Anda pernah makan sayur daun kale? Jika belum, mulai sekarang cobalah untuk memakannya, karena daun kale memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi tubuh.

Apa itu kale?

Kale adalah jenis sayuran yang berdaun hijau yang tergolong dalam keluarga kubis seperti brokoli, kembang kol, dan sawi. Seperti saudara-saudara yang lainnya, kale mengandung berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Satu gelas kale mentah mengandung 33 kalori, 3 gram protein, 2,5 gram serat yang membantu proses pencernaan, vitamin A, vitamin C, vitamin K, asam folat dan vitamin B yang penting untuk perkembangan otak, asam alpha-linolenic dan lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung, lutein, zeaxantin, fosfor, kalium, kalsium, dan seng. Kale terdiri dari berbagai jenis, ada kale yang berdaun keriting, kale berdaun datar, atau bahkan kale yang berwarna hijau kebiruan dan masing-masing jenis kale mempunyai rasa yang berbeda-beda.

Kale dan kanker payudara

Kanker payudara merupakan penyebab kedua kematian pada wanita di dunia, setidaknya terdapat satu dari 8 wanita yang menderita kanker payudara. Kale mengandung zat yang disebut sulforaphane. Zat ini merupakan salah satu antioksidan dan simulator dari enzim detoksifikasi. Sulforaphane disebut-sebut dapat menghambat pertumbuhan kanker pada kanker payudara. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 menunjukkan bahwa sulforaphane berhasil menurunkan sel kanker aktif pada penderita kanker payudara sebanyak 65 hingga 80 persen.

Baik untuk kesehatan jantung

Vitamin K yang terkandung pada kale ternyata memenuhi sekitar 680 persen kebutuhan vitamin K dalam satu hari. Jika Anda memasak kale dengan cara merebus dan tidak menambahkan garam ketika proses memasak, maka nilai vitamin K pada kale meningkat hingga 1300 persen. Penelitian yang dilakukan selama 10 tahun pada 4.500 pasien usia dewasa, membuktikan bahwa terdapat penurunan risiko kematian pada pasien penyakit jantung jika diberikan extra suplementasi vitamin K. Namun jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin, Anda sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter, sebanyak apa vitamin K yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Menjaga kesehatan mata

Selain tinggi vitamin K, kale juga mengandung vitamin K yang tinggi, yaitu dalam satu gelas kale mentah mengandung 6.600 IU, di mana Kementerian Kesehatan menganjurkan mengonsumsi vitamin A sebanyak 2400 IU per hari untuk orang dewasa. Vitamin A dikenal sangat baik untuk kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan berperan dalam pembentukan sel. Penelitian yang dilakukan di National Institute of Health menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A secara rutin, akan terhindarkan dari risiko terkena berbagai penyakit mata dan menjaga kemampuan penglihatan. Selain itu, kale memiliki berbagai jenis warna seperti, hijau, putih, ungu, dan hijau kebiruan yang disebabkan karena zat lutein dan zat ini baik untuk menjaga fungsi mata.

Kalsium yang terkandung di kale lebih baik daripada susu

Apakah Anda gemar mengonsumsi susu? Coba Anda lihat jumlah kalsium pada kemasan susu yang Anda sering konsumsi tersebut. Rata-rata susu hanya memiliki 1,13 mg kalsium per gram, sedangkan pada satu gram kale mentah, terdapat 1,35 mg kalsium. Selain itu, terdapat perbedaan kualitas kalsium yang ada di dalam kale dengan kalsium yang terkandung pada susu. Susu mengandung protein kasein yang susah untuk dicerna oleh tubuh, oleh karena itu bukan tidak mungkin jika kalsium yang ada di dalam susu tidak terserap dengan baik. Kalsium yang diserap dari susu hanya sekitar 30%, sedangkan kalsium yang diserap dari kale atau brokoli mencapai 40 hingga 60 persen.

Satu gelas kale mengandung 101 mg kalsium, tidak banyak sayuran yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi seperti kale. Seperti hasil penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang melakukan diet vegan memiliki risiko 30% lebih tinggi untuk terkena patah tulang karena tulang mereka rapuh, dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi daging. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok vegan tersebut kekurangan kalsium dan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan tulang, karena rata-rata sayuran tidak memiliki kalsium yang tinggi. Oleh karena itu, mengonsumsi kale secara rutin dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Bagaimana cara memasak kale?

Anda bisa memasak kale dengan cara menumisnya atau membuat salad kale. Atau anda bisa membuat camilan sehat yaitu keripik kale dengan cara menghilangkan akar kale dari batangnya, potong sesuai selera, tumis dengan sedikit garam dan lada. kemudian panggang selama 10 hingga 15 menit pada suhu 200 derajat celcius.

BACA JUGA

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca