Mendeteksi Penyakit dari Jenis Cairan Vagina Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cairan vagina adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam kesehatan organ intim wanita. Namun, banyak wanita masih malu atau enggan mempelajari lebih lanjut soal berbagai jenis cairan yang dihasilkan vagina dan artinya. Padahal, hanya dari cairan vagina saja Anda sudah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit tertentu. Ayo, cari tahu jenis-jenisnya di bawah ini!

Seperti apa cairan vagina yang normal?

Cairan yang normal sering disebut sebagai keputihan. Fungsinya adalah membersihkan kelamin dari berbagai jenis bakteri serta sel kulit mati. Keluarnya cairan keputihan ini berarti vagina Anda masih sehat dan berfungsi dengan baik.

Ciri-ciri cairan yang normal pada vagina adalah warnanya bening atau putih, tidak berbau, teksturnya kental dan lengket, serta volumenya tidak terlalu banyak. Biasanya karakteristik ini berubah-ubah mengikuti siklus menstruasi wanita. Misalnya volume cairan bertambah ketika Anda memasuki masa subur.

Cairan keputihan ini masih wajar selama warna, tekstur, dan volumenya tidak berubah. Jika ada perubahan, hal ini mungkin menandakan penyakit tertentu.

Cairan vagina keruh

Bila cairan vagina berwarna lebih keruh dari biasanya dan disertai dengan bau yang amis atau menyengat, bisa jadi Anda mengidap infeksi bakteri vagina. Cairan ini biasanya akan jadi lebih banyak setelah berhubungan seks atau sebelum dan sesudah haid. Infeksi ini bisa diatasi dengan salep khusus dan antibiotik dari dokter.

Selain infeksi bakteri, cairan keruh yang teksturnya sangat kental hingga tampak seperti gumpalan mungkin menandakan infeksi ragi vagina. Infeksi yang disebabkan oleh jamur ini biasanya juga menyebabkan vagina terasa gatal dan perih. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan salep antijamur khusus vagina dan obat minum.

Cairan vagina keruh kekuningan

Jika cairan yang keluar berwarna keruh kekuningan, diikuti dengan rasa nyeri di area vagina dan sulit menahan urin, Anda mungkin mengidap penyakit gonore. Biasanya penyakit ini juga ditandai dengan perdarahan vagina di saat Anda tidak sedang haid. Dokter umumnya akan meresepkan antibiotik atau obat minum lainnya untuk mengatasi gonore.

Penyakit lain yang mungkin menyerang Anda adalah klamidia. Mirip seperti gonore, Anda mungkin merasakan sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks. Cairan keruh kekuningan ini juga jadi tambah banyak. Untuk mengobati klamidia, Anda juga butuh antibiotik.

Cairan vagina kuning kehijauan

Cairan berbusa yang warnanya kuning kehijauan dan baunya tidak sedap menandakan penyakit trikomoniasis. Gejala lain yang mungkin muncul yaitu vagina terasa gatal dan perih. Untuk mengatasinya, Anda memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Selain trikomoniasis, cairan vagina kekuningan disertai dengan bau tidak sedap bisa jadi gejala herpes genital. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini biasanya juga ditandai dengan muncul luka atau nanah di sekitar vagina. Untuk meredakan gejalanya, dokter akan meresepkan obat antivirus.  

Cairan vagina kemerahan atau kecokelatan

Vagina yang mengeluarkan cairan berwarna kemerahan atau kecokelatan biasanya disebabkan oleh luruhnya dinding rahim. Hal ini bisa terjadi di masa nifas pada ibu yang baru saja melahirkan. Kondisi ini juga disebut sebagai lokia.

Namun, bila Anda sering mengalami keputihan bercampur darah atau perdarahan di saat Anda tidak haid atau di luar masa nifas, segera periksakan diri ke dokter. Anda mungkin saja menunjukkan gejala kanker endometrium (rahim).

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit