home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Berbagai Jenis Status Gizi: Anda yang Mana?

Mengenal Berbagai Jenis Status Gizi: Anda yang Mana?

Sebagian besar dari Anda mungkin mengetahui jika tubuh seseorang gemuk, kurus, atau normal. Tetapi, lebih jauh dari itu, badan kesehatan dunia WHO telah mengklasifikasikan status gizi seseorang berdasarkan tinggi badan, berat badan, dan usia.

Apa itu status gizi?

Setiap orang pasti mendambakan status gizinya normal, mempunyai berat badan ideal serta tinggi badannya. Status gizi normal menunjukkan Anda mempunyai status kesehatan yang baik dan dapat menurunkan risiko terkena penyakit.

Status gizi merupakan kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh asupan zat gizi dan penggunaan zat gizi.

Ketika asupan gizi Anda memenuhi kebutuhan, Anda akan mempunyai status gizi yang baik. Namun, ketika asupan gizi Anda kurang atau berlebihan, hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh Anda.

Macam-macam status gizi

Status gizi adalah salah satu indikator kesehatan seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui status gizi Anda. Terutama, bila Anda memiliki buah hati yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Terkadang, seseorang memiliki anggapan yang salah terhadap status gizinya. Untuk menghindarinya, Anda mesti tahu berbagai jenis status gizi pada manusia. Indikator ini juga menentukan apakah Anda memiliki risiko penyakit tertentu atau tidak.

Di bawah ini beberapa status gizi yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu untuk anak di bawah 5 tahun, anak usia 5 – 18 tahun, dan orang dewasa.

Anak di bawah 5 tahun

Indikator yang biasa dipakai untuk anak usia ini yaitu berat badan terhadap umur (BB/U), tinggi badan terhadap umur (TB/U), dan berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB).

Ketiga indikator tersebut dapat menunjukkan apakah seorang anak memiliki status gizi yang kurang, pendek (stunting), kurus (wasting), dan obesitas.

Berat kurang (underweight)

Underweight merupakan klasifikasi dari status gizi BB/U. BB/U menunjukkan pertumbuhan berat badan anak terhadap umurnya, apakah sesuai atau tidak.

Jika berat badan anak di bawah rata-rata anak seusianya, anak tersebut dikatakan underweight. Namun, jangan khawatir karena berat badan anak dapat berubah dengan mudah. Indikator ini tidak memberi indikasi masalah gizi yang berat pada anak.

Pendek (stunting)

Stunting merupakan klasifikasi dari indikator status gizi TB/U. Anak yang dikatakan stunting yakni mereka yang memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya. Biasanya, anak yang terkena stunting akan lebih pendek daripada anak seusianya.

Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga anak tidak bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhan tinggi badannya.

Kurus (wasting)

Wasting merupakan salah satu klasifikasi dari indikator gizi BB/TB. Anak yang dikatakan kurus yaitu mereka dengan berat badan rendah dan tidak sesuai terhadap tinggi badan yang dimilikinya.

Wasting biasanya terjadi pada anak selama masa penyapihan atau selama 2 tahun pertama kehidupannya. Setelah anak berumur 2 tahun, biasanya risiko ia mengalami wasting akan menurun.

Wasting merupakan tanda bahwa anak mengalami kekurangan gizi yang serius. Kondisi ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan makanan atau infeksi, seperti diare pada anak.

Gemuk

Merupakan lawan dari kurus, di mana sama-sama didapatkan dari pengukuran BB/TB. Anak yang dikatakan gemuk adalah mereka yang mempunyai berat badan lebih terhadap tinggi badan yang dimilikinya.

Anak usia 5 – 18 tahun

Anak usia 5 – 18 masih mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan. Anda bisa mengetahui status gizi dari anak usia 5 – 18 tahun dengan menggunakan indikator TB/U dan IMT/U.

Pendek (stunting)

Sama seperti penjelasan di atas, stunting didapatkan dari pengukuran tinggi badan terhadap umur.

Pada usia 5 – 18 tahun, tinggi anak masih terus bertambah dan anak masih bisa mengejar ketertinggalannya, walaupun mungkin kesempatannya hanya sedikit untuk bisa mencapai tinggi badan normal.

Kurus, gemuk, dan obesitas

Yang satu ini didapatkan dari pengukuran IMT/U. IMT yaitu indeks massa tubuh seseorang yang didapatkan dari perhitungan berat badan dibagi dengan tinggi badan. Kemudian, IMT ini disesuaikan dengan umur yang dimiliki anak.

Jika IMT anak lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya, dikatakan anak tersebut kurus.

Sebaliknya, jika IMT anak lebih tinggi atau lebih sangat tinggi dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya, dikatakan anak tersebut memiliki status gizi yang gemuk (obesitas).

Dewasa atau lebih dari 18 tahun

Pada orang dewasa, Anda cukup menghitung indeks massa tubuh (IMT). IMT merupakan indikator dari komposisi tubuh Anda, seperti massa lemak tubuh dan komposisi tubuh lainnya selain lemak (seperti tulang dan air).

Anda dapat mengetahui IMT Anda dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam meter lalu dikuadratkan).

Setelah menghitung indeks massa tubuh Anda, Anda akan tahu status gizi Anda yang dikualifikasikan sebagaimana di bawah ini.

  • Kurus: jika IMT Anda kurang dari 18,5 kg/m²
  • Normal: jika IMT Anda berkisar antara 18,5 – 24,9 kg/m²
  • Overweight (berat badan lebih): jika IMT Anda berkisar antara 25 – 27 kg/m²
  • Obesitas: jika IMT Anda lebih dari 27 kg/m²

Dengan mengetahui IMT Anda, Anda dapat mengetahui apakah Anda berada dalam status gizi kurus, normal, atau kelebihan berat badan. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mengetahui apakah Anda kekurangan atau kelebihan gizi.

Kedua hal tersebut dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda. Berat badan kurang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit infeksi, sementara berat badan lebih meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Nutritional Status. Retrieved from http://download.nos.org/srsec321newE/321-E-Lesson-6.pdf. Accessed September 23, 2016.

WHO. 2010. Nutrition Landscape Information System (NLIS) Country Profile Indicators: Interpretation Guide. Retrieved from http://www.who.int/nutrition/nlis_interpretation_guide.pdf. Accessed September 23, 2016.

FAO. The Sixth World Food Survey. Retrieved from http://www.fao.org/docrep/012/w0931e/w0931e17.pdf. Accessed September 23, 2016.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Praktis Memantau Status Gizi Orang Dewasa. Retrieved from http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/10/ped-praktis-stat-gizi-dewasa. Accessed September 23, 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 29/04/2021
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x