backup og meta
Kategori

6

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Mengenal Ovulasi, Proses Pelepasan Sel Telur Wanita

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 10/02/2023

Mengenal Ovulasi, Proses Pelepasan Sel Telur Wanita

Saat mempersiapkan kehamilan, tentunya Anda perlu mengetahui waktu ovulasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan. Apalagi, umur sel telur wanita hanya bertahan selama 24 jam saja. Bagaimana proses serta tanda-tanda terjadinya ovulasi?

Apa itu ovulasi?

Ovulasi adalah proses ketika ovarium atau indung telur melepaskan sel telur yang sudah matang kemudian masuk menuju tuba falopi.

Pada saat ini, sel telur sudah siap untuk proses pembuahan. Setiap bulan akan ada sel telur matang di dalam salah satu ovarium wanita.

Saat sudah matang, ovarium (indung telur) melepaskan sel telur kemudian masuk ke dalam tuba falopi dan menunggu sperma.

Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur dan lapisan dinding rahim akan luruh sehingga keluar sebagai darah yang disebut sebagai menstruasi.

Perbedaan ovulasi dan masa subur

Sebenarnya, masa subur wanita berhubungan erat dengan ovulasi. Namun, yang membedakan adalah masa subur sudah terjadi 5 hingga 7 hari sebelum ovulasi dimulai.

Sebagai contoh, jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari, biasanya masa subur terjadi pada hari ke 10 – 14. Sedangkan waktu pelepasan sel telur adalah sekitar hari ke 14 atau 15.

Kapan waktu ovulasi?

Ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus menstruasi. Dalam siklus menstruasi yang teratur yaitu kisaran 28 hari, pelepasan sel telur biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya.

Perlu Anda ingat bahwa cara menghitung siklus bulanan wanita adalah dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama berikutnya.

Selama masa subur hingga pelepasan sel telur adalah waktu yang penting agar terjadi pembuahan dan menjadi cara cepat hamil setelah haid.

Apalagi, pada masa ovulasi tersebut jangka waktu pembuahan sel telur adalah sekitar 12 – 24 jam saja. Peluang kehamilan paling tinggi adalah ketika sperma sudah berada dalam saluran tuba.

Tanda-tanda ovulasi

tanda ovulasi

Masa ovulasi wanita dapat berubah sesuai dengan kondisi tubuh. Termasuk ketika Anda mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur.

Maka dari itu, masa pelepasan sel telur ini bisa tidak menentu dan berbeda-beda untuk setiap orang.

Begitu juga dengan gejala atau tanda ovulasi, ada kemungkinan Anda mengalaminya atau tidak sama sekali. Berikut tanda yang bisa Anda perhatikan.

1. Perubahan lendir serviks

Tak ada salahnya untuk memperhatikan cairan yang keluar dari vagina selama siklus menstruasi.

Hal ini karena salah satu tanda ovulasi kemungkinan lendir servis meningkat serta konsistensinya seperti telur putih mentah.

Cairan yang berasal dari leher rahim ini dapat mempermudah masuknya sperma ke dalam organ reproduksi wanita.

2. Perubahan suhu tubuh

Suhu tubuh akan berubah sesuai dengan tingkat aktivitas harian, mengonsumsi makanan tertentu, perubahan hormon, hingga kebiasaan tidur.

Tanda ovulasi lainnya adalah mungkin suhu tubuh Anda akan sedikit meningkat sekitar setengah derajat Celcius.

Mengutip Pregnancy, Birth, and Baby, kemungkinan waktu paling subur ialah selama 2 – 3 hari sebelum suhu naik.

3. Gejala lainnya

Selain itu, ada kemungkinan wanita mengalami tanda atau gejala lainnya saat mendekati masa ovulasi, seperti kram perut ringan, nyeri payudara, serta keinginan berhubungan seksual meningkat.

Akan tetapi, gejala di atas juga bukan menjadi patokan utama Anda sebagai memprediksi masa subur serta pelepasan sel telur.

Anda juga bisa menggunakan kalkulator masa subur serta alat prediksi ovulasi yang cara kerjanya mirip seperti alat tes kehamilan.

Proses ovulasi

Waktu subur atau pelepasan sel telur adalah proses alamiah yang akan terjadi pada setiap wanita yang sehat, tanpa ada gangguan kesehatan reproduksi.

Proses ini diatur oleh bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Dalam proses pelepasan sel telur terdapat beberapa tahap, yaitu:

1. Periovulaatori (tahap folikular)

Fase folikuler adalah ketika hari pertama menstruasi terakhir dan berlanjut sampai fase pelepasan sel telur.

Tahapan folikuler bekerja ketika lendir telah melapisi lapisan sel telur  dan bersiap untuk bergerak keluar menuju rahim.

Pada saat itu, rahim sudah mulai siap untuk menerima telur, sehingga dinding-dinding rahim menebal.

2. Ovulasi

Tubuh memiliki enzim khusus yang bertugas membentuk lubang pada tahapan pada masa subur ini. Hal tersebut memudahkan sel telur bergerak melalui tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim.

Kemudian, telur yang matang akan masuk ke dalam saluran dan melewatinya hingga mencapai rahim. Dalam tahap ini, biasanya terjadi pembuahan.

Pembuahan terjadi di tuba falopi dan berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam. Pelepasan sel telur biasanya terjadi pada 14 hari sebelum siklus menstruasi selanjutnya berlangsung.

Ketika mendekati masa ovulasi, produksi lendir serviks akan meningkat. Lendir serviks ini juga berperan membantu sperma berenang menuju sistem reproduksi wanita.

3. Postovulatori (tahap luteal)

Jika pembuahan berhasil, sel telur tersebut akan langsung ditanam tubuh pada dinding-dinding rahim dengan bantuan luteizining hormone (LH).

Fase luteal memiliki garis waktu yang tepat dan biasanya berlangsung 12 hingga 16 hari sejak masa pelepasan sel telur.

Namun, apabila tidak terjadi pembuahan sama sekali, telur dan dinding rahim yang sudah menebal akan meluruh. Saat itulah akan terjadi menstruasi.

Gangguan ovulasi

gangguan ovulasi

Mungkin untuk sebagian wanita tidak bisa menghindari kondisi ini. Gangguan ovulasi merupakan kondisi saat Anda jarang mengalaminya atau bahkan tidak sama sekali (anovulasi).

Penyebab dari gangguan ovulasi ini kemungkinan adalah masalah pengaturan hormon hingga masalah pada area ovarium Anda.

Sebaiknya Anda dan pasangan melakukan pemeriksaan dengan dokter karena gangguan pelepasan sel telur ini juga dapat mengakibatkan infertilitas.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 10/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan