Tekanan Darah Tinggi Saat Cek di Rumah, Tapi Normal Ketika ke Dokter. Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda punya alat cek tekanan darah sendiri di rumah? Buat orang yang punya risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) memang sebaiknya menyediakan alat monitor tekanan darah. Apalagi kalau orangtua atau kakek Anda punya riwayat hipertensi.

Sayangnya, beberapa orang mengeluh bahwa ketika cek di rumah, tekanan darahnya tinggi atau mengkhawatirkan. Namun ketika check up ke dokter, tekanan darah Anda tampaknya baik-baik saja. Inilah yang dinamakan hipertensi terselubung. Simak penjelasan lengkap seputar hipertensi terselubung di bawah ini.

Apa itu hipertensi terselubung?

Hipertensi terselubung terjadi ketika tekanan darah Anda saat cek mandiri di rumah cukup tinggi, yaitu sekitar 135/85 mmHg. Namun saat tekanan darah Anda dicek oleh dokter atau perawat, kadarnya justru normal, tidak terlalu tinggi. Kasus ini adalah kebalikan dari hipertensi white coat (jas putih dokter), di mana tekanan darah pasien melonjak ketika diperiksa oleh dokter atau perawat.

Menurut sebuah penelitian tahun 2005 dalam jurnal Circulation, kasus hipertensi terselubung jauh lebih sering ditemui daripada hipertensi white coat. Hipertensi yang terselubung juga lebih berbahaya karena dokter jadi sulit mendeteksi kemungkinan penyakit jantung atau komplikasi lainnya akibat tekanan darah naik. Kebanyakan pasien yang mengalami hipertensi jenis ini pun mengaku sudah berhenti minum obat karena merasa tekanan darahnya baik-baik saja.

Penyebab hipertensi terselubung

Mirip dengan hipertensi white coat yang disebabkan oleh rasa gugup atau cemas saat periksa ke dokter, hipertensi yang terselubung juga diakibatkan oleh faktor lingkungan. Namun, kebalikan dari hipertensi white coat, Anda mungkin lebih merasa gugup, stres, dan khawatir ketika sedang berada di rumah atau kantor. Bisa jadi karena sedang ada masalah terkait rumah tangga atau pekerjaan. Bisa juga berada di rumah sakit malah membuat Anda rileks karena Anda tahu Anda berada di tangan yang tepat. Maka saat dicek, tekanan darah Anda cenderung normal.

Faktor lainnya yaitu gaya hidup sedenter (kurang gerak). Saat periksa mandiri, Anda mungkin sedang merasa kelelahan karena bekerja seharian, habis jalan-jalan, atau kurang tidur karena lembur. Akibatnya tekanan darah langsung melonjak. Sedangkan ketika tekanan darah Anda diperiksa di rumah sakit, Anda sedang berada dalam kondisi tenang dan tidak kelelahan. Maka hasilnya pun tidak mengkhawatirkan.

Di samping itu, orang yang tekanan darahnya tidak stabil juga bisa mengalami hipertensi yang terselubung. Misalnya pada orang lanjut usia atau orang prehipertensi (punya risiko besar mengalami hipertensi).

Siapa saja yang mungkin mengidap hipertensi terselubung?

Dihimpun dari sejumlah penelitian, ada orang-orang tertentu yang lebih rentan kena hipertensi yang terselubung. Berikut adalah macam-macam faktor risikonya.

  • Penyakit diabetes melitus (kencing manis)
  • Penyakit gagal ginjal kronis
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Stres dan tekanan psikologis lainnya
  • Merokok
  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol
  • Keturunan hipertensi

Apa yang harus dilakukan kalau saya mengidap hipertensi terselubung?

Beri tahu ahli jantung atau dokter Anda jika tekanan darah Anda biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan waktu periksa di rumah sakit atau klinik. Untuk mencegah kemungkinan serangan jantung atau stroke karena hipertensi, Anda harus melakukan berbagai perubahan gaya hidup. Misalnya dengan menjalani pola makan khusus pengidap hipertensi, rutin berolahraga, cukup tidur, dan menghindari stres.

Selain itu, bila Anda sudah didiagnosis hipertensi sebelumnya, jangan berhenti minum obat yang diresepkan dokter. Kecuali kalau dokter memang meminta atau memberikan izin untuk menghentikan pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit