Luka yang Terjadi di Siang Hari Lebih Cepat Sembuh Daripada Luka di Malam Hari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa waktu saat terluka ternyata memiliki hubungan dengan kecepatan kesembuhan luka. Luka yang terjadi pada siang hari ternyata akan lebih cepat sembuh dibandingkan malam hari. Simak apa penyebab luka lebih cepat sembuh di siang hari berikut ini. 

Apa benar luka yang muncul di siang hari lebih cepat sembuh?

Sebuah penelitian meneliti mengenai hal ini pada sel yang ditumbuhkan di laboratorium. Sel tersebut berasal dari sel fibroblas yang diambil pada saat siang hari dan malam hari. Hasilnya, sel yang diambil pada siang hari lebih cepat beregenerasi dibandingkan dengan yang diambil saat malam hari.

Tak hanya di laboratorium, efek yang sama juga terlihat pada manusia. Penelitian pada manusia tersebut menganalisis hubungan waktu terjadinya luka dengan lama kesembuhan luka. Sampel diambil dari data rekam medis unit luka bakar di Inggris dan Wales yang berusia 18 hingga 60 tahun. Total sampel pada penelitian ini berjumlah 118 pasien, setelah mengambil sampel yang memiliki penyakit lain atau dilakukan cangkok kulit.

Hasilnya, luka bakar yang terjadi pada malam hari membutuhkan waktu pulih yang lebih lama dibandingkan luka yang terjadi pada siang hari.

Luka yang terjadi pada malam hari (pukul 8 malam hingga 8 pagi) membutuhkan waktu 28 hari untuk sembuh 95 persen.

Sementara itu, luka yang terjadi pada siang hari (8 pagi hingga 8 malam) hanya membutuhkan 17 hari untuk sembuh 95 persen.

Karena itu, dapat diartikan bahwa luka pada siang hari lebih cepat pulih 11 hari dibandingkan malam hari. Perbedaan ini cukup berarti, mengingat luka yang terjadi pada siang hari 60 persen lebih cepat sembuh dibandingkan luka yang terjadi pada malam hari.

Mengapa bisa begitu?

Setiap makhluk hidup memiliki jam biologis tubuh yang disebut ritme sirkadian. Jam biologis inilah yang mengatur segala macam fungsi tubuh manusia setiap harinya, selama 24 jam.

Nah, jam biologis ternyata dimiliki oleh setiap sel di dalam tubuh. Setiap sel mengandung gen khusus dengan istilah “gen waktu”. Gen tersebut akan mengatur aktivitas sel yang berbeda setiap waktu, dalam rentang 24 jam.

Para peneliti menemukan bahwa pada siang hari, terjadi peningkatan aktivitas protein yang memperbaiki dan menggerakan sel, terutama protein aktin. Kolagen, salah satu protein penyusun kulit, juga lebih banyak ditemukan pada luka yang terjadi pada siang hari.

Karena itulah apabila Anda mengalami cedera atau trauma di siang hari, maka ada kemungkinan besar luka lebih cepat sembuh. Akan tetapi, seberapa cepat pemulihan luka seseorang tergantung pada banyak hal. Bukan cuma pada waktu kejadian lukanya saja. Ada faktor-faktor seperti seberapa baik Anda membersihkan luka, seberapa besar atau dalam lukanya, dan lain-lain.

melepas jahitan luka bekas operasi

Jika luka lebih cepat sembuh, risiko infeksi pun akan berkurang

Tentu saja penemuan ini berdampak positif pada dunia medis. Dengan luka yang sembuh lebih cepat, maka risiko infeksi akan berkurang. Kejadian bekas luka berlebihan juga akan berkurang dengan adanya pengetahuan ini.

Pengetahuan baru ini juga bisa diterapkan saat menentukan jadwal tindakan operasi bedah. Tindakan operasi bedah yang sesuai dengan jam tubuh seseorang akan mempercepat masa pulih, sehingga pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas dan memiliki risiko komplikasi atau infeksi yang minimal.

Walaupun demikian, perlu lebih banyak penelitian untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan ritme sirkardian alias jam biologis tubuh dengan kecepatan masa pulih pada manusia.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca