Panduan Makan untuk Anda yang Punya Penyakit Radang Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/12/2018 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Jika Anda memiliki penyakit radang usus besar atau kolitis ulseratif, Anda wajib memerhatikan makanan yang masuk ke perut. Pasalnya, makanan tertentu bisa memicu gejala dan keparahan penyakit. Agar tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dan penyakit tidak kumat, intip panduan makan berikut ini.

Panduan makan untuk pengidap penyakit radang usus besar

1. Makan sedikit-sedikit tapi sering

makanan untuk pria 50 tahun

Jika sebelumnya Anda makan dengan porsi besar sebanyak dua atau tiga kali sehari, sekarang Anda perlu mengubahnya. Orang yang memiliki penyakit kolitis ulseratif ususnya tak lagi bisa bekerja normal dan maksimal.

Makan dalam porsi besar justru membuat kerja usus yang sudah terluka menjadi sangat berat. Akibatnya, peradangan di usus bisa semakin parah.

Daripada makan dalam porsi besar dalam sekali waktu, lebih baik makan dalam porsi kecil tetapi sering. Misalnya makan lima hingga enam kali sehari dalam porsi yang lebih sedikit dibanding biasanya. Dengan cara ini, Anda membantu meringankan beban kerja usus.

2. Batasi asupan garam dan lemak

garam tidak boleh dimasak

Biasanya, obat-obatan yang diresepkan untuk mengobati radang usus besar bisa memunculkan efek samping jika Anda makan terlalu banyak garam. Efek samping yang akan muncul yaitu pembengkakan dan kembung.

Tak hanya garam, Anda juga perlu membatasi asupan lemak harian. Makanan berlemak membuat perut begah, kembung, dan diare. Untuk itu, demi kesehatan yang lebih baik sebaiknya batasi asupan garam dan lemak harian Anda.

3. Tidak mengonsumsi produk susu

berhenti minum susu

Biasanya orang yang mengidap penyakit radang usus besar juga memiliki intoleransi terhadap laktosa. Intoleransi laktosa adalah kondisi saat tubuh tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa adalah jenis gula alami yang terdapat di dalam susu dan produk susu.

Jika Anda memaksakan untuk terus makan produk susu, Anda berisiko mengalami diare, sakit perut, juga kembung. Untuk itu, menghindari semua produk susu menjadi pilihan yang bijak untuk menjaga kesehatan usus Anda.

4. Membatasi asupan serat

tinggi serat

Meski serat sangat baik untuk pencernaan, pada orang dengan radang usus besar porsinya sebaiknya dibatasi. Terlalu banyak serat bisa menghambat kerja usus dan membuat gejala radang usus menjadi semakin parah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menanyakan pada dokter seberapa banyak serat yang bisa dikonsumsi dalam sehari.

Saat mengonsumsi buah atau sayur, Anda juga bisa mengakalinya agar lebih mudah dicerna misalnya dengan merebus, mengukus, atau mengolahnya menjadi jus.

5. Hindari soda, kafein, dan alkohol

Jika Anda memiliki penyakit radang usus besar, tandanya Anda perlu mengucapkan selamat tinggal pada soda, kafein, dan alkohol. Ketiga minuman ini bisa mengiritasi lapisan usus. Kombinasi kafein dan gula misalnya bisa menyebabkan diare dan perut yang kembung. Lebih baik perbanyak minum air putih yang jelas lebih menyehatkan.

6. Catat pola makan Anda

menulis tangan vs mengetik

Setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda terhadap makanan dan minuman tertentu. Oleh karena itu, Anda wajib memiliki catatan makanan pribadi yang berisi daftar makanan serta minuman harian beserta reaksinya di tubuh. Meski terlihat agak merepotkan, buku catatan ini sangat berguna untuk membantu mengurangi gejala serupa di kemudian hari akibat salah makan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Seputar Kebutuhan Lemak Balita Usia 2-5 Tahun

Lemak berperan penting dalam metabolisme anak balita. Lalu, seberapa banyak kebutuhan lemak yang dibutuhkan untuk anak balita usia 2-5 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 11/04/2020 . 7 menit baca

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Meski lemak sering kali harus dihindari, asupan lemak yang sehat untuk bayi sebenarnya sah-sah saja. Sudahkah Anda tahu berapa kebutuhan lemak harian bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 10/04/2020 . 7 menit baca

Kenali Pentingnya Asupan Serat Bagi Bayi dan Kebutuhan Idealnya

Tak kalah dengan zat gizi lainnya, kebutuhan serat untuk bayi juga penting dipenuhi setiap harinya. Sudahkah Anda tahu berapa kebutuhan serat si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 28/03/2020 . 7 menit baca

Memenuhi Asupan Serat Harian Tanpa Alami Masalah Pencernaan

Asupan serat yang berlebih ternyata dapat menjadi bom waktu. Bukannya lancar, pencernaan malah dapat terganggu. Begini cara mengatur dan mengontrolnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 07/01/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . 3 menit baca
manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 menit baca
pantangan makanan divertikulitis

Pantangan Makanan bagi Penderita Divertikulitis (Radang Kantung Usus Besar)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . 4 menit baca
minum susu intoleransi laktosa

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . 4 menit baca