Benarkah Kelebihan Vitamin A Dapat Menyebabkan Patah Tulang?

Oleh

Vitamin A merupakan vitamin esensial yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Vitamin A sangat erat kaitannya dengan kesehatan penglihatan. Selain itu, vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh, dan reproduksi. Namun, di balik semua manfaatnya, kelebihan vitamin A tampaknya juga membahayakan kesehatan, khususnya bagi kesehatan tulang.

Apa itu vitamin A?

Sebelum membahas bahaya kelebihan vitamin A lebih lanjut, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu vitamin A.

Vitamin A dapat kita peroleh dari buah-buahan dan sayuran, serta sumber hewani. Terdapat dua bentuk vitamin A yang dapat kita peroleh dari sumber makanan tersebut, yaitu:

  • Retinol, atau juga biasa disebut dengan bentuk vitamin A yang sebenarnya karena bentuk vitamin A ini langsung siap digunakan oleh tubuh. Retinol bisa kita dapatkan dari sumber hewani, seperti ati, telur, dan ikan berlemak. Selain itu, juga sudah banyak makanan yang telah difortifikasi atau diperkaya retinol, seperti dalam sereal. Vitamin A bentuk retinol juga dapat ditemukan dalam suplemen.
  • Beta karoten, merupakan prekursor vitamin A, sehingga tubuh harus mengubahnya menjadi retinol atau vitamin A terlebih dahulu sebelum bisa menggunakannya. Beta karoten dapat ditemukan dalam buah dan sayur yang berwarna orange dan hijau gelap, seperti pada wortel, ubi, mangga, dan daun kale.

Vitamin A merupakan salah satu jenis vitamin larut lemak.  Tubuh menyimpan vitamin A bentuk retinol dan beta karoten dalam hati, cadangan vitamin A ini akan digunakan saat tubuh membutuhkan.

Apa benar kelebihan vitamin A dapat menyebabkan patah tulang?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan vitamin A dapat melemahkan tulang dan menyebabkan patah tulang (fraktur), terutama di daerah pinggul. Sebuah penelitian oleh Harvard Medical School tahun 2002 menunjukkan bahwa asupan vitamin A yang tinggi meningkatkan risiko fraktur pada wanita setelah menopause. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyebab utama dari hal ini adalah retinol.

Penelitian lain yang dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa pria dengan kadar retinol tinggi dalam darah memiliki risiko fraktur di pinggul lebih besar dua kali lipat daripada individu yang mempunyai kadar retinol rata-rata dalam darah. Juga, individu yang mengonsumsi vitamin A lebih dari 5000 IU per hari mempunyai risiko fraktur dua kali lipat dibandingkan dengan individu yang mengonsumsi vitamin A kurang dari 1666 IU per hari.

Namun, juga terdapat penelitian yang bertentangan dengan hal ini karena penelitian tersebut tidak memperhitungkan asupan vitamin D sebagai vitamin penting dalam pembentukan tulang. Seperti yang dikemukakan oleh Caire-Juvera,  et al pada penelitiannya yang melibatkan 75747 wanita dari Women’s Health Initiative Observational Study tahun 2009, menunjukkan bahwa kelebihan asupan vitamin A tidak berhubungan dengan risiko fraktur, kecuali pada wanita dengan asupan vitamin D yang rendah.

Bagaimanapun, telah banyak penelitian yang mengaitkan kelebihan vitamin A dengan peningkatan risiko fraktur. Salah satunya adalah penelitian oleh Feskanich tahun 2002 yang menunjukkan bahwa asupan tinggi retinol dalam jangka waktu panjang dapat mendukung perkembangan fraktur pinggul karena osteoporosis pada wanita.

Para ahli percaya bahwa kelebihan vitamin A memicu peningkatan osteoklas, yaitu sel-sel yang berfungsi untuk mengikis tulang. Selain itu, kelebihan vitamin A juga dapat mengganggu aktivitas vitamin D. Sehingga, para ahli menyarankan agar pria dan wanita yang sudah berumur membatasi asupan retinol mereka, terutama yang didapatkan dari suplemen. Juga, menyarankan agar lebih baik mengonsumsi vitamin A dalam bentuk beta karoten dibandingkan dalam bentuk retinol.

Tips agar terhindar dari risiko patah tulang

Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari risiko patah tulang.

  • Konsumsi 5 porsi buah dan sayur per hari. Buah dan sayur menyediakan kebutuhan vitamin A Anda dalam bentuk beta karoten yang lebih baik.
  • Batasi konsumsi ati dan minyak hati ikan karena keduanya mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi.
  • Jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral, sebaiknya perhatikan kandungannya. Jangan memilih suplemen yang mengandung vitamin A 5000 IU atau 1500 mcg (100% kebutuhan vitamin A per hari). Suplemen yang mengandung 20% kebutuhan vitamin A per hari dalam bentuk beta karoten atau campuran karoten merupakan pilihan terbaik.
  • Baca juga informasi nilai gizi pada kemasan makanan yang diperkaya dengan vitamin A. Batasi makanan yang mengandung 50% atau lebih vitamin A dalam bentuk retinol per porsi, Anda dapat mengonsumsinya 1-2 kali per minggu.
  • Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca