home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Cara Menghentikan Perdarahan Pada Luka

4 Cara Menghentikan Perdarahan Pada Luka

Cedera dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan perdarahan. Ini sering memicu kecemasan dan ketakutan, tetapi perdarahan ini berguna sebagai proses penyembuhan. Semua perdarahan dapat dikendalikan, karena jika dibiarkan, perdarahan dapat menyebabkan syok hingga kematian. Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara menghentikan perdarahan yang tepat.

Cara menghentikan perdarahan pada luka

Jika luka akibat cedera yang Anda alami cukup besar, segera cari pertolongan medis. Namun, jika luka Anda tidak terlalu besar dan parah Anda bisa menghentikan perdarahan sendiri.

Selain itu, selagi menunggu datangnya bantuan, Anda bisa memberikan pertolongan dengan cepat pada luka yang berdarah. Berikut beberapa cara menghentikan perdarahan pada luka.

1. Tekan luka berdarah

luka
Sumber: WikiHow

Cara pertama untuk menghentikan perdarahan pada luka Anda adalah dengan menekan atau menutup luka terbuka yang berdarah. Darah perlu menggumpal untuk memulai proses penyembuhan dan menghentikannya.

Tutup dan tekan luka dengan kasa atau penutup luka lainnya. Kasa akan menahan darah pada luka dan membantu proses pembekuan darah. Jika Anda tidak memiliki kasa, Anda bisa menggunakan handuk bersih untuk melakukan ini.

Jika kasa atau handuk sudah penuh dengan darah, tambahkan lapisan kasa atau handuk lainnya. Jangan melepas kasa tersebut, karena akan menghilangkan agen-agen pembukan darah dan mendorong darah untuk keluar.

2. Angkat bagian tubuh yang luka berdarah

angkat luka berdarah perban tangan patah
Sumber: Best Life

Arah gravitasi membuat aliran darah turun lebih mudah daripada mengalir ke atas. Jika Anda menahan satu tangan di atas kepala Anda dan yang lain di sisi tubuh Anda, tangan yang ke arah bawah akan berwarna merah muda sementara yang lebih tinggi akan pucat.

Prinsip ini bisa Anda gunakan sebagai cara untuk menghentikan perdarahan. Jika tangan Anda yang mengalami perdarahan, angkat tangan yang terluka sampai posisinya lebih tinggi dari jantung (dada). Dengan mengangkat luka, Anda dapat memperlambat aliran darah.

Saat darah melambat, lebih mudah untuk menghentikannya dengan dibantu tekanan langsung pada luka. Ingat, posisi tangan yang terluka harus di atas jantung dan Anda harus tetap menekannya.

3. Titik tekanan

titik tekanan
Sumber: Health Dosage

Titik tekanan adalah area tubuh di mana pembuluh darah berjalan dekat ke permukaan. Dengan menekan pembuluh darah ini, aliran darah akan melambat, sehingga memungkinkan tekanan langsung untuk menghentikan perdarahan.

Saat menggunakan titik tekanan, pastikan Anda menekan titik yang lebih dekat ke jantung daripada luka. Titik-titik tekanan yang umum adalah:

  • Lengan antara bahu dan siku – arteri brakialis
  • Daerah selangkangan sepanjang garis bikini – arteri femoral
  • Di belakang lutut – arteri poplitea

Ingatlah untuk menjaga agar posisi tubuh yang luka tetap lebih tinggi di atas jantung dan tetap menekan langsung pada lukanya.

4. Perlukah pasang turniket?

Turniket bisa sangat membatasi atau menyumbat aliran darah ke lengan atau kaki yang dipasangkan alat ini. Menggunakan turniket untuk menghentikan perdarahan berpotensi merusak pembuluh darah seluruh lengan atau kaki.

Turniket digunakan hanya untuk keadan darurat yang mendesak seperti perdarahan hebat dan darah tidak berhenti dengan penekanan. Juga, turniket hanya boleh digunakan oleh orang yang memahami cara pakainya dengan baik serta tidak dilakukan untuk setiap kasus perdarahan.

Turniket harus dikencangkan sampai luka berhenti berdarah. Jika ada perdarahan pada luka setelah menggunakan turniket, maka turniket harus dikencangkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Control Bleeding https://www.verywellhealth.com/how-to-control-bleeding-1298304 diakses 30 Oktober 2018.

Severe Bleeding: First Aid https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-severe-bleeding/basics/art-20056661 diakses 30 Oktober 2018.

Bleeding Cuts or Wounds https://www.webmd.com/first-aid/bleeding-cuts-wounds diakses 30 Oktober 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 26/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x