home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Vitamin Larut Air dan Vitamin Larut Lemak, Apa Bedanya?

Vitamin Larut Air dan Vitamin Larut Lemak, Apa Bedanya?

Vitamin merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi optimal. Sedikitnya enam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh yakni A, B, C, D, E, dan K. Masing-masing dibagi dalam dua kelompok berbeda: vitamin larut air dan vitamin larut lemak.

Vitamin B dan vitamin C termasuk vitamin larut air. Sedangkan vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K masuk kelompok vitamin larut lemak. Kesemuanya sama-sama perlu dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Lantas, apa perbedaannya?

Apa beda vitamin larut air dan vitamin larut lemak?

Dari segi pelarutnya

Dari namanya, Anda mungkin sudah dapat membedakan bahwa pelarut kedua kelompok vitamin ini berbeda. Namun, kenapa vitamin harus dilarutkan di dalam tubuh?

Tanpa dilarutkan, beragam jenis vitamin yang masuk tidak bisa digunakan tubuh sebagaimana mestinya. Jenis pelarut yang berbeda akan memproses vitamin dengan cara yang berbeda pula, sehingga manfaat vitaminnya bisa Anda rasakan.

Vitamin larut lemak (A, D, E, K) yaitu jenis vitamin yang diproses bersama lemak. Saat diproses dalam sistem pencernaan, vitamin-vitamin ini akan melewati sistem limfatik (sistem yang berperan dalam imunitas tubuh).

Setelahnya, vitamin larut lemak tersebut kemudian dialirkan dalam peredaran darah. Jika zat gizi lemak pada tubuh tidak mencukupi, penyerapan vitamin A, D, E, dan K pun akan terganggu.

Sedangkan, vitamin larut air yakni jenis vitamin yang diproses bersama air. Vitamin jenis ini diproses lebih mudah. Tubuh akan langsung menyerap vitamin B dan C ke dalam peredaran darah. Selanjutnya, mereka langsung beredar bebas dalam aliran darah.

Cara penyimpanannya

Setelah terserap dalam tubuh, vitamin A, D, E, dan K selanjutnya akan disimpan di sel lemak dan organ hati. Vitamin ini dapat disimpan dalam jangka waktu lama sebagai persediaan bagi tubuh untuk digunakan jika dibutuhkan nantinya.

Di sisi lain, vitamin larut air tidak dapat disimpan tubuh. Oleh karena tidak mampu menyimpan cadangannya, kekurangan vitamin larut air lebih mudah terjadi. Untuk mencegahnya, jenis vitamin ini harus dikonsumsi setiap hari melalui asupan makan atau suplemen vitamin.

Cara dikeluarkannya dari tubuh

Vitamin larut lemak sangat sedikit yang dikeluarkan dari tubuh. Jenis vitamin ini disimpan tetap di dalam lemak dan organ hati sebagai cadangan dan akan digunakan hanya ketika nanti dibutuhkan.

Berbeda dengan vitamin larut air yang beredar bebas di peredaran darah sehingga lebih mudah dikeluarkan. Vitamin ini dikeluarkan tubuh melalui penyaringan pada organ ginjal. Ginjal akan menyalurkan sisa vitamin yang berlebih bersama urine.

Sifat toksik

Vitamin yang larut lemak disimpan lama di tubuh. Jika mengonsumsinya berlebihan, kadarnya bisa menumpuk dan membahayakan tubuh. Kondisi kelebihan vitamin yang timbul ini bisa menimbulkan efek toksik atau racun.

Kelebihan vitamin A, misalnya, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh. Mulai dari sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, iritasi dan gangguan penglihatan, mulut kering, nyeri dan/atau lemah tulang, hingga anoreksia.

Kebalikannya, jarang kasus kelebihan vitamin larut air yang berakhir bahaya. Sebab, setiap kelebihan vitamin jenis larut air akan langsung dibuang lewat urine dan keringat. Tubuh juga cenderung tidak bisa menumpuk vitamin larut air dalam jumlah banyak.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Whitney Ellie dan Rolfes Sharon Rady. 2016. Understanding Nutrition 15th ed. Boston: Cengage

Fietcher Jenna. 2017. All you Need to Know About Fat-Soluable Vitamins. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/320310.php (Diakses 16/1/2018)

Alma Lori. 2017. Fat Soluable Vitamins vs Water Soluable Vitamins. [Online] Tersedia pada; https://www.verywell.com/fat-vs-water-soluble-998218 (Diaskes 16/1/2018)

Shiel William C. Tanpa Tahun. Which Vitamins are Water Soluble and Fat Soluble. [Online] Tersedia pada: https://www.medicinenet.com/water_soluble_vitamins_vs_fat_soluble_vitamins/ask.htm (Diakses 16/11/2018)

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji pada 2 minggu lalu
x