home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Penyebab Keputihan, yang Paling Umum dan yang Harus Diperiksa Dokter

9 Penyebab Keputihan, yang Paling Umum dan yang Harus Diperiksa Dokter

Setiap perempuan yang sudah lewat masa puber pasti pernah keputihan minimal sekali seumur hidup. Keputihan umumnya merupakan hal yang normal, sebuah reaksi alami tubuh untuk membersihkan vagina. Di lain sisi, ada berbagai penyebab yang membuat keputihan menjadi pertanda suatu masalah.

Membedakan keputihan normal dan tidak

penyebab keputihan

Menurut Mayo Clinic, keputihan adalah hal yang normal terjadi pada setiap wanita.

Keputihan merupakan cairan dan sel-sel mati yang keluar secara berkala untuk menjaga bagian dalam vagina tetap bersih dan sehat. Cairan ini juga berfungsi sebagai pelumas alami, yang melindungi vagina dari infeksi dan iritasi.

Ciri keputihan yang normal antar wanita bisa bervariasi dari jumlah, warna, dan tekstur kekentalannya. Umumnya keputihan yang normal berwarna bening seperti putih telur atau putih susu jernih, tidak berbau kuat. Lendir bertekstur lengket dan licin, bisa kental atau encer.

Namun, ada juga keputihan yang tidak normal dan biasanya ditandai dengan:

  • Warna lendir kehijauan, kekuningan, atau bahkan merah muda karena bercampur darah.
  • Mengeluarkan bau busuk, bau amis, atau bau anyir yang sangat kuat.
  • Jumlah cairan yang keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Vagina terasa gatal, panas, atau nyeri.
  • Nyeri pada panggul.
  • Sakit saat buang air kecil.

Berbagai penyebab keputihan yang tidak normal

Keputihan yang normal adalah reaksi alami tubuh yang keluar secara berkala untuk membersihkan dan melindungi vagina. Keluarnya keputihan biasa dipengaruhi oleh siklus menstruasi Anda.

Sementara keputihan vagina yang tidak normal umumnya disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, dari yang ringan seperti infeksi hingga cukup serius seperti kanker.

Adapun berbagai penyebab keputihan yang tidak normal yaitu:

1. Infeksi bakteri

crystal X

Bacterial vaginosis (BV) adalah infeksi vagina yang paling umum jadi penyebab keputihan abnormal. BV bisa terjadi akibat ketidakseimbangan antara bakteri baik dan jahat di dalam vagina.

Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan ketidakseimbangan ini, tapi ada banyak faktor risiko yang bisa memicunya. Di antaranya adalah perilaku seks yang tidak aman (tidak pakai kondom, dan sering gonta-ganti pasangan seks), penggunaan alat kontrasepsi (pil KB dan KB spiral), dan kurangnya menjaga kebersihan vagina.

Tanda dan gejala bacterial vaginosis yang umum adalah:

  • Keputihan berwarna abu, putih, atau hijau
  • Vagina atau keputihan berbau busuk
  • Vagina gatal
  • Rasa terbakar saat buang air kecil

2. Infeksi jamur

iritasi vagina

Keputihan juga bisa terjadi karena infeksi jamur, terutama yang diakibatkan spesies Candida albicans. Vagina sebenarnya mengandung jamur yang tidak akan menyebabkan masalah dalam keadaan normal. Namun jika dibiarkan berkembang biak liar, jamur bisa menginfeksi dan menyebabkan munculnya keputihan yang tidak normal.

Infeksi candidiasis pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti:

  • Stres
  • Memiliki diabetes yang sudah parah
  • Menggunakan pil KB
  • Hamil
  • Mengonsumsi antibiotik terutama jika diresepkan selama 10 hari
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat HIV/AIDS atau terapi kortikosteroid

Umumnya keputihan yang muncul karena infeksi jamur ditandai dengan:

  • Berupa bongkahan-bongkahan kental berwarna putih keruh seperti keju
  • Keputihan yang terkadang lebih berair
  • Gatal, bengkak, dan ruam iritasi kemerahan pada kulit sekitar vagina (vulva)
  • Sensasi terbakar terutama saat berhubungan seksual atau buang air kecil
  • Nyeri pada vagina

3. Klamidia

ukuran vagina memengaruhi kepuasan seksual

Klamidia trachomatis adalah infeksi bakteri penyebab keputihan abnormal yang menular lewat hubungan seks vaginal (vagina), oral (mulut), dan anal (anus).

Tidak semua orang dapat langsung menyadari mereka sudah terjangkit penyakit ini. Gejala yang muncul sering kali ringan dan hanya sesekali sehingga dianggap remeh, atau keliru dianggap penyakit lain.

Namun begitu, sebenarnya ada berbagai gejala yang kerap muncul setelah 1-2 minggu terpapar infeksi. Di antaranya:

  • Sakit saat buang air kecil
  • Keputihan terus menerus
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Keputihan berwarna kuning dan berbau tidak sedap yang terjadi terus-menerus
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Perdarahan di antara waktu mens, atau setelah berhubungan seks
  • Sakit pada anus

Pria dan wanita sama-sama berisiko terkena, terutama jika sudah aktif secara seksual sebelum berusia 25 tahun dan sering berganti pasangan seks. Ibu yang terinfeksi klamidia saat hamil juga bisa menularkan penyakit pada bayinya ketika persalinan.

4. Gonore (kencing nanah)

mengatasi vagina kering

Gonore adalah jenis penyakit kelamin yang juga jadi penyebab keputihan tidak normal. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri gonore paling sering ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual, termasuk hubungan oral, anal atau vaginal.

Pada wanita, gonore biasanya menginfeksi serviks atau leher rahim. Kemunculannya ditandai dengan gejala seperti:

  • Sakit saat buang air kecil
  • Keputihan yang jauh lebih banyak dari biasanya
  • Perdarahan di antara haid atau setelah berhubungan seks melalui vagina
  • Sakit saat bercinta
  • Nyeri perut atau panggul
  • Keluarnya nanah dari anus
  • Munculnya bercak darah merah saat buang air besar
  • Ketika menyerang mata bisa menyebabkan rasa sakit, sensitif terhadap cahaya, hingga keluar nanah dari mata
  • Ketika menyerang tenggorokan menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Ketika menyerang sendi bisa menyebabkan rasa sakit, hangat, merah, dan bengkak

Jika Anda berusia muda dan memiliki banyak pasangan seks atau penyakit menular seksual lain, Anda berisiko tinggi terkena gonore.

5. Trikomoniasis

sindrom vagina kendur

Trikomoniasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit yang masuk selama hubungan seks. Masa inkubasi dari mulai terpapar hingga terinfeksi diperkirakan sekitar 5 sampai 28 hari.

Pada wanita, penyakit ini menjadi salah satu penyebab keputihan yang berbau busuk. Selain itu, tanda dan gejala trikomoniasis pada wanita termasuk:

  • Keputihan berwarna abu-abu, kuning, atau hijau
  • Kemerahan, gatal, dan rasa terbakar pada vagina
  • Sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim

Umumnya, orang-orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual rentan terkena trikomoniasis. Terlebih jika tidak mempraktikkan seks aman seperti enggan memakai kondom.

6. Penyakit radang panggul

jerawat di vagina

Penyakit radang panggul terjadi ketika infeksi bakteri yang ditularkan lewat seks tanpa kondom menyebar dari vagina ke rahim, saluran tuba, atau ovarium.

Ada banyak bakteri yang menyebabkan radang panggul, tapi yang paling sering adalah bakteri gonore dan klamidia.

Di awal, radang panggul sering tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga banyak orang yang tidak sadar sudah terinfeksi. Namun pada wanita, penyakit radang panggul dapat menyebabkan keputihan keluar berlebih dengan warna yang tak biasa dan berbau tak sedap.

Selain itu, ada beberapa tanda dan gejala lain yang juga perlu diwaspadai, yaitu:

  • Nyeri perut di bagian bawah dan panggul
  • Perdarahan di antara siklus haid dan selama atau setelah bercinta dengan pasangan
  • Sakit saat seks
  • Demam yang terkadang disertai menggigil
  • Sakit saat buang air kecil
  • Terkadang sulit buang air kecil

Jika Anda memiliki lebih dari satu pasangan seks dan sudah aktif secara seksual sebelum berusia 25 tahun, risiko untuk terkena penyakit ini cukup besar.

Selain itu, kebiasaan berhubungan seks tanpa kondom dan sering membersihkan vagina dengan vaginal douche juga bisa meningkatkan risiko kemunculan penyakit.

7. Radang leher rahim (servisitis)

penyebab keputihan dan gatal vagina

Radang leher rahim atau servisitis adalah peradangan pada ujung bawah rahim dekat bukaan vagina. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, trikomoniasis, dan herpes kelamin.

Tak hanya itu, alergi terhadap bahan kondom dan alat kontrasepsi lain juga bisa menyebabkan radang leher rahim. Selain itu, pertumbuhan bakteri berlebih pada vagina juga bisa menyebabkan servisitis.

Radang serviks tidak selalu menimbulkan gejala saat mulai menginfeksi. Namun pada sebagian besar orang, gejalanya terkadang cukup jelas. Keputihan dengan warna abnormal dan jumlah yang banyak kerap menandai masalah kesehatan yang satu ini.

Selain keputihan, servitis juga menjadi penyebab munculnya berbagai gejala lain, di antaranya:

  • Sakit saat buang air kecil
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Perdarahan di antara siklus haid
  • Perdarahan setelah berhubungan intim

Sama seperti penyakit lainnya, berhubungan seks tanpa kondom dengan banyak pasangan bisa meningkatkan risiko penyakit.

8. Vaginitis

mencuci vagina

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang disebabkan oleh infeksi. Peradangan juga bisa muncul akibat berkurangnya kadar estrogen setelah menopause dan beberapa kelainan kulit.

Vaginitis merupakan kondisi penyebab keputihan yang berbau dan berwarna tidak normal, dengan jumlah lebih banyak dari biasanya. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan:

  • Gatal atau iritasi pada vagina
  • Sakit saat berhubungan intim
  • Sakit saat buang air kecil
  • Mengalami perdarahan ringan yang keluar dari vagina

9. Kanker serviks

apakah kanker serviks menular

Kanker serviks merupakan penyakit yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kanker serviks termasuk penyakit serius yang bisa menyebabkan kematian. Namun sayang, gejala penyakit ini sulit dikenali di awal kemunculannya.

Gejala kanker serviks umumnya baru muncul ketika sel kanker sudah bertumbuh menembus lapisan atas jaringan serviks ke jaringan di bawahnya. Kondisi ini umumnya terjadi ketika sel prakanker tidak diobati dan terus berkembang.

Pada fase awal perkembangan penyakit, salah satu gejala yang muncul dan sering diabaikan adalah keputihan. Keputihan akibat kanker serviks biasanya berwarna putih atau bening dengan tekstur cair. Namun, tak jarang keputihan bisa berwarna cokelat atau disertai darah dengan bau yang busuk.

Selain keputihan, perdarahan di luar waktu haid atau setelah berhubungan seks juga menjadi salah satu ciri utama kanker serviks. Terkadang, perdarahan ini terlihat seperti keputihan yang berlumur darah dan kerap dianggap sebagai bercak. Jika hal ini terjadi, hampir bisa dipastikan bahwa salah satu penyebabnya bisa jadi kanker serviks.

Selain kedua gejala utama tersebut, ada berbagai gejala lain yang biasanya muncul. Gejala-gejala ini biasanya menandai bahwa kanker sudah sampai stadium lanjut. Adapun berbagai gejala yang muncul seperti:

  • Sakit punggung atau panggul
  • Sulit buang air besar atau kecil
  • Pembengkakan pada satu atau kedua kaki
  • Kelelahan
  • Berat badan menurun cukup banyak tanpa sebab yang jelas

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pagano, T. (2016). Vaginal Discharge: What’s Abnormal?. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1  [Accessed 18 Aug. 2017].

Stoppler, Melissa Conrad. (2016). Vaginal Discharge Causes, Symptoms, Treatment – What are the causes of vaginal discharge? – eMedicineHealth. [online] eMedicineHealth. Available at: http://www.emedicinehealth.com/vaginal_discharge/page2_em.htm  [Accessed 18 Aug. 2017].

Mayo Clinic. (2016). Vaginal discharge. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825  [Accessed 18 Aug. 2017].

NHS. (2016). Vaginal discharge – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/vaginal-discharge/Pages/Introduction.aspx  [Accessed 18 Aug. 2017].

Bacterial Vaginosis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279 accessed on June 13th 2019

Yeas Infection Vaginal https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/symptoms-causes/syc-20378999 accessed on June 13th 2019

Chlamydia Trachomatis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chlamydia/symptoms-causes/syc-20355349  accessed on June 13th 2019

Gonorrhea https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea/symptoms-causes/syc-20351774 accessed on June 13th 2019

Trichomoniasis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichomoniasis/symptoms-causes/syc-20378609 accessed on June 13th 2019

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594 accessed on June 13th 2019

Pelvic Inflammatory Diseases https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594 accessed on June 13th 2019

Cervicitis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370814 accessed on June 13th 2019

Vaginitis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/symptoms-causes/syc-20354707 accessed on June 13th 2019

Human Papillomavirus (HPV) and Cervical Cancer https://www.healthline.com/health/cervical-cancer/symptoms#symptoms accessed on June 13th 2019

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 10/09/2017
x