home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tromboflebitis

Pengertian tromboflebitis|Tanda-tanda & gejala tromboflebitis|Penyebab & faktor risiko tromboflebitis|Komplikasi tromboflebitis|Diagnosis & Pengobatan tromboflebitis|Pengobatan tromboflebitis di rumah |Pencegahan tromboflebitis
Tromboflebitis

Pengertian tromboflebitis

Apa itu tromboflebitis?

Tromboflebitis adalah kondisi ketika pembuluh darah vena mengalami peradangan akibat terbentuknya gumpalan darah (trombosis). Gumpalan darah ini menyumbat satu atau lebih vena, yang umumnya terjadi di tungkai kaki. Namun, bagian tubuh lainnya pun bisa terkena, seperti panggul atau lengan.

Vena yang terkena bisa berada di permukaan kulit atau jauh di dalam otot. Tromboflebitis yang terjadi di permukaan kulit disebut juga dengan superficial thrombophlebitis. Sementara gumpalan darah di vena dalam disebut dengan deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam.

Umumnya, superficial thrombophlebitis bukanlah suatu kondisi yang serius. Pada kondisi ini, gumpalan darah biasanya hilang dan peradangan mereda dalam beberapa minggu. Sebagian besar penderitanya pun dinyatakan sehat kembali.

Namun, DVT justru bisa membahayakan kesehatan Anda. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami DVT perlu segera mendapat pengobatan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Tromboflebitis umum terjadi pada pasien berusia 60 tahun atau lebih. Wanita hamil juga dapat mengalami penyakit ini sebelum atau setelah melahirkan. Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala tromboflebitis

Apa saja tanda-tanda dan gejala tromboflebitis?

Sebagaimana pengertian dari tromboflebitis, peradangan merupakan ciri-ciri utama pada penyakit ini. Biasanya, peradangan ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, nyeri, serta terasa hangat dan lembut saat disentuh di bagian tubuh yang terkena.

Pada superficial thrombophlebitis, peradangan pada vena di bawah permukaan kulit menimbulkan benjolan keras yang menyakitkan dan bewarna kemerahan. Ini biasanya terjadi di tungkai kaki bagian bawah, tetapi bisa juga mempengaruhi pembuluh darah di lengan, penis, atau payudara.

Adapun pada DVT di kaki, gejala yang timbul pun serupa, seperti nyeri, kram, dan bengkak pada satu sisi kaki, terutama betis atau paha. Kulit di area pembuluh darah yang terkena pun menjadi kemerahan serta terasa hangat saat disentuh. Namun, tak hanya di kaki, gejala serupa juga bisa terjadi di lengan atau perut Anda.

Terdapat kemungkinan tanda-tanda dan gejala lain dari tromboflebitis yang belum disebutkan. Jika Anda merasa gelisah terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala di atas, terutama jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit ini. Anda pun perlu segera pergi ke unit gawat darurat rumah sakit jika anggota tubuh yang bengkak dan nyeri terasa parah, disertai dengan sesak napas, nyeri dada, atau batuk darah.

Kondisi tersebut mungkin mengindikasikan bahwa tromboflebitis yang Anda alami telah berkembang menjadi emboli paru, yang semakin membahayakan kondisi Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Penyebab & faktor risiko tromboflebitis

Apa penyebab tromboflebitis?

Penyebab dari tromboflebitis adalah gumpalan darah. Gumpalan darah ini terbentuk karena adanya suatu kondisi yang menghalangi sirkulasi atau aliran darah. Adapun beberapa kondisi yang dapat membentuk gumpalan darah, yaitu:

  • cedera pada pembuluh darah,
  • gangguan pembekuan darah yang diturunkan dalam keluarga,
  • berdiam diri pada posisi yang sama di waktu yang lama, seperti saat dirawat di rumah sakit karena cedera.

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:

  • Memiliki varises.
  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Berada dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama, seperti di dalam mobil atau pesawat.
  • Terbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama, seperti setelah menjalani operasi.
  • Menggunakan alat pacu jantung atau kateter di vena sentral (central venous catheter) untuk tujuan pengobatan.
  • Merokok.
  • Kehamilan atau baru saja melahirkan.
  • Mengonsumsi pil KB atau terapi pengganti hormon yang bisa membuat darah lebih mungkin menggumpal.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan pembekuan darah.
  • Pernah terkena stroke.
  • Pernah mengalami tromboflebitis sebelumnya.
  • Mengidap kanker.

Komplikasi tromboflebitis

Apa komplikasi yang mungkin muncul dari kondisi ini?

Dilansir dari Mayo Clinic, komplikasi dari superficial thrombophlebitis sangatlah jarang. Namun, jika Anda mengalami DVT, risiko terkena komplikasi meningkat. Adapun komplikasi yang mungkin muncul dari tromboflebitis adalah:

  • Emboli paru. Gumpalan darah dapat berpindah ke paru-paru sehingga menghambat aliran darah di organ tersebut dan menimbulkan penyakit emboli paru. Adapun kondisi ini berpotensi mengancam jiwa.
  • Sindrom postphlebitic. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan, pembengkakan, hingga kaki terasa berat.

Diagnosis & Pengobatan tromboflebitis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter mendiagnosis kondisi ini berdasarkan gejala yang Anda alami. Melalui pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa tanda-tanda yang muncul di bagian tubuh yang terkena. Selain itu, dokter juga akan memeriksa seluruh tanda vital Anda untuk memastikan bahwa tidak ada komplikasi yang timbul.

Untuk memastikan apakah Anda mengalami superficial thrombophlebitis atau DVT, dokter akan meminta Anda untuk melakukan sejumlah tes pemeriksaan. Beberapa tes pemeriksaan ini meliputi:

  • USG
  • Tes darah, untuk mengukur kadar zat pelarut bekuan darah (D dimer).
  • Venogram atau rontgen vena.
  • Tes genetik.

Apa saja pilihan pengobatan untuk tromboflebitis?

Pengobatan untuk kondisi ini bisa berbeda pada setiap orang. Ini tergantung pada jenis tromboflebitis yang Anda miliki serta tingkat keparahannya.

Pada penderita superficial thrombophlebitis, umumnya dokter hanya memberikan obat pereda nyeri NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug). Dokter pun akan menyarankan Anda untuk mengompreas area tubuh yang terkena dengan air hangat serta mengangkat bagian kaki yang sakit. Umumnya, dengan langkah sederhana tersebut, bagian tubuh yang meradang akan membaik dengan sendirinya.

Namun, pada beberapa kondisi, terutama untuk penderita DVT, dokter mungkin akan memberikan jenis pengobatan lainnya. Diantaranya:

  • Obat pengencer darah, seperti fondaparinux, apixaban, warfarin, atau rivaroxaban.
  • Obat penghancur gumpalan darah atau trombolisis, seperti alteplase.
  • Stoking kompresi, untuk membantu mencegah pembengkakan dan mengurangi kemungkinan komplikasi DVT.
  • Filter vena cava, yaitu memasukkan filter ke dalam pembuluh darah utama di perut untuk mencegah gumpalan terlepas ke paru-paru.
  • Pembedahan untuk mengangkat varises yang menyebabkan tromboflebitis.

Pengobatan tromboflebitis di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tromboflebitis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi tromboflebitis adalah:

  • Mengangkat kaki untuk mengurangi pembengkakan.
  • Mengompres area kaki yang terkena dengan air hangat.
  • Tetap aktif dan bergerak agar peredarahan darah lancar.
  • Mengonsumsi obat seperti yang dokter resepkan.
  • Menghindari asupan vitamin K, seperti bayam, kangkung, dan sayuran hijau lainnya, jika Anda mengonsumsi obat warfarin.

Pencegahan tromboflebitis

Bagaimana cara mencegah tromboflebitis?

Untuk mencegah kondisi ini, Anda perlu menghindari berbagai penyebabnya. Adapun beberapa cara berikut bisa membantu Anda mencegah tromboflebitis:

  • Gerakkan kaki Anda secara teratur agar tidak berada di posisi yang sama dalam waktu yang lama.
  • Jika sedang bepergian dengan kereta api, bus, atau pesawat terbang, berjalanlah sekitar satu jam sekali.
  • Jika Anda sedang mengemudi, berhentilah setiap satu jam atau lebih dan gerakkan badan Anda.
  • Konsumsi banyak air untuk menghindari dehidrasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thrombophlebitis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 17 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombophlebitis/symptoms-causes/syc-20354607.

Encyclopedia, M. (2021). Thrombophlebitis: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 17 June 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001108.htm.

Phlebitis (superficial thrombophlebitis). (2021). Retrieved 17 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/phlebitis/.

DVT (deep vein thrombosis). (2021). Retrieved 17 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/deep-vein-thrombosis-dvt/.

Deep vein thrombosis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 17 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/deep-vein-thrombosis/symptoms-causes/syc-20352557

Foto Penulis
Ditulis oleh Ihda Fadila pada 02/01/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x