home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kita Memang Perlu Vitamin D, Tapi Ini Akibatnya Kalau Sampai Kelebihan

Kita Memang Perlu Vitamin D, Tapi Ini Akibatnya Kalau Sampai Kelebihan

Vitamin D merupakan zat gizi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan sel tubuh agar berfungsi sebagaimana mestinya. Sumber utama vitamin D yang didapatkan secara alami ialah sinar ultraviolet B (UVB) dari pancaran sinar matahari. Namun, Anda juga bisa memperolehnya dari beberapa jenis makanan dan suplemen tambahan.

Mungkin selama ini Anda hanya berfokus pada informasi mengenai kekurangan vitamin D saja, tetapi ternyata kelebihan vitamin D juga bisa menimbulkan efek samping yang negatif bagi tubuh. Biasanya hal ini terjadi karena Anda terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin D dalam jangka panjang.

Berapa dosis vitamin D yang dianjurkan?

Dosis vitamin D yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan adalah 15 μg (mikrogram) per hari untuk anak-anak dan orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki. Sedangkan orang lanjut usia perlu mencukupi kebutuhan vitamin D harian sebesar 20 μg.

Untuk memastikan keamanannya, Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 100 μg vitamin D atau 4.000 unit internasional per hari.

Efek samping kelebihan vitamin D

Kondisi keracunan karena kelebihan vitamin D disebut hipervitaminosis D. Walaupun kasusnya sangat jarang, biasanya Anda berisiko mengalami hal ini karena mengonsumsi suplemen dalam jumlah besar. Sehingga, berada di bawah paparan sinar matahari terlalu lama atau mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D bukanlah penyebab dari kondisi tersebut.

1. Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan

Jika tubuh kelebihan vitamin D, Anda bisa mengalami mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Sebuah studi yang diikuti oleh 10 orang yang mengonsumsi vitamin D dengan dosis yang tinggi mengalami gejala ini.

Empat orang mengalami mual dan muntah serta tiga orang lainnya kehilangan nafsu makan. Penelitian lain yang serupa juga menemukan bahwa seorang perempuan mengalami mual dan penurunan berat badan setelah mendapat suplemen yang ternyata mengandung vitamin D sebanyak 78 kali lipat dari yang tercantum di label.

2. Gagal ginjal

Asupan vitamin D yang berlebih bisa menyebabkan gagal ginjal. Dalam sebuah kasus ditemukan seorang pria dirawat di rumah sakit karena gagal ginjal. Setelah diperiksa ternyata ia mengalami peningkatan kadar kalsium dalam darah dan gejala lainnya yang terjadi setelah mendapatkan suntikan vitamin D oleh dokternya.

Sebagian besar penelitian juga melaporkan adanya kegagalan ginjal dari kasus sedang hingga berat pada orang-orang yang mengalami kelebihan vitamin D dalam tubuhnya.

3. Sakit perut, sembelit, dan diare

Selain dikaitkan dengan masalah pencernaan secara umum, sakit perut, sembelit, dan diare bisa menjadi pertanda hipervitaminosis D dalam tubuh. Sebuah studi menyatakan bahwa anak berusia 18 bulan mengalami diare, sakit perut, dan gejala lainnya setelah diberikan vitamin D3 sebanyak 50.000 IU.

Gejala ini hilang setelah dilakukan penghentian pemberian suplemen tersebut. Studi lainnya menyatakan bahwa seorang anak laki-laki menderita sakit perut dan sembelit setelah mengonsumsi suplemen vitamin D tanpa aturan yang jelas.

4. Peningkatan kalsium dalam darah

Peningkatan konsumsi vitamin D berbanding lurus dengan peningkatan kalsium dalam darah. Hal ini karena tubuh menyerap kalsium dari makanan yang Anda konsumsi. Jika asupan vitamin D berlebih, maka tingkat kalsium dalam darah pun berlebih yang bisa mengakibatkan beberapa efek negatif seperti gangguan pencernaan, keletihan, pusing, haus yang berlebih, dan peningkatan intensitas buang air kecil.

Sebuah studi kasus memperlihatkan adanya peningkatan kadar kalsium pada dua pria yang mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis yang tidak sesuai. Kalsium dalam darahnya mencapai 13,2-15 mg/dl padahal normalnya hanya sekitar 8,5-10,2 mg/dl. Akibatnya, butuh waktu setahun setelah menghentikan konsumsi suplemen untuk menormalkan lagi kadar kalsium dalam darah.

5. Tulang keropos

Walaupun vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, terlalu banyak vitamin D juga bisa mengakibatkan kekeroposan pada tulang. Beberapa peneliti menyatakan bahwa kelebihan vitamin D bisa menyebabkan penurunan kadar vitamin K2 dalam darah.

Salah satu fungsi terpenting dari vitamin K2 yakni menjaga kadar kalsium di dalam tulang dan darah. Para peneliti percaya bahwa kadar vitamin D yang cukup tinggi mampu menghambat fungsi vitamin K2. Untuk itu, hindari konsumsi suplemen vitamin D yang berlebihan dan perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin K2 seperti produk susu untuk menyeimbangkannya.

Meskipun hipervitamonis D jarang terjadi, Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen ini. Konsultasikan kepada dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya untuk mengetahui dosis yang tepat bagi tubuh Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6 Side Effects of Too Much Vitamin D https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-side-effects#section6 diakses pada 10 Januari 2018

Vitamin D Overdose Effects https://www.livestrong.com/article/89234-vitamin-d-overdose-effects/ diakses pada 10 Januari 2018

What is Vitamin D Toxicity, and Should I Worry About It Since I Take Supplements? https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-d-toxicity/faq-20058108 diakses pada 10 Januari 2018

Angka Kecukupan Gizi, Kementerian Kesehatan. http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.pdf diakses pada 17 Januari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 22/01/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x