Benarkah Makan Timun Menyebabkan Keputihan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Ibu hamil juga bisa mengalami keputihan yang berhubungan dengan kehamilan.

Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi kelenjar dalam vagina dan serviks ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap bersih.

Banyak wanita percaya bahwa makan timun dapat menyebabkan keputihan. Sehingga membuat mereka takut untuk mengonsumsi timun. Padahal timun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tapi apakah benar timun dapat menyebabkan keputihan pada wanita?

Apakah makan timun menyebabkan keputihan?

Timun merupakan salah satu buah yang kaya akan vitamin A, B, C, dan juga kaya akan mineral. Timun sering kali dikaitkan dengan salah satu penyebab keputihan pada wanita. Keputihan adalah keluarnya cairan tubuh dari vagina.

Keputihan secara alami memang terjadi pada saat seorang wanita yang mengalami perubahan sesuai dengan siklus menstruasi. Biasanya cairan yang keluar berupa cairan kental dan lengket pada seluruh siklus, namun lebih cair dan bening ketika terjadi ovulasi.

Keputihan dapat terjadi karena beberapa sebab. Namun, tidak ada studi yang menghubungkan antara makan timun dengan penyebab keputihan pada wanita.

Keputihan tidak disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Jadi pendapat bahwa makan timun dapat menyebabkan keputihan itu tidak benar.

Sebagian besar keputihan itu normal

Keputihan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal dan keputihan tak normal. Apa bedanya? Keputihan normal adalah keluarnya cairan vagina yang tidak berbau, berwarna bening sampai agak keputihan dan berlendir.

Ada beberapa faktor yang masih dianggap wajar dan aman bila seorang wanita mengalami keputihan. Keputihan lebih banyak terjadi pada saat stres, kehamilan, atau aktivitas seksual.

Keputihan tak normal cukup mudah dibedakan dengan dilihat dari warna, konsistensi, volume dan bau yang tidak seperti biasanya. Selain itu, ada gejala lain yang dialami, sebelum, setelah atau bersamaan keluarnya keputihan, seperti rasa gatal pada vagina.

Keputihan tak normal biasanya disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyebab non-infeksi biasanya berkaitan dengan adanya benda asing seperti kontrasepsi spiral atau penyakit lain. Sedangkan penyebab infeksi meliputi infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Tiga penyebab inilah yang sering dialami oleh wanita.

Namun perlu diingat, keputihan bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Keputihan tak normal yang disebabkan infeksi dapat terjadi jika Anda tidak merawat vagina Anda dengan bersih. Salah satu cara menjaga kebersihan vagina dan mencegah infeksi adalah dengan rutin mengganti celana dalam saat sudah lembap, dan membersihkan vagina dengan pembersih khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine, terutama saat haid di mana vagina lebih rentan infeksi bakteri dan jamur.

Beberapa contoh penyebab keputihan dari infeksi:

  • Golongan bakteri. Gardnerella vaginalis adalah jenis bakteri anaerob yang tidak membutuhkan oksigen untuk hidup.
  • Golongan jamur. Candida albicans adalah jamur yang biasanya menyerang organ tubuh yang dilapisi kulit dan dinding (mukosa). Keputihan jenis ini meningkat kasusnya pada wanita hamil.
  • Golongan parasit. Trikomonas vaginalis adalah parasit yang menyebabkan keputihan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca