home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lezat dan Mudah, Menu Makan Siang Sehat Ini Patut Dicoba

Lezat dan Mudah, Menu Makan Siang Sehat Ini Patut Dicoba

Makan siang tak kalah penting dengan sarapan. Studi menunjukkan makan siang bisa membantu isi ulang energi dan memfokuskan kembali pikiran yang dapat meningkatkan produktivitas di sisa hari. Bingung memilih menu makan siang yang sehat?

Pentingnya menu makan siang yang sehat

Banyak orang, terutama mereka yang bekerja, kerap menunda atau melewatkan istirahat makan siang dengan dalih ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Padahal, beristirahat sangatlah penting. Ketika Anda tidak melakukannya, Anda akan merasa lebih lelah, stres, kurang fokus, dan bahkan suasana hati bisa memburuk.

Hal ini tentunya akan menghambat produktivitas Anda. Alih-alih selesai kerja lebih cepat, Anda malah merasa penat dan pikiran mudah teralihkan. Maka dari itu, istirahatkan tubuh Anda sejenak dan isi kembali energi tubuh dengan makan siang.

Makanan saat makan siang yang Anda konsumsi juga tidak boleh sembarangan. Makanan makan siang yang sehat sangat diperlukan agar otak dan tubuh bisa mendapatkan nutrisi untuk membuatnya bekerja secara efisien. Porsi makan siang pun perlu diperhatikan guna mendapatkan nutrisi yang seimbang.

Makan siang, seperti makan lainnya, harus bergizi seimbang serta menyenangkan. Cara mudah membantu membangun makan siang yang seimbang yakni dengan memasukkan makanan dari setidaknya 3 kelompok makanan seperti sayur, protein, dan karbohidrat.

Batasi makanan cepat saji atau makanan olahan seperti sup kalengan, sosis, atau minuman yang sarat gula. Pilihlah makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar.

Resep menu makan siang sehat nan lezat

Tak harus melulu membeli makan di luar, Anda juga bisa memasak menu sehat ini di rumah. Bagi Anda yang sedang bingung, berikut adalah berbagai resep inspirasi untuk menu makan siang Anda.

Salad pasta

menu makan siang sehat
Sumber: All Recipes

Serupa dengan salad sayuran biasa, hanya saja ditambahkan dengan pasta sebagai sumber karbohidrat utama.

Untuk pilihan yang lebih sehat, gunakan pasta gandum yang lebih tinggi kandungan seratnya tapi lebih rendah kalori bila dibandingkan dengan pasta biasa.

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 500 gram pasta gandum spiral atau bentuk lain sesuai selera
  • 8 buah tomat ceri, potong dadu
  • 1 buah paprika hijau, cincang
  • 1 paprika merah, potong dadu
  • ½ paprika kuning, cincang
  • 10 butir zaitun hitam, cincang
  • minyak zaitun secukupnya

Bahan bumbu campuran:

  • 4 sdm keju parmesan parut
  • ½ sdt oregano kering
  • ½ sdt basil kering
  • 1 ½ sdt garam
  • ½ sdm mayones
  • 1 butir bawang putih, cincang halus
  • ½ sdt bubuk bawang putih
  • 1 sdt bubuk paprika
  • ½ sdt lada hitam tumbuk

Cara membuat:

  1. Rebus pasta terlebih dahulu dalam air mendidih yang sudah diberi sejumput garam. Masak sampai lunak atau al dente.
  2. Tiriskan pasta yang sudah matang, lalu bilas dengan air dingin.
  3. Campurkan semua bahan-bahan bumbu campuran, kemudian aduk bersama minyak zaitun secukupnya.
  4. Dalam mangkuk salad, masukkan pasta, tomat ceri, paprika, dan zaitun. Tuang saus dari bumbu campur dan minyak zaitun, aduk sampai bumbu sudah merata.
  5. Sajikan.

Tumis ayam dan kacang panjang

tumis ayam kacang panjang
Sumber: The Woks of Life

Menu makan siang sehat ini cocok bagi Anda yang ingin masak lebih praktis dengan bahan yang mudah ditemukan. Anda bisa mendapatkan asupan protein dari potongan dada ayam, dengan tambahan asupan vitamin dan serat dari kacang panjang.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • 500 gram dada ayam, potong dadu
  • 8 helai kacang panjang, potong-potong seukuran korek api
  • ½ sdt garam
  • ¼ sdt merica
  • 4 sdm kuah kaldu ayam
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 sdt minyak wijen
  • 1 butir bawang putih, cincang
  • 2 sdm jahe cincang
  • 3 buah cabai merah, cincang

Cara membuat:

  1. Marinasi potongan ayam dengan garam dan merica, tumis dengan minyak sampai berwarna kecoklatan. Sisihkan.
  2. Pada wajan yang sama, masukkan kacang panjang dan tumis hingga mulai lunak sekitar 2 – 3 menit.
  3. Dalam wadah kecil, campurkan kuah kaldu ayam dengan bahan-bahan yang tersisa, kemudian tuang ke dalam wajan dan masak sampai kacang panjang empuk.
  4. Masukkan kembali ayam yang telah dimasak, aduk kembali.
  5. Taburi dengan daun bawang, sajikan bersama nasi beras cokelat atau karbohidrat lainnya sesuai selera.

Bola-bola daging

bola bola daging
Sumber: Healthy Little Peach

Bagi Anda yang ingin makan siang spesial tapi tetap lezat, menu ini bisa jadi pilihan yang tepat. Anda juga bisa menyajikan menu ini bersama lauk pendamping seperti sayur-sayuran dan karbohidrat pilihan seperti nasi merah atau nasi hitam.

Bahan-bahan untuk bola daging:

  • 1 kg daging sapi giling
  • 1 butir telur
  • ½ sdt jahe tumbuk
  • ½ sdt garam
  • 1 butir bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
  • ½ sdt lada hitam tumbuk
  • 5 sdm tepung terigu
  • 1 sdm kecap asin
  • ½ sdt bubuk bawang putih
  • daun bawang iris

Bahan saus kental:

  • 10 sdm kecap asin
  • 5 sdm cuka beras
  • 2 ½ sdm air
  • 1 butir bawang putih, cincang halus
  • 2 sdt minyak wijen
  • 2 sdt tepung tapioka, campurkan dengan 4 sdm air
  • 1 sdm madu

Cara membuat:

  1. Masukkan semua bahan-bahan bola daging ke dalam mangkuk sampai tercampur rata.
  2. Bentuk adonan daging menjadi bola-bola seukuran bola golf.
  3. Bila Anda ingin menggunakan oven, panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 200 derajat celcius. Letakkan bakso di atas loyang yang sudah dilapisi minyak zaitun dan panggang selama 20 – 25 menit.
  4. Bila menggunakan teflon, Anda cukup memanggang bola-bola daging sampai warnanya terlihat kecoklatan.
  5. Campur semua bahan-bahan untuk membuat saus kecuali larutan tapioka. Masukkan campuran tersebut ke dalam wajan dengan api sedang atau tinggi.
  6. Setelah campuran saus menjadi panas, masukkan air larutan tepung tapioka dan aduk-aduk sampai saus mengental.
  7. Masukkan bola daging yang sudah matang ke dalam saus dan aduk-aduk sampai menyatu.
  8. Sajikan.

Selamat mencoba beragam menu makan siang sehat di rumah!

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ariga, A. and Lleras, A., 2011. Brief and rare mental “breaks” keep you focused: Deactivation and reactivation of task goals preempt vigilance decrements. Cognition, 118(3), pp.439-443. Retrieved 9 March 2o21.

What Does a Healthy Lunch Look Like? (n.d.). The Whole U University of Washington. Retrieved 9 March 2021, from https://thewholeu.uw.edu/2017/03/13/what-does-a-healthy-lunch-look-like/

Cyndie. (n.d.). Pasta Salad Recipe. All Recipes. Retrieved 9 March 2021, from https://www.allrecipes.com/recipe/14385/pasta-salad/

DC Girly Girl. (n.d.). Tasty Salad Seasoning Recipe. All Recipes. Retrieved 9 March 2021, from https://www.allrecipes.com/recipe/214997/tasty-salad-seasoning/

D.C., Liz. (2020). Chicken and Green Bean Stir Fry. The Lemon Bowl. Retrieved 9 March 2021, from https://thelemonbowl.com/chicken-and-green-bean-stir-fry/

McCrary, Ashley. (n.d.). Sticky Asian Meatballs. Healthy Little Peach. Retrieved 9 March 2021, from https://healthylittlepeach.com/sticky-asian-meatballs/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro