Orang yang Punya Diabetes Harus Waspada Dengan Risiko Kena Hipertensi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi saling berhubungan erat. Diabetes disebut dapat menyebabkan hipertensi. Adapun bila keduanya terjadi secara bersamaan, risiko komplikasi pada penyakit lain semakin tinggi. Mengapa demikian? Apa bahayanya bila diabetes dan tekanan darah tinggi terjadi secara bersamaan?

Pengertian diabetes dan hipertensi

Diabetes melitus atau yang disebut juga dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa dalam darah atau gula darah yang terlalu tinggi. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh Anda tidak dapat menggunakan atau memproduksi hormon insulin yang cukup untuk mengubah glukosa (dari makanan yang Anda konsumsi) menjadi energi yang dibutuhkan sel-sel dan jaringan pada tubuh.

Ada dua jenis diabetes. Diabetes tipe 1, yaitu saat tubuh Anda tidak dapat memproduksi insulin. Sementara diabetes tipe 2, yaitu saat tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

Di sisi lain, tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah tekanan yang sangat kuat, yang terjadi ketika aliran darah mendorong dinding pembuluh darah arteri. Kondisi ini semakin lama bisa merusak dan menyempitkan dinding pembuluh darah, yang kemudian dapat mengganggu kerja berbagai organ, seperti jantung, ginjal, dan otak.

Tekanan darah tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala hipertensi. Kondisi ini bisa diketahui melalui pengukuran tekanan darah. Adapun seseorang disebut memiliki hipertensi bila tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Apa hubungan diabetes dan hipertensi?

Diabetes dan hipertensi merupakan kedua penyakit yang umum terjadi. Keduanya pun sangat berhubungan dan bahkan sering terjadi bersamaan.

Faktanya, dua dari tiga orang dewasa yang mengidap diabetes memiliki tekanan darah lebih dari 130/80 mmHg atau mengonsumsi obat darah tinggi. Adapun tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg. Lalu, apa hubungan antara diabetes dan tekanan darah tinggi? Berikut penjelasan lengkapnya:

Memiliki penyebab yang sama

Dalam jurnal Current Atheroclerosis Reports pada tahun 2012 tertulis, diabetes dan hipertensi bisa terjadi secara bersamaan karena keduanya memiliki penyebab yang serupa. Adapun penyebab yang mungkin terjadi pada keduanya, yaitu obesitas dan resistensi insulin.

Obesitas adalah faktor risiko utama hipertensi dan diabetes, terutama diabetes tipe 2. Kondisi ini umumnya terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori akibat dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, sebagian besar obesitas ditentukan oleh faktor genetik atau keturunan.

Obesitas dan gaya hidup yang buruk membuat pembuluh darah menyempit dan jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah. Obesitas dan gaya hidup tidak sehat juga dapat mengacaukan produksi hormon dan enzim tubuh, termasuk produksi insulin. Adapun insulin juga berperan penting untuk membantu mengatur tekanan darah. 

Resistensi insulin membuat tubuh tidak merespon hormon insulin dengan baik, sehingga tidak bisa menyerap gula dalam darah (glukosa) untuk diubah menjadi energi. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan lemak tubuh. Penumpukan lemak dalam tubuh bisa mengganggu kerja sistem saraf, termasuk sinyal yang mengatur tekanan darah.

Selain itu, resistensi insulin memicu ketidakseimbangan kadar garam dan kalium yang menyebabkan peningkatan volume cairan tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan penyempitan arteri, yang lama-lama menaikkan tekanan darah hingga berisiko hipertensi.

Diabetes bisa menyebabkan hipertensi

Tubuh penderita diabetes tidak dapat menggunakan atau tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mengubah gula menjadi energi yang dibutuhkan sel-sel dan jaringan dalam tubuh. Jika tidak dapat diubah, gula akan tertahan dan menumpuk di dalam aliran darah.

Penumpukan lemak ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan aliran darah di dalamnya tersumbat, hingga akhirnya pembuluh darah menjadi mengeras. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.

Pada kondisi ini, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Inilah yang kemudian menjadi penyebab hipertensi pada penderita diabetes. Diabetes yang menyebabkan hipertensi umumnya terjadi pada penderita jenis hipertensi sekunder.

Di sisi lain, orang yang punya tekanan darah tinggi juga dapat berisiko mengalami diabetes karena peningkatan tensi bisa memengaruhi produksi insulin dari pankreas. Kerusakan pankreas dan hormon insulin yang tidak bekerja dengan baik dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak gula darah. Peningkatan gula darah berlebihan berisiko menimbulkan gejala diabetes.  

Diabetes dan hipertensi memicu komplikasi

Tidak hanya saling terkait, diabetes dan hipertensi bisa menyebabkan kondisi kesehatan Anda semakin parah. 

Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkendali pada diabetes dan kenaikan tekanan darah pada hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi hipertensi, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke, atau masalah kesehatan lainnya.

Untuk mencegah hipertensi, diabetes, dan komplikasinya, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat untuk penderita diabetes umumnya sama dengan hipertensi, yaitu dengan menerapkan diet DASH dan rutin olahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 17/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit