Mengulik Perbedaan Cara Kerja Vitamin Larut Air dan Vitamin Larut Lemak Dalam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Vitamin adalah salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa berfungsi optimal. Ada enam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu A, B, C, D, E, dan K. Masing-masing vitamin ini dimasukkan ke dalam dua kelompok berbeda: vitamin larut air dan vitamin larut lemak.

Vitamin B dan C termasuk ke dalam vitamin yang larut air. Sedangkan, vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan  vitamin K termasuk ke dalam vitamin yang larut lemak. Kedua kelompok vitamin ini sama-sama perlu dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Lantas, apa yang membedakan jenis vitamin larut air dan yang larut dalam lemak?

Apa saja perbedaan antara vitamin larut air dan vitamin larut lemak?

Dari segi pelarutnya

Dari namanya saja, Anda mungkin sudah dapat membedakan bahwa pelarut kedua kelompok vitamin ini berbeda. Namun, kenapa vitamin harus dilarutkan di dalam tubuh? Tanpa dilarutkan, vitamin yang masuk tidak bisa digunakan oleh tubuh sebagaimana mestinya. Jenis pelarut yang berbeda akan memproses vitamin dengan cara yang berbeda, sehingga manfaat vitaminnya bisa Anda rasakan. 

Vitamin larut lemak (A, D, E, K) adalah jenis vitamin yang diproses bersama lemak. Setelah masuk ke dalam sistem pencernaan, vitamin-vitamin ini akan melewati sistem limfatik untuk kemudian ikut dialirkan dalam peredaran darah. Jika lemak di tubuh kurang, maka penyerapan vitamin A,D,E, dan K pun akan terganggu.

Sedangkan, vitamin larut air adalah jenis vitamin yang diproses bersama air. Vitamin jenis ini diproses lebih mudah dalam tubuh. Tubuh akan langsung menyerap vitamin B dan C ke dalam peredaran darah. Selanjutnya vitamin ini langsung beredar bebas dalam aliran darah.  

Cara penyimpanannya

Setelah terserap dalam tubuh, vitamin A, D, E, dan selanjutnya akan disimpan di sel lemak dan hati. Vitamin ini dapat disimpan dalam jangka waktu lama, sebagai persediaan bagi tubuh untuk digunakan jika dibutuhkan nantinya.

Sebaliknya, vitamin larut air tidak dapat disimpan dalam tubuh. Oleh karena itu, kekurangan vitamin larut air bisa lebih mudah terjadi karena tubuh tidak mampu menyimpan cadangannya. “Stok” vitamin larut air butuh diganti setiap hari dari asupan makan atau suplemen vitamin untuk mencegah kekurangannya.

Cara dikeluarkannya dari tubuh

Vitamin larut lemak sangat sedikit yang dikeluarkan dari tubuh. Jenis vitamin ini disimpan tetap di dalam lemak dan hati sebagai cadangan, ketika nanti dibutuhkan.

Sifatnya ini sangat berbeda dengan vitamin larut air. Vitamin yang larut dalam air beredar sangat bebas di peredaran darah, sehingga bisa lebih mudah dikeluarkan. Vitamin ini dikeluarkan oleh tubuh melalui penyaringan di ginjal. Ginjal selanjutnya akan menyalurkan sisa vitamin yang berlebih bersama urin.

Sifat toksik

Vitamin yang larut lemak disimpan lama di dalam tubuh. Jika Anda terus mengonsumsinya berlebihan, kadarnya bisa menumpuk dan membahayakan tubuh. Kelebihan vitamin ini bisa menimbulkan efek toksik atau racun. Kelebihan vitamin A, misalnya, dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, iritasi dan gangguan penglihatan, mulut kering, nyeri dan/atau lemah tulang, hingga anoreksia.

Kebalikannya, sangat jarang kasus kelebihan vitamin larut air yang berakhir membahayakan. Sebab, setiap kelebihan vitamin jenis larut air akan langsung dibuang lewat urin dan keringat dengan bantuan ginjal. Tubuh juga cenderung tidak bisa menumpuk vitamin larut air dalam jumlah yang banyak. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Mengencangkan Payudara Kendur

Payudara kendur bisa disebabkan oleh penurunan dan kenaikan berat badan. Berikut cara mengencangkan payudara kendur yang dapat Anda lakukan sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Wanita 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Penting Vitamin B6 (Piridoksin), Plus Sumber Makanan Terbaiknya

Vitamin B6 (piridoksin) berguna untuk tubuh. Kenali manfaat vitamin B6 dan sumber makanan terbaiknya dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Fakta Gizi, Nutrisi 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D

Suplemen vitamin D dan kalsium mencegah pengeroposan tulang. Namun, mengapa para ahli menyebut tidak perlu lagi lansia minum suplemen D?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Osteoporosis (Pengapuran Tulang)

Osteoporosis adala kondisi tulang mengalami pengeroposan secara berkelanjutan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit


Direkomendasikan untuk Anda

penyebab gusi bengkak

11 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Gusi Bengkak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
makanan mengandung sumber biotin

5 Sumber Makanan Sehari-hari yang Mengandung Biotin

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat inositol

5 Manfaat Inositol (Vitamin B8) untuk Mengobati Berbagai Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit