah satu lagi masalah yang paling sering dikeluhkan para ibu hamil.

Supaya ibu hamil tidak sembelit, berikut ini beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Makan makanan yang mengandung tinggi serat, seperti sayuran dan buah setiap hari
  • Banyak minum air, paling sedikit 8 gelas air setiap hari
  • Melakukan olahraga rutin
  • Hindari konsumsi suplemen zat besi karena dapat menyebabkan konstipasi. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu apakah Anda membutuhkan suplemen zat besi  saat kehamilan atau ada cara lain.

3. Kram

Kram kaki pada malam hari mungkin menjadi masalah umum pada kebanyakan ibu hamil selama trimester kedua. Kram disebabkan oleh beban tambahan yang dibawa ibu saat kehamilan yang membuat otot menjadi tegang.

Untuk mencegah masalah kram pada ibu hamil, Anda dapat melakukan senam hamil untuk melancarkan sirkulasi darah dan melenturkan otot kaki.

Anda bisa mencoba salah satu gerakan senam hamil untuk mencegah kram, yaitu menggerakan kaki Anda ke atas dan ke bawah sebanyak 30 kali. Selanjutnya putar kaki Anda 8 kali secara bergantian. Gerakan senam hamil ini mungkin dapat mencegah kram pada kaki Anda jika dilakukan secara rutin.

4. Pembengkakan

penggumpalan darah di kaki

Ibu hamil juga sering mengalami masalah kaki atau tangan bengkak, juga di jari jemarinya. Hal ini disebabkan karena tubuh Anda mengandung lebih banyak cairan saat hamil.

Saat cuaca panas atau jika Anda terlalu banyak berdiri, cairan tubuh akan lebih banyak berkumpul pada bagian terendah dari tubuh. Bengkak juga dapat menjadi tanda Anda menderita preeklampsia jika diikuti dengan sakit kepala, penglihatan menjadi buram, sakit pada tulang rusuk bagian bawah, dan muntah.

Untuk mencegah pembengkakan saat kehamilan, sebaiknya Anda:

  • Hindari berdiri dalam waktu lama
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak terlalu ketat
  • Istirahatkan kaki Anda setidaknya satu jam per hari dengan meletakkan kaki lebih tinggi daripada jantung Anda, Anda bisa mengganjal kaki Anda dengan bantal ketika duduk atau berbaring

5. Sakit punggung

turun peranakan saat hamil

Selama kehamilan, ligamen yang menghubungkan antar tulang menjadi lebih lunak dan meregang untuk mempersiapkan persalinan.

Namun, beban tubuh yang meningkat karena bayi makin besar dalam justru akan memberatkan punggung dan panggul sehingga menyebabkan sakit punggung.

Untuk mencegah sakit punggung saat hamil, ibu hamil sebaiknya:

  • Menghindari mengangkat benda berat
  • Tekuk lutut Anda dan jaga agar tubuh Anda tetap tegak ketika mengambil barang dari bawah atau lantai
  • Gerakan kaki Anda ketika berbalik untuk menghindari memutarnya tulang belakang
  • Gunakan alas kaki yang datar seperti flat shoes agar berat badan Anda dibagi secara merata pada kedua kaki
  • Bekerja pada meja yang cukup tinggi untuk mencegah Anda membungkuk
  • Seimbangkan berat tas Anda ketika membawa tas atau membawa belanja
  • Duduklah dengan tegak
  • Pastikan Anda mempunyai waktu cukup untuk istirahat

6. Sakit kepala

vertigo saat hamil

Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling umum terjadi pada ibu hamil. Sakit kepala saat hamil seringnya disebabkan oleh hormon. Biasanya terjadi saat Anda hamil muda dan akan berkurang pada 6 bulan terakhir kehamilan. Sakit kepala saat hamil memang tidak akan menyakiti bayi Anda, tetapi membuat Anda tidak nyaman.

Perubahan pada gaya hidup Anda dapat membantu mencegah sakit kepala. Pastikan Anda selalu mendapatkan istirahat yang cukup serta buatlah pikiran Anda lebih tenang dan rileks.

Cobalah lakukan hal-hal yang menyenangkan yang membuat Anda merasa lebih nyaman. Jika sakit kepala menyerang, sebaiknya Anda istirahat sebentar.

Jika ingin minum obat sakit kepala, seperti paracetamol dan ibuprofen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

7. Sering buang air kecil

menahan kencing saat hamil

Masalah sering buang air kecil biasanya terjadi saat ibu hamil muda, di sekitar usia 12-14 minggu pertama kehamilan. Setelah itu, biasanya frekuensi buang air kecil ibu hamil akan kembali normal.

Selanjutnya, pada akhir masa kehamilan, frekuensi buang air kecil yang lebih sering dapat dialami lagi oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh kepala bayi yang menekan kandung kemih Anda.

Namun, bukan berarti ibu hamil harus mengurangi asupan cairan untuk mencegah hal ini terjadi. Pasalnya, Anda dan bayi Anda tetap membutuhkan banyak cairan. Jadi, yang dapat Anda lakukan adalah menghindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein.

Jika terdapat darah pada urin Anda, mungkin Anda mengalami infeksi saluran kencing. Sebaiknya minum banyak cairan untuk mencairkan urin Anda dan untuk menghilangkan rasa sakit dan segera periksakan ke dokter.

8. Keputihan

keputihan selama hamil

Keputihan dapat terjadi selama kehamilan dan hampir semua ibu hamil mengalami masalah ini. Keputihan meningkat pada saat kehamilan karena untuk melindungi vagina dan rahim dari infeksi. Selama kehamilan, serviks atau leher rahim dan dinding vagina menjadi lebih lembut.

Menjelang akhir kehamilan, jumlah keputihan terus meningkat dan bertekstur lebih tebal dan mungkin terdapat bercak darah. Ini merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai mempersiapkan kelahiran dari bayi Anda.

Namun, untuk mengantisipasi terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan, sebaiknya beri tahu dokter Anda jika terjadi perubahan yang tidak biasa dari keputihan Anda, seperti perubahan warna dan bau, atau Anda mengalami nyeri di sekitar vagina.

9. Gangguan pencernaan

Masalah pencernaan umum dialami oleh ibu hamil. Gangguan pencernaan seperti maag disebabkan oleh perubahan hormon, dan pada akhir kehamilan juga disebabkan oleh uterus yang terus berkembang sehingga menekan perut Anda.

Perubahan ini sering menyebabkan refluks asam, di mana asam lambung naik dari perut ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan pada kerongkongan, menghasilkan heartburn alias perasaan panas pada perut bagian atas.

Gejala dari gangguan pencernaan biasanya timbul setelah Anda makan, seperti perasaan kenyang, mual, dan bersendawa. Gangguan pencernaan ini mungkin bisa dikurangi dengan merubah gaya hidup, misalnya makan makanan dengan porsi kecil tetapi sering.

Jika ingin mengonsumsi obat, seperti antasida, untuk meredakan sakit ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda.

10. Merasa lemah dan ingin pingsan

hepatitis saat hamil

Ibu hamil sering merasa lemah dan hal ini disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan, terutama saat hamil muda. Pingsan dapat terjadi ketika otak tidak mendapatkan cukup aliran darah sehingga otak mengalami kekurangan oksigen.

Penglihatan Anda mungkin akan kabur jika beranjak dari posisi duduk atau posisi tidur terlalu cepat. Ada beberapa hal yang dapat ibu hamil lakukan untuk mencegah pingsan, di antaranya:

  • Bangunlah dengan perlahan setelah Anda duduk atau berbaring
  • Jika Anda merasa ingin pingsan ketika berdiri, sebaiknya Anda kembali duduk atau berbaring lagi
  • Jika Anda merasa ingin pingsan ketika sedang berbaring, sebaiknya ganti sisi berbaring Anda

Senam ibu hamil meredakan masalah

Hamil muda bukan berarti Anda harus berhenti berolahraga. Tergantung kondisi Anda, sebenarnya olahraga sangat disarankan selama masa kehamilan karena dapat membawa manfaat yang banyak bagi Anda dan janin.

Senam hamil adalah satu olahraga yang relatif aman dilakukan oleh ibu hamil. Senam hamil aman dilakukan di berbagai usia kehamilan. Anda dapat melakukan senam ibu hamil di rumah atau di kelas senam.

Jika Anda melakukan senam ibu hamil di rumah, Anda tentu akan merasa lebih nyaman. Selain itu, senam ibu hamil di rumah bisa dilakukan kapan saja sehingga dapat menghemat waktu Anda.

Meski demikian, sebelum melakukan senam hamil di rumah, pastikan Anda sudah berkonsultasi dahulu dengan dokter mengenai gerakan senam ibu hamil yang boleh atau tidak bileh dilakukan. Akan lebih baik lagi kalau Anda memanggil pelatih senam hamil yang tersertifikasi dan berpengalaman ke rumah Anda.

Sementara jika Anda melakukan senam hamil di kelas hamil, Anda tentu akan mendapatkan kebugaran dan panduan yang tepat. Anda juga Anda juga dapat berinteraksi dengan ibu-ibu hamil lainnya sehingga semakin memperbanyak pengetahuan dan berbagi pengalaman dengan yang lain.

Manfaat senam hamil yang paling utama adalah menambah kesehatan dan kebugaran ibu hamil dan janinnya. Selain itu senam ibu hamil dapat membantu melenturkan dan menguatkan otot-otot yang diperlukan saat persalinan nanti sehingga akan mempermudah proses persalinan. Manfaat lain jika melakukan senam ibu hamil secara teratur, antara lain:

  • Meredakan nyeri dan sakit yang dirasakan di masa kehamilan.
  • Mengencangkan otot.
  • Memperkuat jantung dan paru.
  • Membuat tidur lebih nyenyak.
  • Membantu menghindari pertambahan berat badan berlebihan.
  • Meringankan nyeri akibat pertambahan beban pada tulang belakang.
  • Memperkuat sendi.

Secara psikologis, senam ibu hamil membuat Anda berpikir lebih positif karena merasa lebih siap menghadapi persalinan. Selain itu, setelah bayi lahir, senam ini juga membantu Anda segera dapat kembali ke bentuk badan dan stamina semula.

Aturan aman senam hamil

olahraga saat hamil

Sebelum melakukan senam hamil, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi terlebih dulu ke dokter kandungan Anda. Tubuh setiap ibu hamil berbeda. Jadi, pertimbangkan segala manfaat serta risiko yang ada sebelum Anda melakukan aktivitas yang satu ini.

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan senam ibu hamil:

  • Berolahraga secukupnya minimal 30 menit sehari.
  • Pakai pakaian olahraga khusus ibu hamil yang longgar dan nyaman.
  • Minum air putih sebelum, selama dan sesudah berolahraga. Air mencegah dehidrasi dan kekurangan oksigen.
  • Tingkatkan kekuatan Anda dengan fokus pada latihan punggung, bahu, dada dan bisep sehingga Anda tetap kuat untuk mengangkat dan menahan bayi sesering yang Anda butuhkan.
  • Jangan lupa untuk mencoba senam Kegel. Senam ini melatih otot-otot panggul. Latihan dasar panggul penting selama kehamilan. Karena dapat mejaga seluruh area panggul Anda kuat dan membantu mencegah kemungkinan masalah inkontinensia urine setelah Anda melahirkan.

Selain senam ibu hamil, Anda juga dapat melakukan olahraga lainnya. Seperti disarankan oleh American Pregnancy Association, pilihlah olahraga saat hamil yang tepat. Ada banyak olahraga yang aman untuk dilakukan ibu hamil, namun jangan berlebihan dan harus selalu berhati-hati. Contoh olahraga yang baik dilakukan ibu hamil adalah prenatal yoga, di mana risiko yang bisa ditimbulkannya sangat rendah.

Jika Anda sudah terbiasa melakukan olahraga sebelum hamil, Anda mungkin bisa meneruskannya selama kehamilan Anda. Tapi, sesuaikan juga dengan kemampuan Anda saat hamil. Jangan melakukan olahraga dengan risiko tinggi, seperti berisiko terjatuh, ada gerakan melompat, dilakukan dalam cuaca panas, dan sebagainya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

    Memang benar makan tidak teratur bisa bikin Anda cepat gemuk. Tapi dari sisi kesehatan, ada banyak efek samping buruk lainnya. Apa saja?

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Nutrisi, Hidup Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

    Cacingan bukan masalah sepele. Kekurangan nutrisi hingga anemia dapat terjadi karena infeksi ini. Ayo, cari tahu tanda cacingan yang tak boleh diabaikan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    tanda cacingan
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

    Penyebab penyakit celiac belum diketahui. Namun, menurut studi terbaru, bahan kimia pada alat masak antilengket bisa meningkatkan risiko penyakit celiac.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Masturbasi Saat Hamil

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    cek kehamilan dengan test pack

    Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    infeksi kandung kemih cystitis adalah

    Infeksi Kandung Kemih

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit
    berhubungan seks setelah operasi caesar

    Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit