home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sederet Kondisi yang Menjadi Penyebab Memar pada Tubuh Anda

Sederet Kondisi yang Menjadi Penyebab Memar pada Tubuh Anda

Memar adalah kondisi yang bisa terjadi pada semua orang. Entah karena kaki Anda terbentur benda keras, atau terjatuh saat berjalan. Namun, terkadang memar bisa muncul tanpa sebab yang pasti. Untuk tahu apa saja penyebab memar serta bagaimana cara mengatasinya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu memar?

Memar atau lebam adalah perubahan warna pada bagian kulit tertentu yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit. Kondisi pecahnya pembuluh darah dapat terjadi akibat adanya cedera traumatis.

Trauma dapat disebabkan oleh luka sayatan atau benturan pada bagian tertentu tubuh. Hal ini mengakibatkan pecahnya kapiler, alias pembuluh-pembuluh darah kecil.

Pecahnya pembuluh darah hanya terjadi di bagian dalam kulit. Oleh karena kulit tidak mengalami luka, darah yang keluar dari pembuluh akan menumpuk di bawah permukaan kulit. Akibatnya, muncul bercak lebam berwarna merah, ungu, atau biru di dalam kulit.

Gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah pembengkakan, kulit terasa lunak, dan muncul rasa nyeri. Itu sebabnya, beberapa orang mungkin merasakan sakit saat daerah yang lebam disentuh. Meski demikian, tak jarang pula Anda tidak merasakan apa pun saat kondisi ini muncul.

Seiring berjalannya waktu, bercak biru atau merah ini akan berubah warna menjadi hijau, cokelat, atau kekuningan.

Menurut Cleveland Clinic, terdapat sederet jenis memar, tergantung pada bentuk serta penyebabnya:

  • Hematoma: Kondisi ini sedikit berbeda dengan memar biasa karena muncul pembengkakan dan rasa nyeri. Hematoma terjadi setelah adanya cedera atau benturan keras pada kulit. Namun, terkadang kondisi ini juga dapat terjadi tanpa sebab.
  • Purpura: Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada perdarahan ringan di bagian bawah kulit.
  • Petechiae: Kondisi ini ditandai dengan titik-titik merah kecil di kulit.
  • Senile purpura: Memar jenis ini muncul karena kulit yang menipis, lebih kering, dan mudah terluka karena proses penuaan.
  • Black eye: Hantaman benda keras, terutama di daerah mata, dapat menyebabkan lebam di salah satu atau kedua mata, yang disebut dengan black eye.

Gejala memar yang perlu diwaspadai

Beberapa orang lebih mudah mengalami memar dibanding dengan orang lain pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa gejala memar yang perlu diwaspadai jika Anda memang sangat mudah mengalami lebam:

  • Memar membengkak dan terasa nyeri meski hanya mengalami cedera ringan
  • Ukuran memar sangat besar
  • Memar muncul dalam jumlah banyak dan Anda tidak tahu penyebabnya
  • Lebam membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar
  • Perdarahan yang lebih lama dari kondisi normal setelah terluka atau cedera

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari lebam yang muncul.

Apa penyebab memar?

Sebagian besar kondisi memar biasanya disebabkan oleh cedera atau terbentur benda tumpul yang keras. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kondisi kesehatan lain yang bisa menjadi pemicu munculnya lebam-lebam di kulit Anda.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan Anda tiba-tiba memiliki memar, antara lain:

1. Melakukan aktivitas yang terlalu berat

Aktivitas fisik yang terlalu ekstrem atau berat berisiko menyebabkan cedera. Cedera yang terjadi bisa mengakibatkan patah tulang, keseleo, dislokasi, otot robek, dan pembengkakan otot, sehingga lebam pun muncul.

Apabila memar disebabkan oleh keseleo, Anda akan mengalami gejala-gejala tambahan seperti pembengkakan, nyeri, perubahan warna pada kulit, serta rasa kaku pada pergelangan kaki.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang aktif melakukan kegiatan fisik yang berat, seperti angkat beban, lari, bela diri, dan lain sebagainya. Menyetir kendaraan terlalu cepat juga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, sehingga cedera bisa saja terjadi.

2. Konsumsi obat-obatan tertentu

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan dapat memicu terjadinya kondisi ini, khususnya obat-obatan pengencer darah dan kortikosteroid.

Beberapa suplemen herbal, seperti minyak ikan, juga memiliki efek mengencerkan darah, sehingga memar dapat muncul. Anda juga mungkin akan mengalami kondisi ini setelah disuntik atau mengenakan pakaian terlalu ketat.

Orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu lebih mudah mengalami kondisi ini. Obat-obatan tersebut meliputi nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen.

Selain itu, obat-obatan pengencer darah seperti warfarin, clopidogrel, dan heparin juga memengaruhi kemunculan memar. Steroid (prednisone) serta obat-obatan lain yang digunakan untuk mengatasi kanker juga memengaruhi risiko seseorang untuk terkena kondisi ini.

3. Usia tua

Orang-orang berusia lanjut memiliki kulit yang lebih tipis seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi tersebut menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit rentan mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, apabila Anda tergolong dalam rentang usia lanjut, risiko Anda untuk mengalami kondisi ini lebih tinggi, terutama untuk mengalami memar jenis senile purpura.

4. Kekurangan faktor pembekuan darah

Penyebab lain dari tubuh yang lebih mudah mengalami memar adalah kekurangan faktor pembekuan darah, yaitu protein yang berperan dalam proses pembekuan darah. Biasanya, kondisi ini ditemukan pada pasien pengidap gangguan pembekuan darah.

Beberapa penyakit akibat faktor pembekuan darah yang dapat menyebabkan memar tanpa sebab, antara lain penyakit Von Willebrand dan hemofilia.

Penyakin von Willebrand terjadi ketika tubuh kekurangan kadar faktor von Willebrand (VWF) yang berguna dalam pembekuan darah. Akibatnya, tubuh Anda akan lebih mudah mengalami lebam, mimisan, serta pendarahan berlebihan saat terluka.

5. Kekurangan trombosit dalam darah

Apabila tubuh Anda kekurangan kadar trombosit, memar juga lebih mudah muncul. Pasalnya, trombosit adalah salah satu komponen dalam darah yang bekerja sama dengan protein pembeku untuk membekukan darah dengan baik.

Trombositopenia adalah kondisi di mana jumlah trombosit di dalam darah Anda terlalu rendah. Dalam kasus yang parah, kelainan trombosit ini menyebabkan munculnya ruam atau bercak-bercak merah, ungu, atau biru, yang disertai dengan bintik-bintik merah, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, dan pendarahan berlebihan saat menstruasi.

Beberapa kondisi kesehatan dan penyakit yang menyebabkan memar karena turunnya trombosit, meliputi:

6. Kekurangan vitamin tertentu

Tubuh yang mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin juga lebih mudah mengalami gangguan perdarahan dan memicu timbulnya memar.

Salah satu vitamin yang paling dibutuhkan untuk menjaga fungsi darah adalah vitamin K. Vitamin K memiliki peran penting dalam proses penggumpalan darah. Rendahnya kadar vitamin K dalam tubuh menyebabkan lebam lebih mudah muncul.

Bagaimana cara mengobati memar?

Kondisi ini sebenarnya cukup mudah didiagnosis. Dokter hanya perlu melihat secara langsung bagian kulit yang mengalami perubahan warna.

Bila dokter menilai bahwa lebam yang dialami tidak terlalu parah, Anda bisa melakukan perawatan sederhana di rumah untuk membantu menghilangkannya.

Namun, dalam beberapa kasus, memar perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab utamanya, misalnya patah tulang atau penyakit kelainan darah tertentu.

Jika terdapat kemungkinan cedera atau patah tulang, dokter akan merekomendasikan tes X-ray pada area yang terdampak.

Apabila kondisi tersebut sering terjadi tanpa ada penyebab khusus, dokter mungkin akan melakukan tes darah lengkap untuk mengetahui apakah ada kondisi kelainan pendarahan pada tubuh.

Nah, jika dokter sudah mengetahui apa penyebab utama dari munculnya memar, Anda akan diberikan pengobatan yang sesuai. Meski demikian, biasanya kulit yang lebam akan pulih dengan sendirinya, terutama jika terjadi akibat cedera atau kecelakaan ringan.

Selain itu, dokter mungkin akan memberikan obat tambahan untuk membantu memudarkan lebam di kulit. Berikut adalah pilihan pengobatan yang ada:

Selama proses penyembuhan, kulit yang terdampak mungkin akan mengalami perubahan warna secara berkala, mulai dari biru atau merah, menjadi kuning, cokelat, hijau, hingga akhirnya menghilang seutuhnya.

Jika memar tidak kunjung menghilang setelah beberapa minggu, atau kembali muncul tanpa ada alasan yang jelas, segera periksakan diri lagi ke dokter. Kondisi tersebut mungkin membutuhkan penanganan medis secara lebih intensif.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bruises – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved October 19, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises 

Gavin, ML. (2018). Bruises – TeensHealth. Retrieved October 19, 2020, from https://kidshealth.org/en/teens/bruises.html 

Mulcahey, MK. (2019). Muscle Contusion (Bruise) – OrthoInfo. Retrieved October 19, 2020, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/muscle-contusion-bruise 

Bruise: First aid – Mayo Clinic. (2017). Retrieved October 19, 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-bruise/basics/art-20056663 

Easy bruising: Why does it happen – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 19, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/easy-bruising/art-20045762#:~:text=Most%20bruises%20form%20when%20small,black%2Dand%2Dblue%20mark

Bruise – MedlinePlus. (2019). Retrieved October 19, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/007213.htm 

What are bruises? – NHS. (2019). Retrieved October 19, 2020, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/accidents-first-aid-and-treatments/what-are-bruises/ 

Erickson, F. (2014). The Forensic Science Behind Bruise Healing [Infographic] – Georgetown University: School of Nursing and Health Studies. Retrieved October 19, 2020, from https://online.nursing.georgetown.edu/the-forensic-science-behind-bruise-healing-infographic/ 

Bruises: Types and Treatments. (2017). Retrieved October 19, 2020, from https://www.hsc.wvu.edu/hub/announcements/story/?headline=bruises-types-and-treatments 

Vitamin K Deficiency – Lab Tests Online. (2020). Retrieved October 19, 2020, from https://labtestsonline.org/conditions/vitamin-k-deficiency 

Bleeding disorders – Lab Tests Online Australia. (2018). Retrieved October 19, 2020, from https://www.labtestsonline.org.au/learning/index-of-conditions/bleeding-disorders

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Charley Simanjuntak, Sp.B., Sub BVE, B.Med.Sc.