home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pertolongan Pertama untuk Luka Gigitan Hewan, Kapan Perlu Bantuan Medis?

Pertolongan Pertama untuk Luka Gigitan Hewan, Kapan Perlu Bantuan Medis?

Kasus gigitan hewan paling umum disebabkan oleh hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Gigitan kedua hewan peliharaan ini bisa menyebabkan luka nyeri, perdarahan, dan bengkak sehingga perlu diobati guna mencegah infeksi luka.

Namun, penting juga mewaspadai gigitan hewan liar seperti kelalawar, tikus, ular, atau monyet. Pasalnya, tidak hanya menimbulkan luka, gigitan hewan juga bisa menjadi perantara penularan penyakit infeksi.

Oleh karena itu, ketahui lebih lengkap mengenai langkah pertolongan pertama yang tepat saat digigit hewan dalam ulasan ini.

Gejala dan dampak gigitan hewan

digigit kucing

Luka gigitan hewan bisa berasal dari hewan peliharaan atau hewan liar.

Tingkat keparahan kondisi luka yang ditimbulkan pun bisa berbeda-beda tergantung dari jenis hewan dan seberapa kuat gigitannya.

Gigitan hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing, umumnya menimbulkan luka yang ringan. Namun, gigitan anjing bisa menyebabkan luka tusukan yang lebih dalam.

Sementara itu, gigitan hewan liar seperti ular berbisa dapat meracuni tubuh manusia sehingga membutuhkan pertolongan darurat medis.

Gigitan hewan liar lainnya pun bisa merusak lapisan kulit yang lebih dalam. Akibatnya, Anda bisa mengalami luka dengan perdarahan luar yang cukup besar.

Pada umumnya, Anda akan mengalami beberapa reaksi atau gejala seperti di bawah ini saat digigit hewan.

  • Luka terbuka dengan perdarahan luar.
  • Kemerahan dan bengkak.
  • Nyeri dan perih di bagian luka gigitan.
  • Luka tusukan yang dalam.

Selain luka, gigitan hewan juga berisiko besar menyebabkan infeksi pada luka ataupun menularkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit lainnya.

Gigitan anjing atau tikus berisiko menularkan penyakit rabies dari air liurnya.

Selain itu, kelelawar, ular, dan monyet bisa menyebarkan berbagai penyakit zoonosis (infeksi yang berasal dari hewan) pada manusia.

Meskipun menyebabkan luka gigitan kucing umumnya ringan, luka tersebut cenderung lebih mudah mengalami infeksi bakteri dibandingkan gigitan hewan lainnya.

Tanda dan gejala yang menunjukkan bahwa luka telah terinfeksi meliputi sebagai berikut.

  • Kemerahan dan bengkak di sekitar tempat luka.
  • Luka jadi lebih menyakitkan.
  • Nanah pada luka.
  • Bengkaknya kelenjar getah bening.
  • Demam sekitar 38°C atau lebih.
  • Tubuh menggigil.

Cara mengobati luka gigitan hewan

cara mengobati luka pada anak

Pertolongan pertama yang tepat untuk gigitan hewan perlu disesuaikan dengan jenis luka, bagian tubuh yang terdampak, dan risiko infeksi seperti rabies atau tetanus.

Pada luka yang ringan, perawatan sederhana di rumah bisa memulihkan secara efektif.

Akan tetapi, jika perdarahan luar terjadi secara menerus atau muncul reaksi berbahaya seperti keracunan, pasien perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Pada prinsipnya, Anda tetap perlu melakukan langkah pertolongan pertama seperti di bawah ini saat terkena gigitan hewan.

1. Membersihkan luka gigitan hewan

Jika terjadi perdarahan luar, coba tekan bagian luka gigitan untuk menghentikan perdarahan.

Cucilah area yang terluka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.

Jika luka cukup dalam, pastikan sabun tidak masuk ke dalam luka, cukup bersihkan area di sekitar luka.

Hindari membersihkan luka gigitan hewan langsung dengan alkohol karena bisa menimbulkan sensasi terbakar dan risiko iritasi.

Membersihkan luka sesegera mungkin bertujuan menghindari infeksi pada luka yang bisa berasal dari bakteri atau kotoran yang terdapat di sekitar luka.

2. Mengoleskan obat antibiotik

Pada luka gigitan yang merobek lapisan kulit dalam, oleskan salep antibiotik untuk luka seperti baciatracin, neosporin, atau silver sulfadiazine.

Selanjutnya, Anda bisa melindungi luka gigitan dengan perban atau kain kasa steril. Jika luka tidak terlalu besar, biarkan luka tanpa plester atau perban.

Jika masih terjadi perdarahan, angkat bagian tubuh yeng terkena gigitan lebih tinggi dari dada untuk membantu menghentikan perdarahan.

Selama melakukan ini, tekan juga luka dengan kain bersih.

3. Memantau kondisi luka

Tanda-tanda infeksi pada luka biasanya baru muncul dalam waktu 24-48 jam setelah digigit hewan. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa kondisi luka untuk mewaspadai indikasi infeksi.

Jika terdapat tanda-tanda seperti bengkak, nyeri luka yang bertambah parah, nanah pada luka, dan demam, segera periksakan luka ke dokter.

Perawatan Luka dan Proses Penyembuhan Luka, Begini Penjelasannya

Kapan saya harus ke dokter?

Pada kondisi tertentu, pertolongan pertama untuk luka gigitan hewan bisa memerlukan penanganan medis segera, terutama saat diketahui hewan yang mengigit ternyata terinfeksi rabies.

Segera pergi ke dokter ketika Anda digigit anjing secara tiba-tiba dan anjing tersebut terlihat sakit atau berperilaku agresif. Ini bisa menjadi pertanda infeksi rabies pada hewan.

Pada kondisi ini Anda perlu mendapatkan vaksin rabies (kurang dari 72 jam) untuk mencegah dampak infeksi yang bisa mengganggu sistem saraf.

Untuk luka yang cukup dalam, pasien juga perlu memeriksakan diri ke dokter ketika mengetahui tidak mendapatkan suntikan tetanus dalam kurun 10 tahun terakhir.

Secara garis besar, American College of Emergency Physicians menyarankan untuk segera mendapatkan pengobatan medis untuk luka gigitan dengan kondisi seperti berikut.

  • Luka gigitan cukup dalam.
  • Perdarahan tidak berhenti dan luka perlu jahitan.
  • Luka mulai terinfeksi
  • Kondisi luka cukup serius dan belum mendapat suntikan tetanus.
  • Luka gigitan berasal dari hewan yang terinfeksi rabies.

Saat mengatasi luka gigitan, dokter bisa menjahit luka untuk menghentikan perdarahan.

Ulasan dari American Family Physician menyebutkan dokter juga akan melakukan penanganan postexposure prophylaxis (PEP) yang bisa meliputi:

  • pemberian antibiotik,
  • suntikan tetanus, dan
  • vaksin rabies.

Pengobatan tersebut tergantung dari tingkat keparahan luka dan risiko infeksi yang bisa dialami pasien.

Gigitan hewan bisa menimbulkan luka ringan hingga serius, bahkan berisiko menyebabkan infeksi atau keracunan pada tubuh.

Meski begitu, setiap dampaknya tetap bisa ditangani baik dengan pertolongan sederhana di rumah maupun pengobatan di rumah sakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Desai, A. (2020). Dog Bites. JAMA, 323(24), 2535. https://doi.org/10.1001/jama.2020.1993

Ellis, R., & Ellis, C. (2014). Dog and Cat Bites. American Family Physician, 90(4), 239-243. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2014/0815/p239.html

American College of Emergency Physicians. (2021). Animal Bites. Retrieved 1 April 2021, from https://www.emergencyphysicians.org/article/know-when-to-go/animal-bites

CDC. (2021). Animal Bites & Stings (Zoonotic Exposures) – Chapter 3 – 2020 Yellow Book | Travelers’ Health |  Retrieved 1 April 2021, from https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2020/noninfectious-health-risks/animal-bites-and-stings-zoonotic-exposures

WHO. (2018). Animal bites. Retrieved 1 April 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/animal-bites

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 2 minggu lalu
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x