4 Aturan Penting untuk Membersihkan Vagina

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua perempuan harus peduli tentang kesehatan vagina mereka. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan kaya akan bakteri menguntungkan (lactobacilli) yang membantu mencegah infeksi dan mempertahankan tingkat pH-nya. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah kecil cairan untuk menjaganya tetap bersih, seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut Anda. Sedikit saja gangguan dalam vagina, Anda mungkin akan mengalami iritasi atau infeksi.

Membersihkan vagina tidak boleh sembarang cuci bilas. Ada sejumlah aturan yang harus Anda pahami untuk menjaga vagina tidak hanya bersih, namun juga tetap sehat. Apa saja?

Jangan gunakan vaginal douche

Vaginal douche adalah semprotan dan cairan khusus pembersih vagina yang biasanya digunakan untuk  membersihkan vagina bagian dalam. Produsen vaginal douche rata-rata menawarkan jasa membersihkan bagian dalam vagina yang bisa membantu Anda memelihara kadar pH normalnya. Tapi hati-hati, jangan tertipu oleh iklan.

Sebenarnya, bagian dalam vagina tidak perlu Anda bersihkan. Vagina memiliki ‘program’ pembersihan diri secara otomatis dengan bantuan lactobacilli yang menetap dalam vagina Anda. Lactobacilli berperan sebagai pengatur keseimbangan asam vagina untuk mencegah patogen berkembang biak.

Cairan yang disemprotkan dari douche ke dalam vagina Anda akan membilas lendir vagina, menyebabkan ekosistem bakteri baik pun ikut tersapu habis. Akhirnya, vagina Anda akan diambil alih oleh bakteri jahat, dan bisa menyebabkan infeksi ragi, bacterial vaginosis, atau pelvic inflammatory disease (PID) — infeksi yang berujung pada komplikasi serius, seperti luka, kehamilan ektopik, dan ketidaksuburan.

Douche juga tidak terbukti bisa melindungi Anda dari penyakit kelamin menular. Justru, douche bisa meningkatkan risiko Anda terhadap infeksi. Ketika wanita kekurangan populasi lactobacilli, mereka akan lebih mungkin untuk tertular infeksi saat rentan.

Jangan gunakan sabun wangi, gel, atau antiseptik untuk vagina

Bagian dalam vagina memang tidak dibersihkan, namun daerah luar sekitar vagina (vulva dan labia) tetap perlu Anda bersihkan, asal jangan menggunakan sabun berpewangi atau khusus antiseptik.

Vagina normal memiliki tingkat pH sekitar 3,5-4,5 (pH diukur pada skala nol sampai 14). Bila Anda menggunakan sabun wangi atau antiseptik (memiliki pH sekitar delapan), hal ini dapat merusak keseimbangan pH vagina Anda, dan menyebabkan gatal, iritasi, dan bau.

Normal untuk vagina mengeluarkan bau. Bau vagina dapat berubah di waktu yang berbeda dari siklus reproduksi dan tidak harus selalu dianggap sebagai tanda infeksi atau penyakit tertentu. Jika vagina Anda memiliki bau yang kuat atau aneh, konsultasikan dengan dokter Anda. Vaginal douche atau sabun wangi hanya akan menutupi bau tanpa mengatasi akar penyebab masalah.

Cuci khusus satu kali sehari

Cuci daerah vagina terluar Anda dengan kain lap yang dibasahi air dan sabun biasa, atau usap dengan tangan Anda.

Selain setelah buang air, cukup bersihkan vagina secara khusus satu kali sehari, misalnya setelah berolahraga, setelah berhubungan seks, atau saat mandi. Jika Anda tak membersihkan vagina, risikonya Anda membiarkan keringat dan cairan buangan vagina semakin menumpuk.

Tapi ingat, kulit vagina sangat sensitif. Jika Anda terlalu rajin membersihkannya, Anda bisa mengganggu keseimbangan daerah vagina Anda. Minyak alami kulit pun akan ikut terkikis, sehingga bisa menyebabkan iritasi.

Jaga agar tetap bersih dan kering

Vagina Anda harus tetap bersih dan kering. Apa yang Anda pakai juga akan mempengaruhi kondisi vagina Anda.

Beberapa jenis kain dan bentuk pakaian bisa menempel dengan ketat ke kulit are genital Anda, meningkatkan kelembapan dan panasnya. Keseimbangan pH yang terganggu bisa membuat vagina memproduksi bakteri di luar batas normal dan menyebabkan infeksi.

Gunakan celana dalam berbahan katun, dan hindari memakai pakaian dalam terlalu ketat. Segera ganti baju renang yang basah atau baju olahraga yang lembap oleh keringat.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Mengenal Bakteremia, Ketika Bakteri Hidup di dalam Darah

    Bakteremia merupakan kondisi medis yang menggambarkan adanya bakteri di dalam darah. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berujung fatal.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Infeksi Bakteri

    Infeksi bakteri merupakan gangguan kesehatan akibat bakteri. Penyakit yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung lokasi infeksi. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 7 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

    Penyakit Pes

    Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    setelah seks

    4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    obat infeksi saluran kencing

    Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    makan telur mentah

    Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    Perbedaan infeksi bakteri dan virus

    Infeksi Staphylococcus aureus

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit