11 Penyebab Vagina Anda Berbau Tak Sedap

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap wanita memiliki aroma vagina yang unik dan berbeda. Aroma vagina yang sehat dan normal umumnya sedikit asam seperti cuka, tapi tidak menyengat. Namun kalau sampai berbau amis atau busuk dan bertahan lama, kemungkinan ada masalah pada vagina Anda. Apa saja kondisi dan penyakit yang menjadi penyebab bau vagina tidak normal?

Penyebab bau vagina yang paling sering terjadi

Bau vagina yang sedikit asam mirip cuka itu wajar. Aroma asam tersebut berasal dari bakteri baik yang secara alami hidup dalam vagina Anda, serta cairan yang diproduksi vagina.

Lingkungan vagina yang ber-pH asam ini penting untuk mencegah infeksi. Justru ketika kadar pH vagina terganggu, infeksi akan lebih rentan menyerang dan menyebabkan penyakit.

Berikut berbagai kondisi dan penyakit yang menyebabkan bau pada vagina:

1. Jarang ganti celana dalam

Sama seperti bagian tubuh lainnya, vagina juga perlu rutin dibersihkan. Apalagi area ini selalu tertutup

Kebiasaan jarang mengganti celana dalam dapat membuat kondisi vagina terus lembap sehingga dapat dihinggapi bakteri maupun jamur. Apalagi jika seharian tadi Anda beraktivitas yang membuat keringat mengalir deras.

Jika kebiasaan ini tidak diubah, jangan heran jika vagina jadi mengeluarkan bau yang lebih menyengat dari biasanya.

Biasakan untuk rutin mengganti celana dalam setidaknya dua kali sehari, mungkin lebih jika Anda rentan berkeringat. Jangan pula memakai celana terlalu ketat dengan bahan yang tidak menyerap keringat.

2. Makanan yang Anda konsumsi

Terkadang, apa yang Anda makan sehari-hari bisa menjadi penyebab bau badan dan vagina juga, lho!

Beberapa makanan yang sudah terbukti dapat membuat badan beraroma tidak sedap antara lain, bawang putih, bawang merah, asparagus, dan makanan berbumbu kari.

Mengurangi frekuensi makan dan porsinya bisa membantu mengurangi bau tubuh yang terlalu menyengat. Termasuk pada vagina.

3. Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Penyebab lain mengapa vagina Anda menjadi bau adalah efek samping konsumsi obat-obatan tertentu. Contohnya adalah obat antibiotik yang mengacaukan keseimbangan bakteri dalam vagina. Alhasil bau vagina kadang bisa saja muncul.

Begitu pula dengan obat antihistamin. Antihistamin dapat menyebabkan produksi cairan alami vagina berkurang. Akibatnya, vagina lebih kering dan rentan terhadap infeksi yang jadi penyebab bau.

4. Baru selesai menstruasi

Menstruasi terkadang menjadi penyebab bau pada vagina. Hal ini biasaanya disebabkan oleh perubahan hormon atau sisa-sisa lapisan dinding rahim (endometrium) yang ikut luruh.

Bau anyir pada vagina kadang muncul lebih kuat menjelang selesai haid.

5. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga bisa menjadi penyebab perubahan bau pada vagina Anda. Terapi hormon, penggunaan pil KB, dan menurunnya kadar esterogen (menopause) dapat menyebabkan peningkatan bakteri dan menimbukan bau pada vagina.

6. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri vagina atau bacterial vaginosis (BV) adalah kondisi saat vagina meradang akibat bakteri yang tumbuh berlebihan. Kelebihan bakteri jahat akan mengganggu keseimbangan pH vagina. Ini kemudian yang jadi penyebab vagina mengeluarkan bau tidak sedap.

Semua wanita di segala usia bisa terkena BV. Namun, wanita usia produktiflah yang paling sering mengalaminya.

Selain itu, kebiasaan membersihkan vagina dengan sabun berpewangi serta gonta-ganti pasangan seks tanpa kondom juga dapat meningkatkan risiko Anda.

Lantas bagaimana cara mengenali infeksi bakteri pada vagina?

Selain bau vagina yang amis atau busuk, BV juga dapat menjadi penyebab munculnya:

  • Keputihan cair berwarna keabuan, putih, atau kehijauan
  • Vagina gatal
  • Rasa terbakar saat buang air kecil

7. Infeksi ragi (jamur)

Infeksi ragi terjadi ketika jamur Candida albicans berkembang biak terlalu banyak di dalam vagina. Jamur Candida sebenarnya hidup alami di dalam vagina, dan tidak menimbulkan masalah. Namun ketika berkembang liar, jamur tersebut justru menimbulkan masalah.

Risiko seorang wanita mengalami infeksi candidiasis dapat dipengaruhi oleh kehamilan, daya tahan tubuh yang lemah, stres, kurang tidur, atau diabetes kronis. Anda juga lebih rentan kena infeksi jamur jika sedang minum antibiotik tertentu.

Infeksi jamur memiliki tanda dan gejala yang cenderung mudah dikenali, seperti:

  • Rasa gatal di vagina
  • Area di vagina dan sekitarnya mengalami pembengkakan
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Sensasi terbakar saat kencing
  • Kulit vagina ruam kemerahan
  • Keputihan yang berbau dan berwarna keabuan

8. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit trichomoniasis vaginalis. Penyakit ini menular lewat hubungan seks yang tidak aman, seperti tidak memakai kondom.

Trikomoniasis dapat menjadi penyebab bau pada vagina. Berbagai gejala lain yang kerap menyertai penyakit ini meliputi:

  • Sakit saat seks.
  • Area vagina merah, terbakar, dan gatal.
  • Keputihan berwarna putih, keabuan, kekuningan, atau kehijauan dengan aroma tidak sedap.

9. Fistula rektovaginal

Fisula rektovaginal adalah kondisi saat ada celah antara rektum dan vagina. Kondisi ini bisa menyebabkan feses bocor dan keluar melalui vagina. Ketika hal ini terjadi, bau pada vagina tentu tidak dapat dihindarkan.

Selain bau menyengat dan feses yang keluar dari vagina, fisula rektovaginal juga ditandai dengan:

  • Infeksi saluran kemih atau vagina yang berulang
  • Iritasi atau nyeri pada vulva, vagina, dan daerah antara vagina serta anus (perineum)
  • Sakit saat berhubungan seks

Fisula rektovaginal umumnya muncul karena berbagai faktor seperti:

  • Cedera saat melahirkan
  • Penyakit radang usus
  • Pengobatan kanker di daerah panggul
  • Komplikasi setelah operasi di daerah panggul

10. Kanker vagina

Kanker vagina termasuk penyakit langka yang menyerang wanita. Penyakit ini sering kali tidak disadari karena gejalanya sangat samar. Selain menjadi penyebab bau pada vagina, jenis kanker ini juga menyebabkan berbagai masalah lain seperti:

  • Perdarahan pada vagina setelah berhubungan intim
  • Perdarahan di luar siklus haid
  • Keputihan yang tidak normal
  • Adanya benjolan di vagina
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sembelit
  • Nyeri panggul

Ketika Anda mengalami satu atau lebih dari berbagai gejala ini, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

11. Kanker serviks

Selain kanker vagina, kanker serviks atau leher rahim juga bisa menjadi penyebab bau pada vagina. Aroma tidak sedap ini berasal dari keputihan abnormal yang terkadang bahkan berdarah.

Selain itu, dilansir dari Cleveland Clinic, tanda lain dari kanker serviks yaitu:

  • Perdarahan setelah seks, saat olahraga, di luar jadwal haid, atau setelah menopause
  • Perdarahan saat haid yang lebih banyak dan lebih lama
  • Sakit saat kencing
  • Kencing berdarah
  • Diare
  • Anus berdarah saat buang air besar
  • Seluruh badan terasa sakit

Ingat, tidak semua orang mengalami bau vagina karena penyebab yang sama. Maka dari itu sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya dan langkah pengobatan  yang sesuai.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit