Ketika mempersiapkan kehamilan, dokter mungkin menstruasi Anda tentang ovulasi. Pasalnya, ini adalah waktu ketika peluang kehamilan bisa lebih besar.
Ketika mempersiapkan kehamilan, dokter mungkin menstruasi Anda tentang ovulasi. Pasalnya, ini adalah waktu ketika peluang kehamilan bisa lebih besar.

Lantas, kapan sebenarnya ovulasi terjadi? Adakah tanda-tanda yang bisa Anda kenali? Temukan jawabannya melalui informasi berikut.
Ovulasi adalah proses ketika ovarium atau indung telur melepaskan sel telur yang sudah matang ke tuba falopi.
Pada umumnya, hanya ada satu sel telur matang yang dilepaskan. Ketika berada di tuba falopi, artinya sel telur sudah siap untuk dibuahi sperma.
Sel telur hanya akan bertahan selama 24 jam di dalam tuba falopi, sedangkan sel sperma bisa bertahan sampai lima hari ketika sudah di dalam Miss V.
Karena itulah, Anda disarankan melakukan hubungan intim sekitar dua hari sebelum pelepasan sel telur hingga lima hari setelahnya.
Jika tidak dibuahi, sel telur dan lapisan dinding rahim akan luruh sehingga keluar sebagai darah yang disebut menstruasi.

Ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus menstruasi. Pada siklus menstruasi 28 hari, pelepasan sel telur biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya.
Perlu diingat bahwa cara menghitung siklus bulanan wanita adalah dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi yang berikutnya.
Periode antara pematangan hingga pelepasan sel telur (ovulasi) dinilai sebagai momen yang tepat untuk berhubungan intim jika Anda ingin cepat hamil setelah haid.
Peluang kehamilan bahkan bisa meningkat jika sperma sudah berada di tuba falopi saat pelepasan sel telur terjadi.
Meski bisa diperkirakan, masa ovulasi sering kali tidak menentu karena siklus menstruasi setiap wanita bisa berbeda. Karena itulah, penting untuk mencatat siklus bulanan Anda untuk memperkirakannya.
Pelepasan sel telur sering kali tidak menunjukkan gejala. Akan tetapi, berikut adalah beberapa perubahan yang terjadi saat Anda melepaskan sel telur.
Setelah menstruasi selesai, lendir pada serviks cenderung bertambah banyak dengan konsistensi yang lebih encer.
Lendir serviks akan semakin encer menjelang masa subur supaya sperma dapat memasuki tuba falopi dengan lebih mudah dan bertemu sel telur.
Sementara itu, laman Cleveland Clinic menyebutkan bahwa lendir akan berubah warna menjadi bening layaknya putih telur pada puncak pelepasan sel telur.
Tanda-tanda ovulasi lainnya adalah kenaikan suhu tubuh basal. Ini adalah suhu terendah yang dicapai tubuh dalam kondisi istirahat atau tidur.
Umumnya, suhu tubuh basal Anda adalah 35,5–36,6°C sebelum ovulasi. Ovulasi diperkirakan terjadi sekitar 2–3 hari sebelum suhu tubuh naik.
Setelah ovarium melepaskan sel telur, suhu tubuh cenderung meningkat sebanyak 0,22–0,56°C. Anda mungkin tidak menyadarinya karena kenaikan ini tidak terlalu signifikan.
Anda mungkin merasakan nyeri perut saat ovulasi (mittelschmerz). Kondisi lain yang mungkin menandakan ovulasi adalah nyeri payudara serta meningkatnya hasrat untuk berhubungan intim.
Meski begitu, tidak semua wanita pasti merasakan gejala khusus. Anda bisa memanfaatkan tes ovulasi untuk memastikan apakah Anda sedang mengalami ovulasi.
Waktu subur atau pelepasan sel telur adalah proses alamiah yang terjadi pada setiap perempuan sehat tanpa gangguan kesehatan reproduksi.
Proses ini diatur oleh bagian otak yang disebut hipotalamus dan terdiri dari beberapa tahapan berikut.
Fase folikuler dimulai sejak hari pertama menstruasi sampai Anda melepaskan sel telur. Ini adalah fase terlama dari siklus menstruasi karena bisa berlangsung selama 11–27 hari.
Pada fase periovulatori, folikel atau kantong berisi cairan di dalam ovarium akan menampung sel telur yang belum matang.
Pada saat yang bersamaan, dinding rahim sudah mulai menebal untuk bersiap menerima sel telur.
Lonjakan luteinizing hormone (LH) pada periode ovulasi akan meningkatkan enzim proteolitik. Enzim ini melemahkan dinding ovarium sehingga sel telur bisa keluar dengan lebih mudah.
Dari ovarium, sel telur akan melewati tuba falopi sebelum akhirnya masuk ke rahim atau uterus. Pembuahan sel telur dan sperma bisa terjadi di sepanjang tuba falopi.
Pembuahan biasanya terjadi sekitar 24–48 jam setelah telur dilepaskan. Pelepasan sel telur itu sendiri biasanya terjadi pada 14 hari sebelum siklus menstruasi berikutnya.
Mendekati masa pelepasan sel telur, produksi lendir serviks akan meningkat. Lendir serviks ini berperan membantu sperma berenang menuju sistem reproduksi wanita.
Jika ovulasi berhasil, sel telur akan menempel pada dinding rahim dengan bantuan luteinizing hormone (LH) sehingga kehamilan pun terjadi.
Sementara itu, sel telur yang tidak dibuahi akan keluar dalam bentuk darah yang disebut menstruasi. Fase luteal berakhir saat Anda mengalami menstruasi.
Itu artinya, fase luteal berlangsung sekitar 12–16 hari sejak telur dilepaskan oleh ovarium.

Gangguan ovulasi adalah kondisi ketika ovarium tidak melepaskan sel telur secara teratur atau bahkan tidak melepaskannya sama sekali (anovulasi). Ini adalah salah satu penyebab umum masalah kesuburan pada wanita.
Penyebab gangguan ovulasi adalah ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang kemudian mempengaruhi proses reproduksi.
Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon itu sendiri adalah PCOS, gangguan tiroid, gangguan adrenal, hingga stres berlebihan.
Setiap wanita dengan gangguan pelepasan sel telur mungkin menerima perawatan yang berbeda, tergantung penyebab utamanya.
Ada yang mungkin hanya perlu memperbaiki gaya hidup, tetapi ada juga yang perlu mengonsumsi obat kesuburan untuk merangsang keluarnya sel telur.
Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu terkait reproduksi, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ovulation and fertility. (2024, March 21). Pregnancy, Birth and Baby | Pregnancy Birth and Baby. Retrieved 04 March 2025, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ovulation-signs
Signs you’re ovulating (besides taking a test). (2022, December 7). Mayo Clinic. Retrieved 04 March 2025, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/expert-answers/ovulation-signs/faq-20058000
Natural family planning. (2024, February 29). nhs.uk. Retrieved 04 March 2025, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-can-i-tell-when-i-am-ovulating/
Facts about fertility & how to improve your chance. (2024, 7). Your Fertility. Retrieved 04 March 2025, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing
Luteal phase of the menstrual cycle: Symptoms & length. (n.d.). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/24417-luteal-phase
Female infertility. (2021, August 27). Mayo Clinic. Retrieved 04 March 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/symptoms-causes/syc-20354308
Cervical mucus: Chart, stages, tracking & fertility. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 04 Mach 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/21957-cervical-mucus
Butler. (n.d.). Understanding Anovulation: Causes, symptoms, and diagnosis. Woman & Infants Fertility Center: Supportive Care for Family Building. Retrieved 04 March 2025, from https://fertility.womenandinfants.org/services/women/anovulation
Ovulation disorders. (n.d.). Temple Health. Retrieved 04 Mach 2025, from https://www.templehealth.org/services/conditions/ovulation-disorders
Versi Terbaru
24/03/2025
Ditulis oleh Atifa Adlina
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Edria